
Kirana dan Mirza sekarang sudah berada dirumah baru mereka. Dan saat ini sedang berada dikamar yang akan mereka berdua tempati pada saat sudah menikah nanti.
Kamar itu berukuran luas dengan cat yang dominan berwarna putih. Terdapat walk in closet dan ruang wadrobe. Kamar mandi nya tak kalah mewah, terdapat bathtub yang terbuat dari marmer. Selera Mirza memang tidak diragukan lagi.
"Gimana menurut kamu? " Tanya Mirza
"Ini bagus banget Mas, kamar nya juga luas. Tapi ini seriusan didalam kamar ada kulkas nya Mas? Mana disimpan nya dekat pintu masuk, udah kaya welcome drink aja. " Tanya Kirana yang melihat ada kulkas didalam kamar.
"Emang nya kenapa? Ini bagus buat simpan cemilan sama minuman. Jadi kalau kamu kelaperan, gak usah turun dulu ke bawah. "Balas Mirza santai
"Terus ruang wadrobe? " Tanya kirana lagi
"Ya saya dikasih tahu sama Mama kamu, kalo barang barang kamu tuh banyak, Baju, tas, sepatu. Jadi saya siapin ruangan khusus buat kamu. Kalau barang barang saya kan gak banyak. " Ucap Mirza yang sedang duduk di sofa dekat ranjang
"Ini kamar mandi di desain nya gini banget Mas. Aku mandi berasa Live Streaming Mas. " Ucap Kirana kesal karena kamar mandi nya didesain dengan kaca transparan yang kalau dari luar terlihat jelas.
Mirza bangun dari duduk nya dan berjalan menuju kamar mandi. Dan memencet salah satu tombol didalam kamar mandi yang membuat kamar mandi nya tidak terlihat lagi.
"Ini tuh ada tombol nya jadi emang di desain nya kaya gini. Kamu suka gak? " Tanya Mirza
"Suka banget Mas, kamu pasti keluarin uang banyak buat ini. " Ucap Kirana
"Lumayan, ini tuh uang nya dari waktu saya dapetin tender yang jumlah nya puluhan milyar. "
"Alhamdulillah, aku doain semoga bisnis kamu semakin maju Mas. "
"Aamiin, saya akan selalu berusaha yang terbaik untuk kita berdua. "Mirza duduk disofa dan Kirana duduk disebelah nya
"Makasih ya Mas, kamu udah menerima aku menjadi bagian di hidup kamu. Padahal kita baru aja kenal"
"Iya, kita sama sama belajar ya. Lama atau nggak nya suatu hubungan itu gak menjamin apa apa. Kamu percaya takdir gak? " Tanya Mirza
"Percaya Mas, mungkin takdir yang membawa kita sampai di titik ini. " Jawab Kirana
"Iya bener. Saya pernah baca ada kutipan seperti ini, Takdir bisa merubah dari yang tidak cinta menjadi cinta tapi Cinta tidak bisa merubah dari yang tidak takdir menjadi takdir. Saya berharap kalau takdir saya itu, kamu. " Ucap Mirza tulus
"Berarti kalau sama mantan kamu itu cinta tapi bukan takdir ya. Definisi jagain jodoh orang ya, Mas. " Ucap Kirana tertawa meledek Mirza
"Sekarang masih cinta gak Mas? "Tanya Kirana membalikan badan nya ke arah Mirza
" Kenapa tanya nya gitu? " Mirza mengerutkan kening nya
"Ya soalnya aku juga pernah baca katanya kalau cinta pertama itu selama nya akan menetap dan memiliki ruang khusus didalam hati. " Kirana menggigit bibir bawah nya
"Salah kayaknya yang kamu baca, bukti nya saya nggak. " Ucap Mirza
"Bukti nya apa? "Tanya Kirana lantang
"Buktinya saya langsung nikahin kamu. Menurut saya memutuskan untuk menikah itu sangat sulit, kamu tahu sendiri kan, bertahun tahun saya menjalin hubungan dan hampir menikah tapi akhirnya gagal. Bertahun tahun juga saya berusaha menata hati saya, kadang kadang saya berfikir gak percaya lagi dengan yang namanya perempuan. Tapi setelah saya kenal kamu, perlahan lahan saya mulai membuka hati saya. Dan yang harus kamu tahu, selama Di Banjarmasin, setiap hari nya saya selalu takut, takut kalau perempuan yang ada disamping saya meninggalkan saya lagi. Sebuah komitmen juga gak cukup kan, makanya saya harus merealisasikan komitmen itu menjadi sebuah pernikahan. Dimana saya bisa memiliki kamu seutuh nya. "Ujar Mirza mencurahkan seluruh isi hati nya pada Kirana
"Iya Mas, makasih udah menjadikan Aku perempuan pilihan terakhir kamu. Aku tahu ini juga gak mudah buat kamu. Aku selalu berdoa semoga Allah selalu menjaga hubungan kita berdua. " Jawab Kirana dengan lembut
"Saya juga mau bilang makasih, karena kamu bisa menerima saya dengan segala kekurangan saya. " Tangan Mirza merangkul pundak Kirana begitupun juga Kirana yang menyandarkan kepala nya di pundak Mirza.
"Sama-sama Mas. Hm, aku boleh cerita gak Mas? " Tanya Kirana ragu
__ADS_1
"Boleh, mau cerita apa? " Mirza membelai perlahan rambut Kirana
"Kamu kan udah pernah cerita tentang masa lalu kamu, aku boleh gak cerita juga. " Tanya Kirana lagi
"Boleh, mau cerita apa emang nya? Tentang Arga? "
"Nggak.. Bukan. " Ucap Kirana
"Terus cerita apa? "
"Dulu waktu pas kuliah, aku kan sahabatan berempat, ada Kia, Arga, Mika sama Zidan. Tapi kita berempat beda fakultas, Arga sama Mika 1 fakultas di Kedokteran terus aku sama Zidan 1 fakultas di Psikologi. Tapi walapun beda fakultas kita selalu nyempetin buat ngumpul atau hangout bareng. " Kirana menghentikan ucapan nya
"Terus lanjutan nya? " Tanya Mirza penasaran
"Tapi aku minta maaf ya sebelum nya, bukan aku mau bahas masa lalu."
"Iya iya saya ngerti. Saya jadi pendengar yang baik disini. " Ucap Mirza
"Aku dulu pernah suka sama Arga. Karena Arga emang orang nya humble banget sama semua orang. "
"Sekarang masih suka sama Arga? " Tanya Mirza sinis memotong pembicaraan Kirana
"Tuh kan belum apa apa udah sinis, itu kan baru awal nya Mas. Point penting nya bukan itu loh. " Jawab Kiranaa kesal
"Yaudah sok dilanjut. " Ucap Mirza masih dengan nada sinis
"Jadi pas dulu, Mika bilang ke aku kalau dia juga suka sama Arga. Ya apalagi kan mereka selalu bareng pasti ada rasa. Aku emang gak bisa kalau liat temen kaya gitu, sedikit sedikit aku jaga jarak dari mereka, mengesampingkan perasaan aku. Ya walaupun gak enak tapi aku coba buka hati aku lagi. Sampe akhir nya aku ketemu sama seseorang yang bisa buat aku lupa sama perasaan aku ke Arga. " Ucap Kirana menceritakan masa lalu nya
"Siapa orang nya? " Tanya Mirza penasaran dengan orang yang ada di masa lalu Kirana
"Saya fikir hanya Arga laki laki yang ada dikehidupan kamu. Terus laki laki itu kemana sekarang? " Tanya Mirza
"Dia melanjutkan kuliah S2 Di New York, dia tiba tiba menghilang gak ada kabar. Sampai sekarang. Jadi semenjak dia menghilang, aku udah menganggap hubungan kita selesai dan aku juga harus melanjutkan hidup aku. Dari situ aku juga gak pernah menjalin hubungan dengan siapa pun kecuali persahabatan aku dengan Arga. Sampai aku ketemu sama kamu, aku bisa lupain semua masa lalu aku, eh ternyata kamu juga sempet ngilang juga kan. " Ujar Kirana
"Jadi maksud kamu hubungan kamu belum selesai gitu? " Tanya Mirza kesal
"Aku udah anggap selesai Mas, lagian kan orang nya juga aku gak tahu dimana dan gak mau cari tau juga. Makanya aku minta tolong banget sama kamu, jangan patahkan semua harapan aku ke kamu Mas. "
"Saya hargain, karena kamu udah menceritakan semua masa lalu kamu. Bukan hanya kamu yang punya masa lalu pahit tapi saya juga. Saya gak berjanji bisa membuat kamu selalu bahagia, tapi saya akan selalu berusaha membuat kamu bahagia. " Ucap Mirza mencium kening Kirana. Dan Kirana membalas dengan pelukan.
"Makasih ya Mas. Udah menjadikan aku jadi masa depan kamu. " Ucap Kirana masih memeluk Mirza erat
"Erat banget meluk nya. Jangan mancing ya, kita lagi berduaan dikamar. Emang kamu mau ngikutin jejak Arsen sama Safira? " Mirza menggoda calon istri nya sampai Kirana melepaskan pelukan nya.
"Apa sih Mas, jangan macem-macem ya. " Ucap Kirana sambil beranjak dari sofa
Mirza menarik lengan Kirana sampai terjatuh diatas tubuhnya. Jarak wajah Mirza dan Kirana hanya beberapa sentimeter saja sampai mata mereka beradu pandang.
Tatapan Mirza sangat dalam dan tanpa disadari bibir nya mendekati bibir Kirana dan mengecup nya perlahan. Mirza memperdalam ciuman nya dan Kirana juga membalas hangat ciuman nya. Kirana mengalungkan lengan nya di leher Mirza menyeimbangkan tumpuan nya. Lama lidah mereka saling bertautan sampai mereka dikejutkan oleh sebuah panggilan masuk yang membuat Kirana melepaskan ciuman nya. Nafas nya terengah engah dan membetulkan posisi duduk nya seperti semula. Begitupun dengan Mirza yang menormalkan wajah nya. Kirana melihat ada bekas lipstick nya di bibir Mirza, dia mengusap perlahan dengan ujung jari nya. Telepon Mirza berdering untuk kedua kali nya dan panggilan tersebut dari Mama nya
Mirza mengeluarkan ponsel dari saku nya dan melihat id si pemanggil.
"Siapa Mas? " Tanya Kirana
"Mama.. Saya angkat dulu ya. " Ucap Mirza memencet panel berwarna hijau dan me—loudspeaker kan panggilan nya
__ADS_1
"Hallo, Assalamualaikum Ma. " Ucap Mirza
"Walaikumsalam, lagi dimana nak? " Tanya ibu nya diseberang sana
"Lagi ngecek rumah, kenapa Ma? "
"Kamu lagi sama Kia gak? " Tanya Mama nya lagi
"Ini Kia ada disebelah Mirza. "
"Hallo Maa, ini Kia ada apa Ma? " Timpal Kirana
"Mama mau ajak kalian makan malam dirumah, sebelum Kirana di pingit. Kira kira kalian ada waktu gak? " Tanya Mama Karina
Mirza melirik sekilas pada Kirana, meminta persetujuan Kirana.
"Iya Ma bisa, nanti Kia kerumah ya. " Jawab Kia tersenyum
"Ya sayang, kalau gitu Mama tunggu ya dirumah. Assalamualaikum " Ucap Mama Karina
"Iya Ma, Walaikumsalam. " Jawab Kirana.
Mirza mematikan telpon nya dan memasukan kembali ponselnya kedalam saku celana nya. mereka berdua terlihat canggung setelah kejadian tadi.
"Mau dilanjut gak? " Ucap Mirza menggoda Kirana
"Nggak ih Mas. Kan aku udah bilang jangan macem macem. " Ucap Kirana kesal
"Nggak macem macem, satu macem aja kok. " Ucap Mirza menyeringai
"Kita pulang sekarang aja, Mas. " Kirana merengek pada Mirza
"Yaudah kita pulang sekarang ya. "Mirza beranjak dari Sofa di ikuti oleh Kirana
"Tapi kita mampir ke Mall dulu ya Mas. " Ucap Kirana nyengir
"Katanya tadi gak mau. Emang nya mau beli apa? " Tanya Mirza
"Beli baju buat nanti malem Mas. Atau kamu anterin aku pulang dulu. " Ucap Kirana
"Kita beli aja ke Mall. Lagian Papa sama Mama kamu kan gak ada dirumah. " Balas Mirza
"Iya, sekalian beli stok cemilan aku Mas. Besok kan aku udah dipingit jadi gak bisa kemana mana. " Ucap Kirana
"Iya, perlu gak toko cemilan nya saya beli? " Tanya Mirza
"Gak, aku mau Mall nya aja. " Ucap Kirana terkekeh
"Waduh, berat ya keinginan nya. " Ucap Mirza menepuk kepalanya
"Aku becanda Mas. " Ucap Kirana
"Serius juga gak apa apa, berarti saya harus lebih kerja keras lagi buat mewujudkan impian kamu. "Balas Mirza serius
"Udah ah skip, aku bercanda Mas. Jangan diseriusin. Kita pulang sekarang ya, yang tadi gak usah di fikirin. " Kirana menggandeng tangan Mirza dan mengajaknya keluar dari kamar.
__ADS_1
Setelah itu mereka berpamitan pada Pak Arif dan Istrinya yang menjaga rumah Mirza.