
Pukul 16.30 mereka sampai di rumah, sebelum turun dari mobil, Kirana merapikan belanjaan nya, ada beberapa paper bag yang mau diturunkan.
"Kamu belanja apa aja itu? " Tanya Mirza yang melihat banyak paper bag di jok belakang mobil Mirza
"Aku beli brownies sama beberapa cemilan Mas, buat orang rumah. Gak enak kan kalo gak bawa apa apa. " Ucap Kirana
"Padahal gak usah segala dibawa, kita kan mau makan malam. " Ucap Mirza
"Ya gak apa apa Mas, udah ah yuk turun. " Ucap Kirana melepaskan seatbelts nya.
"Bentar, itu kamu belanja apa di Zara? Banyak banget. " Tanya Kirana
"Ini, tadi ada Jumpsuit lucu Mas warna nya Nude. Aku beli 2 biar bisa coupel sama Dinda. Kalo hangout bareng bisa pake, gak sabar deh." Ucap Kirana gemas
"Heran. Jadi perempuan tuh kalau liat yang lucu mesti di beli ya? Kalau laki laki kan beli buat kebutuhan. " Ucap Mirza menggeleng gelengkan kepala nya
"Ya ini kan nanti pasti butuh Mas. " Kilah Kirana
"Ya.. Ya.. Ya. Terserah kamu aja. Terus yang lain isinya apa lagi? " Tanya Mirza
"Ini aku beli baju rajut sama bawahan nya buat malam ini, terus sama beberapa baju kamu. " Ucap Kirana santai
"Buat apa beli baju saya? " Tanya Mirza heran
"Ya, aku belum pernah beliin baju kamu Mas. Jadi sekalian aja aku beli. " Jawab Kirana
"Berapa semua nya yang tadi kamu beli di Mall? Saya transfer sekarang! " Tanya Mirza lagi
"Apaan sih Mas, kenapa harus di ganti segala. Emang salah aku beliin kamu? Atau kurang mahal ya harga nya. " Jawab Kirana cemberut
Mirza mengusap wajah nya, "Hadeuh, bukan gitu maksud nya, saya kan udah bilang uang punya kamu tabung, kalau kamu mau beli apa apa bilang sama saya. " Ucap Mirza
"Sekali ini aja Mas. " Ucap Kirana
"OK, kali ini aja. Nanti kalau kamu mau apa apa bilang sama saya. " Jawab Mirza
"Iya Mas iya. Bawel deh kamu. " Kirana meledek Mirza
"Yaudah kita turun sekarang, kebiasaan kalo ngobrol di mobil. " Ucap Mirza
"Iya Mas, bantuin bawa paper bag nya. Masa aku yang bawa semua Mas. " Ucap Kirana sambil turun dari mobilnya Mirza
"Iya ini saya yang bawa, kamu masuk kedalam duluan. " Mirza menurunkan beberapa paper bag dari jok belakang mobilnya.
Kirana masuk kedalam rumah Mirza dan mengucapkan salam.
"Assalamualaikum," Kirana mengucapkan salam.
"Walaikumsalam, " Jawab Arga dan Mika yang sedang sibuk dengan laptop nya.
"Eh ada kamu juga Mik, " Ucap Kirana melihat Mika.
"Iya Kia, tadi aku diajakin Arga kesini. Sini gabung. " Ucap Mika
"Banyak banget belanjaan nya bu, " Sahut Arga yang melihat beberapa paper bag ditangan Kirana.
"Sekali kali boleh dong Pak dokter. " Ucap Kirana menghampiri mereka berdua.
"Jadi nih kayanya buka Mall? " Ledek Mika
Kirana tertawa renyah, "Hahaha, gila. Tapi Aamiin sih. "
__ADS_1
"Lo, harus nya nikah sama bokap gue, bukan sama Mirza. Bokap gue kan punya Mall, " Ucap Arga tertawa.
"Haha emang bener bener kan si Arga, Mik. " Ucap Kirana.
"Tapi Arga ada benernya juga sih, Kia. By the way, lo seriusan pengen punya Mall? " Tanya Mika penasaran.
"Cita-cita boleh dong setinggi langit, halu kan gak dilarang Mik. Di dunia fantasi, kita kan bisa mau jadi apa aja. " Ucap Kirana terkekeh
"Ya, lo minta aja coba sama Kak Mirza siapa tahu di realisasikan. " Ucap Mika memberi saran
"Ngadi ngadi lo. Emang nya bangun Mall itu murah. Sekarang mending bangun rumah tangga dulu. " Ucap Kirana
"Lo coba minta ke Mirza, bangun Mall dalam waktu semalam. Kalo cinta kan pasti di wujudin. " Ucap Arga santai sambil tetap fokus ke laptop nya.
"Bener bener gila lo, emangnya calon suami gue Bandung Bondowoso yang nurutin perintah Roro jongrang buat bangun 1000 candi dalam satu malam, " Ucap Kirana
Arga dan Mika tertawa bersama melihat ekspresi Kirana yang mereka usili. Tanpa mereka bertiga sadari, kalau Mirza memperhatikan dan mendengarkan obrolan mereka.
"Ahem." Mirza berdehem pelan membuat kaget mereka bertiga. Bahkan Arga dan Mika yang tertawa refleks menutup mulutnya karena melihat kedatangan Mirza.
"Eh, Mas. Kirain aku, kamu masih diluar, " Ucap Kirana salah tingkah karena malu.
"Ini mau disimpan dimana? " Tanya Mirza menunjuk ke paper bag yang dibawa nya.
"Disini aja, kecuali yang punya kamu. Bawa aja ke kamar kamu ya. " Ucap Kirana
Mirza menurukan beberapa paper bag dari lengan nya.
"Kalo gitu saya ke kamar dulu ya, mau mandi. " Ucap Mirza pada Kirana
"Iya Mas. " Ucap Kirana kicep.
Setelah Mirza pergi kekamarnya , mereka bisa bernafas lega. Begitulah Mirza, sifatnya memang tidak bisa ditebak kadang bisa ramah kadang juga bisa jutek.
"Iya, tapi gak tau kalo ke Kia. " Jawab Arga
"Gimana Kia, ke lo juga gitu? " Tanya Mika penasaran
"Aslinya baik kok, emang sifat nya aja yang susah ditebak Mik. " Balas Kirana
"Mentang mentang calon suami nya, dibelain. " Ucap Arga sinis
"Bukan gitu maksud gue. " Sanggah Kirana
Mama Karina turun dari kamarnya dan menghampiri mereka di ruang tamu.
"Eh Kia udah datang? " Mama Karina menyapa Kirana
"Iya, Ma. Ini Kia bawa kue. " Balas Kirana
"Wah, repot repot. " Ucap Mama Karina
"Nggak kok Ma, " Ucap Kirana tersenyum
"Oh iya, Mama mau masak buat nanti malam. Ada yang mau bantuin mama? " Ajak Mama Karina pada Kirana dan Mika.
"Kia mau, Ma. " Ucap Kirana
"Mika juga mau bantuin, Ma. " Ucap Mika.
"Yaudah yuk kita ke dapur. " Ajak Mama Karina
__ADS_1
"Terus Arga gimana Ma? Mika kan lagi bantuin Arga, Ma." Ucap Arga pada Mama nya.
"Kamu kerjain aja dulu sendiri. " Ucap Mama Karina.
Mereka bertiga menuju dapur, dan pada saat sudah didapur bahan bahan masakan sudah disiapkan oleh Bi Ani.
"Udah disiapin semua nya Bi? " Tanya Mama Karina
"Udah bu, beres. " Ucap Bi Ani mengacungkan jempolnya
Kirana dan Mika menelan saliva nya karena melihat berbagai bahan masakan. Ada ikan gurame, udang, ayam, sayur sayuran.
"Masak nya sebanyak ini, Ma? " Tanya Kirana
"Iya sayang, mama mau masak, makanan favorit Mirza sama Arga. " Ucap Mama nya tersenyum
"Tapi masakan Kia gak enak, Ma. " Ucap Kirana menggigit bibir bawahnya
"Iya Ma, Mika malah gak bisa masak. " Sambung Mika
"Mama juga sama, kita sama sama belajar aja ya. " Ucap Mama Karina
"Makanan favorit Mas Mirza apa Ma? "Tanya Kirana
"Kalau Mirza itu lebih ke daging dagingan, kaya daging ayam, daging sapi. Tapi bagian bagian tertentu. Kalau daging ayam paling gak suka bagian paha nya terus gak suka jeroan. " Ucap Mama Karina sambil memisahkan bahan bahan masakan.
"Kalau Arga, suka nya apa Ma? " Tanya Mika gantian
"Kalau Arga lebih suka makanan laut sama sayur sayuran. Ini mama udah pisahin bahan masakan buat Kia sama Mika, Kia masak buat Mirza terus Mika masak buat Arga. " Ucap Mama Karina
"T—tapi Ma, Mika bener bener gak bisa masak." Ucap Mika jujur
"Ya gak apa apa, kan namanya juga belajar. Lagian mama ini udah tulis resep nya disini. " Ucap Mama Karina menunjukan kertas resep yang sudah ditulisnya.
"Ini kaya ajang Master's Chef gitu ya Ma. " Ucap Kirana terkekeh. Sebenarnya belakangan ini dia sering masuk ke dapur belajar masak dengan ibu nya atau pembantu dirumahnya. Jadi dia tinggal mengasah Skill nya aja.
"Iya tapi Mama bukan mau ngetes kalian berdua, Mama mau ngetes anak2 mama, pengen liat reaksi anak2 mama gimana pas nyobain masakan kalian. Harusnya laki laki bisa menerima kekurangan pasangan nya kan." Ucap Mama Karina tersenyum
"Aaaa, Mama Kia jadi terharu. " Ucap Kirana
"Iya sayang, yaudah go kita masak ya. Mama masak menu yang lain ya. "Dapur Mama Karina luas ada 2 kompor tanam yang masing masing memiliki 3 tungku.
Kirana dan Mika membaca dulu resep dari Mama Karina sebelum memulai masak. Setelah dibaca masing masing mendapatkan 2 menu masakan. Kirana mendapat menu Beef Teriyaki dan Tumis Buncis Ikan teri dan Mika mendapat menu Sup Ikan Gurame dan Pakchoy Bawang putih.
Mereka berdua mulai mengeksekusi bahan masakan nya dan memakai Apron yang disediakan. Kirana mulai menumis bawang putih dan bawang bombay dan menyiapkan saus yang dibutuhkan. Kirana tidak terlalu kesulitan dalam memasak, hanya saja dia kebingungan untuk memperkirakan jumlah saus nya.
Mika juga mulai mendidihkan air untuk mulai merebus gurame nya. Dan mulai memotong bawang putih, bawang merah dan bahan bahan lain lain nya. Karena kurang yakin, Mika sampai membuka channel masakan di youtube dan mempraktikan nya. Walaupun sulit tapi Mika berusaha sekali.
Mama Karina dan Bi Ani terkekeh melihat Kirana dan Mika.
"Bu, kasian ya liat mereka berdua, apalagi Mbak Mika sampai buka youtube segala. " Ucap Bi ani tertawa
"Iya bi, Mika kan dokter sering nya masuk UGD bukan masuk ke dapur. Sekalinya masuk dapur disuruh bikin sup gurame. " Ucap Mama Karina tersenyum geli.
"Ini perkedel kentang nya digoreng sekarang aja bu? " Tanya Bi Ani
"Nanti aja bi, ayam goreng buat bapak udah kan selesai kan bi? " Tanya Mama Karina
"Udah bu, kerupuk udang udah bibi siapin. Tinggal sambal aja bu. " Jawab Bi Ani
"Sambal nya saya aja yang buat bi, siapin aja lalapan nya ya. " Titah Mama Karina
__ADS_1
"Iya bu siap. Bibi siapin dulu ya. " Ucap Bi Ani mengeluarkan lalapan dari kulkas.