
3 jam lebih Mirza berada didalam ruang meeting bersama Klien nya, sepanjang meeting entah kenapa perasaan Mirza sangat tidak tenang, untung saja ada Dimas yang membantu nya.
"How about the project i offer sir?" Tanya Mirza pada Mr. Brian
"I am very interested in the project you are offering Mr. Mirza. I hope this collaboration goes well."Jawab Mr. Brian
"Thank you sir, for the contract my assistant will make it later. When can we sign the contract?" Tanya Mirza lagi
"As soon as possible." Ucap Mr. Brian tersenyum.
"Thank you sir, nice to work with you." Mirza menjabat tangan Mr. Brian.
"Youre welcome. " Ujar Mr. Brian
Setelah selesai meeting dengan Mr. Brian, Mirza kembali ke ruangan nya. Ponselnya tertinggal di meja kerjanya. Sampai di ruangan kerja nya, dia membuka ponselnya dan mengeceknya. Tapi tidak ada pesan yang masuk dari istrinya, padahal ini sudah waktunya makan siang. Hanya saja ada email masuk yang menarik perhatian nya.
Mrs. Cley
Clemira_b@yahoo.com
Itu baru permulaan, akan ada kejutan-kejutan selanjutnya untuk istri tercinta kamu Tuan Mirza yang terhormat. Saya tidak akan pernah berhenti sampai kamu menemui saya Di Banjarmasin.
"Sialan, apa maksud Clara. Apa dia meneror Kirana juga? YaAllah, cobaan apalagi ini. " Ujar Mirza frustasi.
Tok.. Tok.. Tok ada suara pintu yang diketuk.
"Masuk, " Ucap Mirza
"Ada apa Dimas?" Tanya Mirza.
"Saya sudah dapatkan alamat yang bapak minta, dan sudah saya kirim ke nomer bapak. " Ucap Dimas.
Mirza membuka pesan dari Dimas. .
Dimas.
Komp. Citraland no. 12 Banjarmasin.
"Oke, Makasih. " Ucap Mirza
"Iya sama-sama. Kalau gitu saya permisi Pak. " Ucap Dimas pada Mirza.
"Ya silahkan. " Balas Mirza
Setelah Dimas keluar, Mirza mencoba beberapa kali menelpon Kirana tapi tidak ada jawaban. Tidak lama ada panggilan masuk, Mirza berharap itu panggilan dari Kirana. Tapi pada saat dilihat, ternyata nomer nya tidak ketahui. Mirza mengangkat telpon tersebut.
"Hallo, selamat siang. " Ucap orang yang ada diujung telpon.
"Iya selamat siang. Maaf dengan siapa saya berbicara?" Tanya Mirza
"Hallo, Kak Mirza. Ini aku Mika. "
"Oh, ada apa ya? " Tanya Mirza
"Maaf sebelumnya, aku mengganggu waktunya Kak Mirza. " Ucap Mika
"Nggak saya lagi gak sibuk. Ada apa ya? " Tanya Mirza lagi
"Ini aku mau kasih tahu, kalau Kirana ada dirumah sakit Kak. " Ucap Mika
"Kirana kenapa? " Tanya Mirza panik
"Kirana kecelakaan Kak, mungkin untuk lebih jelas nya Kak Mirza bisa datang ke Rumah Sakit Medika. " ucap Mika
"Terus gimana keadaan istrinya saya sekarang? " Tanya Mirza
"Kirana sudah ditangani, sekarang sudah masuk ruang rawat, dikamar VIP no. 4." Ucap Mika.
__ADS_1
"Ok, Makasih. Saya ke Rumah Sakit sekarang. "Mirza menutup telpon nya.
Mirza keluar dari ruangan nya dan bergegas menuju rumah sakit. Beruntung jarak rumah sakit tidak jauh dari Kantornya. Sepanjang perjalanan, Mirza mengkhawatirkan kondisi istrinya.
15 menit kemudian Mirza sampai dirumah sakit, dan berjalan menuju ruang rawat Kirana. Pada saat membuka pintu kamar, betapa hancurnya perasaan Mirza melihat istrinya terbaring lemah dengan perban menempel dikepalanya. Ditambah wajah yang sering dirawatnya terdapat beberapa luka memar yang berwarna keunguan. Mirza menghampiri istrinya dan duduk disamping istrinya. Dia menggenggam pergelangan tangan istrinya,yang membuat istrinya membuka matanya.
"Mas, kamu disini. " Ucap Kirana lemah.
"Iya, tadi Mika telpon saya, dia kasih kabar kalau kamu dirumah sakit.
"Aku gak apa-apa Mas. " Ujar Kirana mencoba menenangkan suaminya.
"Gak apa-apa gimana, kepala kamu tuh luka terus jidat kamu juga memar. " Ucap Mirza kesal
"Yang penting kan aku masih ada didunia ini Mas. " Ucap Kirana tersenyum
Mika masuk kedalam ruangan Kirana dan tersenyum melihat pemandangan yang ada didepan nya.
"Selamat siang, maaf ya aku ganggu. " Ucap Mika
"Hei, Mik. " Sapa Kirana
"Aku mau ngomong sebentar sama Kak Mirza, boleh kan? " Ucap Mika meminta izin pada Kirana.
"Iya boleh. " Kirana menganggukan kepalanya.
"Kak, aku bisa sebentar diluar? " Tanya Mika pada Mirza
"Ya boleh. Kamu tunggu sebentar ya saya keluar dulu. " Ucap Mirza
"Iya Mas, " Ucap Kirana menganggukan kepalanya
Mirza mengikuti Mika keluar ruangan untuk membicarakan keadaan Kirana.
"Jadi gimana keadaan istri saya? " Tanya Mirza
"Kalau boleh saya tahu gimana kronologis nya, sampai istri saya bisa kecelakaan? " Tanya Mirza
"Kebetulan tadi dr. Arga bertemu dengan Sopir taksi yang mengantarkan Kia kesini, beliau menceritakan kronologis kecelakaan nya. Beliau bilang pada saat perjalanan menuju kampus, Kirana meminta untuk mampir ke toko kue, karena posisi tokonya diseberang jalan, Kia turun dari taksi dan menyebrang ke arah toko kue. Pada saat sedang menyebrang dari arah berlawanan datang motor yang menabrak Kia dan setelah itu kabur. Menurut informasi dari sopir dan saksi mata di TKP, motor itu seperti sengaja menabrak Kia. " Mika menjelaskan kronologi kecelakaan Kirana pada Mirza.
Mirza mengusap wajahnya,terlihat sangat jelas ada amarah di mata Mirza. Dia seperti Murka kepada orang yang sudah melakukan ini semua.
"Oke, saya minta tolong carikan dokter spesialis orthopedi terbaik untuk istri saya. " Ujar Mirza
"Baik Kak, nanti aku rekomendasikan dr terbaik untuk Kirana. Kalau gitu aku permisi Kak. " Ucap Mika
"Ya terimakasih. " Balas Mirza.
Mirza mengeluarkan ponsel nya dan menelpon Dimas asisten pribadi nya.
"Hallo Dimas, tolong carikan tiket pesawat untuk ke Banjarmasin sekarang. Dan cari penerbangan yang tercepat. " Ucap Mirza
Setelah itu Mirza menutup telpon nya dan memasukan ponselnya kedalam saku. Dia masuk kembali ke ruangan Kirana dan pada saat masuk ada suster yang sedang mengantarkan makan siang pada Kirana.
"Saya suapin kamu makan, " Ucap Mirza
"Aku bisa sendiri Mas. " Ucap Kirana menolak permintaan Mirza.
"Tangan kanan kamu kan di infus, emang kamu mau makan pake tangan kiri. " Ucap Mirza sambil membetulkan posisi Kirana.
Mirza menyuapi Kirana makan beberapa sendok dan memberikan air putih.
"Aku udah kenyang, Mas. " Ucap Kirana.
"Ini masih sisa sedikit lagi. " Ucap Mirza membujuk istrinya.
"Aku kenyang Mas, kalau dipaksain lagi nanti aku muntah. " Ucap Kirana tersenyum
__ADS_1
"Ya, saya nggak maksa. " Mirza menyimpan makanan nya diatas nakas.
"Kamu udah makan? " Tanya Kirana
"Sudah tadi. " Ucap Mirza berbohong
"Mas, Mika bilang apa soal kondisi aku? " Tanya Kirana
"Hmm, kamu baik-baik aja. " Ucap Mirza sambil mengelus kepala.
"Kalau baik-baik aja, kenapa harus ngomong diluar. " Tanya Kirana penasaran
"Dokter kan ada kode etik nya Kirana. Meskipun Mika sahabat kamu, tapi dia harus profesional kan. " Ucap Mirza.
"Kalau kamu mau balik ke Kantor gak apa-apa Mas, bukannya kamu lagi sibuk kan. " Ucap Kirana.
"Kirana, ada hal penting yang harus saya omongin sama kamu. " Ucap Mirza serius
"Ada apa Mas? " Tanya Kirana.
"Ada hal yang harus saya selesaikan segera, Saya mau minta izin sama kamu, untuk berangkat ke Banjarmasin sore ini. " Ucap Mirza ragu-ragu.
"Perusahaan kamu di Banjarmasin ada masalah? " Tanya Kirana
"Iya ada masalah disana. Sebenarnya saya juga gak bisa ninggalin kamu dalam keadaan seperti ini.Tapi keadaan nya sangat mendesak. " Ucap Mirza
"Ya udah kamu berangkat aja Mas, aku gak apa-apa kok. Kamu selesaikan aja dulu urusan kamu sampai selesai. " Balas Kirana.
"Terimakasih sayang. Satu hal yang harus kamu tahu, Saya menyayangi kamu, tidak akan pernah ada yang merubah rasa itu. Kirana, ketika suatu saat nanti saya melakukan kesalahan tolong maafkan saya dan jangan pernah tinggalkan saya. " Ucap Mirza bersungguh-sungguh
Mendengar perkataan suaminya,mata Kirana berkaca-kaca.
"Ngomong apa sih kamu, Mas. Aku kan selalu bilang kalau selalu ada maaf untuk kamu. "
"Saya bukan laki-laki sempurna Kirana. Tanpa saya sadari saya pernah berbuat salah. " Ucap Mirza
"Udah ah jangan bahas itu, aku jadi takut Mas. Gimana tadi meeting nya lancar kan? " Tanya Kirana mengalihkan topik pembicaraan.
"Alhamdulillah lancar tinggal tandatangan kontrak aja. Ini pasti berkat do'a yang kamu langitkan setiap subuh. Iya kan? Tadi subuh aja saya denger kamu do'ain saya. " Ucap Mirza
"Kenapa kamu gak bangun dan shalat subuh berjamaah bareng aku Mas. "
"Shalat saya gak akan khusu. "Ucap Mirza santai
" Loh emang nya kenapa? "
"Abisnya makmum saya cantik banget, takutnya saya gak kuat. " Goda Mirza pada istrinya
"Ih kamu nyebelin Mas. "Kirana mencubit pergelangan tangan suaminya.
"Saya bercanda. " Ucap Mirza tersenyum
"Mas, aku udah resmi resign dari kampus. Rencananya tadi aku mau ambil surat ke Kampus. " Ucap Kirana.
"Loh, bukannya saya udah izinin kamu buat ngajar ya? Kenapa resign? " Tanya Mirza
"Aku mau fokus sama rumah tangga kita dan aku juga berencana mau ikut program hamil Mas. Kalau ditunda nanti keburu kamu tua. " Ucap Kirana terkekeh
"Kamu ngeledek saya? " Ucap Mirza
"Aku bercanda Mas. Emang nya kamu gak mau punya anak Mas? "Tanya Kirana
" Ya saya mau, apalagi anak dari kamu. Kalau anak perempuan pasti cantik sekali seperti ibu nya, Kalau anak laki-laki pasti ganteng seperti papa nya. Nanti kalau sudah besar, saya mau dia jadi pilot yang hebat. "Ucap Mirza dengan penuh harapan.
" Aamin Mas, semoga apa yang kita cita-citakan semuanya tercapai ya. Semoga kebahagian selalu menyelimuti keluarga kita ya Mas. "
"Aamiin sayang Aamiin. Kamu cepat sembuh ya, Kirana Aludra Bastian. " Ucap Mirza
__ADS_1
"Iya sayang, Mirza Hikari Bastian. " Mata mereka berdua saling beradu pandang. Betapa kebahagiaan terpancar dari mata keduanya.