
Sampai dikursi VIP, Kirana mempersilahkan Mirza untuk duduk. Jaraknya hanya terhalang beberapa kursi dari Arga dan Mika. Pada saat Mirza menengok ke sebelah kanan, Arga menatap Mirza dan menatapnya tajam. Mirza pun mengalihkan pandangan nya pada Kirana.
"Arga ada disini juga? " Tanya Mirza pada Kirana
"Iya Mas, tadi mereka datang kesini sengaja mau liat aku isi seminar. " Ucap Kirana
"Mereka? Arga datang sama siapa memang nya? " Tanya Mirza yang belum mengetahui dengan siapa Arga datang
"Sama Mika, itu yang disebelah Arga Mas. Katanya nanti mau dibawa ke rumah sama Arga. " Ucap Kirana dengan suara yang pelan karena ada pengisi acara yang lain yang sedang berbicara di depan
"Ohhh." Hanya itu yang keluar dari mulut Mirza
"Kenapa jawab nya cuman Oh aja. " Tanya Kirana
"Ya terus saya harus jawab apa. Lagian kan itu urusan nya Arga. " Ucap Mirza datar
"Kamu ada apa sih sama Arga Mas? " Tanya Kirana serius
"Ada apa apanya maksudnya? " Mirza balik bertanya pada Kirana
"Ya harusnya sikap kamu jangan kaya gitu Mas, gimana pun Arga kan adik kamu. " Ujar Kirana
"Saya harus gimana? Dia aja ke saya gitu kan, masa saya yang harus datengin Arga duluan. " Ucap Mirza membela diri
"Tau ah, Kia pusing sama hubungan kalian berdua. " Ucap Kia cemberut
"Makanya gak usah di fikirin segala, gak ada faedah nya juga kan. Habis acara ini kamu sibuk gak? " Tanya Mirza
"Enggak Mas, kenapa emang nya? " Tanya Kirana
"Saya mau ngecek rumah, katanya udah beres. Kamu mau ikut gak? " Tanya Mirza
"Boleh Mas, sesi aku kan udah beres. " Jawab Kirana
"Kita liat rumah, kata Pak Arif udah beres semuanya. Abis liat rumah kita ke mall, masih ada yang harus di beli kan? " Ujar Mirza
"Beli apa lagi Mas? Dari kemarin kan belanja terus. " Ucap Kirana
"Beli apa aja yang kamu suka. Sekalian quality time besok kan udah gak bisa ketemu. " Ucap Mirza
"Quality time nya harus di Mall gitu? " Tanya Kirana
"Ya terserah kamu aja bebas mau nya kemana, saya anter. " Ucap Mirza santai
"Kalo gitu, aku beresin barang barang aku dulu ya, laptop masih disana soalnya. Kamu tunggu disini ya. " Ucap Kirana beranjak dari tempat duduknya
"OK, saya tunggu disini. " Ucap Mirza
Arga yang berjarak hanya beberapa meter saja dari Kirana dan Mirza dari tadi hanya memperhatikan mereka dan mengabaikan Mika yang ada disebelah nya. Menyadari hal itu Mika langsung menegur Arga.
"Dalam banget tatapan nya, Pak. " Sindir Mika pada Arga
"Maksud kamu? " Tanya Arga tidak mengerti
"Itu kamu, liatin Kia nya sampe segitunya. Masih sayang ya?" Tanya Mika
"Enggak, apaan sih. " Jawab Arga ketus
"Ya jangan diliatin terus dong. Inget Kirana udah ada yang punya. " Ucap Mika
"Iya aku tau. Udah gak usah dibahas. " Ucap Arga
Mika dan Arga memutuskan untuk menjalani hubungan. Setelah mengetahui kalau Mirza dan Kirana menjalani hubungan. Arga ingin mencoba membuka hati kepada perempuan lain, terlebih dari dulu Mika memang sudah menaruh hati. Tapi Arga selalu berusaha mendapatkan cinta Kirana, tanpa pernah tahu bagaimana perasaan Mika.
Dinda datang menghampiri Arga dan Mika. Dan Dinda langsung memeluk kakak nya yang sudah 1 bulan tidak bertemu.
"Kak Argaaaaa... " Ucap Dinda sambil memeluk erat kakak nya
Arga membalas pelukan Dinda "Tau dari siapa gue ada disini? " Tanya Arga melepaskan pelukan nya
__ADS_1
Dinda duduk disebelah Arga, kebetulan ada kursi kosong disebelahnya.
"Gue gak sengaja liat lo, lagian lo pulang gak ngasih kabar dulu. " Ucap Dinda
"Gue langsung kesini, bentar lagi gue pulang. " Ujar Arga
Dinda melirik pada perempuan disebelah Arga dan memperhatikan nya.
"Kenapa liatin nya gitu banget. Kenalin calon istri gue. " Ucap Arga pada Dinda
Mika dibuat salah tingkah dengan ucapan Arga. Dia hanya tersenyum saja.
"Ah serius lo, tiba tiba udah bawa calon istri aja. " Ucap Dinda
"Serius gue, Mika kenalin ini Dinda adik aku. " Ucap Arga memperkenalkan adiknya
Mika mengulurkan tangan nya. "Hai Dinda, kenalin Mika. " Ucap Mika tersenyum ramah
Dinda menerima uluran tangan dari Mika dan memperkenalkan dirinya. "Hallo, Kak Mika. Kenalin aku Dinda, adiknya Kak Arga yang paling cantik sendirian. " Ucap Dinda terkekeh
"Iyalah paling cantik sendirian, orang adik gue cuman lo aja. " Ucap Arga menanggapi ucapan Dinda
"Tapi serius sih, kamu emang cantik banget Din. " Puji Mika pada Dinda
"Makasih Kak, Kakak juga gak kalah cantik. " Ujar Dinda balik memuji Mika
"Tentu nya dong, gue ga akan salah pilih. " Ucap Arga menimpali ucapan Dinda
Acara seminar sesi ke 2 telah berakhir, istirahat sejenak untuk makan siang dan setelah makan siang acara dilanjutkan kembali. Semua audiece membubarkan diri terkecuali Arga, Dinda dan Mika yang masih berbincang bincang.
Mirza dan Kirana menghampiri mereka bertiga yang sedang ngobrol santai.
"Dinda ada disini juga? " Tanya Kirana tiba tiba
"Kak Kia, Kak Mirza mau pada kemana? " Tanya Dinda yang melihat Kirana sudah lengkap dengan tas laptop nya
"Mau liat rumah. " Ucap Mirza singkat
"Apa kabar lo? " Tanya Mirza datar
"Gue baik. " Ucap Arga singkat
"Ini pada kenapa sih, adik kakak gak boleh gitu dong. " Ucap Kirana kesal
"Ya saya harus gimana? " Tanya Mirza pada Kirana
"Kamu juga gak boleh gitu Arga. " Ucap Mika pada Arga
"Oh iya, kenalin ini Mika calon istri gue. " Ucap Arga pada Mika
"Mika, kenalin ini Mirza Kakak aku. " Sambung Arga
"Hallo, Kak Mirza. Kenalin aku Mika. " Ucap Mika mengulurkan tangan nya
"Hallo, saya Mirza salam kenal. " Balas Mirza tersenyum tipis
"Gak nyangka ya, sebentar lagi bakalan nambah Kakak, apalagi Kakak nya perempuan." Celetuk Dinda
"Iya apalagi Kakak2 nya cantik cantik ya. " Ucap Kirana terkekeh
"Kan kakak2 aku nya pada ganteng ganteng. " Balas Dinda tertawa
"Sayang, kita pergi sekarang ya sekalian cari makan siang. " Ajak Mirza pada Kirana
"Mau pada makan siang bareng gak? " Tanya Kirana
"Kita mau makan siang dirumah aja, belum ketemu mama juga. " Ucap Arga
"Kalo kamu Din? " Tanya Kirana
__ADS_1
"Aku Di Kantin kampus aja masih ada kelas soalnya. Kalo mau pada ngasih mentahnya boleh dengan senang hati. " Ucap Dinda nyengir
"Kagak ada jatah, enak aja. " Ucap Arga menoyor kepala adiknya
"Kamu apa apaan sih, sama adik sendiri juga. " Ucap Mika
"Sorry dek gue becanda. " Ucap Arga
"Kalo gitu kita pulang duluan ya. Nanti ketemu dirumah Mama Karina. " Ucap Kirana
"Iya Kia,sampe ketemu ya. " Ucap Mika
"Daaah, Kak Kia. " Ucap Dinda
Kirana dan Mirza meninggalkan mereka bertiga dan berjalan ke luar ruangan. Mirza berjalan menuju mobil diikuti Kirana dari belakang. Tapi Mirza berhenti di Mobil yang berbeda, tidak seperti mobil yang biasanya.
"Kamu ganti mobil Mas? " Ucap Kirana sebelum masuk mobil
"Nggak, ini mobil kantor. "
Kirana menatap Mirza, dia tahu kalo mobil yang dibawa Mirza adalah mobil jenis SUV keluaran terbaru.
"Kenapa malah liatin saya kaya gitu? " Ucap Mirza heran
Kirana masuk kedalam mobil diikuti oleh Mirza. Didalam mobil Kirana langsung memasang seatbelts nya.
"Kamu kenapa ? Tiba tiba kaya gini? " Kata Mirza sebelum mengendarai mobil nya
"Kamu beli mobil baru lagi? " Kirana menatap dengan tatapan tajam
Mirza paling tidak bisa ditatap seperti itu, seakan mata nya tidak bisa berbohong.
"Iya, ini udah dari beberapa bulan lalu pemesanan nya. Karena emang mobilnya inden, jadi baru sekarang datang nya. " Mirza menjelaskan nya pada Kirana
"Ini kan harga nya mahal Mas. Untuk pernikahan kita aja kamu udah keluarin uang banyak, belum lagi biaya rumah, terus sekarang mobil mewah. Menurut aku gaya hidup kamu berlebihan Mas. Kita kan gak tahu hidup kita kedepan nya kayak gimana, mending kamu pakai investasi di bisnis kamu uang nya. Maaf, kalau Aku terkesan kayak ngatur ngatur kamu. "
Mendengar nasihat dari Kirana, Mirza hanya terdiam. Dia merasa apa yang diucapkan Kirana memang benar ada nya.
"Saya minta maaf ya, kalau nanti kita udah nikah, saya akan ngomong dan minta persetujuan kamu dulu. Maaf ya. " Ucap Mirza
"Aku yang minta maaf Mas, aku terlalu banyak nuntut kamu ya. "Ucap Kirana berkaca kaca
"Nggak.. Apa yang kamu omongin emang benar, gaya hidup saya memang terlalu berlebihan. Jangan sedih lagi ya, kita pergi sekarang ya. " Mirza membujuk Kirana
"Kita mau pergi kemana dulu? " Tanya Kirana
"Kita jual dulu mobil ini terus beliin tas croco, mau gak? " Tanya Mirza
Kirana membelalakan matanya. "Hah, serius kamu? "
"Ya nggak lah, enak aja. " Ucap Mirza tertawa menggoda Kirana
"Ih kamu nyebelin. " Ucap Kirana kesal
"Katanya gaya hidup gak boleh berlebihan. " Mirza meledek pada Kirana
"Ya, tapi kan kalo nanti udah nikah, membahagiakan istri itu kan ibadah Mas. Kalo istri bahagia semua pintu rejeki terbuka. " Ucap Kirana tidak mau kalah
"Iya.. Iya. Kalo buat kamu, jangankan tas, kalo saya mampu saya beli sama toko toko nya. " Ucap Mirza
"Hahaha bener ya. " Ucap Kirana
"Iya bener. Udah ah, kita pergi sekarang. Kebiasaan deh kamu, kalo udah ngajakin ngobrol di mobil. Nanti dilanjut dirumah aja ngobrol nya ya. "
"Ya Mas. Gak sabar liat rumah kamu.
"Rumah kita, buka rumah aku. " Ucap Mirza sambil menghidupkan mesin mobilnya dan menancapkan gas nya keluar dari halaman kampus
"Makan siang dulu ya Mas, aku laper. " Ucap Kirana nyengir
__ADS_1
"Iya siap Ibu Mirza. " Ucap Mirza membalas senyum Kirana.