
2 Jam sudah berlalu... Kirana dan Mirza sudah menyelesaikan sesi pra wedding nya dan bersiap siap untuk pulang. Mereka berdua masuk kedalam mobil, dan Mirza mulai mengendarai mobilnya dan keluar dari tempat Pra Wedding tadi.
Didalam mobil Kirana hanya diam saja, masih memikirkan apa yang Arga katakan padanya. Mirza heran dengan sikap Kirana yang tiba tiba berubah seperti itu. Dia berinisiatif untuk menanyakan hal yang mengganggu pikiran Kirana.
"Kenapa gak ngomong dari tadi. Ada yang ganggu fikiran kamu? " Tanya Mirza
"Iya Mas. Ada yang lagi aku fikirin. "Jawab Kirana
"Apa? Bilang sama saya?" Tanya Mirza lagi
Kirana tampak berfikir sejenak. Apa harus dia menanyakan hal yang tadi Arga katakan pada Mirza. Tapi dia fikir, muka Mirza keliatan sangat lelah, dia takut apa yang dia tanyakan akan mengganggu suasana hatinya.
Gak mungkin kan kalo gue tanyain langsung. Gue fikir kalaupun Mas Mirza nikahin gue karna sesuatu, gue juga belum punya buktinya. Gak bisa kalo gue langsung ngomong tapi gue gal punya bukti apa apa. Tapi gue harus yakin kalau Mas Mirza emang tulus sama gue. Batin Kirana
"Kenapa malah ngelamun, saya nanya. " Ucap Mirza
"Hm, itu Mas. Aku kan dapat rincian harga yang skincare itu loh dari Zara. Tadi dia ngechat ke aku. " Kilah Kirana menjawab sekenanya saja
"Terus masalahnya apa? " Tanya Mirza menaikan sebelah alisnya
"Totalnya 300 juta Mas. Kayaknya berlebihan banget ya Mas souvenir nya. Atau kita bagi 2 aja gimana biaya souvenirnya. Aku ada tabungan, kasian kan kamu, semuanya kamu yang tanggung. " Ujar Kirana
"Kalo kasian kenapa gak semuanya aja kamu bayarin. " Ucap Mirza serius
Kirana dibuat mati kutu oleh kata kata Mirza.. Gak mau kalah Kirana pun membalas ucapan Mirza.
"Ya gak apa apa, tapi nikahnya Di KUA aja ya. Semuanya Kia yang tanggung." Ucap Kirana terkekeh
"Udah, kamu gak usah mikirin apapun. Semuanya saya yang urus. Lagian kamu tenang aja, ginjal saya masih ada satu jadi aman. " Ucap Mirza tertawa
"Ih kamu nyebelin Mas. Becandanya gak lucu. " Ucap Kirana sambil mencubit pipi kanan Mirza.
"Makanya jangan aneh aneh, uang kamu disimpen aja. Oh iya kamu laper gak? Cari makan dulu ya. " Ajak Mirza
"Laper Mas. Aku mau makan Sushi boleh gak?" Tanya Kirana
"Iya boleh. Tapi ini masih lumayan dijalan nya, gak apa apa? "
"Gak apa apa Mas. "
Kirana mengeluarkan ponsel dari tasnya dan membaca beberapa pesan masuk. Dia berharap ada pesan yang masuk dari Arga sahabatnya tapi ternyata Nihil. Paling baru ada pesan dari Safira.
08552233***
Kia, ini Mba Safira. Kamu lagi dimana? Lunch bareng yuk.
Kirana Aludra
Hai Mba, ini Kia lagi dijalan abis Survey liat venue buat acara nikahan nanti.
Safira
Berarti lagi sama Kak Mirza ya... Lunch bareng yuk, Mba ini lagi diKantornya Mas Arsen. Mau gak?
Setelah membaca pesan dari Safira, Kirana memberitahu Mirza isi pesan dari Safira.
"Mas, ini Mba Safira ngajakin Lunch bareng, gimana ?" Tanya Kirana
"Kamu bilang aja, kita masih jauh jadi gak bisa Lunch bareng. Next time aja. " Jawab Mirza
"Kenapa gitu Mas? " Tanya Kirana bingung
"Ya saya lagi pengen berdua aja sama kamu. Kalau sama mereka kan bisa kapan aja. " Jawab Mirza lagi
__ADS_1
"Kalo gitu aku bales pesan nya dulu Mas. "Ucap Kirana sambil membuka ponselnya. Tapi ternyata ponselnya mati karena lowbat.
" Mas ponsel aku nya mati, jadi gak bisa bales chat dari Mba Fira
"Pake handphone saya aja, masih ada di kamu kan? " Ucap Mirza
"Emang boleh mas? "
"Pake aja. Takutnya Fira nungguin. "
Kirana mengeluarkan ponsel Mirza dari tasnya dan membuka fitur pesan. Sekilas tidak ada yang aneh dari isi pesan Mirza, isinya hanya dari keluarga nya, sahabat2 nya, koleganya. Tapi ada satu yang menarik perhatian Kirana, ada 1 pesan yang diarsipkan oleh Mirza. Tapi karna buru buru mau kirim pesan ke Safira, Kirana mengabaikan nya. Setelah kontaknya ketemu Kirana langsung mengirim pesan pada Safira.
Mirza Hikari
Mba, ini aku Kirana pake handphone nya Mas Mirza, kayaknya kita gak bisa lunch bareng, soalnya perjalanan kita masih lumayan jauh, kasian kalau Mba harus nungguin kita. Next time aja ya Mba.
Beberapa saat kemudian masuk balasan pesan dari Safira.
Safira
Oh gitu ya.. Yaudah kalo gitu, have fun ya kalian berdua. Next time kita harus lunch bareng.
Mirza Hikari
Oke Mba siap.. See u Mba. Salam ya buat Arsha.
Setelah selesai mengirim pesan tiba tiba ada panggilan masuk dari Dimas.
"Mas, ini ada telpon dari Dimas. Mungkin penting, mau aku loudspeaker Mas? " Tanya Kirana
Kalo di loudspeaker, gue takut ada hal penting yang mau Dimas omongin. Batin Mirza
"Gak usah, pake handsfree aja. Ada masalah mungkin di Kantor. " Ucap Mirza mengambil handsfree di laci dashboard dan segera mengangkat telpon dari Dimas
"Halloo Dimas, ada apa? "
"..... "
"..... "
"OK, saya ke Kantor sekarang. Pastikan semuanya aman Dimas. "
Wajah Mirza terlihat panik setelah menerima telpon dari Dimas. Mirza melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi yang membuat Kirana ikut panik.
"Mas ada apa? " Tanya Kirana
Tidak ada jawaban dari Mirza, dia semakin mempercepat laju kendaraan nya.
"MAS!! BISA GAK PELAN PELAN AJA BAWA MOBILNYA! " Untuk pertama kalinya Kirana berbicara dengan nada tinggi pada Mirza
Mendengar omongan Kirana akhirnya Mirza menormalkan kecepatan mobilnya.
"Maaf Kirana, Kantor saya lagi ada masalah. Saya harus cepat cepat sampe sana. "Ujar Mirza
" Ya Kia tau mas, tapi kamu hati hati bawa mobilnya. Kalau sampe kita kenapa2 gimana Mas. "Ucap Kirana dengan suara yang melemah
" Ya Maaf saya salah. Ke Kantor saya dulu aja gak apa apa kan? "Tanya Mirza
"Gak apa apa Mas. " Jawab Kirana
15 menit kemudian... Mirza sampai Dikantor nya, mereka berdua keluar dari mobil disambut oleh Dimas. Terlihat suasana dikantor Mirza semua karyawan nya terlihat panik.
"Gimana udah aman Dimas? " Tanya Dimas
__ADS_1
"Situasi sudah mulai kondusif pak, tapi ada karyawan yang terluka. " Jawab Dimas
"Terus udah dibawa ke Rumah Sakit? " Tanya Mirza lagi
"Sudah Pak. Bisa kita bicara Pak? " Ucap Dimas
"Ya, bisa. Diruang Meeting ya. Saya antar dulu Kirana ke ruangan saya. " Ucap Mirza
Kirana yang daritadi berdiri dibelakang Mirza tampak kebingungan apa yang terjadi dengan Kantor nya Mirza.
"Kirana, kamu gak apa apa tunggu di Ruangan kerja saya? Saya mau bicara dulu sama Dimas." Ujar Mirza
"Ya, Mas. " Jawab Kirana tidak ingin membantah Mirza
Seperti biasa Mirza menggenggam tangan Kirana dan menuntun nya. Mereka berjalan keruangan Mirza dan melewati beberapa Karyawan yang menundukan kepalanya.
Sampai di lt. 3 semua mata tertuju pada mereka berdua. Ini pertama kalinya Mirza membawa perempuan ke Kantornya. Sebelum masuk kedalam ruangan nya, Mirza memanggil salah satu Staff nya.
"Metha, bisa kita bicara sebentar. " Ucap Mirza pada Staff nya
"Iya Pak ada apa? " Ucap Metha sambil beranjak dari tempat duduknya
"Tolong kamu suruh OB untuk pesenin makan untuk saya dan calon istri saya ya. Antar ke ruangan saya. " Perintah Mirza
"Baik Pak. " Ucap Metha sambil menganggukan kepalanya
"Sayang, ini Metha. Kalo kamu butuh apa apa kamu minta tolong sama dia aja ya. " Ucap Mirza mengenalkan Kirana pada staff nya
"Iya Mas. "
"Perkenalkan saya Metha, Bu. Kalo perlu apa apa panggil saya aja Bu. " Ujar Metha
"Iya Bu Metha, Makasih ya. "
"Kalo gitu kita masuk kedalam ya. " Ajak Mirza
Didalam Kirana dipersilahkan untuk duduk di Sofa yang ada di ruangan nya.
"Kamu tunggu di ruangan saya sebentar gak apa apa kan? " Tanya Mirza
"Gak apa apa. Kamu lama gak? " Balas Kirana
"Nggak, saya diruangan sebelah. Meeting sebentar sama Dimas. " Ujar Mirza sambil mengecek email dilaptop
"Yaudah kalo gitu. Terus aku ngapain disini Mas? Masa duduk doang. " Tanya Kirana
"Masalahnya ponsel aku mati, padahal kalo ada handphone aku bisa sambil ngerjain monthly report. " Tambah Kirana
"Pake aja laptop saya, ga akan saya pake. Biar ada kegiatan juga kan. " Jawab Mirza
"Jangan, itu kan laptop kerja kamu pasti banyak privasi disitu. " Kirana menolak tawaran dari Mirza
"Pake aja, kamu bawa flashdisk nya kan? " Tanya Mirza sambil berjalan kearah Kirana dan memberikan laptop nya
"Aku bawa Mas, aku pinjem ya laptop kamu." Ucap Kirana tersenyum
"Iya, handphone saya masih di kamu apa dimobil ya? " Tanya Mirza
"Ini ada di tas aku. " Ucap Kirana sambil mengeluarkan ponsel dari tas nya dan memberikan nya pada Mirza
"Kalo gitu saya keluar dulu ya, nanti kita makan siang nya disini aja habis saya meeting. " Ucap Mirza sebelum keluar
"OK, siap Pak Mirza. " Ucap Kirana melengkungkan bibirnya membuat Mirza gemas.
__ADS_1
"Anak baik. " Ucap Mirza sambil mengelus elus rambut Kirana.
Mirza keluar meninggalkan Kirana didalam ruangan nya.