Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 58


__ADS_3

Kejutan Part 3


Kirana menuju ke Restoran "Skyline Bestview Resto" diantar oleh Pak Rudi. Dia berharap kalau jalanan akan lenggang karena takut suaminya akan menunggu lama disana.


Kirana menatap kearah jendela, wajahnya berseri-seri dia tidak sabar untuk bertemu dengan laki-laki yang menjadi suaminya itu. Sepanjang perjalanan dia tersenyum mengingat semua kejutan yang Mirza beri padanya.


***


DDRRRTT


Ponsel Kirana berdering, ada panggilan masuk dari Safira istri dari sahabat suaminya. Tanpa pikir panjang Kirana pun menerima panggilan telpon nya.


"Hallo, Kia. " Ucap Safira


"Hallo Mbak Fira ada apa? " Tanya Kirana


"Kia lagi dimana? Boleh minta alamat rumah kamu sekarang. "


"Memang nya ada apa Mbak? " tanya Kirana


"Mbak mau mampir ke rumah kamu sekarang. " Balas Safira


"Sekarang banget Mbak? " Jawab Kirana kaget


"Iya sekarang Kia. Emang kamu gak lagi dirumah?


"T—tapi, aku gak lagi dirumah Mbak. Aku lagi dijalan mau janjian sama Mas Mirza. " Jawab Kirana tidak enak hati


"Kamu lagi janjian sama Kak Mirza? " Tanya Fira memastikan


"Iya Mbak, maaf ya. " Ucap Kirana


"Tapi setau aku Kak Mirza lagi sama Mas Arsen. Mereka lagi ttd kontrak, soalnya kan seminggu ini Kak Mirza sibuk jadi baru bisa sekarang. "


DEG


Jantung Kirana seakan mau berhenti mendengar ucapan dari Safira. Tubuhnya mendadak lemas dan wajahnya berubah menjadi pucat pasi.


"Hallo Kia, kamu baik-baik aja kan? " Tanya Safira


"Iya Mbak, aku baik-baik aja. " Ucap Kirana lemas


"Coba kamu hubungi Kak Mirza dan pastikan dulu kebenaran nya. Tapi tadi Mas Arsen memang gitu bilang ke Mbak. Makanya rencan nya Mbak mau kerumah kamu, pulangnya nanti Mas Arsen jemput. "


"Iya makasih ya Mbak Fira, aku mau hubungi dulu Mas Mirza. " Ucap Kirana


Terdengar gumaman dari ujung telpon


"Kalo Kak Mirza mau ajak Kia ketemuan, berarti Mas Arsen yang bohong sama aku. Gak bisa dibiarin, lengah sebentar aja udah bikin ulah. "


Kirana menutup telpon nya dan dia gak tahu apa yang harus dilakukan nya saat ini. Setelah panggilan berakhir, kepala Kirana menjadi sangat berat dan jantungnya berdegup lebih cepat. Saat ini kirana gak bisa berfikir, hanya diam yang bisa dilakukan nya.


Tanpa Kirana sadari dia sudah berada diRestoran "Skyline Best View Resto".


" Bu Sudah sampai. "Ucap Pak rudi


"Iya pak. " Ucap Kirana


"Apa ada masalah bu? " Tanya Pak rudi pada Kirana yang sedari tadi seperti tidak bergairah.

__ADS_1


"Oh iya Pak, saya mau tanya bapak emang disuruh suami saya? " Tanya Kirana


"iya bu, saya disuruh Pak Mirza. Memangnya kenapa bu? " Tanya Pak Rudi


"Gak apa-apa pak. Kalo gitu saya turun dulu ya pak. " Ucap Kirana.


Kirana turun dari mobil dan melihat sekeliling restoran, dia mengamati satu persatu mobil yang ada di parkiran tapi dia tidak menemukan mobil suaminya.


Kirana mengambil ponsel dari tas nya. Dia memberanikan diri menelpon suaminya untuk memastikan bahwa suaminya yang menyuruh nya.


Butuh waktu sampai panggilan nya terhubung dan dijawab oleh suaminya.


"Hallo, Mas kamu lagi dimana? Tanya Kirana basa-basi


" Saya masih meeting dengan Arsen. Kamu sudah sampai? "


"Kalau tempatnya benar, aku sudah sampai Mas. "


"Kamu masuk aja duluan ya. Nanti saya nyusul. "


"T—tapi Mas? "


"Udah ya saya masih meeting. Kamu tunggu aja disana! " Mirza memutuskan telpon nya dengan sepihak.


Waktu sudah menunjukan pukul 19.30 malam, udara dingin menusuk pada tubuhnya. Karena takut sesuatu terjadi padanya, dia berinisiatif untuk menelpon Arga sahabatnya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya panggilan tersambung.


"Hallo Kia ada apa? " Tanya Arga


"Ga, lo lagi dimana? "


"Gue lagi prepare mau dinner sama Mika. " Ucap Arga


"Santai aja. Kalo gitu gue cabut dulu ya kasian Mika udah nunggu. " Ucap Arga


"Oke Ga. Havefun ya. " Ujar Kirana


"Thanks Kia. "


Kirana menutup telpon nya dan memasukan kembali ponselnya kedalam tas. Dia memberanikan dirinya untuk masuk kedalam Restoran tersebut.


Pada saat masuk kedalam, restoran tampak tidak terlalu ramai. Dia berjalan menuju arah tangga dan pada saat akan naik dia menemukan notes berwarna biru menempel pada dinding, notes nya persis seperti notes2 yang sebelumnya.


Kirana mengambil notes yang menempel di dinding dan mulai membaca nya.


...Naik keatas Rooftop...


Bunyi dari pesan yang ada pada notes. Setelah membaca pesan tersebut, Kirana naik menggunakan tangga karena dia tidak melihat lift direstoran semewah ini.


Baru beberapa langkah, kaki Kirana merasa kesakitan karena memakai hills dengan hak 7cm.Kirana lantas membuka sepatu nya dan naik keatas rooftop.


Dengan penuh perjuangan, akhirnya Kirana sampai di anak tangga yang terakhir. Dia dapat melihat keadaan Rooptop yang tampak gelap, Kirana tidak dapat melihat dengan jelas.


Kirana berjalan dengan menenteng hills ditangan nya. Pada saat kakinya kesakitan dia membuka sepatu hillsnya dan berjalan tanpa alas kaki. Dia melihat sekeliling nya sepi, ada rasa takut dalam dirinya untuk meneruskan langkahnya.


Dari kejauhan Kirana melihat ada meja yang sudah dihias sedemikian rupa, lantas Kirana berjalan kearah meja. Setelah mendekat ada sebuah kotak berukuran besar berwarna biru navy. Dia duduk dimeja tersebut dengan maksud menunggu suaminya datang menemui nya.


DDRRRTT

__ADS_1


Ponsel Kirana bergetar, apa pesan yang masuk. Kirana melihat layar ponsel nya, ternyata pesan dari suaminya.Kemudian dia membuka dan membaca pesan tersebut.


Mas Mirza


Maaf kalau saya sedikit terlambat datang kesana, ada meeting penting yang tertunda dan harus segera saya selesaikan secepatnya. Wait for me there, Sayang. :)


Kirana tidak dapat menahan air matanya. Untuk kesekian kalinya Mirza membuat nya sedih dan Kecewa. Betapa suaminya itu tidak menghargai perjuangan Kirana sampai ke tempat itu.


Kirana menundukan kepalanya dan tanpa terasa airmatanya berjatuhan.


"Lagi dan lagi, kamu membuat aku kecewa Mas. Ternyata memang benar pekerjaan kamu lebih penting daripada aku. Mungkin aku terlalu bodoh mempercayai kamu lagi. " Ucap Kirana merutuki dirinya sendiri.


Bip!!


Semua lampu yang ada di rooptop tiba-tiba mati, membuat tubuh Kirana menegang dan ketakutan. Kirana memang sangat takut dengan kegelapan.


Kirana beranjak dari tempat duduknya dan mencoba melangkahkan kaki nya untuk mencari pintu keluar. Saat itu hanya pulang yang ada di fikiran nya.


"Ayo Kirana kamu bisa menemukan pintu keluar. " Gumam Kirana dengan perasaan cemas dan air mata yang berjatuhan


Langkah Kirana berhenti ketika dia melihat seseorang yang ada didepan nya. Walaupun tidak terlihat jelas, dia bisa melihat penampakan seorang laki-laki.


Perasaan Kirana menjadi tidak karuan, bibirnya terasa kelu tidak bisa berbicara apa-apa. Tangisan nya semakin deras. Kedua pipinya semakin basah karena air matanya sendiri.


Tapi satu yang membuat Kirana bingung, laki-laki tersebut seperti kebingungan dan terlihat khawatir melihat Kirana menangis. Laki-laki tersebut mendekat pada Kirana dan berusaha menenangkan nya.


"Jangan nangis! " Ucap Laki-laki itu.


Tangan bergerak menyentuh perlahan pipi Kirana. Namun dengan cepat tangan Kirana menepis tangan laki-laki tersebut. Tatapan nya berubah sangat tajam pada laki-laki tersebut.


"Tolong, Jangan sentuh saya. " Ucap Kirana ketakutan. Isak tangisnya tak bisa lagi ditahan nya.


Laki-laki tersebut malah semakin mendekati Kirana, tapi dengan cepat dia menghindarinya.


"Kirana." Lirih laki-laki itu dengan lembut


Tangis Kirana semakin kencang, dia semakin tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.


"Kamu jahat, Mas!" Kirana terisak


TING!


Lampu Rooptop semuanya menyala terlihat jelas siapa laki-laki yang membuat Kirana ketakutan.


Tanpa banyak basa-basi, Mirza memeluk Kirana dengan sangat erat. Kirana menangis dipelukan laki-laki yang ternyata itu adalah suaminya, Mirza. Kirana membenamkan pelukan nya didada bidang suaminya,Meluapkan semua emosinya.


"Maafin saya sudah membuat kamu cemas. " Ucap Mirza menenangkan istrinya dipelukan nya.


"Aku takut Mas. " Ucap Kirana masih terisak


Mirza mengusap rambut dan punggung Kirana dengan lembut. Ketika melihat istrinya sudah tenang, Mirza melepaskan pelukan nya, dia menatap lekat istrinya.


"*Jangan takut ya, ada saya disini. " Mata Mirza tertuju pada kaki istrinya yang tidak memakai alas kaki.


"Kaki kamu kenapa? Sakit ya? Maafin saya Kirana. " Ucap Mirza penuh sesal*.


"Kaki aku gak apa-apa Mas. " Ucap Kirana tersenyum pada suaminya.


Mirza lega melihat istrinya dapat tersenyum kembali. Dia merasa sangat bersalah pada istrinya. Setelah itu, Mirza mengajak istrinya untuk duduk di kursi yang Kirana tempati tadi.

__ADS_1


**BERSAMBUNG


***Lanjut ke kejutan part ke 4,Jangan lupa Like, Komen dan Vote. Ikuti terus cerita "Cinta Untuk Kirana".Support Author biar makin semangat up nya* :) **


__ADS_2