
Mirza sudah sampai diruangan nya, dan segera memeriksa berkas-berkas yang sudah menumpuk. Mirza memeriksa nya satu persatu, dan menandatangani nya. Selain itu di mengecek email yang masuk dari klien-klien nya. Hari ini dia harus menyelesaikan pekerjaan nya, karena 1 minggu kedepan dia akan cuti dari pekerjaan nya.
Tok.. Tok pintu ruangan kerja Mirza ada yang mengetuk.
"Masuk." Mirza sedikit berteriak.
"Selamat pagi Pak. " Ucap Dimas melangkahkan kakinya menuju meja kerja Mirza.
"Selamat pagi, silahkan duduk. " Mirza mempersilahkan Dimas untuk duduk.
"Baik pak, terimakasih. " Dimas duduk di kursi didepan Mirza.
"Ada apa? " Tanya Mirza masih fokus menandatangani berkas.
"Saya mau memberitahu bapak,kalau Mr. Brian dari Amerika akan sampai di Indonesia pada hari senin pak, lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. " Ucap Dimas.
Mirza menghentikan aktivitasnya sejenak, menatap tajam pada Dimas.
"Kamu gak kasih tahu mereka, kalau saya akan cuti seminggu kedepan? " Tanya Mirza.
"Saya sudah informasikan pak dari jauh-jauh hari, tapi asisten nya bilang kalau perjalanan bisnis Mr. Brian dimulai dari Indonesia. Dan untuk kabar baiknya dia sudah setuju dengan proposal bisnis yang tempo hari kita kirim via email. "
"Terus tujuan pertama Mr. Brian kemana? " Tanya Mirza
"Mr. Brian akan transit dulu di Jakarta setelah itu langsung ke Bandung Pak. "
"Ok, untuk proposal yang kita tawarkan Mr. Brian tertarik dimana? "Tanya Mirza
" Sesuai prediksi kita Pak, Mr. Brian tertarik untuk menginvestasikan uang nya di Bali. Pembangunan apartemen kita yang di Bali progress nya baru 50% karena kita juga terhambat oleh biaya. "
"Itu artinya kalau Mr. Brian menginvestasikan uang nya, pembangunan Apartemen di Bali bisa jalan lagi ya. "
"Betul pak, apalagi Lokasi apartemen kita yang paling strategis dan sepertinya kita tidak akan kesulitan untuk menjualnya. "
"Ok, saya akan mengundur jadwal cuti saya. Kamu bisa hubungi lagi asisten pribadi nya Mr. Brian untuk jadwal pertemuan kita. " Ucap Mirza
"Baik pak, saya akan menghubungi nya segera." Balas Dimas
"Meeting dengan pemegang saham jam berapa? " Tanya Mirza
"Jam 10 pak. "
"Ok, tolong untuk berkas nya kamu cek lagi. Takutnya ada yang belum saya tandatangani. " Mirza menunjukan berkas-berkas nya.
"Baik, saya cek dulu pak. " Balas Dimas
***
1 jam kemudian, Kirana dan rombongan sudah sampai di villa tempat pernikahan nya dengan Mirza. Begitu keluar dari mobil, Kirana menghirup udara yang begitu segar, pepohonan pinus yang membuat udara sejuk. Sejauh mata memandang dikelilingi oleh bukit-bukit yang indah.
Natasha menghampiri Kirana yang sedang menikmati pemandangan disekeliling nya.
"Kia, pemandangan nya bagus. Kak Acha baru tahu kalau ada tempat sekeren ini. " Ucap Natasha
"Iya, waktu itu aku diajakin teman Mas Mirza kesini, pas pertama kali aku kesini juga langsung jatuh cinta sama tempat ini. " Ucap Kirana tersenyum
"Kamu udah dikenalin ke temen-temen nya? " Tanya Natasha
"Udah waktu itu. Kak, aku boleh nanya gak? " Tanya Kirana
"Boleh, kamu mau tanya apa? "
"Kak Alpa sebenernya kenapa? Kesan nya kaya gimana gitu ke Mas Mirza, padahal kan kak Alpa belum kenal sama calon suami aku. "
Natasha mendekat ke arah Kirana, dan berusaha untuk menenangkan nya.
"Kamu, tau kan kalau Alpa itu sayang banget sama kamu? "Tanya Natasha
Kirana menganggukan kepalanya,
"Dimata Alpa kamu itu masih kaya adik kecil nya, jadi dia takut ada laki laki yang nyakitin kamu sedangkan Alpa sendiri selalu jagain kamu, apapun yang kamu mau pasti Alpa turutin kan. Kia, pas kemarin Alpa ngomong gitu bukan berarti Alpa lebih setuju kamu sama Bian dibanding sama calon suami kamu yang sekarang, cuman Alpa kan belum tahu dan belum kenal sama calon suami kamu itu. Kamu ngertiin Alpa ya, dia cuma takut kamu disakitin lagi. "
"Iya Kia ngerti, makanya aku mau Kak Alpa ketemu dulu sama Mas Mirza biar mereka saling mengenal Kak. "
"Iya iya, nanti Kak Acha sama Kak Alpa bakal nemuin Mirza. Dia datang hari ini kan? " Tanya Natasha
"Iya hari ini, tapi Kia juga gak kabar-kabaran sama Mas Mirza udah beberapa hari ini. " Ucap Kirana
__ADS_1
"Cie, biar kangen nya sekalian ya. " Natasha terkekeh
"Kak Acha bisa aja. " Ucap Kirana tersenyum
"Kalau gitu Kakak kedalam dulu ya, mau beresin dulu barang. "
"Kak, makasih ya selalu jadi orang yang paling ngertiin aku, selalu ada buat aku. " Ucap Kirana
"Sama-sama Kia, kamu tahu kan Kak Acha anak tunggal, jadi kak Acha senang punya adik." Balas Natasha
"Oh iya Mami sama Papi datang kan besok? " Tanya Kirana
Mami dan Papi ini adalah panggilan untuk orang tua Natasha.
"Sorry, Kia. Kak Acha lupa kasih tahu kamu. Mami sama papi masih Di Jepang,sekitar 3 hari lagi mungkin sampai di Indonesia. "
"Padahal Kia berharap di pernikahan Kia semuanya kumpul. " Ucap Kia sedih
"Nanti kalau pulang pasti Mami sama Papi nemuin kamu. Gak usah sedih, kan Kak Acha datang. " Ucap Natasha tersenyum
Pada saat sedang berbicara dengan Kirana, tiba-tiba Alpa datang menghampiri mereka berdua.
"Cha, itu Abel rewel mau makan katanya. " Ucap Alpa pada istrinya
"Kak, Kia masuk dulu kedalam duluan ya. " Kirana melengos masuk, pada saat Alpa datang menghampiri mereka berdua.
Alpa memperhatikan tingkah adiknya yang sedang marah padanya. Begitulah Kirana, kalau dia marah pada seseorang, sepatah kata pun tidak akan keluar dari mulutnya.
"Kia masih marah ya sama aku? " Tanya Alpa pada istrinya
"Kasih dia waktu Al. " Jawab Natasha
"Kita harus secepatnya ngomong sama Mirza, kamu masih ada no telpon nya? "
Natasha menaikan sebelah alisnya, "Maksud kamu gimana? "
"Ya kamu masih simpan kontak nya gak? " Tanya Alpa santai
"Nggak, ngapain aku simpan nomernya gak penting juga kan. Tapi aku ada rencana, Al. " Ucap Natasha
"Rencana apa? " Tanya Alpa
"Kasih tau sekarang aja Cha. "
"Nanti aja, kamu bawel. " Ucap Natasha meninggalkan Alpa
Alpa mengikuti istrinya dari belakang dan masuk kedalam villa.
***
Mirza sudah selesai dengan pekerjaan nya, dia menuju minimarket tempat janjian nya dengan teman-teman nya untuk ke Villa bersama-sama. Pada saat sampai di minimarket, ternyata teman-teman nya belum pada sampai. Sambil menunggu, Mirza menyuruh Dimas untuk membelikan nya kopi di Minimarket.
"Dimas, sambil nunggu teman-teman saya tolong belikan kopi sama air mineral ya. " Mirza menyuruh asisten nya.
"Baik pak, ada lagi tambahan pak? " Tanya Dimas
"Gak usah, kamu sekalian beli ya soalnya kamu nyetir kan. "
"Baik Pak. " Ucap Dimas keluar dari mobil dan masuk kedalam Minimarket.
Setelah Dimas keluar, Mirza mengeluarkan ponsel dari saku nya.
"Kirana lagi apa ya, udah beberapa hari ini gue sibuk sampai lupa kabarin Kirana. " Gumam Mirza sambil menekan tombol untuk menelpon calon istri nya itu.
Beberapa kali Mirza menelpon Kirana tapi tidak ada jawaban. Pada saat sibuk dengan ponselnya, Mirza dikejutkan oleh orang yang mengetuk ngetuk jendela mobil nya. Mirza membuka jendela mobilnya, ternyata yang mengetuk nya itu adalah Dio sahabatnya.
"Anjay, lo ngagetin gue. Ada apa sih? " Tanya Mirza
"Ya abisnya lo sibuk sama ponsel, tadi gue klaksonin lo gak denger. " Jawab Dio
"Lagian lo ngapain klaksonin gue. " Ucap Mirza sambil turun dari mobilnya.
"Iseng aja. Si Arsen belum datang? " Tanya Dio basa basi
"Belum. Beli mobil baru lo? " Tanya Mirza yang melihat mobil BMW X1 milik Dio
Dio tertawa mendengar pertanyaan Mirza. "Berkat Kia, gue sama Zara jadi bisa beli mobil baru. "
__ADS_1
"Maksudnya? " Tanya Mirza kurang paham maksud dari Dio
"Jadi gini bro, waktu itu Kia kan review skincare Diora di Instagram nya, baru beberapa jam aja followersnya Diora itu meningkat dari puluhan ribu sekarang udah ratusan ribu followers nya. Nah dari situlah pembelian skincare Diora juga langsung meningkat, makanya gue bisa beli mobil. " Ucap Dio terkekeh
"Berarti lo harus bayar ke Kirana kalo gitu." Ucap Mirza santai
Dimas menghampiri Dio dan Mirza dan memberikan kopi kepada Mirza.
"Pak ini kopi nya. " Ucap Dimas
"Makasih Dim, lo mau kopi juga? " Tanya Mirza pada Dio.
"Boleh deh sambil nungguin Arsen. "
"Tolong Dim, beliin kopi lagi ya satu. " Perintah Mirza
"Baik, tunggu sebentar ya pak. " Dimas masuk lagi kedalam.
"Oh iya Za, gue juga sebenernya mau bayar tapi Kia nya yang gak mau dibayar. Kalo gue jadiin dia BA gimana Za. " Ucap Dio
"Nggak! Gue ga akan kasih izin. " Balas Mirza tegas.
"Yaelah Za, kan bantuin temen sendiri. " Dio memelas pada Mirza.
"Kalo bantu review produk gue pasti kasih izin, kalau jadi Brand Ambassador dia nya juga belum tentu mau. "
"Iya juga sih. " Ucap Dio lemas
"Pak Dio ini kopi nya. " Ucap Dimas memberikan kopi nya pada Dio
"Makasih ya Dimas. " Jawab Dio
"Iya pak sama-sama. Kalau gitu saya tunggu di mobil ya pak. " Ucap Dimas
Mirza menganggukan kepalanya. Sudah lebih dari 20 menit tapi Arsen belum juga datang.
"Ini lagi Si Arsen jam segini belum sampe, kebiasaan kalo gak on time. " Mirza menggerutu kesal.
"Sabar, lo kaya yang gak tau Arsen aja. Daridulu kan emang gak pernah on time. "
"Masalah nya ini udah siang Dio, tuh liat istri lo sampe ketiduran di mobil. " Ucap Mirza
"Istri gue kekenyangan Mirza, tadi makan siang udah kaya orang kesurupan. Semenjak istri gue hamil tiap hari ada aja kelakuan nya yang bikin gue pusing. Lo rencana nya gimana Za, setelah nikah nanti mau nunda atau langsung gass? " Tanya Dio
"Kalau gue senyaman nya Kirana aja. Gue gak mau maksain kehendak gue, kalau dia mau nunda ya gak apa-apa juga. "
"Emang nya lo gak mau anak secepatnya? Nanti kan kita bisa playdate Za bareng anak gue sama anaknya Arsen. "
"Gue mau, tapi gue kan gak boleh egois. Lagian gue belum bahas itu sama Kirana. " Jawab Mirza santai
Tiba-tiba ada mobil jenis jeep masuk ke parkiran minimarket dan membunyikan klaksonya beberapa kali.
"Siapa Za, mentang-mentang mobil mewah sampe segitunya bunyiin klakson. " Ucap Dio geram
"Udahlah biarin aja, bukan urusan kita. " Jawab Mirza tidak ingin ambil pusing
Orang yang berada dalam mobil tersebut membuka kaca mobilnya. Setelah itu dia turun dan menghampiri mereka berdua. Ternyata orang itu adalah Arsenio.
"Wah songong banget lo, pake klakson2 segala. Jam berapa ini? " Ucap Dio kesal
"Sorry, gue ada urusan mendadak jadi agak telat. " Jawab Arsen tanpa rasa bersalah
"Udah gak usah pada ribut, kita cabut sekarang aja ya. " Ajak Mirza pada sahabatnya
"Eh Za, tunggu bentar. Lo mau gabung gak di villa kita? Sebelum lo nikah kita kumpul-kumpul dulu lah, kalo kita yang nyamperin ke tempat lo gak enak sama sodara-sodara lo. " Ucap Arsen
"Liat nanti aja, gue cape banget Sen. Gue pengen istirahat aja. " Jawab Mirza
"Ya gue mohon, kali ini aja Za. Kita ngumpul dulu sebelum lo nikah. " Arsen memohon pada Mirza
"Kalo gini gue jadi curiga, pasti ini ada sesuatu ya? " Ucap Mirza
"Lo suudzon banget sama temen sendiri. Gue cuman pengen kita ngumpul aja. "
"Yaudah, lo duluan jalan. Gue ikutin dari belakang. "
"Jadi lo mau Za? " Tanya Arsen
__ADS_1
"Iya, cepetan lah udah siang ini. " Mirza mengiyakan permintaan dari Arsen.
Mereka semua masuk kedalam mobil masing-masing dan melanjutkan perjalanan mereka menuju villa di Lembang.