Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
CHAPTER 41


__ADS_3

Setelah 1 jam lebih dirias oleh MUA terkenal, Kirana keluar dari kamar rias dituntun oleh Bridesmaid menuju tempat resepsi. Kia tampak cantik sekali memakai gaun berwarna Deep Blue Sky, dengan rambut curly dibiarkan tergerai. Kirana memasuki berjalan memasuki area resepsi dengan tamu yang sudah berjajar untuk menyambutnya. Ada perasaan sedih dalam hatinya, harusnya saat ini dia dituntun oleh suaminya menuju pelaminan. Pada saat memasuki area resepsi semua bertepuk tangan menyambut kehadiran sang pengantin  diiring dengan musik yang klasik. Banyak sahabat-sahabat Kirana yang datang baik itu sesama dosen atau pun teman semasa kuliah nya dulu.


Kirana duduk diatas kursi pelaminan dengan raut wajah yang sendu. Sebenarnya dia tidak ingin ada disini, yang dia inginkan hanya berada didekat suaminya, menjaga suaminya yang sedang sakit. Tapi Ibu nya dan mertuanya memaksa Kirana, karena mereka tidak ingin membuat para tamu undangan kecewa. Sangat konyol sekali kalau acara pernikahan, tidak ada pengantin nya. Kia didampingi Mama, Papa dan Kedua mertuanya untuk menyambut para tamu. Karena melihat Kirana tidak bersemangat, Mama Marissa menghampiri Kirana.


"Semangat dong sayang, muka nya jangan ditekuk gitu malu diliat sama tamu undangan. " Ucap Mama Marissa


"Aku inget sama Mas Mirza, Ma. Harusnya aku ada disamping suami aku, apalagi keadaan nya lagi sakit. " Air matanya tampak menggenangi pipinya.


"Mirza kan sudah ada yang jagain. Kamu kan udah nikah, masa masih cengeng gini. Mirza baik-baik aja, kamu tenang ya.


" T—tapi Ma, "


"Kamu duduk ya, acaranya sebentar lagi mulai. " Ucap Mama Marissa sambil berjalan ketempat nya lagi.


Beberapa saat kemudian, tiba-tiba lampu mati membuat para tamu kebingungan. Mereka dengan spontan menyalakan flashlight diponsel nya masing-masing.


Setelah itu terdengar musik menyala dengan alunan yang indah, terdengar ada seseorang diujung sana yang bernyanyi dan sekilas Kirana mengenali suara tersebut. Seseorang tersebut berjalan menuju pelaminan sambil menyanyikan lagu Nothings Gonna Changes My Love For You lagu dari George Benson.


If I had to live my life without you near me


The days would all be empty


The nights would seem so long


With you I see forever, oh, so clearly


I might have been in love before


But it never felt this strong


Our dreams are young and we both know


They'll take us where we want to go


Hold me now, touch me now


I don't want to live without you


Nothing's gonna change my love for you


One thing you can be sure of


I'll never ask for more than your love


Nothing's gonna change my love for you


The world may change my whole life through


But nothing's gonna change my love for you


If the road ahead is not so easy


Our love will lead the way for us


Like a guiding star


I'll be there for you if you should need me

__ADS_1


You don't have to change a thing


I love you just the way you are


So come with me and share the view


I'll help you see forever too


Hold me now, touch me now


I don't want to live without you


Nothing's gonna change my love for you


One thing you can be sure of


I'll never ask for more than your love


Nothing's gonna change my love for you


The world may change my whole life through


But nothing's gonna change my love for you


Nothing's gonna change my love for you


One thing you can be sure of


I'll never ask for more than your love


Nothing's gonna change my love for you


The world may change my whole life through


But nothing's gonna change my love for you


Nothing's gonna change my love for you


One thing you can be sure of


I'll never ask for more than your love


Nothing's gonna change my love for you


The world may change my whole life through


But nothing's gonna change my love for you


Nothing's gonna change my love for you.


Mirza menghampiri istrinya dipelaminan dengan membawa sebuket bunga lily berwarna putih. Semua tamu undangan bersorak gembira, tapi tidak dengan Kirana yang meneteskan air mata melihat suaminya ada di depan nya.


"Maaf, sudah membuat kamu khawatir hari ini. " Ucap Mirza pada istrinya.


"Kenapa disini? " Dua kata yang keluar dari mulut Kirana.


"Ya saya disini, kamu gak senang liat saya disini? " Tanya Mirza balik

__ADS_1


"Bukan gitu, wajah kamu masih kelihatan pucat mas. " Ucap Kirana.


"Saya baik-baik aja. Ayo kita duduk. " Ajak Mirza sambil menuntun Kirana ke kursi pelaminan.


Setelah pengantin duduk, para tamu undangan mengucapkan selamat kepada  kedua mempelai dan foto bersama. Mulai dari kolega Mirza, rekan dosen Kirana, sahabat mereka berdua dan masih banyak tamu yang lain nya.


Tidak lama datang seorang laki-laki dengan postur tubuh berisi dan tinggi nya melebihi Mirza. Laki-laki tersebut memakai batik berwarna biru pastel, sangat cocok sekali dengan warna kulitnya. Kirana yang sedari tadi berdiri merasa lutut nya sedikit ngilu dia memutuskan untuk duduk.


Laki-laki tersebut menghampiri Mirza dan Mirza pun menyambutnya dengan hangat.


"Selamat atas pernikahan nya ya Pak Mirza, semoga menjadi pasangan yang selalu bahagia. " Ucap laki-laki tersebut sambil tersenyum dan menjabat tangan Mirza.


"Wah, terimakasih Pak Bian sudah menyempatkan hadir kesini. Sendirian aja? " Tanya Mirza.


"Masih sendirian aja Pak. " Ucap Bian tersenyum


"Semoga secepatnya menyusul ya. " Ucap Mirza terkekeh.


"Aamiin, terimakasih do'a nya. Tapi untuk sekarang masih fokus dengan kerjaan masih banyak yang harus saya capai. " Ucap Bian


"Memang pekerja keras Pak Bian ini, gak salah saya pilih Pak Bian untuk menjadi partner kerja saya. " Puji Mirza.


"Pak Mirza terlalu memuji. " Jawab Bian.


"Oh iya saya sampai lupa. Sayang kenalin ini partner kerja perusahaan saya. " Ucap Mirza sambil menepuk pelan pundak Kirana. Istrinya tersentak karena sedang fokus dengan ponsel nya.


"Ada apa Mas? " Tanya Kirana yang masih belum fokus.


"Ini sayang, kenalin partner kerja perusahaan saya. " Ucap Mirza


Kirana pun berdiri dan menatap pria yang ada dihadapannya. Bukan hanya Kirana tapi laki-laki tersebut juga dibuat tak berkedip. Mirza yang melihat nya langsung menegur istrinya. Mirza heran dengan tatapan tak biasa istrinya pada laki-laki selain dirinya.


"Kenapa malah bengong? " Tanya Mirza.


"Eh Maaf mas. Aku cuma kaget aja. " Jawab Kirana.


"Kaget kenapa? Jangan bilang kalian udah saling kenal" Tanya Mirza


"Eh, i—tu a–nu Mas, ini kakak tingkat aku dulu. Kebetulan kita satu kampus cuman beda fakultas. " Jawab Kirana asal.


Mendengar jawaban Kirana, Bian sedikit terkejut tapi dia mencoba menormalkan mimik wajahnya.


"Iya pak, Kirana adik tingkat saya. " Ucap Bian


"Wah dunia ternyata sempit. Ini orang yang saya ceritain waktu itu, Pak Bian yang desain rumah kita. Terimakasih ya, istri saya suka dengan desain nya. " Ucap Mirza


Kirana menjadi salah tingkah melihat sosok laki-laki didepan nya. Laki-laki yang dipacari nya selama 2 tahun sekaligus laki-laki yang sudah meninggalkan nya tanpa pamit.


"Saya yang harus nya mengucapkan terimakasih, bapak sudah mempercayakan saya mendesain rumah bapak. " Ucap Bian.


"Sama-sama Pak. Kamu gak mau nyapa teman kamu? " Ucap Mirza pada istrinya.


"Terimakasih untuk desain nya saya suka. " Ucap Kirana melingkarkan tangan nya di pergelangan tangan Mirza.


"Ya, sama-sama. Kalau gitu saya mau menemui rekan2 kerja saya. Sekali lagi selamat atas pernikahan nya. " Ucap Bian tersenyum simpul.


"Terimakasih." Ucap Mirza dan Kirana.

__ADS_1


Setelah serangkaian acara resepsi, acara pun berakhir. Semua tamu undangan sudah pulang dan pasangan pengantin pun sudah masuk kedalam kamarnya.


__ADS_2