
Singkat cerita, mereka sudah sampai di pantai dan bermain-main dengan keluarga nya. Kirana duduk ditepi pantai menunggu suami nya yang sedang membelikan nya kelapa muda. Tidak lama datang lah suami nya dan memberikan kelapa muda setelah itu dia duduk disamping suaminya. Kirana masih asyik memperhatikan pemandangan didepan nya.
"Kenapa senyum-senyum?" tanya suaminya keheranan
"Liat deh mas,mereka bahagia ya. "Kirana menunjuk kearah sekitarnya.
Mirza memperhatikan yang ditunjuk istrinya, dia melihat teman-teman nya begitu bahagia bermain dengan istri dan anak-anaknya. Tanpa dia sadari dia jadi ingat dengan anak perempuan nya.
"Iya sayang. " ucap Mirza menyunggingkan senyumnya
"Kita bakalan seperti itu gak ya?" ucap Kirana
"Sabar ya. Kamu masih inget kan apa yang kita bicarakan sebelum ke Bali dan kita juga udah sepakat untuk menunda nya dulu." Ujar Mirza memberikan jawaban yang menohok
"Iya aku inget tapi maksud aku kita menunda kan bukan mau Childfree?" Tanya Kirana
"Ya enggaklah. Udah ya gak usah dibahas,ini kan lagi liburan kamu jangan mikir yang aneh-aneh."
"Kalau kamu nikah nya sama Natasha kamu bakalan nunda momongan gak?"Tanya Kirana sambil menyeruput kelapa muda nya.
Jleb,pertanyaan itu membuat Mirza jadi salah tingkah. Dia heran,kenapa istrinya tiba-tiba membahas mantan kekasih nya itu. Tapi dia berusaha menormalkan mimik wajahnya dan berpura-pura santai disamping istrinya.
"Kenapa jadi ke Natasha?" Tanya Mirza santai
"Ya kamu kan cinta banget sama Natasha." Ucap Kirana tak kalah santai nya.
"Itu dulu, sekarang kan saya udah nikah sama kamu. Udah ya jangan bahas-bahas masa lalu. "Mirza merangkul dan mendekap istrinya dipelukan nya
"Mas,malu ih. Ini kan ditempat umum." Kirana seperti tidak nyaman dipeluk suaminya.
"Kamu kenapa nanya tentang itu? Kamu gak yakin sama saya?" Tanya suaminya
"Enggak, aku cuman nanya aja mas. Maksudnya aku kan tahu dari temen2 kamu,dulunya kamu sama Natasha seperti apa." Jelas Kirana pada suaminya
"Tapi kan saya nikahnya sama kamu bukan sama Natasha." Tegas Mirza
Drrttt...Drrttt ponsel Mirza bergetar.
"Ponsel kamu getar mas. " Ucap Kirana
Mirza melihat ponselnya sekilas dan beranjak dari tempatnya.
"Sebentar ya,saya angkat dulu telpon dari Dimas,mungkin soal kerjaan" ucap Mirza
"Kenapa angkat telpon nya harus jauhan, emang gak bisa disini?" Tanya Kirana
"Disini berisik sayang. Sebentar ya. " Mirza menjauh dari istrinya.
Saat dirasa cukup aman,Mirza mengangkat video call dari suster anaknya.
"Hallo sayang. "Ucap Mirza sumringah melihat wajah anaknya
"Papap aku sudah di Bandung,aku dijemput sama Om Dimas. " Jawab Aletha pada papa nya
"Oke sayang. Capek ya udah perjalanan jauh?" Tanya Mirza
"Iya, tapi capek nya udah hilang karena udah liat papap." Ucap Aletha tersenyum
Mirza terharu dengan ucapan anak perempuan nya. Betapa dia membutuhkan sosok seorang ayah disamping nya.
"Sayang,kamu bikin papa meleleh. Yaudah sekarang kamu bersih2 ya sama sus terus makan." Ucap Mirza
"Tapi aku mau nya ketemu sama papap. Kita makan malam disini ya pap."
"Papap lagi di Bali sayang. Nanti ya kalau papa pulang kita main dan makan bareng."
"Gitu ya. "Ucap Aletha sedih
"Papa ga akan lama di Bali,lusa juga sudah pulang. Kamu kalau butuh apa-apa bilang ya sama Sus. Nanti sus ana bilang ke Om Dimas."
"Iya papap, kalau gitu aku bersih-bersih terus makan ya. I love you pap." Ucapan Aletha terdengar sangat manis ditelinga Mirza
"Iya sayang, I love you more." Ucap Mirza sambil menutup telpon nya. Setelah selesai Mirza menghampiri istri nya,dia tampak murung padahal baru di tinggal sebentar oleh suaminya.
"Kenapa? Saya liat muka nya sedih gitu. Masih dengan pembahasan yang tadi?"Tanya Mirza
"Mamah Karina barusan telpon." Balas Kirana
"Telpon apa?" Tanya Mirza penasaran
"Katanya papa dan mama tunggu kabar baik dari kita setelah pulang dari Bali. "
"Terus kamu jawab apa?"
"Ya aku cuma minta do'a aja dari mereka." Balas Kirana
"Ya itu udah jawaban yang paling baik. Kita kan sepakat mau menikmati waktu berdua dulu." Ucap Mirza menenangkan
"Ya mas, aku kesana dulu ya bantuin mbak rania. Kasian dia kewalahan sama anak nya." Ujar Kirana beranjak dari tempat duduk nya dan meninggalkan suaminya.
__ADS_1
Kirana menghampiri Rania dan menggendong salah satu anak kembar nya. Dia begitu telaten dan sangat keibuan sekali. Dari kejauhan Mirza memperhatikan istrinya, ada sesak didalam dadanya,betapa egoisnya dirinya pada Kirana.
Maaf Kirana, saya memang bukan laki-laki yang pantas bersanding kamu. Batin Mirza
***
Pukul 19.30 setelah selesai makan malam,semuanya berkumpul diruang tengah. Tadinya mereka akan berkumpul di gazebo dekat kolam renang,tetapi karena diluar hujan deras jadi mereka mengurungkan niatnya.
Dio si panitia acara sudah menyiapkan beberapa permainan untuk teman-teman nya.
"Guys,gimana udah pada siap kan untuk permainan nya?"Tanya Dio pada teman-teman nya
"Permainan apaan sih?"Tanya Arsen
"Ada pokoknya, permainan waktu kita zaman kulian dulu." Jawab Dio
"Awas ya kalau aneh-aneh." Ujar Mirza menimpali
"Selow,ini kan cuman games Za. Gimana nih para istri-istri udah siap sama permainan nya?"Tanya Dio
"Siaaaaap." Ujar Fira,Kirana,Zara dan Rania.
"Bentar, Rendi mana ya ?" Tanya Dio sambil celingukan mengedarkan pandangannya
"Ini,gue abis tidurin dulu anak gue." Jawab Rendi sambil duduk disebelah istrinya.
"Oke semuanya kumpul mendekat ke meja ya,kita buat lingkaran. Jadi games kali ini ada Truth or dare,pasti kalian udah pada gak asing kan sama game ini. "Ujar Dio
"Gue udah bisa nebak." Balas Arsen
"Awas aja ya kalau pertanyaan lo macem-macem."Ujar Rendi
"Wah seru nih kayanya." Timpal Kirana
"Iya Kia,ini games waktu kita jaman kuliah dulu. Tapi harus hati-hati biasanya banyak pertanyaan jebakan. "Ucap Safira
"Lo kok santai gitu Za, gak takut sama games nya?"Tanya Dio
"Santai aja,lagian ini cuman games kan. " Balas Mirza santai
"Jadi ini ada kartu-kartu yang isi pertanyaan nya gue juga gak tau karena gue beli dan masih disegel kalau ada pertanyaan2 yang menjebak ya sorry aja ya." Ucap Dio menjelaskan
"Yaudah buruan jadi gimana nih cara main nya?"Tanya Arsen
"Oke,gue siapin dulu kartu nya. Ada kartu truth dan Dare. Kalau kalian pilih truth berarti kalian harus jawab jujur dan kalau Dare kalian harus menerima tantangan nya. Disini ada botol,gue puter ya botol ya,kalau botolnya berhenti berarti dia yang mulai permainan nya. "Ucap Dio sambil memutar botolnya di meja. Dan botol pertama menunjuk kearah Rendi.
"Waduh,kok gue yang pertama sih. "Ucap Rendi
"Gue pilih truth."Jawab Rendi sambil mengambil kartu truth yang ada di meja
"Bacain dong biar yang lain tau."Ujar Arsen
"Jawab jujur siapa teman lo yang playboy/playgirl . Oke gue jawab yaaa ini mah pertanyaan gampang,udah pasti Si Arsen ini." Jawab Rendi sambil terkekeh diikuti teman-teman nya kecuali Arsen
"Bangs**t lo. Udah puterin lagi botolnya."
Sekarang giliran Rendi yang memutar botolnya dan berhenti di Safira.
"Ayo fir ambil kartunya." Ujar Dio
Fira mengambil kartu truth dan langsung membacakan nya. "Jawab jujur pilih pasangan atau anak. Ini pertanyaan nya gampang banget, jawab jujur anak." Ucap Fira sambil melirik suaminya.
"Kayaknya ini malemnya loe Sen."Ledek Mirza pada sahabatnya
"Jangan seneng dulu Za,loe kan belum kebagian."Balas Arsen
"Udah jangan pada ribut, puter lagi fir botolnya."Ujar Dio
Dan Safira pun memutar botolnya dan ternyata botolnya berhenti di Arsen.
Semua riuh berteriak menyemangati Arsen.
"Ayo Sen,Loe pasti bisa. "Ujar Rendi
"Dare dong jangan truth terus."Tambah Mirza
"Oke gue pilih Dare nih." Arsen mengambil Kartu dare yang ada dihadapan nya setelah itu dia membacakan nya.
"Chat mantan kamu dan bilang kalau kamu sudah bahagia dengan pasangan kamu yang sekarang." Ucap Arsen dengan lemah
"Kita gak ikut2an ya. " Ujar teman-teman nya
"Ayo chat ,nomer si Luna masih kamu save kan?"Tanya Fira dengan nada sinis
"Ini kan cuma game yank,jangan dibawa serius ya."
"Iya,coba aku mau liat kamu chat dia."
Arsen membuka ponselnya dan mengirimkan chat pada mantan nya itu dan setelah itu diperlihatkan pada istri dan teman-teman nya.
__ADS_1
"Nih gue udah lakuin."Ucap Arsen sambil memperlihatkan chatnya pada teman-teman nya.
Setelah itu botol diputar dan berhenti di Mirza. Arsen yang melihat itu tampak kegirangan.
"Mampus lo Za."Arsen terkekeh
"Ayo Za lo pilih mau kartu yang mana?"Tanya Dio
"Gue ambil truth,sejauh ini gue liat pertanyaan nya gak aneh-aneh. "Mirza mengambil sebuah kartu yang bertuliskan truth
Setelah mengambil kartu dan melihatnya,dia terdiam sejenak tidak langsung membaca nya.
"Kenapa mas?Kok gak dibacain. "Tanya Kirana istrinya
"Iya bacain dong Za. "Ujar teman-teman nya.
"J—jawab ju—jur, Siapa mantan terindah lo. "Ujar Mirza sambil terbata-bata
Mendengar pertanyaan nya semua yang ada disitu tertawa bahkan istrinya Kirana juga ikut tertawa.
"Ayo dong mas jawab. Ini mah pertanyaan gampang aku juga tau jawaban nya."
"Natasha, tapi bukan terindah cuma karena memang mantan gue gak ada lagi."Ucap Mirza terpaksa menyebutkan nama Natasha
"Oh gitu? Masa sih mas? "Tanya Kirana
"Apaan sih,ini kan cuman permainan aja."
"Oke,aku paham kok. "Balas Kirana
"Udah jangan pada diambil hati ya,ini kan cuma permainan aja." Jawab Dio
Setelah itu Mirza memutar botol nya dan sialnya botolnya malah berhenti dihadapan dia lagi.
"Wah lo lagi Za,memang malam ini spesial banget buat lo Za." Ledek Arsen
"Iya Za, keren lo bisa main 2 kali." Tambah Rendi
"Langsung aja ya,kali ini gue pilih kartu Dare."Ujar Mirza sambil mengambil kartu Dare
"Bacain isi nya kak,jangan bengong." Ucap Safira terkekeh
"Bangs**t ini siapa yang buat sih."Mirza melemparkan kartunya pada meja
"Emang apaan sih pertanyaan nya."Ujar Dio sambil membawa kartu nya
"Dio apaan isinya,lo malah senyum2 gitu." ucap Rendi
"Za gue bacain ya tantangan nya. Jadi tantangan nya adalah Video Call mantan lo dan bilang makin cantik aja." Ucap Dio terbahak-bahak diikuti oleh teman-teman nya termasuk juga Kirana yang ikutan
"Dio bangs**t tantangan macam apa itu? " hardik Mirza
"Gak usah marah-marah,ini kan namanya games.",Ujar Kirana
"Iya Za,gue juga tadi kan dilakuin. Masa sih lo jadi cowok ciut banget."Ledek Arsen
"Kirana aja santai bro. "Ucap Rendi santai
"Oke gua gak masalah. Tapi handphone gue dikamar jadi gue gak bisa. Oke next ya,gue puter lagi." Ujar Mirza menghiraukan tantangan nya
Tiba-tiba Kirana menyodorkan ponselnya pada suaminya.
"Nih mas." Ucap Kirana
"Maksudnya?" Jawab Mirza tak mengerti maksud istrinya
"Ya ini pake handphone aku buat vc mantan kamu."Ucap Kirana dengan tatapan yang sulit diartikan
"Emang menurut kamu saya inget2 nomer mantan saya." Ucap Mirza
Melihat Mirza dan Kirana yang seperti itu membuat semua teman-teman nya diam tak ada yang mengeluarkan suaranya.
"Bukan gitu,maksudnya nomer mantan kamu aku punya mas."
"Saya gak ngerti maksud kamu apa. "
"Aku udah tau mas,Natasha mantan kamu itu adalah Natasha Kakak ipar aku kan? " Ucap Kirana
Deg!!! Mirza kaget setengah mati,bahkan teman-teman nya pun bersikap demikian. Kecuali Rendi dan istrinya yang memang gak tau apa-apa.
"Kenapa semuanya diam? Kenapa semuanya nutupin ini dari aku?" Tanya Kirana pada semua yang ada disitu.
"Kia,maaf ya bukan nya kita mau nutupin semua ini tapi yang berhak menjelaskan ini semua Kak Mirza bukan kita." Ucap Safira
"Kita perlu ngomong berdua,gue sama Kirana izin ke kamar ya. Kalian lanjut aja main. "Ujar Mirza dan beranjak dari tempat duduk nya.
"Kenapa gak ngomong disini aja?" Tanya Kirana
"Kita ngomong dikamar aja ya." Ajak Mirza sambil menarik tangan Kirana dan Kirana pun beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Maaf yaaa semuanya,Kia duluan ke kamar."
Semua yang ada diruangan itu hanya menganggukan kepalanya,karena merasa tidak enak hati dengan Kirana. Seolah-olah mereka mendukung kebohongan Mirza.