
Kirana sudah selesai mandi dan berpakaian, dia duduk dimeja rias dan memoles tipis wajah mulusnya dengan make up. Suaminya baru selesai mandi dan memakai baju yang sudah disiapkan istrinya. Rambutnya masih terlihat basah, terlihat dia sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Kamu udah siap? " Tanya Mirza
"Bentar lagi, Mas. Ini aku pake body lotion dulu. " Jawab Kirana.
"Iya, saya juga mau ambil jaket dulu. "
"Mas, sekalian bawain Sling Bag punya aku yang warna hitam ya. "
"Ya, ada lagi? "
"Udah itu aja, Mas. " Balas Kirana.
10 menit kemudian mereka turun kebawah, rencananya sore ini mereka mau jalan-jalan ke Mall dan belanja bulanan ke Supermarket.
"Mbak, ini daftar belanja nya sudah ibu buatin ya. Kalau ada yang kelewat tambahin aja mbak. " Ucap Bu Ning.
"Iya bu, Makasih."
"Sama-sama.Oh iya, mobil sudah disiapkan sama bapak, ini kunci mobil nya. " Bu Ning menyerahkan kunci mobil pada Mirza.
"Iya bu, terimakasih ya. "
"Sama-sama.Kalau gitu, ibu permisi ke belakang lagi ya." Ucap Bu Ning.
"Iya bu. "
Kirana dan Mirza melangkahkan kakinya keluar, menuju halaman rumahnya.
"Kita mau pake mobil yang ini? " Ucap Kirana melihat sekilas kearah mobil.
"Iya yang ini, kan adanya cuman ini. Mobil porsche saya masih dirumah papa. " Aku Mirza.
Ya, tadi mobil porsche nya memang gak ada. Tapi mobil mewah yang lain nya kan ada. Ngapain bohong segala sih. Batin Kirana
"Oh gitu? "
"Iya, kenapa sih? "
"Kenapa gak pake yang Bmw atau Range Rover, atau Buggati, atau yang tesla lebih hemat bahan bakar kan sayang. " Ucap Kirana ketus sambil naik kedalam mobil.
Mirza mengikuti istrinya naik kedalam mobil, setelah itu dia memasang seatbelts dan mengendarai mobilnya keluar dari pekarangan rumahnya.
"Kamu kenapa cuekin saya kaya gitu? Saya ada salah sama kamu? " Tanya Mirza.
"Tadi ada yang anter mobil aku, terus disimpen dibasement sama Pak Arif. Aku baru tahu rumah kamu ada basement nya. " Ucap Kirana.
"Oh soal itu, maaf saya belum sempat ngomong. " Ucap Mirza mencoba tenang.
"Kalo soal koleksi mobil, kamu belum sempat ngomong juga? "
Mirza mengerem mobilnya mendadak sampai jidat Kirana menyentuh dasboard mobil.
"Awww.. " Kirana meringis kesakitan.
"Maaf, maaf saya gak sengaja. Kamu gak apa-apa?" Mirza meraba jidat Kirana yang kemerahan.
"Kamu kaget ya aku tanyain soal koleksi mobil punya kamu? " Tanya Kirana
__ADS_1
"Ehm, soal itu. Saya mau ngomong tapi takut kamu marah. " Mirza tersenyum pada istrinya.
"Aku gak marah, cuman kesel aja sama kamu. " Ucap Kirana kesal.
"Saya minta maaf ya. Lain kali kalau mau beli apa-apa saya izin dulu sama kamu. " Bujuk Mirza
"Ya kalo mau beli apa-apa aku gak ngelarang. Tapi jangan beli mobil terus, yang dipake kan tetep aja satu." Ucap Kirana.
"Iya sayang, saya gak beli-beli mobil lagi. " Ucap Mirza sambil mengendarai mobilnya lagi.
"Kalo aku pinjem yang tesla boleh gak? " Tanya Kirana.
"Hmm, bo—leh aja. " Ucap Mirza ragu-ragu.
"Aku bercanda mas, lagian aku tau, kamu takut kan mobilnya lecet sama aku. " Kia tertawa geli
"Saya gak ada bilang gitu ya. Kalo kamu mau pakai ya pakai aja, asal sama saya. " Ucap Mirza terkekeh.
"Tuh kan, aku udah duga Mas. Nyebelin. "
Mirza hanya tersenyum, melihat istrinya yang menggemaskan.
***
Mereka berdua sampai Di Pusat Perbelanjaan. Sejauh mata memandang dikelilingi oleh toko-toko yang menjual barang-barang branded. Kirana memandangi salah satu fashion store dengan brand Gucci.
"Mau mampir dulu kesitu? " Tanya Mirza
"Nggak Mas,aku cuma liat aja. " Kilah Kirana.
Tiba-tiba ada sepasang suami istri yang keluar dari fashion store tersebut. Tampak istrinya seperti selisih beberapa tahun dari suaminya. Laki-laki tersebut menyapa Mirza.
Mirza menyipitkan matanya sambil mengingat-ingat orang yang menyapa nya.
"Rendi? Lo Rendi kan? " Tanya Mirza
"Ya, apa kabar lo? " Mereka berdua berjabat tangan.
"Alhamdulillah, gue baik. Kapan ke bandung? "
"Kemarin bro, istri pengen liburan ke bandung katanya. " Jawab Rendi
"Oh iya gue sampe lupa, kenalin ini istri gue Kirana. Sayang kenalin ini sahabat saya waktu kuliah. "
"Hallo, kenalkan saya Kirana istrinya Mas Mirza. " Ucap Kirana.
"Saya Rania, istrinya Rendi. Salam kenal juga ya. " Ucap Rania istrinya Rendi.
"Lo lama stay di Bandung? " Tanya Mirza
"Ya gimana istri aja bro, gue mau ngikut aja."
"Gimana kalo kita ngopi dulu? " Tawar Mirza pada sahabatnya.
"Next time aja bro, kita atur jadwal bareng Arsen dan Dio. Anak gue dua-duanya udah rewel pengen ke bunda nya." Jawab Rendi
"Ok deh, kalau gitu kapan2 kita hangout bareng ya. Nomer gue masih sama, nanti kalau free kabarin gue ya." Ucap Mirza.
"Siap, nanti gue kirim chat ke loe. Kalau gitu gue duluan ya. " Ucap Rendi
__ADS_1
"Oke, hati-hati. " Ucap Mirza.
Rendi dan istrinya pamit pada Mirza dan Kirana.
"Yuk mas, kita ke supermarket sekarang. " Ajak Kirana
"Gak mau masuk dulu kesini? "
"Nggak mas. Ayo cepetan. " Kirana menarik tangan Mirza.
Mereka sampai diSupermarket dan mengambil troli untuk memasukan barang-barang belanjaan nya. Dimulai dari bahan-bahan pokok, kebutuhan mandi, kebutuhan laundry, sayuran buah-buahan, cemilan dan masih banyak lagi. 1 jam lebih Mirza mengikuti istrinya berbelanja, sampai tidak terasa troli belanjaan nya sudah penuh.
"Belanjaan nya memang sebanyak ini? " Tanya Mirza
"Iya Mas, sesuai daftaran yang dikasih Bu Ning. Tapi diluar daftaran itu ada juga yang aku beli. " Jawab Kirana nyengir.
"Oh, okee. " Mirza menganggukan kepala nya.
"Langsung ke kasir aja ya Mas. " Ajak Kirana
Mirza mendorong troli nya ke kasir dan mengeluarkan belanjanya. Kasir pun memasukan barang belanjaan nya kedalam beberapa kantong belanja.
"Total semuanya jadi 3.120.000,-.Pembayaran pakai cash atau debit bu? " Tanya Kasir tersebut.
"Pakai debit aja. " Kirana mengeluarkan kartu debit dari tas nya.
"Mau ngapain? " Tanya Mirza pada Kirana.
"Mau bayar, Mas. " Jawab Kirana enteng.
"Saya aja yang bayar. Ini mbak, pakai debit saya aja. " Ucap Mirza
"Baik, saya ulangi totalnya 3.120.000,-.Silahkan masukan pin nya pak."
Mirza memasukan pin nya dan keluarlah struk belanja nya.
"Ini kartu dan struk belanjaan nya. Terimakasih. " Ucap Kasir tersebut ramah.
Mirza dan Kirana keluar dari Supermarket.
"Mas, makasih ya. " Ucap Kirana
"Makasih untuk?" Tanya Mirza bingung
"Untuk semuanya. Kamu udah baik banget sama aku. " Ucap Kirana.
"Itu kan udah kewajiban saya. Terus abis ini kita kemana? " Tanya Mirza
"Makan dulu ya, aku laper Mas. " Rengek Kirana seperti anak kecil.
"Iya, makan dimana? " Tanya Mirza
"Dimsum aja, enak kayanya Mas. "
"Oke, saya ke mobil dulu simpan belanjaan. Kamu duluan aja, nanti saya nyusul. "
"Oke Mas. Di Java Dimsum ya. Kamu jangan lama-lama ya. "
"Iya nanti saya kesana. " Mirza melangkahkan kaki nya menuju lift untuk menyimpan barang belanjaan nya.
__ADS_1