Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 50


__ADS_3

Banjarmasin.


Disebuah rumah yang besar, ada anak perempuan yang sedang berlari lari dengan lincah membuat pengasuhnya kewalahan. Datang seorang wanita menghampiri anak perempuan tersebut dengan membawa beberapa cemilan ditangan nya.


"Sayang, istirahat dulu ya. Dari tadi kan lari-lari terus." Ucap anak perempuan tersebut


"Iya mama. " anak tersebut menghampiri mama nya.


"Sus, saya minta tolong siapkan peralatan mandi dan baju nya Aletha ya. " Ucap wanita tersebut


"Baik Bu Clara, kalau begitu saya masuk dulu kedalam. " Ucap Suster


"Sayang, mama bawain cemilan kesukaan kamu.Biskuit sandwich blueberry dan Yogurt rasa blueberry favoritnya Ale " Ucap Clara pada anaknya.


"Hore, aku suka sekali blueberry." Ucap Aleta anak dari Clara yang umurnya sekitar 4-4.5 tahun


"Ayo dimakan cemilan nya setelah itu kita mandi oke. " Ucap Clara.


"Oke Ma. " Aletha menghabiskan cemilan favoritnya dengan cepat.


Nak, sebentar lagi saat itu akan tiba. Mama akan selalu berusaha mencari keadilan untuk kamu. Mama gak peduli , ada kebahagian orang lain yang direbut, kebahagian kamu lebih dari segalanya. 4 tahun lebih kami bersabar, untuk sekarang rasanya tidak akan lagi. Maafkan atas kesalahan mama dimasalalu, kamu tidak bersalah dan tidak adil rasanya jika kamu yang harus menanggung segala penderitaan ini.


"Bu, saya mau bawa non Aletha masuk. Sudah waktu nya mandi sore. " Ujar suster membuyarkan lamunan Clara.


"Iya Sus. Makasih ya. "


"Iya Bu, " Suster tersebut membawa Aletha masuk.


Seteleh anak dan suster nya masuk, Clara mendapatkan pesan masuk.


Mirza Hikari Bastian


Mirza_Hikari@yahoo.com


Clara, saya sudah dalam perjalanan menuju rumah kamu. Saya harap, setelah saya menemui kamu,tidak akan ada ancaman lagi untuk keluarga saya.


Clara tersenyum sinis membaca pesan dari Mirza.


"Kamu tenang saja Mirza, saya tidak akan meneror keluarga kamu lagi asalkan kamu bisa memastikan kebahagian Aletha. " Gumam Clara


...****************...


Dirumah Sakit, Kirana ditemani oleh mama mertuanya. Semenjak kepergian Mirza ke Banjarmasin, Kirana tampak gelisah dan tidak tenang. Mama Karina yang melihat menantunya gelisah mencoba untuk menenangkan nya.


"Kenapa sayang? " Tanya Mama Karina


"Gak tahu kenapa Ma, perasaan aku gak tenang semenjak kepergian Mas Mirza. " Ujar Kirana


"Kamu tenang ya sayang, Mirza pasti akan baik-baik aja. " Balas Mama Karina.


"Iya Ma, semoga kerjaan Mas cepet selesai disana. " Ucap Kirana.


"Ya sayang, kamu juga cepat sembuh ya. Sebelum Mirza pergi, dia titip pesan banyak sekali. " Ucap Mama Karina


"Pesan apa Ma? " Tanya Kirana


"Katanya kamu istirahat yang cukup, makan yang teratur terus gak boleh stres. Mirza bilang, kalian mau program punya baby kan? "Ucap Mirza


"Iya Ma, do'ain ya. " Ucap Kirana pada Mama mertua nya


"Mama selalu do'ain yang terbaik untuk kalian berdua. Semoga rumah tangga kalian selalu dilimpahi kebahagiaan. " Mama Karina mendo'akan anak dan menantu nya.


"Aamiin. Makasih ya Ma, udah jagain Kia dirumah sakit. Maaf kalau Kia merepotkan Mama. Padahal Kia baik-baik aja. "

__ADS_1


"Kenapa harus bilang makasih, udah seharusnya mama jagain kamu disini. Tadi Mirza bilang, katanya jangan sampai keluarga kamu tau, kalau kamu dirumah sakit. " Ujar Mama nya.


"Emang nya kenapa Ma? " Tanya Kirana bingung


"Dia bilang gini, Ma, tolong jangan kasih tau orang tua Kirana ya, Mirza mohon. Terus Mama tanya, Kenapa memang nya? Dia jawab, Mirza takut papa dan mama nya Kirana marah sama Mirza, karena Mirza gak becus jagain anaknya. " Ucap Mama Karina menirukan ucapan anaknya.


Kirana gak kuat menahan tawa, mendengar cerita dari Mama Karina soal suaminya.


"Serius Mah dia bilang gitu? " Tanya Kirana tertawa.


"Iya serius. Sebenernya anak mama yang satu ini aslinya penakut Kia. " Ucap Mama nya terkekeh.


Pada saat mereka berdua ngobrol, Arga masuk untuk memeriksa keadaan Kirana. Karena shift Mika sudah berakhir jadi sekarang Arga yang menghandle pasien Kirana.


"Loh, Mama ada disini? " Tanya Arga kaget mengetahui ada mama nya dirumah sakit


"Iya tadi Mirza telpon mama buat jagain Kirana disini, soalnya Mirza harus pergi ke Banjarmasin, ada masalah dengan perusahaan nya disana." Ucap Mama Karina.


"Mirza gimana sih Ma, udah tau istrinya lagi sakit dia malah pergi ngurusin kerjaan nya. Sebenarnya Kia penting gak sih buat Mirza. " Emosi Arga mulai memuncak


"Gak bisa dibiarin, aku harus telpon Mirza Ma. Dia gak bisa seenaknya kaya gini. " Tambah Arga mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana nya.


Kirana mencoba bangun dan meringis kesakitan. Dia ingin mencegah Arga untuk menelpon suaminya.


"Aaww, " Kirana meringis kesakitan


"Kia, kamu mau ngapain. " Ujar Mama Karina.


"Lo mau kemana sih. " Timpal Arga


"Arga, gue mohon jangan telpon Mas Mirza ya. Lagian gue baik-baik aja Arga. Biarkan Mas Mirza selesaikan dulu urusan nya disana. "


"Tapi seharusnya Mirza ada disamping lo sekarang dan support lo disini. " Balas Arga kesal


"Oke oke gue akan hubungin Mirza. " Ucapan Arga melemah mendengar Kirana memohon seperti itu.


"Makasih ya Arga. " Ucap Kirana


"Ya.Cairan infus lo udah mau habis, gue ganti sekarang ya. " Ucap Arga


"Iya Ga. " Jawab Kirana.


"Nah gitu dong, kalian harus rukun-rukun ya. " Ucap Mama Karina.


"Iya Ma. " Jawab Arga dan Kirana bersamaan.


...****************...


Hampir 2 jam perjalanan udara, akhirnya Mirza sampai di Banjarmasin. Mirza menggunakan pakaian Casual dengan memakai Kaos, celana jeans dan sepatu sneakers. Dia menggeret kopernya menuju taksi yang dipesan nya.


"Pak bisa antarkan saya ke alamat ini? " Ujar Mirza menyodorkan alamat yang ada diponselnya.


"Baik pak. " Ucap Pak Sopir


"Kira-kira jaraknya jauh gak pak? " Tanya Mirza


"Tidak pak. "


"Oke kalau gitu. "


Sebenarnya Mirza ingin menginap terlebih dahulu di hotel, tapi dia mengurungkan niatnya dan langsung menuju kediaman Clara. Sebelum sampai ditempat tujuan, Mirza menyempatkan untuk memberikan istrinya kabar.


Mas Mirza

__ADS_1


Rindu 😙


Kirana


Ketika jarak memisahkan ada do'a yang mendekatkan. Kalau kamu lagi kangen sama aku, kamu berdo'a ya.


Mas Mirza


Tetaplah jadi rumah ternyaman untuk saya kembali.


Kirana


Iya. Forever, nothing will change. 😙


Mas Mirza


I love you so, Kirana Aludra


Kirana


I love you more, Mirza Hikari Bastian.


Karena gemas dengan istrinya, Mirza langsung menelpon istrinya.


"Hallo mas, kenapa? " Ucap Kirana


"Gak apa-apa, saya cuma lagi kangen sama suara kamu." Ucap Mirza


"Hmm dasar gombal. " Ucap Kirana.


"Kamu sama siapa disitu? " Tanya Mirza


"Sendiri, Mama lagi konsultasi sama Dokter Spesialis Orthopedi. Aku besok mau Rontgen sama ada pemeriksaan MRI juga. Doain ya, semoga kaki aku gak kenapa-napa. " Ucap Kirana.


"Iya saya selalu berdoa untuk kesembuhan kamu. Maaf ya saya gak ada disamping kamu. Seharusnya saya gak pergi. " Ucap Mirza merasa bersalah.


"Udah gak usah difikirin, lagian aku gak apa-apa. " Ucap Kirana tersenyum


Kirana dan Natasha dua perempuan memiliki sifat yang sangat bertolak belakang. Dulu, kalau Natasha lagi sakit manja sekali, rasanya nafas aja susah. Tapi Kirana walaupun sakit, dia selalu bilang gak apa-apa padahal saya tau ada kekhawatiran dalam dirinya. Tapi dia selalu mencoba menenangkan orang-orang disekitarnya.


"Hallo.. Hallo.. Mas, kamu masih denger suara aku kan? " Tanya Kirana.


"Eh iya saya masih disini. Ini sebentar lagi saya sampai, kamu istirahat ya nanti saya kabari lagi. " Ucap Mirza


"Iya iya mas, eh iya mas, kamu disana berapa hari? " Tanya Kirana


"Belum tahu, liat situasi dan kondisi disini ya sayang. Yaudah kalau gitu, kamu baik-baik disana ya. " Ucap Mirza


"Iya Mas kamu juga. I love you mas. " Ucap Kirana


"I love you too. " balas Mirza.


Mirza menutup telpon nya dan memasukan ponselnya kedalam saku celana nya.


"Pak sudah sampai. " Ucap sopir taksi


"Oh sudah sampai ya pak,tarif nya berapa pak? " Tanya Mirza


"120ribu pak. "


Mirza mengeluarkan 2 lembar uang berwarna merah dan memberikan nya pada sopir taksi tersebut.


"Kembalian nya ambil aja pak. Terimakasih ya pak. "

__ADS_1


"Iya pak sama-sama.


__ADS_2