
Semua keluarga, baik keluarga Mirza maupun keluarga Kirana berkumpul diruang makan, untuk makan siang bersama sebelum pulang ke rumah masing-masing. Mereka semua menunggu pasangan suami istri yang belum turun dari kamarnya. Sambil menunggu, mereka bercengkrama terlebih dahulu.
"Sudah siang begini, mereka masih belum turun ya. " Ucap Pak Fahri
"Dimaklumi saja pak, namanya juga pengantin baru. " Ucap Pak Askara tertawa.
"Iya Pa.. Kayak gak pernah muda aja. " Ucap Mama Marissa.
Semua tertawa bersama..
Tiba-tiba orang yang sedang dibicarakan datang juga. Tapi mata mereka semua pada Kirana, dia jalan dengan dituntun suaminya dan langkah nya pun sangat pelan seakan ada sakit yang dirasakan. Pada saat akan duduk pun dia sangat berhati-hati sekali.
"Kia, kenapa sayang? Kaki nya kenapa? " Tanya Mama Karina cemas
"Za, kamu apain menantu papa sampai kakinya sakit? " Tambah Pak Askara.
"Apaan sih Pa. " Jawab Mirza dengan muka datarnya.
Mendengar pertanyaan itu wajah kirana berubah menjadi merah.
"Gak apa-apa, mungkin kecapean aja Pa. " Jawab Kirana
"Kamu sampai kecapean, nak. Memang tidur jam berapa semalam? Jangan-jangan Mirza buat kamu begadang ya. " Goda Pak Fahri pada anaknya.
Sekarang giliran Mirza yang tertunduk dengan ucapan mertuanya.
"Udah Pa, jangan godain anak dan menantunya kasihan. Mending kita makan sekarang ya. " Ucap Mama Marissa
"Iya, mending kita makan sekarang ya. " Ajak Mama Karina.
Para istri menyiapkan makan untuk suaminya, setelah itu barulah mereka makan bersama sambil bercengkrama santai.
"Kak Alpa sama Kak Acha kemana ya? Terus Arga sama Mika juga aku gak liat. " Tanya Kirana.
"Alpa sama Acha ke Bandara jemput orang tua nya Acha yang baru pulang dari jepang terus transit dulu di bali baru setelah itu baru ke bandung. Tapi tadi Acha titip pesan katanya akan berkunjung kerumah kalian nanti. " Jawab Mama Marissa.
"Oh oke, Ma. Kalau Arga kemana ya? " Tanya Kirana lagi.
Mirza berhenti makan dan melihat istrinya sekilas.
"Arga sama Mika tadi pagi banget sudah ke Rumah Sakit, mau pamit tapi kalian masih tidur. Mereke titip ini untuk kalian. " Ucap Mama Karina mengeluarkan paperbag berwarna putih.
"Iya Ma, " Ucap Kirana.
"Rencana mau honeymoon kemana kalian berdua? Papa dan Pak Fahri sudah gak sabar mau nimang cucu. " Tanya Pak Askara.
"Iya, papa harap cucu dari kamu dan Mirza laki-laki. " Harap Pak Fahri.
Kirana dan Mirza saling bertatapan mendengar pertanyaan tersebut.
"Kami berdua menunda honeymoon kami pa, soalnya besok saya sudah harus masuk kerja lagi ada investor dari Amerika yang datang ke Indonesia. " Jawab Mirza
"Ya sudah kalau begitu, papa selalu mendukung kamu, Za. " Ucap papa nya tersenyum.
"Hebat! Papa doakan ya nak supaya bisnis kamu diberikan kelancaran dan kemudahan. Dan semoga perusahaan kamu semakin besar. Kamu harus tahu nak, anak papa yang satu ini hobby nya belanja, siap-siap aja kamu nak. " Ucap Pak Fahri menggoda anak dan menantunya.
__ADS_1
"Apa sih pa, sekarang kan aku gak begitu. " Ucap Kirana cemberut.
"Gak masalah Pa, selama saya bisa dan selama saya mampu saya akan menuruti semua keinginan Kirana. " Ucap Mirza santai.
15 menit berlalu mereka semua sudah selesai makan siang dan bersiap-siap untuk pulang. Dimas datang menghampiri Mirza.
"Selamat siang Pak, mobil bapak sudah saya siapkan dan ini kunci mobilnya. " Ucap Dimas memberikan kunci mobil pada Mirza.
"Terimakasih. Teman-teman saya sudah pulang? " Tanya Mirza
"Sudah Pak, mereka menitipkan hadiah untuk Bapak dan Ibu Kirana. Hadiah nya sudah saya simpan dibagasi mobil bapak."
"Oke, sekali lagi terimakasih ya Dimas sudah membantu acara pernikahan saya. "
"Terimakasih Pak Dimas. " Ucap Kirana tersenyum
"Sama-sama. Kalau gitu saya pamit duluan ya pak. "
"Iya dimas. Hati-hati. "
"Baik, pak. "
Semua sudah berada di parkiran dan bersiap untuk berangkat. Tetapi sebelum berangkat Mirza dan Kirana pamit kepada kedua orang tua masing2. Setelah selesai berpamitan mereka masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya untuk pulang.
Didalam mobil, Kirana tampak cemas seperti ada yang sedang di fikirkan nya.
"Kamu kenapa? " Tanya Mirza
"Gak apa-apa Mas. Aku cuma lagi kefikiran sama kerjaan aku aja. Sebentar lagi kan aku resign Mas. " Kilah Kirana mencari alasan.
"Emang belum beres ya? " Tanya Mirza
"Iya gak apa-apa. Kalau kamu ragu-ragu buat resign, saya izinin kamu buat ngajar lagi. " Ucap Mirza
"Kamu serius mas? Aku boleh ngajar lagi? " Tanya Kirana sumringah.
"Iya boleh, tapi ada syaratnya. "
"Kok pake syarat2 segala. " Ucap Kirana cemberut.
"Ya kalo kamu gak mau ada syarat, berarti kamu resign. " Ucap Mirza
"Ya udah sok apa syaratnya. " Tanya Mirza
"Syaratnya kamu gak boleh ngajar tiap hari, terus kamu juga jangan ambil kelas sore ngajar nya dan yang terakhir gak boleh nyetir sendiri harus dianter sopir. " Ucap Mirza menyebutkan syarat-syarat yang diajukan nya.
"Syarat yang pertama oke, aku kan ngajar nya seminggu 3 kali, terus kalo yang kedua oke juga, kalo yang ke 3 gak oke Mas. Aku gak biasa dianter sopir, kalaupun aku gak boleh bawa mobil, aku bisa naik taksi. "
"Saya cuma mau memastikan kalo kamu aman. " Balas Mirza.
"Pake taksi juga kan aman Mas. "
Mirza menatap tajam pada Kirana. "Bisa ga gak bantah suami? "
"Iya Mas iya, aku nurut. " Ucap Kirana.
__ADS_1
Maaf, bukannya saya mau mengatur kamu. Tapi saya khawatir , terjadi sesuatu dengan kamu. Batin Mirza.
Kirana memalingkan wajahnya dan melihat kearah jendela.
Baru aja sehari jadi suami udah nyebelin. Lagian gue heran kenapa harus dianter sopir segala sih. Oh iya, soal Mas Bian gue harus cari tau dan menyelsaikan masalah diantara kita. Gue gak mau Mas Mirza salah paham, setelah gue beresin masalah dengan Mas Bian baru gue akan ngomong ke suami gue.
***
Tidak terasa satu jam perjalanan, maklum weekend dibandung jalanan pasti macet dipenuhi dengan wisatawan yang akan berwisata dibandung. Karena lelah Kirana tertidur selama perjalanan. Sebelum memasuki komplek perumahan nya, Mirza berhenti disalah satu tempat dan turun dari mobil. Menyadari mobil berhenti, Kirana membuka matanya perlahan, di melihat kursi kemudi dan tidak menemukan suaminya. Dia mengedarkan pandangan nya kearah luar, dia melihat suami nya keluar dari satu tempat. Tidak lama suaminya masuk kedalam mobil mendapati istrinya yang sudah bangun.
"Udah bangun kamu? " Tanya Mirza sambil memasang seatbelts
"Udah, kamu darimana Mas? Kenapa gak bangunin aku. "
"Ini saya beli obat dulu buat luka kamu di apotik. "
"Segitunya banget mas, aku gak apa-apa nanti juga sembuh. " Ucap Kirana tersenyum.
"Kalo gak diobatin, sembuh nya lama kalau sembuhnya lama nanti saya gak dapat jatah." Ucap Mirza sambil mengendarai mobilnya.
"Apaan sih, mas. " Ucap Kirana tersipu malu.
"Hmm, malu ya. " Goda Mirza
"Nggak siapa yang malu. " Balas Kirana.
"Muka kamu merah Kirana keliatan." Mirza tersenyum dan mengusap perlahan rambut Kirana.
"Eh mas, aku boleh nanya gak? " Tanya Kirana.
"Boleh, mau tanya apa? " Jawab Mirza
"Soal Mas— eh maksud aku soal Kak Bian, kalian kerjasama udah lama? " Tanya Kirana.
"Lumayan, sekitar 8 bulan. Dulu dikenalin sama temen saya. Kebetulan saya juga mau bangun rumah, terus saya konsultasi sama dia menyatukan ide-ide kami berdua yang sama-sama menyukai rumah gaya amerika clasic. "
"Oh iya, selera kalian kok bisa sama ya. " Ucap Kirana.
"Dia sih pernah cerita sama saya katanya dulu dia sama pacarnya waktu kuliah punya impian ketika menikah nanti akan membangun rumah impian mereka berdua tapi sayang hubungan mereka berakhir jadi Pak Bian menuangkan nya pada rumah saya dan saya juga sangat puas dengan hasilnya. "
"Kenapa hubungan nya berakhir Mas? " Tanya Kirana kepo.
"Ya mana saya tahu, saya kan gak nanya. Kamu bukan nya satu kampus, masa kamu gak tahu. "
"Ya mana aku tau mas, aku kan beda fakultas. "
"Yaudah ngapain ngurusin urusan orang lain." Ucap Mirza ketus
"Kamu sebentar baik, sebentar lagi jutek mas. " Protes Kirana.
"Lagian kamu nanya-nanya soal laki-laki lain ke suami kamu sendiri. Aneh! " Ucap Mirza.
"Iya maaf mas, " Ucap Kirana.
Mampus gak tuh, baru nanyain hal gini aja suami gue marah-marah apalagi kalau tau bian itu mantan pacar gue terus soal rumah impian itu juga ide gue dulu. Arrrrghh, gue harus gimana coba.
__ADS_1
"Kenapa bengong? " Tanya Mirza
"Hm, gapapa Mas, " Ujar Kirana nyengir.