Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 11-Tugas Dinas Arga


__ADS_3

Setelah seharian bersama, akhirnya Mirza mengantarkan Kirana pulang kerumahnya.


"Makasih ya Mas Mirza udah nganterin aku pulang. Ini hoodie kamu mas. " Ucap Kirana sembari membuka hoodie


"Pake aja, baju kamu nerawang. Kapan kapan aja balikin nya. " Ucap Mirza


"Yaudah kalo gitu, aku cuci dulu ya hoodie. "


"Iya boleh, besok pagi saya jemput ya. Ucap Mirza


" Boleh, kalo emang gak ngerepotin Mas Mirza. Mau mampir dulu kerumah? "Tawar Kia


"Hmm, kapan kapan saya mampir, kalo sekarang badan saya keringetan, bau. " Ujar Mirza tersenyum


"Yaudah kalo gitu, aku masuk kedalam ya. Kamu hati-hati. Kabarin kalau udah sampe rumah. "


"Iya siap Ibu Dosen. Saya pulang nya. "


"Iya mas. Hati hati. "


Mirza pun berlalu meninggalkan Kia yang masih melihat Mirza sampai hilang dipandangan nya. Setelah itu Kia masuk kedalam rumah nya.


Pada saat melewati ruang tamu ada papa nya yang sedang bersantai diruang tamu.


"Jogging nya Ke Cianjur ya nak, Ashar begini baru sampe rumah. " Ucap papa nya tersenyum


Kia menghampiri papa nya "Ahhh papa bisa aja. Papa nungguin Kia ya? " Tanya Kia


"Ngga juga, papa lagi santai aja. " Jawab papa nya


"Papa sama mama dapat salam dari Mbak Shafira, anaknya Om Salman dan Tante Rossa."


"Oh shafira kakaknya Zayn ya. Ketemu dimana nak? " Tanya papa nya


"Jadi tadi kan aku diajakin touring sama Mas Mirza dan temen nya. Temen Mas Mirza ternyata Mas Arsen suaminya mbak Fira pah. "


"Jadi ceritanya udah dikenalin ketemen2 nya Mirza? " Ucap papa nya tersenyum


"Yeee apaan sih papa. " Ucap  kia malu


"Jadi kapan mau dikenalin ke papa? Masa dianter nya didepan rumah terus gak masuk kerumah kaya ABG aja. "


"Ya nanti papa, tadi juga Mas Mirza ngomong kapan2 mau ketemu papa sama mama. " Ucap Kia


"Bilang papa nya Kia galak gitu ya. " Ucap papanya sambil tertawa


"Hahaha, enggak lah papa gak galak dan gak ada galak galak nya juga. Ohiya mama belum pulang? " Tanya Kia


"Mama belum pulang, katanya ada pesenan kue ulang tahun buat Pak Ridwan Kamil, jadi mama yang kerjain langsung. Kamu tau sendiri kan mama gimana. "


"Keren mama, dapet pesenan dari Bapak Gubernur. " Ucap Kia


"Udah sore ini, mandi, makan, istirahat. Besok kan ngajar lagi. Ujar papa nya


" Iya papa. Kia kekamar dulu mau mandi ya. "


"Iya, udah mandi terus makan jangan lupa. "


"Ya papa ku sayang. " Ucap Kia sedikit berteriak


*****


Di Mall Arga masih setia mengantar adik kesayangan nya.


"Dek, lo masih cari apaan sih. Itu kan laptop sama ponsel nya udah dibeli. " Tanya Arga


"Bentar gue cari sepatu dulu buat besok kak. " Ucap Dinda sambil sibuk milih sepatu sneakers


"Itu bagian dari tugas juga? Heran gue Kirana ngasih tugas lo gak kira2. " Ucap arga kesal


Dinda mengerutkan kening " Kok sepatu buat tugas sih, ini buat gue pake ke kampus bukan buat tugas. Lo ngadi ngadi aja sih. " Jawab Dinda


"Sepatu lo udah banyak dek, ngapain beli sepatu lagi sih. "


"Ya gue kan udah bosen, lagian gue gak minta lo beliin kali. Gue kadang heran sama loe kak, bisa bisa nya lo bilang gitu ke gue, loe sendiri gimana? Barang barang loe branded semua, tapi gue gak pernah protes. " Ucap Dinda


"Ya ngapain loe protes, gue kan beli pake duit sendiri, gak minta donasi kaya loe. " Ujar Arga


"Hehe nah itu loe tau. " Ucap dinda terkekeh


"Lo masih lama gak? Kalo masih lama gue cabut duluan. Lo minta jemput Mirza aja ya. " Ucap Arga

__ADS_1


"Emang loe mau kemana? " Tanya Dinda


"Gue mau ketemu Kirana. Nanti lo pulang jangan sendirian. Minta jemput Mirza ya. " Ucap Arga


"Oke oke siap pak Dokter. "


Arga pun meninggalkan Dinda di Mall dan langsung menuju ke rumah Kirana.


20 menit Arga mengendarai mobilnya, sampailah di depan rumah Kirana. Arga mengetuk pintu dan mengucapkan Salam. Kebetulan Kirana sendiri yang membukakan pintu nya.


"Assalamualaikum."


"Walaikumsalam Bapak Dokter Arga yang terhormat. " Ucap Kirana sambil membukakan pintu


"Kok bisa tau gue yang datang? " Tanya Arga


"Ya tau lah, hafal gue sama suara lo. Masuk Ga, lo mau minum apa? " Tanya Kirana


"Minum apa aja lah yang penting lo yang buatin. "


"Lo duduk aja dulu, gue ambilin dulu minum nya. " Ucap Kirana mempersilahkan Arga duduk


Kia berlalu meninggalkan Arga diruang tamu.


Tidak begitu lama Kia datang dengan membawakan segelas Air Putih untuk Arga. Dan mempersilahkan nya untuk minum.


"Ini minuman nya,gue buatin khusus buat lo. "


"Gak salah nih minuman nya, air putih doang? " Tanya Arga


"Lo gak bersyukur banget sih, masih mending gue kasih minum. "Ucap Kia terkekeh


" Gak sekalian aja lo kasih gue air sumur. " Jawab Arga menggerutu


"Good, your idea. Hahaha. " Ujar Kia tertawa


Arga memperhatikan penampilan Kirana " Wait, lo pake hoodie siapa? Gue kaya gak asing sama ini hoodie. " Ucap Arga menerka nerka


Jadi, setelah mandi tadi Kirana mengenakan kembali Hoodie milik Mirza. Karna dia mulai candu dengan farpum yang dipakai Mirza.


Arga makin penasaran, mencium aroma Farpum dari Hoodie yang Kia pakai.


"Ngapain sih lo, mau macem macem yaa sama gue. " Ucap Kia melototi Arga


"Ngapain lo tanya2, emang nya hoodie ini dibikin cuman satu doang. Ya kalo dipake sama  gue, berarti punya gue. " Jawab Kia sewot


Persahabatan mereka memang aneh. Arga yang begitu perhatian dengan Kirana dan menaruh perasaan pada Kirana. Tapi dia gak mau Kirana mengetahui nya, karena dia takut kehilangan sahabatnya itu. Begitupun Kirana, dia tidak menceritakan dulu orang yang sedang dekat dengan nya, karena dia takut hubungan persahabatan nya terganggu. Karena dia tahu, Arga akan menjauhi nya atau Arga akan mencari cara supaya hubungan nya berakhir. Ya memang rumit persahabatan mereka. Tapi percayalah, mereka akan selalu ada disaat salah satu mempunyai masalah.


"Ngapain sih loe ngeribetin perkara hoodie doang. Emang ga ada yang lebih penting? " Sambung Kia


"Gitu doang marah, gue kan cuman nanya Kia. Emang salah ya? "


"Gak salah sih, cuman gak penting aja. Jadi ada apa nih tiba tiba dateng ke rumah? " Tanya Kia sambil membetulkan duduknya


"Jadi gini, lo tau kan gue lagi program jadi dokter spesialis. Prosesnya juga lumayan panjang. Nah kemaren gue dipanggil dewan direksi Rumah Sakit, buat di tugasin di salah satu Puskesmas di Sukabumi. " Ucap Arga


"Berapa lama emang nya Ga? " Tanya Kirana


"2 bulan gue disana, tapi kemungkinan bisa lebih, gue belum tau kan situasi dan kondisi disana seperti apa. " Jawab Arga


"Tapi nanti lo sering nengokin gue kan? Kalo lo gaada gue gimana ga? " Ucap kia wajah nya berubah menjadi sedih


"Yaelah, Bandung-Sukabumi terus Sukabumi-Bandung deket Kia, gak sampe 5 jam perjalanan kan. Kalo ada waktu senggang gue pasti balik Bandung, atau lo yang nyamperin gue bisa kan? " Ucap Arga


"Iya sih, tapi apapun itu gue pasti dukung loe sampe jadi dokter spesialis yang hebat. Jadi kapan rencana nya lo berangkat? "


"Secepatnya gue berangkat, berkas nya juga udah gue beresin tinggal packing aja paling. "


"Nanti gue anterin lo ya ga. " Ucap Kia


"Gausah, lo mau nganterin gue ke mana? Bandara? " Ucap Arga tertawa


"Ya lo sih, ditugasin nya nanggung. Coba kalo ditugasin nya ke Papua gue kan bisa anterin ke Bandara. "


"Gak usah dianterin Kia, gue bawa mobil sendiri. Paling ntar gue pamitan sama Om Fahri dan Tante Marissa. "


"Terus sekarang lo gaakan ngajakin gue jalan gitu sebelum lo pergi? "


"Gue off 2 hari kemaren, tadinya gue mau ajak lo jalan. Tapi kan lo sibuk sama temen baru lo. Jadi tadi gue jalan Dinda ke Mall. "


"Iya sorry, kalo gitu ntar gue aja yang nyamperin lo kesana. Sekalian explore Sukabumi. Ada pantai nya juga kan disana? "

__ADS_1


"Ada, tapi kan gue belum tau pasti nya ditugasin nya di Sukabumi bagian mana. Lo pikir Sukabumi cuman seuprit doang. " Ucap Arga kesal


"Oh iya Kia, ada yang gue mau omongin ke lo serius. " Sambung Arga dengan muka serius


"Mau ngomong apa? Muka lo jadi serius gitu." Ucap Kia


"Jadi sebelum pergi gue mau bilang, kalo sebenernya gue. _" Belum sempat menyelsaikan ucapan nya telpon Arga berdering


Arga merogoh ponsel dari saku celananya, ternyata panggilan dari rumah sakit. Arga segera mengangkat telpon nya.


"Hallo, selamat siang. " Ucap Arga


"Selamat siang dok, maaf mengganggu waktu liburnya. " Ucap seseorang diseberang sana


"Iya gak apa apa, ada sus? "


"Dok bisa kerumah sakit sekarang? Ada lakalantas beruntun antara truk dan bus. Banyak yang luka luka dan dilarikan ke UGD. Tapi karna saking banyak nya korban, kita kekurangan tenaga medis. Dokter bisa ke rumah sakit sekarang. " Ucap suster tersebut panik


"Ok.. Ok 15 menit saya usahakan sampe rumah sakit. " Ucap Arga


"Arga ada apa? Lo keliatan nya panik? " Tanya Kia


"Iya dirumah sakit banyak pasien korban kecelakaan UGD penuh tapi tenaga medis kurang. Jadi gue harus ke rumah sakit sekarang. " Ucap Arga


"Yaudah, terus omongan lo yang tadi? " Tanya Kia penasaran


"Gak penting Kia, gue cabut ya kerumah sakit."


"OK, hati hati lo dijalan nya. "


"Siap." Ucap arga sambil melangkah keluar rumah Kia


Setelah kepergiaan Arga, Kirana kembali ke kamar nya. Dia harus menyiapkan untuk materi mengajar besok. Sampai dikamarnya, dia mengecek ponsel nya terlebih dahulu, dan ternyata ada pesan masuk dari Mirza.


Mas Mirza


Maaf baru kasih kabar, saya udah dirumah ya.


Kirana


Iya mas. Jangan lupa makan.😊


Sesudah membalas pesan nya, Kia meletakan ponsel nya di Nakas. Dia meraih laptop nya untuk menyiapkan materi buat mengajar besok.


—Kediaman Mirza


Mirza sedang bersantai di Balkon kamarnya, sambil mengecek beberapa email masuk dari Laptopnya. Seperti biasanya dia akan prepare pekerjaan nya untuk besok hari. Tapi pada saat sedang fokus dengan laptop nya, ponselnya berdering, tanda ada panggilan masuk. Ternyata panggilan dari adiknya Dinda. Mirza segera menekan panel berwarna hijau di ponselnya.


"Hallo, ada apa dek? " Tanya Mirza


"Kak Mirza udah di rumah? " Ucap Dinda melalui sambungan telpon nya


"Udah, ini Kak Mirza udah dirumah. Kenapa emang nya? " Jawab Mirza sambil mengecek emailnya


"Boleh minta jemput gak? " Ucap dinda


"Emang kamu dimana dek? " Tanya Mirza


"Aku masih di Mall, tadi aku dianter Kak Arga, tapi Kak Arga nya pulang duluan terus suruh aku minta jemput Kak Mirza. " Ucap Dinda


"Kamu di Mall biasa kan?"


"Iya, Kak. Atau aku pulang naik taksi aja kali ya, takutnya ngerepotin. " Ucap Dinda


"Kamu dijemput Dimas aja ya, kebetulan kan Mall nya deket Apartemen Dimas. Kak Mirza telpon dulu Dimas nya ya, kamu jangan kemana mana. " Ucap Mirza


"Ok Ok.. Aku tunggu ya. "


Mirza mengakhiri telpon Dinda dan langsung menelpon Dimas Asisten nya untuk menjemput Dinda.


"Hallo Pak Mirza." Ucap Dimas diujung telepon


"Hallo, kamu lagi Dim? " Tanya Mirza


"Saya lagi di Apartemen pak, ada yang bisa saya bantu pak? "


"Saya mau minta tolong, Dinda adik saya lagi diMall deket Apartemen kamu. Kamu bisa anterin dia pulang sekarang Dim? Soalnya kalau pakai Taksi saya khawatir udah mau malem juga kan. "


"Iya pak baik. Saya segera menuju kesana. "


"Ok, makasih ya Dimas. "

__ADS_1


"Iya pak sama-sama. "


Mirza menutup telpon nya, dan mata nya tertuju pada panel pesan. Ternyata pesan dari Kirana yang belum sempat dibaca nya. Mirza membuka pesan tersebut, Tanpa dia sadari dia tersenyum membaca pesan dari Kirana. Perhatian kecil yang dia rindukan setelah kepergian Natasha. Dan seakan akan dia melupakan tujuan awalnya. Entahlah...


__ADS_2