Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 55


__ADS_3

Mirza sudah sampai Di Bandara dijemput oleh Dimas asisten nya. Seminggu lebih dia berada di banjarmasin, menyelesaikan urusan nya. Dan dia baru mengaktivkan ponselnya pada saat akan menelpon asisten nya di Bandara. Sekarang dia sudah berada didalam mobil, dia akan pulang menemui istrinya. Banyak sekali email, panggilan tidak terjawab dan ratusan pesan yang masuk yang tentu saja itu dari istrinya. Dia membaca pesan nya satu persatu.Bingung! Hanya itu yang ada di fikiran nya saat ini. Gimana dia menjelaskan semua ini pada istrinya.


Dimas yang melihat atasan nya gelisah langsung menanyakan keadaan Mirza.


"Maaf Pak, apakah ada yang bisa saya bantu? Saya lihat bapak sepertinya sedang memiliki masalah. " Ucap Dimas.


"Dimas saya minta tolong untuk carikan rumah dan juga sekolah TK yang lokasi nya tidak jauh dari Kantor saya." Ucap Mirza


"Untuk siapa Pak? Bapak kan sudah memiliki rumah. " Kata Dimas


"Kamu carikan saja, nanti saya jelaskan diKantor. Selama saya pergi apakah kantor aman? " Tanya Mirza


"Aman pak dan situasi nya kondusif. Oh iya pak, kemarin Pak Askara datang ke kantor, dia bertanya soal keberadaan bapak. " Ucap Dimas sambil fokus mengendarai mobilnya.


"Terus kamu jawab apa? " Balas Mirza dengan wajah yang tanpa ekspresi.


"Saya jawab seadanya pak. Saya jawab, bapak ada di banjarmasin. Terus tidak lama beliau menelpon Pak Angkasa, Om nya Pak Mirza yang di Banjarmasin. Pak Angkasa bilang kalau bapak hanya sesekali ke Kantor. Dan Pak Askara marah besar, beliau menitipkan pesan kalau Bapak sudah pulang disuruh langsung menemui beliau di kantornya." Ucap Dimas


Mirza menghela nafasnya dan mengusap wajahnya. Betapa banyak beban yang harus di pikulnya. Masalah satu selesai dan muncul masalah lain nya. Ditambah sebentar lagi dia harus menghadapi istrinya yang tentu saja pasti akan mempengaruhi pernikahan nya.


...----------------...


"Bu, minta tolong ya barang nya dimasukan kedalam kamar. Kia mau beresin. " Ucap Kirana pada Bu Ning


"Mbak Kia yakin mau pindahin barang-barang Mbak Kia ke kamar bawah. Nanti kalau Mas Mirza marah sama ibu gimana? "Ucap Bu Ning takut


" Kaki aku kan belum sembuh bu, kalau naik turun tangga nanti lama penyembuhan nya. Lagian Mas Mirza kan gak tahu pulangnya kapan. "Ucap Kirana dengan santai.


"Yaudah mbak, ibu aja yang beresin nya ya. " Ucap Bu Ning


"Gak usah bu, ini kan cuma baju-baju aja. Gak aku pindahin semuanya. " Ucap Kia tersenyum


"Ibu gak tega liat Mbak Kia. "Ucap Bu Ning


" Gak tega kenapa? Aku baik-baik aja Bu. "Balas Kirana.


" Mas Mirza kan gak pulang-pulang. Harusnya Mbak Kia dan Mas Mirza itu merasakan bahagia nya menjadi pengantin baru. Dulu ibu aja sama Bapak gak keluar-keluar kamar. "Ucap Bu Ning malu


" Ngapain bu dikamar terus? "Ucap Kirana tertawa


" Ya itu Mbak. Masa Mbak Kia gak ngerti. "Ucap Bu Ning tersipu malu.


" Ibu, ada-ada aja. Mas Mirza kan kerja bu, dia sibuk. "Ucap Kirana


" Tapi Mbak, masa sih gak bisa nyempetin untuk kasih kabar ke Mbak Kia. "Ucap Bu Ning sambil memasukan baju-baju Kirana kedalam lemari.


" Hmm, Aku juga bingung bu. "Wajah Kirana berubah menjadi murung.

__ADS_1


" Sabar ya, mungkin ini cobaan untuk pernikahan nya Mbak Kirana dan Mas Mirza. "Ucap Bu Ning


" Iya bu, makasih ya. "Ucap Kirana pada Bu Ning


" Iya Mbak sama-sama. Baju-baju nya sudah beres ibu masukin, ada lagi yang mau di pindah? "Tanya Bu Ning


" Udah bu cukup. Minta tolong aja bu seprai nya diganti ya bu. "Titah Kirana pada Bu Ning


"Iya siap Mbak. "


"Aku kedapur dulu ya bu.Kalau udah beres kita makan siang bareng bu, aku tadi minta mama untuk kirim kue ulang tahun dan kue-kue kesini.Ajak anak-anak ibu ya" Ucap Kirana.


"Loh emang ada acara apa Mbak? " Tanya Bu Ning.


"Kia ulang tahun Bu, kita rayain dirumah aja ya. " Ucap Kirana tersenyum


"Oalah, Mbak Kia ulang tahun ya. Selamat ulang tahun ya semoga Mbak sehat dan dimurahkan rejekinya. " Ucap Bu Ning mendoakan Kirana.


"Aamin terimakasih ya bu. Kia ke dapur ya, nanti ibu nyusul. " Kirana melangkahkan kaki nya keluar dari kamar.


...----------------...


"Assalamualaikum." Ucap seorang laki-laki dengan penampilan nya yang lusuh terlihat jelas di raut wajahnya kalau dia sedang tidak baik-baik saja. Laki-laki yang dirindukan oleh Kirana, akhirnya pulang kerumah.


"Walaikumsalam." Jawab Kirana sambil memperhatikan penampilan suaminya yang berantakan. Hanya itu yang bisa diucapkan pada Mirza. Sungguh, kekecewaan nya terlalu besar pada laki-laki yang ada dihadapan nya.


Mirza menghampiri istrinya yang sedang berdiri dan menatapnya. Dia memeluk istrinya meluapkan semua kerinduan nya. Tapi Kirana melepaskan pelukan nya dan memilih menghindari suaminya.


"Apa kabar Mas? " Tanya Kirana dingin.


"Baik.Kirana, saya mint maaf. " Ucap Mirza bersungguh-sungguh.


"Minta maaf untuk apa ya? " Tanya Kirana dengan ekspresi datarnya


"Saya minta maaf selama di Banjarmasin saya gak ngasih kabar kamu. Ponsel saya rusak dan mati total, baru hari ini saya beli ponsel baru. " Ucap Mirza membuat alasan.


"Iya Mas, Aku ngerti. " Ucap Kirana menyunggingkan senyum nya. Padahal didalam hatinya yang terdalam dia tidak percaya dengan ucapan suaminya.


Mirza tidak tahu apa yang harus dilakukan nya sekarang. Apa dia harus menceritakan nya yang sebenarnya sekarang atau tidak.


"Ada yang mau saya om—." Kata-kata Mirza tertahan.


"Mbak Kia, kamarnya sudah bersih ya dan seprai nya udah ibu ganti. " Ucap Bu Ning.


"Maksudnya apa ya bu? " Tanya Mirza mengerutkan keningnya.


"Eh anu, Mas. " Ucap Bu Ning terbata-bata

__ADS_1


"Aku pindah kamar, Mas. Dan aku menyuruh Bu Ning untuk pindahin barang punya aku.


" Kalau gitu ibu ke belakang dulu ya Mbak Kia, Mas Mirza. "Ucap bu Ning pamit pada mereka berdua dan meninggalkannya.


" Iya bu, makasih ya. "Ucap Kirana tersenyum pada Bu Ning.


" Apa maksudnya? "Tanya Mirza tegas.


" Maksud apa ya Mas? "Kirana berjalan pelan dan masuk kedalam kamar diikuti oleh Mirza.


" Kenapa kamu gak izin dulu sama saya untuk pindah kamar. "Ucap Mirza


"Kamu tanya kenapa? Kamu gak liat kondisi saya gimana. Oh iya saya lupa, mana kamu tahu sama keadaan saya. Kan kamu sibuk Mas. " Ucap Kirana tidak kalah emosi dari Mirza.


Mirza melihat keadaan istrinya yang wajah nya sedikit berubah menjadi lebih tirus, bahkan badan nya terlihat kurus dari terakhir dia bertemu.Mirza berjalan kearah istrinya dan memeluk istrinya dengan begitu erat. Sungguh, dia tidak ingin kehilangan istrinya.


"Maaf, maafkan saya udah ninggalin kamu dalam keadaan sakit. Saya gak bermaksud menyakiti kamu, Kirana. Gak seharusnya saya memperlakukan kamu seperti ini. " Ucap Mirza dengan tulus


Tidak ada jawaban dari Kirana. Dia tidak membalas pelukan Mirza dan tidak juga melepaskannya. Jauh dalam lubuk hatinya kalau dia memang mengakui nyaman berada dipelukan suaminya.


"Maaf Kirana. Tolong maafkan kesalahan saya. " Ucap Mirza


"Kamu ingat Mas, aku selalu bilang kalau selalu ada maaf untuk kamu. Tapi untuk saat ini aku mohon, kasih aku ruang untuk aku memikirkan ini semua. " Ucap Kirana.


Mirza melepaskan pelukan nya. "Oke saya akan kasih kamu ruang, tapi tolong jangan pernah berfikir untuk meninggalkan saya. Saya janji mulai detik ini saya akan memperbaiki semuanya. Saya ingin hubungan kita baik-baik saja.


"Aku gak perlu kata-kata, aku hanya perlu tindakan."Ucap Kirana singkat


"Iya.Saya rindu kamu yang selalu ceria. Apa boleh saya minta sesuatu sama kamu? " Tanya Mirza


"Apa? "Jawab Kirana


" Saya ingin lihat kamu tersenyum. "Pinta Mirza


Dengan terpaksa dia menyunggingkan senyum dibibirnya.


"Kamu mandi dulu setelah itu kita makan siang. Aku siapin dulu didapur. " Kirana melangkahkan kakinya melewati Mirza tapi tangan Mirza menahan tangan Kirana.


"Saya tau pasti kamu kangen sama saya ya. " Ucap Mirza


"Enggak!kata siapa? " Kirana membalikan badan nya dan menatap ke arah Mirza.


"Tuh buktinya. " Mirza melirik pakaian yang dipakai istrinya. Kirana memakai T-shirt suaminya berwarna orange dan sekaligus memakai parfum yang sering dipakai suaminya.


Mirza mencium wangi di baju istrinya dan ternyata memang betul istrinya memakai parfum nya.


"Ini juga wangi parfum saya kan. Kalau kangen kamu bilang aja jangan gengsi. "Mirza meledek istrinya.

__ADS_1


" Kalau tahu istrinya gak bisa nahan rindu, kenapa ditinggal terus. Jangan-jangan lupa ya kalau udah punya istr, "Skakmat.Kirana berlalu meninggalkan Mirza yang berdiri seperti patung.


Maaf Kirana, saya belum ada keberanian menceritakan kebenaran nya. Saya takut, kamu gak bisa menerima Aletha dan saya lebih takut kamu akan meninggalkan saya. YaAllah, berikan petunjuk untuk hamba, agar hamba bisa menyelesaikan permasalahan ini. Batin Mirza.


__ADS_2