Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 48


__ADS_3

Rumah Sakit Medika,


Arga sudah selesai dengan pekerjaan nya dan bersiap-siap untuk pulang. Tapi sebelum pulang dia menemui Mika terlebih dahulu diruangan nya.


"Selamat pagi. " Ucap Arga pada Mika


"Pagi, Pak dokter. " Balas Mika dengan hangat.


"Aku pulang dulu ya, Mik. " Ucap Arga.


"Kamu yakin bawa mobil sendiri ? Kamu udah shift malam loh. " Mika mengingatkan Kekasihnya.


"Alhamdulillah semalam IGD sepi, jadi aku bisa istirahat deh. " Ucap Arga tertawa


"Huh dasar. Weekend ini jadi kan ke Yogya? " Tanya Mika pada Arga


"Jadi, mau pake kereta apa pesawat? Biar aku bisa prepare,Hehehe."


"Naik kereta aja lah biar seru ya. Pulang nya baru naik pesawat. Gimana? "


"Oke, aku *ma*h terserah kamu aja lah. " Balas Arga.


"Ya Oke, udah kamu pulang terus istirahat ya. Aku mau jaga di IGD. " Ucap Mika


"Oke, semangat ya. Aku pulang dulu. " Ucap Arga.


"Iya bawel, aku juga mau langsung ke IGD sekarang. "


"Bareng lah keluarnya, biar aku bisa liatin kamu dulu sebelum pulang."


"Huh, dasar gombal. Yaudah yuk, aku udah telat nih, gak enak sama dr senior. "


Arga dan Mika keluar dari ruangan Mika. Setelah itu mereka berpisah di lorong rumah sakit. Arga berjalan lagi menuju parkiran, entah kenapa kakinya ingin melangkah melewati pintu depan IGD. Pada saat akan melewati IGD, ada taksi yang membawa korban kecelakaan, dan pada saat mendekat Arga seperti mengenali korban tersebut. Arga menghampiri Sopir taksi tersebut dan benar saja Korban kecelakaan tersebut adalah Kirana, sahabat sekaligus kakak ipar Arga.


"Mas, tolong bantu saya. " Ucap Supir taksi yang kira-kira umurnya setengah abad.


"Perawat tolong bawa Brankar segera,ada korban kecelakaan yang harus segera ditangani. " Ucap Arga berteriak.


Tidak lama ada perawat yang membawa brankar dan Arga membaringkan Kirana. Setelah itu kirana dibawa masuk untuk segera ditangani. Sementara itu, Arga meminta penjelasan dari sopir tersebut.


"Maaf pak, kalau boleh tahu kejadiannya seperti apa? " Tanya Arga serius.


"Jadi tadi Ibu Kirana pesan taksi saya dengan tujuan kampus Pelita Harapan, tapi sebelum ke Kampus Ibu Kirana meminta saya untuk mengantarnya ke toko kue Marissa terlebih dahulu. Karena posisi toko nya ada diseberang, Bu Kirana turun dari taksi saya dan menyebrang tapi ada motor dari lawan arah seperti sengaja menabrak Bu Kirana. Sampai terjadi kecelakaan seperti itu. " Ucap Pak Supir menjelaskan kronologi kecelakaan Kirana.


"Kenapa bapak gak putar arah aja pak. "Ucap Arga sedikit kesal


" Saya sudah menawarkan nya pak, tapi Bu Kirana menolaknya. "


"Memang sahabat saya itu gak pernah mau merepotkan orang lain pak. Tapi saya sangat berterimakasih sekali, Bapak sudah mengantarkan sahabat saya ke Rumah Sakit. "


"Iya Pak sama-sama. Sudah jadi tanggung jawab saya, karena Bu Kirana naik taksi saya. " Ucap Pak supir


"Oh iya bapak namanya siapa? " Tanya Arga

__ADS_1


"Nama saya Pak Ramli, "


"Pak Ramli, ini ada sedikit dari saya untuk ongkos taksi dan sebagai rasa terimakasih saya karena pak ramli sudah mengantarkan sahabat saya kesini." Arga memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan pada Pak Ramli.


"Jangan Pak, ini terlalu berlebihan. Soalnya bapak juga belum menyelsaikan tugas bapak untuk mengantar Bu Kirana ke tempat tujuan. " Ucap Pak Ramli


"Sudah pak diterima saja, saya berhutang budi sama bapak. Oh iya satu lagi, Bapak bisa hubungi saya kalau sewaktu-waktu bapak membutuhkan saya, kebetulan saya dokter dirumah sakit ini. " Arga mengeluarkan kartu nama dari dompetnya dan memberikan nya pada Pak Ramli.


"Terimakasih banyak Pak dokter. " Ucap Pak Ramli


"Sama-sama, kalau gitu saya masuk kedalam ya Pak. Bapak boleh narik lagi. " Ucap Arga tersenyum ramah


"Baik pak, semoga Bu Kirana tidak apa-apa dan segera lekas sembuh. " Ucap Pak Ramli mendoakan Kirana.


"Aamiin Pak. Kalau gitu saya masuk dulu kedalam ya. " Ucap Arga


"Pak,tunggu sebentar.Ini tas bu Kirana saya titip ke Pak Dokter saja ya." Pak Ramli memberikan tas Kirana pada Arga


"Iya pak, nanti saya kasih sama Kirana. Sekali lagi terimakasih ya Pak. " Ucap Arga.


"Baik Pak, kalau begitu saya juga pamit pak, Permisi. " Ucap Pak Ramli


Arga masuk kedalam ruang IGD, tampaknya Mika sudah selesai menjahit luka dikepala Kirana dan memasangkan nya perban. Ada luka memar dikening sebelah kanan dan ada beberapa luka goresan ditangan.


Kirana sudah sadar dan tampak meringis karena merasakan luka dikepalanya.


"Mik gimana keadaan Kirana? " Tanya Arga pada Mika


"Loh, kamu bukan nya udah pulang ya? "


"Mik,aku gak apa-apa kan? " Ucap Kirana lemah


"Hei, Kamu jangan gerak dulu. Luka kepala kamu masih basah. " Ucap Mika


"Lagian lo udah punya suami, berangkat masih aja pake taksi. " Ucap Arga kesal.


"Arga, Kia kan lagi sakit malah kamu omelin. " Ucap Mika memelototi.


Kirana menggerakan kaki nya, tapi dia meringis kesakitan ketika kaki nya di gerakan.


"Kaki aku yang sebelah sakit banget Mik kalo digerakin, kaki aku gak apa-apa kan? " Ucap Kirana khawatir.


"Kaki kamu gak apa-apa kok. Nanti kakinya aku pakein gips ya Kia biar mempercepat penyembuhan nya. " Ucap Mika


"Makasih ya Mika, aku udah bisa pulang kan. " Ucap Kirana.


Mika tertawa mendengar pertanyaan Kirana.


"Kia.. Kia kamu ada-ada aja. Luka kamu aja belum kering, gimana kamu bisa pulang. " Ucap Mika


"Iya Kia, loe harus dirawat dulu dirumah sakit buat pemulihan. Ternyata bener ya, jatuh di aspal tidak seindah jatuh cinta. " Ledek Arga.


"Sial, lo ledekin gue. " Ucap Kirana lemah.

__ADS_1


Suster datang menghampiri Mika dan Arga.


"dr.Mika, ruangan untuk pasien sudah siap. " Ucap Suster itu.


"Oke, Makasih ya sus. "


"Sama-sama dok. "


"Oh iya Kia, Kak Mirza tau kamu ada dirumah sakit? " Tanya Mika


Kirana hanya menggelengkan kepalanya saja,


"Sesuai prosedur rumah sakit,gue harus memberitahukan keluarga korban tentang kondisi lo disini. "


"Iya Kia, Mirza harus tahu soal ini. Semuanya harus tahu keadaan lo. " Timpal Arga


"Jangan dulu kasih tau Mas Mirza soal ini, gue mohon. Hari ini dia klien penting dari Amerika, gue gak mau dia tahu dulu soal gue ada dirumah sakit." Kirana memohon pada Mika.


"Oke kalo itu mau lo, tapi nanti gue pasti bakalan ngabarin Kak Mirza. "Ucap Mika tegas


"Mik, Kirana udah bisa dipindah ke ruang rawat sekarang? " Tanya Arga


"Udah Ga, nanti dibantu sama Suster Lisa. " Ucap Mika


"Yaudah kalo gitu,gue do'ain semoga lo cepet pulih lagi ya Kia. Gue balik duluan ya, nanti sore gue balik lagi ke Rumah Sakit.Hampir aja gue lupa, ini tas lo ada di gue, tadi sopir taksi nya nitipin ke gue. "


"Iya Ga, makasih. "


"Katanya mau pulang, kamu belum istirahat kan. Kamu tenang aja, Kirana baik-baik aja. " Ucap Mika


"Iya iya, aku pulang sekarang ya. Sampe ketemu nanti sore ya. " Ucap Arga pada Mika


"Ga, gue minta tolong jangan kasih tahu siapapun ya kalau gue ada disini, gue gak mau semuanya khawatir sama kondisi gue. "


"Lo tenang aja, gue gak akan ngasih tahu siapapun tentang kondisi lo.Kalo gitu gue pamit ya " Ucap Arga


"Iya, hati-hati. Jangan lupa makan terus istirahat yang cukup ya. " Pesan Mika pada Arga


"Siap Bu Dokter. "Jawab Arga.


Setelah Arga pulang, Kirana dipindahkan ke Ruang perawatan dibantu oleh Mika dan Suster Lisa. Sampai diruang perawatan Kirana, merasakan sedikit pusing dikepalanya. Mungkin efek obat yang diberikan oleh Mika.


" Mik, kepala gue pusing. "Ucap Kirana.


"Itu berarti obatnya bereaksi,Sekarang lo istirahat ya. Kalau ada apa, lo bisa pencet tombol merah ya. " Ujar Mika.


"Iya, Mik. Gue istirahat dulu ya. " Ucap Kirana dan tidak lama dia memejamkan matanya.


"Suster, tolong nanti pasien nya di cek secara berkala ya. Dan update terus kondisi nya pada saya. "


"Baik dr. Mika.


" Kalau gitu, kita keluar sekarang, biarkan dia beristirahat. "Ucap Mika

__ADS_1


Mika dan Suster Lisa meninggalkan Kirana yang sedang beristirahat di ruang perawatan nya.


__ADS_2