
Mirza dan Kirana sampai didepan Minimarket tempat janjian dengan sahabat nya Arsen. Sampai diparkiran ternyata mereka belum datang. Mereka memutuskan duduk diteras minimarket.
"Nunggu temen aku dulu gapapa ya? Nanti sekalian aku kenalin. " Ucap Mirza
"Gapapa mas. Temen nya laki laki? Nanti aku gimana mas? " Tanya Kia cemas
"Iya laki laki, tapi tenang aja dia bawa istrinya kok. "
Tidak lama orang yang mereka bicarakan datang. Sepasang suami istri turun dari motor nya dan menghampiri mereka.
"Sorry za, gue nitipin anak gue dulu. Makanya telat. " Ucap Arsen terkekeh
"Lo yang ngajak, lo yang telat gimana sih gak on time banget. " Ucap mirza menyindir
Semenjak turun dari motor, Kia terus memperhatikan istri Arsen seakan sedang mengingat seseorang.
"Ini mbak Fira kan? " Ucap Kia
"Loh, kamu Kirana kan ? " Jawab Fira
"Iya mbak, ini aku Kia. Seneng ketemu mbak Fira. Kangen. " Ucap Kirana
Mereka berdua berpelukan saling melepaskan rindu.
Mirza dan Arsen bingung melihat kejadian didepan nya.
"Kamu kenal yang? " Tanya Arsen pada Istrinya
"Loh kamu lupa mas? Ini Kirana tetangga aku pas dirumah papa dulu. Temennya Zayn mas. " Ucap Kia mempertegas ucapan nya
"Oh kamu Kia kan, maaf saya lupa. Maklum udah lama kan. Apakabar? " Tanya Arsen
"Baik mas Alhamdulillah, awet ya sampe sekarang. Aku keburu pindah jadi ga tau kalau Mas Arsen dan Mbak Fira udah nikah. " Jawab Kia
Mirza yang dari tadi diam akhirnya ikut bicara.
"Bentar bentar, ini kalian udah pada kenal ya? Padahal gue baru mau ngenalin ke kalian. " Ucap Mirza
"Ini tetangga Fira dulu, kalo gak salah lo pernah beberapa kali ketemu deh za. Masa lo kagak inget sih. "
"Oh ya? " Jawab Kia dan Mirza bersamaan
"Kalo jodoh emang kaya gini ya selalu barengan. " Ledek Fira
"Hehe mbak bisa aja, aku malah lupa. Tapi emang pas aku kerumah mbak kebetulan lagi pada ngumpul. "
"Kalo Mirza ga usah ditanya yang, udah pasti dia gak akan inget orang dulu dia lagi bucin parah kan. " Ujar Arsen
"Sialan, lo juga sama. " Jawab Mirza
"Yaudah kita berangkat sekarang aja, nanti kita lanjutin cerita nya disana. Keburu panas mas. " Ajak Fira pada suami nya
"Ya, kita berangkat sekarang za. Lo ikutin gue aja dari belakang ya. "
"Oke, lo duluan nanti gue ikutin lo dari belakang. "
"Kita berangkat sekarang ya. " Ucap Mirza sambil memakai helmnya
"Iya mas. " Jawab Kia sambil memakai helm nya, tapi kia sedikit kesulitan
"Bisa gak? "
"Ini kayaknya macet mas helm nya. Jadi susah pakenya. "
"Sini aku pakein helmnya. "
Mirza dengan telaten memasangkan helm dikepala Kia.
"Ini bisa katanya macet. Bilang aja mau aku pakein helm nya. "
"Mas Mirza apaan sih, emang tadi susah kok. "
Titt.....suara klakson berbunyi
"Za, cepetan keburu panas. " Teriak Arsen
"Dunia serasa milik berdua ya kak, yang lain ngontrak. " Tambah Fira meledek Mirza
"Iya ini berangkat. Suami istri bawel. " Gerutu Mirza
Setelah banyak perdebatan akhirnya mereka berangkat menuju lembang.
***
Dirumah Arga disibukan dengan beberapa berkas yang harus segera dibereskan. Disaat bersamaan Dinda masuk kedalam kamarnya dan langsung berbaring dikasur Arga.
"Kebiasaan deh, masuk ke kamar gue gak ketok pintu, kalo gue lagi gak pake baju gimana? " Ucap Arga pada adiknya Dinda
"Ya sorry, dinda kan cuman mau kekamar kakaknya. Emang gak boleh? " Sambil beranjak ketempat arga dan bergelayut manja di leher Arga
"Gue curiga nih, lo kalo udah kaya gini ke gue pasti ada mau nya. Iya kan? "
Dinda tersenyum "Kok, lo tau sih kak? " Jawab Dinda
"Udah biasa kali, yaudah sok mau apa bilang? " Tanya Arga
"Laptop gue nge hang kak, mana lagi ngerjain tugas nya bu Kirana lagi. " Keluh Dinda pada kakak nya
"Terus? Lo mau pinjem laptop gue? "
"Kok pinjem sih. Anterin gue beli laptop sekarang. " Rengek Dinda
"Terus duitnya dari gue juga? " Tanya Arga
"Nggak dong kakak ku sayang. "
"Terus darimana? Minta papa sama mama lagi? Lo pake laptop gimana sih dek, laptop lo belum lama kan itu. Udah mau ganti lagi. " Omel Arga pada adiknya
"Ya namanya laptop gue pake nugas terus sama nonton drakor. Kalo kesel gue banting laptop nya. " Ucap Dinda tanpa rasa bersalah
"Yaudah yaudah lo siap siap. Ntar gue beliin laptop nya. Tapi awas kalo sampe rusak lagi. "
"Iya iya bawel. " Jawab Kia masih berdiri disebelah Arga
"Ya udah sok siap siap, apalagi? " Ucap Arga masih fokus dengan laptop nya
Dinda menyodorkan sesuatu didepan Arga.
"Apaan nih. " Jawab Arga seraya mengambil ponsel didepan nya
"Ponsel gue retak kak. " Ucap Dinda nyengir menunjukan gigi nya yang rapi
"YaAllah dek, ponsel lo dimakan ya sampe kaya gini. "
"Gak sengaja jatoh pas gue ke toilet kak. " Keluh dinda
"Lagian ngapain sih bawa hp ke toilet ga ada faedah nya. Terus gue juga harus beliin hp nya juga? " Tanya Arga
"Gini aja, biar adil buat kakak2 gue. Kak Mirza beliin gue laptop, lo beliin gue iphone gimana? Adilkan? " Ucap dinda enteng
Arga menoyor kening dinda sembarang.
"Enak ya jadi lo, pengen apa2 tinggal minta. Heran gue. "
"Lo tau gak, bu kirana cerita ke gue kalo dia dimanja juga sama kakak nya. Kok lo ke gue gitu sih. Lo gak sayang sama gue? " Ucap dinda sambil memelas
"YaAllah harus gue sebutin satu2. " Jawab Arga kesal
"Lo minta iphone aja ke Mirza. Gimana ? Bagus kan ide gue. " Giliran Arga yang meledek adiknya
"Jadi lo pengen gue diomelin Kak Mirza? Lo tau kan dia gabakalan ngasih kalo buat beli gituan. Ini juga kan dibeliin kak Mirza waktu itu, masa gue minta lagi. "
"Iya oke oke, nanti gue beliin lo iphone yang second tapi hahaha. " Ucap Arga tertawa
"Iya gue sih gapapa, cuman apa lo gak malu sama profesi dokter lo. Pelit amat beliin gue yang second. "
"Bac*t lo, udah sana siap2. Gue juga mau siap siap. "
"Oke kakak ku tersayang. Gue siap siap dulu yaa. " Ujar dinda seraya mencolek dagu Arga
"Jijik gue. " Ucap Arga
Dinda keluar dari Kamar. Begitupun dengan Arga yang membereskan berkas berkas nya dan langsung menuju kamar mandi.
***
Mirza, Kirana, Arsen dan Kia sudah sampai ditempat tujuan. Mereka sampai disebuh Cafe didaerah Lembang dengan konsep ditengah hutan. Hawa nya yang sejuk dan tenang membuat mereka fresh kembali setelah perjalanan kurang lebih 1 jam. Mereka memilih tempat dilantai 2 sekalian melihat pemandangan sekeliling cafe.
"Mau pesen makan sekarang? " Tanya Arsen
Mirza melihat jam ditangan nya " Ini belum jam makan siang, pesen minum aja kali ya. Lumayan juga udaranya. " Jawab Mirza
"Ya udah oke. Kamu mau pesen apa yang? " Tanya Arsen pada Istri nya
"Aku liat menu nya dulu ya." Jawab Fira sambil membuka menu book nya bareng dengan Kia
__ADS_1
"Kamu mau apa Ki? Tanya Fira pada Kirana
" Aku hot chocolate aja mbak. "
"Oke, aku juga samain aja sama Kia mas. " Jawab Fira pada suaminya sambil menyodorkan buku menu nya
"Lo mau apa Za.? " Tanya Arsen
"Gue, Hot Caramel Latte aja. "
"Oke, bentar gue panggil dulu waiters nya. "
"Kang, mau pesen. " Ucap Arsen sambil melambaikan tangan nya
Pelayan pun menghampiri meja mereka.
"Mau pesan apa pak? " Tanya pelayan nya
"Saya pesan 1Hot Americano, 1 Hot Caramel Latte dan 2 Hot chocolate ya. "
"Baik pak ditunggu ya. "
Sedikit informasi, posisi duduk mereka adalah Mirza dan Arsen berhadap2an Kirana dan Fira duduk berhadap2an . Jadi Kirana duduk disebelah Mirza.
"Kia aku boleh nanya gak? " Fira memulai percakapan
"Tanya apa mbak? " Jawab Kia
"Sejak kapan kenal sama Kak Mirza?" Tanya Fira sambil melirik ke arah Mirza
"Istri lo kepo ya. " Ucap Mirza tersenyum
"Haha ya aneh aja tiba tiba lo bawa gandengan. Kirain masih belum move on sama yang sono. " Ucap Arsen enteng
Mirza menendang perlahan kaki Arsen sampai Arsen meringis.
"Mas apaan sih, aku kan nanya nya sama Kia, kenapa kalian yang ribut sih. " Ujar Fira pada suaminya
"Gapapa mbak, aku baru sama Mas Mirza masih tahap pengenalan. Hehehhe. " Jawab Kia
"Iya bagus deh, kamu tenang aja Ki. Kak Mirza mah orang nya baik dan setia. "
"Hehe semoga aja ya mbak. "
"Kenapa semoga? Emang Mirza keliatan kaya playboy ya?. " Jawab Arsen ikut nimbrung
"Enggak mas bukan gitu maksudnya." Jawab Kia terbata bata
"Gak usah didengerin ya, Arsen emang gitu orang nya. " Ucap Mirza
Kia hanya tersenyum " Iya mas, gapapa. "
" Om fahri sama tante Marissa sehat? " Tanya Fira
"Alhamdulillah sehat, om Salman, tante Rossa sehat? Terus Zayn dimana sekarang?
" Mama sama Papa Alhamdulillah sehat. Kalo Zayn sekarang kerja di PT. FRE*PORT di Jakarta kadang ditugaskan juga di Papua. Kebetulan sekarang lagi ada di Papua. Kamu lose kontak emang sama Zayn? "
"Keren ya Zayn, pengen deh ketemu. Iya aku lose kontak sama Zayn mbak jadi gak pernah tau kabarnya gimana. "
"Nanti deh kalo kamu mau nikah sama Kak Mirza aku kasih tau Zayn ya biar pulang kebandung. " Ujar Fira
"Apa sih mbak Fira. " Jawab Kia malu malu
"Aaminn doain aja ya. " Ucap Mirza
"Kok doain sih mas? " Tanya Kia
"Iya lah, itukan sama aja doa jadi harus di Aaminkan. "
Tidak lama pelayan membawakan pesanan mereka.
"Makasih ya kang." Ucap Arsen
"Ngopi aja dulu, jangan pada debat kita kan mau ngadem disini. " Tambah Arsen sambil menyeruput kopinya
"Oh iya,lo sekarang tinggal dimana bro? Sampe lupa gue nanya. "
"Di sukajadi gue sekarang. Kapan2 lo main kerumah gue ya. " Ajak Arsen
"Iya Kia kapan2 main kerumah mbak ya. Kamu belum pernah ketemu sama anak mbak kan? " Ucap fira menimpali
"Iya nanti gue ajak Kirana main ke tempat kalian. " Sambar Mirza
"Iya mbak nanti kalo aku off ngajar ya. Aku nanti main kerumah deh. "
"Di Univ Pelita Harapan mbak. "
"Jurusan apa? "
"Jurusan Psikologi mbak."
"Loh kenapa gak jadi psikolog buka praktek sendiri? " Tanya Fira
"Hehehe iya mbak nanti kedepan nya. Sekarang masih nyaman jadi dosen walaupun jadi dosen junior juga. "
"Tapi aku yakin deh kalo ntar udah nikah pasti gaboleh cape cape sama Kak Mirza. Iya gak kak? " Ucap Fira sembari melihat kearah Mirza
"Emang iya ya mas? " Tanya Kia pada Mirza
"Senyaman nya kamu aja, mau jadi dosen boleh mau jadi psikolog aku pasti dukung. Mau jadi ibu rumah tangga juga gapapa. "
"Ini tuh acara interview apa ya? Lo gak mau bahas kerjasama kita?" Tanya Arsen
"Iya iya sampe lupa gue. Jadi gimana? Si dimas udah ada hubungin asisten lo kan? "
"Udah ada. Nanti biar asisten gue sama asisten lo aja yang urus. Terus progress rumah lo gimana? "
"Alhamdulillah udah sekitar 95% tinggal finishing aja sih. "
"Pake jasa Arsitek siapa lo.? "
"Pak Biantara dia oke dan detail juga orang nya. "
"Iya, dia kan kerjasama juga sama perusahaan gue. "
" Oh ya bagus dong, berarti nanti pembangunan gedung baru gue dia juga yang desain? "
"Yo'i. Waduh gue sampe lupa, gue ada janji sama Bu Septi mau reservasi buat acara ulang tahun anak gue. "
"Dimana emang nya? "
"Dibawah situ, waktu itu gua ajakin kesini. Ternyata dia mau ngerayain ulang tahun nya disitu. Kamu mau nunggu disini atau mau ikut yang? " Tanya Arsen
"Ikut dong mas, apalagi itu perempuan kan. " Jawab Fira
"YaAllah yang, aku cuman mau reservasi tempat aja. "
"Pepet terus fir jangan sampe lengah. " Ucap mirza ikut memanasi suasana
"Ya elah, gue sumpahin nanti kia begini juga nanti. " Jawab Arsen kesal
"Kia gapapa ya tunggu disini atau kalian mau jalan jalan dulu boleh. Nanti kita janjian makan siang aja ya. "
"Iya mbak gapapa, kia tunggu disini aja. "
"Kalo gitu kita pergi dulu ya. Have fun ya kalian berdua. " Ucap fira
"Iya mbak. " Jawab Kia
"Za, gue cabut dulu ya. Tar gue telpon. " Ucap Arsen
"Oke oke. "
Setelah Arsen dan Fira pergi. Mereka berdua terlihat canggung, tidak ada obrolan diantara mereka.
Ponsel Mirza yang terletak dimeja berdering. Terlihat tulisan "Dinda is calling". Tapi Mirza tidak menyadari nya, sampai Kirana memberitahu nya.
" Mas itu ponsel bunyi, takutnya penting kan. " Ucap Kia sambil menunjuk ponsel Mirza
"Sorry aku gak denger. Sebentar ya aku angkat telepon nya dulu. " Ucap Mirza
"Iya mas, silahkan. "
Mirza meraih ponsel nya dan memencet tombol berwarna hijau.
"Hallo, ada apa dek. "
Kia yang daritadi bertanya tanya siapakah penelpon bernama Dinda tersebut menyunggingkan bibir nya. Dia tersenyum karna sudah bisa menebak siapa yang menelpon Mirza dan sudah dipastikan itu adiknya.
Adek... Panggilan nya Adek. Gue yakin ini pasti adiknya, Mas Mirza kan pernah bilang punya adik cewek. Batin kia
"Ini, Kak Mirza lagi diLembang. Ada apa? " Tanya Mirza pada adik nya
"Laptop aku rusak kak. Tugas aku juga deadline besok harus udah dikumpulin. " Keluh adiknya diseberang sana
__ADS_1
"Pake laptop kakak, ada dikamar ambil aja. Kamarnya gak dikunci. "
"Ih kok pinjem laptop sih, ya gak bisa kak besok kan laptop nya harus aku bawa ke kampus. Masa laptop kak Mirza aku bawa ke kampus sih. " Rengek dinda
"Omongan kamu muter2, berapa harga laptop nya? " Ujar Mirza to the point
"Aku kirim ya fotonya. Makasih ya Kak. Have fun kak. " Ucap Dinda
"Hmm... Oke." Ucap Mirza singkat sambil menutup telpon nya.
Gak lama masuk chat berisi Screenshoot laptop yang diinginkan adikanya
Dinda
Yang ini kak.. No rekening aku masih sama kak. Aku tunggu ya. Love you. ❤
^^^Mirza :^^^
^^^Oke.^^^
Dinda :
Sekarang kak.
Mirza membuka aplikasi M-Banking nya untuk dikirim ke adiknya. Setelah selesai dia langsung mengirimkan bukti transfernya pada adiknya.
^^^Mirza :^^^
^^^m-Transfer^^^
^^^BERHASIL^^^
^^^27/01 11:18:54^^^
^^^008-MANDIRI^^^
^^^DINDA GAURI BASTIAN^^^
^^^Rp. 20.000.000.-^^^
^^^Ref 302122533^^^
Dinda
Ini kelebihan Kak, tapi btw makasi ya sisa nya buat jajan ice cream di BR. Love you ❤
^^^Mirza^^^
^^^Ya^^^
Setelah selesai dengan urusan nya, Mirza kembali meletakan ponsel nya diatas meja.
"Maaf ya, itu biasa adik aku suka gak jelas. " Ucap Mirza
"Gpp kok mas, kamu udah ada janji sama adik kamu? " Tanya Kia
"Oh enggak enggak, itu tadi dia ngeluh laptop nya rusak katanya dikejar deadline tugas buat besok. "
"Pasti minta dibeliin laptop baru ya?" Ujar kia tersenyum menampakan gigi gingsul nya
"Kenapa bisa tau? "
"Pengalaman mas, aku ke kakak juga gitu soalnya. Dimaklumi aja mas, apalagi dia anak perempuan satu satu nya kan ditambah anak bungsu juga pasti dimanja sama kakak2nya. " Ucap kia
"Dimaklumi sih dimaklumi kalo cuma sekali ini beberapa kali. " Ujar Mirza sebal
"Yang sabar aja mas, adik perempuan itu aset loh. Suatu saat nanti kamu pasti butuh sama adik kamu mas. Btw akhirnya kamu beliin juga kan laptop nya? "
"Ya di beliin karna kasian juga kan buat ngerjain tugas nya. Tapi gak semua yang dia minta aku turutin juga, aku beliin barang yang emang dia perlu bukan untuk gaya2an. "
Kirana tertawa mendengar ucapan Mirza yang diucapkan nya terakhir. Menurutnya ucapan nya itu kontradiktif sekali.
"Loh kenapa ketawa ? Ada yang salah ya? " Tambah Mirza
"Ucapan kamu itu kontradiktif mas, kamu gak akan beliin adik kamu sesuatu untuk gaya hidup. Tapi kamu sendiri gaya hidup nya berlebihan. Mau aku hitungin harga outfit kamu dari atas sampe bawah. " Seraya memandang penampilan Mirza
"Jadi ini tentang harga maksud kamu? Laki laki kan beda sama perempuan, laki laki kalo belanja itu emang gak pernah liat harga, bukan nya apa2 karena kita emang gak ngerti yang penting ada baju ganti. Lagian baju aku kebanyakan kaos santai aja. "
"Hmm masa? Ga percaya aku mas. Mobil kamu aja itu milyaran harga nya, kalo dibandingin mobil aku ga ada apa apanya sih. " Celoteh Kia tanpa henti
"Tapi kan mobil aku cuma satu itu aja. Coba kamu nanti tanya Fira, Arsen koleksi motor sama mobil nya banyak apa gak syok nanti kamu denger nya. " Ledek Mirza
"Kamu jangan boros2 mas,mending uang nya ditabung buat bekel masa depan. Kita kan gak tau kedepan nya bakal kaya gimana. "
"Iya Ibu Kirana aku paham. "
"Hehehe, maaf ya mas aku jadi ngatur2 . Belum apa2 aku udah kaya gini ke kamu. "
"Ya gapapa, makanya nanti kalo kita nikah semua keuangan kamu yang urus ya. "
"Kamu bisa aja mas, emang kamu yakin gitu sama aku ? " Tanya Kia
"Waktu kita kan masih banyak buat saling mengenal. Makanya kita harus gunain waktu kita sebaik baik nya ya. " Ucap Mirza
"Iya iya mas. Aku mau ke toilet dulu ya mas bentar. " Ucap Kia
"Oke, mau aku anter ? " Tanya Mirza
" Gak usah mas, aku bisa sendiri. " Ujar Kia seraya beranjak dari tempat duduk nya.
Pada saat bersamaan dari arah berlawanan ada pelayan yang membawa minuman dan tidak sengaja menabrak Kirana sampai pakaian nya basah dan Kotor. Mirza spontan berdiri dan langsung menegur pelayan tersebut.
"Mas, hati hati dong bawa minuman nya. Kotor kan baju nya. " Ucap Mirza membentak pelayan tersebut sampai pelayan tersebut ketakutan dan badan nya bergetar.
"Ma.. Maaf pak saya gak sengaja. " Ucap pelayan tersebut
Kia yang yang sedang membersihkan baju nya dengan tisu langsung menenangkan Mirza yang sedang marah.
"Udah mas, aku gapapa. Ini tinggal dibersihin aja kok. " Ucap Kia
"Untung minuman nya dingin kalo panas, saya bisa tuntut kamu. "
"Sekali lagi saya minta maaf pak, bu atas keteledoran saya. "
"Iya mas, gakpapa. Mas silahkan lanjutin pekerjaan nya. Lain kali hati hati ya mas. " Ucap Kia ramah
"Baik bu. Kalo gitu saya permisi ya bu". Ucap pelayan tersebut
" Baju kamu basah dan kotor. Kita beli aja baju ya buat kamu. "
Kirana tersenyum sambil memandang Mirza " Ini di Hutan mas, mana ada mall. Kamu ada ada aja. "
"Hoodie kamu lepas dulu soalnya basah. "
Kirana melepaskan hoodie nya yang basah. Dan hanya memakai kaos yang mencetak tubuhnya. Seketika Mirza melepaskan hoodie nya dan memberikan nya pada Kirana.
"Kamu pake hoodie saya aja, kaos kamu tipis keliatan nerawang. "
"Terus Mas Mirza gimana? Udara disini dingin mas."
"Saya kan laki laki jadi gapapa. Arsen kemana lagi, gak balik balik dari tadi. " Ujar mirza sambil melihat jam ditangan nya
"Coba telpon dulu mas. "
Mirza menelpon Arsen tidak lama setelah itu panggilan tersambung. Dan sengaja Mirza menloudspeker telpon nya.
"Halo, lo dimana? "
"Halo za, sorry gue harus cabut duluan ya. "
"Emang nya ada apa? "
"Fira tiba tiba ga enak badan dan mual2. Gue takut dia kenapa napa. "
"Terus lo sekarang dimana? "
"Gue di minimarket beli air mineral dulu. Sorry ya za. "
"Lo yang ngajakin kesini malah lo yang balik duluan. "
"Ya sorry, lo kan bisa me time sama Kirana. " Ucap Arsen sambil tertawa
"Yaudah kalo gitu, gue mau cari makan dulu abis itu gue cabut. Salam ke fira semoga cepet sembuh. "
"Oke za. "
Mirza menutup telpon nya.
"Kirana, kita cari makan dulu ya sambil jalan pulang. Tapi aku bayar dulu bill nya ke kasir. Kamu tunggu dibawah gapapa ya? " Tanya Mirza
"Iya mas aku tunggu dibawah ya. "
Mirza menuju kasir dan Kirana berjalan kebawah dan menunggu Mirza disana.
"Ayo kita cari makan dulu. Kamu gapapa kan kalo kita pake motor? Atau aku telpon asisten aku aja buat anterin mobil kesini? "
__ADS_1
"Aku gapapa mas, justru aku khawatir sama kamu, hoodie kamu kan aku pake. Nanti kamu masuk angin gimana? " Tanya kia
"Gapapa kamu tenang aja.