
Waktu sudah menunjukan pukul 16.00 dan pekerjaan Mirza pun sudah selesai. Dia membereskan laptopnya dan bergegas meninggalkan ruangan nya. Dia teringat ucapan asisten nya Dimas, kalau papa nya ingin bertemu dengan nya sekaligus bertemu ibunya untuk meminta penjelasan soal masa lalu Clara.
Mirza mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang, karena dia hanya mempunyai setidaknya 1.5 jam dan harus pulang ke rumah nya sebelum makan malam. Dia tidak ingin membuatnya istrinya kecewa karena harus menunggu nya pulang.
20 menit kemudian, Mirza sampai dirumah orang tuanya. Dia masuk kedalam rumahnya dan disambut oleh Bi Ani.
"Eh ada Mas Mirza, mbak Kia nya kemana Mas? " Tanya Bi Ani
"Kia dirumah Bi, papa sama mama ada ? " Tanya Mirza
"Ada Mas lagi diruang keluarga. " Jawab Bi Ani
"Yang lain kemana? "Tanya Mirza lagi
" Mas Arga Di Rumah Sakit, kalau Mbak Dinda ada penelitian di Bogor. "Jawab Bi Ani
" Oh oke, Mirza masuk dulu kedalam ya Bi. "Ujar Mirza
"Iya Mas. " Balas Bi Ani
Mirza melangkahkan kakinya ke ruangan keluarga, disana sudah ada papa dan mama nya. Papa nya sedang membaca berita di portal digital dan Mama nya sedang membaca majalah.
"Sore Pa, Ma. " Sapa Mirza
Mama dan papanya menoleh kearah anaknya. Papanya menyimpan ponselnya begitu pun Mama nya yang menaruh majalahnya.
"Duduk." Titah Pak Askara pada Mirza dengan tatapan yang sulit diartikan.
Mirza menuruti ucapan papa nya dan duduk berhadap-hadapan dengan papa nya.
"Ada apa pah? " Tanya Mirza memberanikan dirinya untuk bertanya
"Memalukan! " Ucap Pak Askara dengan rahang yang menegang.
"Sabar pa, " Mama Karina menenangkan suami nya
"A—ada apa ini pa?" Tanya Mirza terbata-bata
__ADS_1
"Selama 2 minggu Di Banjarmasin kamu kemana Mirza? Sampai-sampai kamu meninggalkan istri kamu yang sedang sakit. Apa kamu gak mikir gimana pandangan Pak Fahri terhadap kamu. " Ujar Pak Askara dengan nada yang tinggi membuat Mama Karina dan Mirza tersentak
"S—soal itu aku bisa jelasin Pa. " Jawab Mirza gugup
"Soal kamu bertemu dengan wanita murahan itu?" Tanya Pak Askara
"Mirza sudah tahu semua kebenaran nya pa, kenapa Papa dan Mama menutupi ini semua dari Mirza. Seandainya papa dan mama kasih tau Mirza soal ini, mungkin keadaan nya gak akan seperti ini. Dan soal anak, Mirza akan memperjuangkan anak Mirza Pa. Walau bagaimana pun itu darah daging Mirza dan ada darah papa juga yang mengalir ditubuh anak Mirza. " Ucap Mirza dengan bibir yang bergetar
"Nak, mama dan papa punya alasan soal itu. Keadaan kamu saat itu gak memungkinkan untuk bisa menerima semuanya waktu itu. Tapi walau bagaimana pun papa dan Mama bertanggung jawab atas anak itu. " Ucap Mama Karina
Papa Askara membuang muka dan menghela nafasnya.
"Terus,apa yang akan kamu lakukan? Kamu akan bawa anak kamu dan membawanya pada Kirana? " Tanya Pak Askara
"Mirza lagi urus kepindahan Aletha ke Bandung Pah. " Ucap Mirza
"APAAA? " Ucap Pak Askara dengan nada yang tinggi
"Disimpan dimana Za otak kamu. Apa kamu gak mikir kalau itu akan menyakiti istri kamu. " Ujar Pak Askara.
"Ya kalau itu mau nya kamu silahkan lakukan. Tapi kalau kamu mau melakukan itu lebih baik akhiri pernikahan kamu dengan Kirana." Ucap papa nya tegas
"Apa maksud papa ngomong kaya gitu? "
"Papa gak mau kalau nanti nya rumah tangga kamu hancur berantakan setelah datang nya Clara dan anaknya dalam kehidupan kamu. "
"Papa gak akan ngerti posisi Mirza saat ini. Kalau Mirza gak melakukan ini justru Clara akan terus2an menyakiti Kirana. " Jawab Mirza
"Za, tolong fikirkan lagi langkah kamu ini. " Ucap mama nya memohon pada anaknya
"Terus mama gak mikirin perasaan Aletha yang membutuhkan sosok ayah. " Ujar Mirza
"Ya sudah kalau begitu lebih baik kamu terus terang sama Kirana. Mama yakin Kirana ada perempuan yang baik. "
"Sudahlah Ma, terserah Mirza aja mau melakukan apapun. Mungkin resiko nya sudah ditanggung oleh Mirza. "
"Mirza mau tanya, apa papa sama mama bisa menerima Aletha sebagai cucu kalian? " Tanya Mirza
__ADS_1
Pak Askara bangkit dari tempat duduknya dan melihat sekilas pada anak dan istrinya.
"Papa Cape, papa mau istirahat dulu ke kamar. " Ucap Papanya sambil berlalu meninggalkan mereka berdua.
"Apa mama pernah bertemu Aletha? " Tanya Mirza
"Ya pernah, bahkan sewaktu bayi mama yang pertama menggendong nya tanpa keluarga Clara tahu. Karena walau bagaimana pun itu cucu mama. Tapi papa masih belum bisa menerima itu semua. "
"Mama minta kamu jujur pada Kirana soal ini, mama janji akan bantu kamu menjelaskannya. "
"Mirza belum siap Ma. " Jawab Mirza
"Sampai kapan? Mama gak ingin Kirana tahu soal ini dari orang lain. " Ucap Mama Karina
"Gak akan. Mirza akan pastikan Kirana tidak akan tahu sebelum Mirza siap memberi tahu Kirana. " Ujar Mirza
Ponsel Mirza berdering dan Mirza mengeluarkan ponsel dari saku nya ternyata istrinya yang menghubungi nya. Mirza hanya melihat layar ponselnya sampai telpon nya berhenti berdering.
"Kirana yang telpon ya? " Tanya mama nya
"Iya Ma, Mirza harus pulang sekarang. Pasti Kirana khawatir karena Mirza belum kerumah. " Mirza bangkit dari tempat duduknya
"Nak, soal Clara dan anaknya mama minta maaf ya sudah menyembunyikan ini semua dari kamu. "Ucap Mama Karina menyesal
"Udahlah Ma semua juga udah terjadi kan. Mirza pamit pulang ya. " Mirza mencium punggung tangan ibunya
"Iya, salam untuk Kirana ya. Kapan2 kalau ada waktu kalian nginep disina ya. Rumah sepi semenjak kamu nikah. " Ujar Mama Karina
"Iya Ma, Mirza pamit. Assalamualaikum. " Ucap Mirza mengucapkan salam pada ibu nya dan melangkahkan kakinya keluar.
Sepeninggalnya Mirza, mama Karina duduk di Sofa, Ia terdiam dan beberapa saat keluarlah air matanya.
"Maafin Mama ya nak, ini semua salah Mama. Andaikan waktu bisa diputar, mama ingin memperbaiki semuanya. Gara-gara mama juga hidup kamu dan istri kamu gak tenang. " Gumam Mama Karina.
...****************...
Z
__ADS_1