Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 54


__ADS_3

Seminggu Kemudian...


Seminggu sudah berlalu, tetapi Mirza masih belum pulang juga dan ponsel nya pun masih tidak bisa dihubungi. Beberapa hari yang lalu, Kirana sudah keluar dari Rumah Sakit, karena suaminya masih belum pulang juga mertuanya menyuruh untuk Kirana tinggal dirumah mertuanya. Tapi Kirana menolaknya, karena dia merasa sudah baik-baik saja, walaupun kakinya masih di gips tapi kakinya sudah bisa digerakan.


Semua keluarga Kirana tidak mengetahui kalau Mirza meninggalkan istrinya dengan waktu yang lama dan tidak ada kabar sekalipun.


Untuk sementara waktu karena kakinya belum sembuh dia memutuskan untuk pindah ke Kamar bawah. Keluarga Mirza berkumpul diruang keluarga, termasuk Kirana. Mereka semua mengkhawatirkan keadaan Kirana, yang dari tadi tidak banyak bicara.


"Kia, apa perlu papa nyusulin Mirza Ke Banjarmasin? " Tanya Papa Askara yang tidak tega melihat keadaan menantu nya.


"Gak usah Pa, " Ucap Kirana tersenyum ketir


"Tapi nak, Mirza sudah keterlaluan. Papa harus pergi sekarang. " Ucap Pak Askara keukeuh.


"Aku sudah menghubungi kantor nya Mas Mirza yang disana, Mas Mirza memang sedang sibuk pa dan gak bisa diganggu. " Ucap Kirana masih menunjukan wajah yang tenang.


Arga yang sedari tadi diam akhirnya memuncak lah emosi nya. Rahang nya mengeras dan mengepalkan tangan nya.


"Anj*ng banget Si Mirza, bisa-bisa nya dia lebih mementingkan kerjaan daripada istrinya sendiri. Apa gak ada sedikit waktunya untuk mengabari istrinya. " Ucap Arga membuat kaget keluarga nya.


Mika yang ada disebelah Arga terperanjat melihat kemarahan kekasihnya, dia menggenggam dan menenangkan Arga.


"Sabar Ga. " Mika mengusap tangan Arga.


Tidak ada jawaban dari mulut Kirana, dia hanya diam saja melihat kemarahan Arga. Begitupun dengan Mama Karina yang dari tadi hanya diam,


Aku yakin pasti Mirza bertemu Clara dan anaknya dan Mirza sudah mengetahui semuanya. Tapi kenapa Mirza tidak ada kabar, apa Clara mencoba untuk mempengaruhi Mirza lewat Anaknya. Kirana, maafkan Mirza anak mama, karena kesalahan nya kamu harus menjadi korban nya. Batin Mama Karina sambil memperhatikan Kirana yang sedari tadi fokus dengan ponselnya.


"Mah kenapa melamun? Ada yang lagi mama fikirkan? " Tanya Papa Askara


"Mama kasihan sama Kia. Harusnya sekarang ini dia sedang berbahagia dengan suaminya bukan nya malah seperti ini. " Ucap Mama Karina


"Ya, Ma. Kalau Mirza pulang, papa akan bicara sama dia. " Ucap papa nya tegas.


Semua keluarga Mirza tidak bisa berbuat apa-apa. Karena Kirana selalu tidak ingin merepotkan orang lain karena masalahnya. Kia yang sedari tadi diam, akhirnya membuka suaranya.


"Ma, Pa, Arga, Mika." Panggil Kirana pada semuanya


"Iya kenapa sayang? Kamu butuh sesuatu? " Tanya Mama nya


"Ada apa nak? Ucap Papa nya


"Ada yang sakit? "Tanya Arga


" Kalau kamu ada yang sakit, biar aku periksa. "Timpal Mika


Kirana tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku minta papa, mama, Arga dan Mika untuk pulang. Kalian gak keberatan kan? " Ucap Kirana sopan


"Kenapa? " Tanya mereka serempak

__ADS_1


"Aku lagi pengen sendiri dan aku perlu ruang untuk memikirkan ini semua. Maaf kalau aku terkesan seperti mengusir. " Ucap Kirana.


"Gak sayang, Mama gak bisa ninggalin kamu dalam keadaan kaya gini. "Ucap Mama Karina khawatir


" Mama dan semuanya tenang aja. Aku gak akan ngelakuin hal yang aneh-aneh. Kia hanya perlu waktu sendiri. Kalau seperti ini aku gak bisa mikir. Maaf! "Ujar Kia menundukan kepalanya. Dia tidak ingin mereka melihat kesedihan yang tergurat diwajahnya.


" Ya sudah Ma, mungkin Kia sedang butuh waktu sendiri sebaiknya kita menghormati keputusan Kirana. "Ucap Papa Askara


"Tapi kamu janji ya gaakan melakukan hal yang membahayakan. " Ucap Mama Karina parno karena takut Kirana akan melakukan sesuatu hal yang berbahaya.


"Gak Ma, mama lupa kalo aku seorang psikolog. Aku tau apa yang harus aku lakukan. Pokoknya mama dan papa tenang aja ya. " Ucap Kirana tersenyum


"Lo gak mau cerita sama kita berdua? " Tanya Arga


"Cerita apa Arga, lo udah tau kan masalahnya apa. Jadi apalagi yang harus gue ceritain. " Ucap Kirana menyunggingkan senyuman nya.


"Udah Ga lo gak usah maksa. Kalo kia udah siap dia pasti bakalan cerita sama kita. " Ucap Mika


"Yaudah kalau gitu gue sama Mika pamit ya. Kalo lo butuh bantuan kita siap bantuin kok. " Ucap Arga


"Iya Kia, kita bakalan selalu ada untuk lo. " Ucap Mika


"Thank you, kalian berdua sahabat gue yang terbaik. " Ucap Kirana.


"Kita berdua balik ya Kia. " Ucap Arga dan Mika. Mereka beranjak dan melangkahkan kakinya keluar.


"Papa sama Mama juga pamit pulang ya. Kamu jaga diri baik-baik kalau Mirza pulang kasih tau papa ya. " Pesan papa mertua nya.


"Makasih ya Pa, Ma. Sudah perhatian sama aku. Maaf satu minggu ini aku banyak merepotkan Mama dan papa." Ucap Kirana


"Iya nak, papa selalu bedo'a yang terbaik untuk rumah tangga kalian. " Ucap papa Askara mendoakan rumah tangga anak dan menantu nya baik-baik saja.


"Doa mama juga selalu untuk kamu dan Mirza. " Ucap Mama Karina


"Iya Ma, Pa. " Ucap Kirana


"Mama dan papa pulang ya. " Mama Karina pamit pada menantu nya


"Iya, hati-hati. " Ucap Kirana mencium tangan Papa dan Mama mertua nya.


"Assalamualaikum." Ucap Papa dan Mamanya


"Walaikumsalam." Balas Kirana.


Setelah semuanya pergi, Kirana melangkahkan kaki nya menuju kamarnya. Dia sudah bisa berjalan walaupun belum bisa cepat seperti biasanya. Tapi kaki nya memang sudah tidak terlalu sakit.


Kirana naik keatas kasur dan menyandarkan tubunya pada kepala ranjang. Dia membuka aplikasi pesan dan membaca kembali pesan yang dikirimnya pada Mirza.


Mas Mirza

__ADS_1


Kangen Mas! :(


Mas Mirza


Mas, hari ini aku udah pulang kerumah ya. Mama maunya aku dirumahnya tapi aku nolak, aku mau nungguin kamu pulang. Hehehehe


Mas Mirza


Mas, kamu jadi pulang kan?


Mas Mirza


Kamu sibuk ya sampai kamu lupa kasih kabar ke aku. Tapi aku ngerti kok mas, Semangat kerja nya sayang. I Love You ❤


Mas Mirza


Udah beberapa hari ini ponsel kamu mati,kamu baik-baik aja kan Mas? Aku khawatir kamu kenapa-napa. :(


Mas Mirza


Maaf aku lancang, aku telpon ke perusahaan kamu di Banjarmasin. Katanya kamu baik-baik aja, syukurlah Mas. Aku jadi tenang ;)


Mas Mirza


Kamu gak kangen sama aku Mas atau kamu udah gak peduli sama aku?


Mas Mirza


Sebelum kamu berangkat kesana, kamu bilang kan ke aku apapun yang terjadi kamu selalu sayang sama aku. Aku bingung Mas, kata-kata kamu sangat kontradiktif.


Mas Mirza


Lelah, aku lelah menunggu kabar kamu Mas.


Mas Mirza


Beberapa pagi masih terasa seperti malam sebelumnya. Aku hanya menunggu hari dimana aku tidak merindukanmu lagi.


Mas Mirza


Aku mulai bingung Mas, pernikahan macam apa ini. Ketika kita saling berjauhan sudah tidak ada percakapan diantara kita.


Kirana menangis membaca pesan yang dikirim nya pada Mirza namun tidak ada jawaban sekali. Kirana mengetik pesan yang baru pada suaminya, dia berharap kali ini Mirza akan membalasnya.


Mas Mirza


Mau dibawa kemana hubungan pernikahan kita, Mas? Sudah 1 minggu lebih kamu pergi tanpa alasan yang jelas. Perusahaan mana yang bekerja pada hari libur? Apa kamu gak bisa meluangkan waktu sedikitpun untuk memberi kabar pada istri kamu. Maaf kalau aku terlalu egois, tapi menurut aku ini udah keterlaluan! Aku tahu ponsel kamu mati, ketika kamu baca ini nanti yang harus kamu tahu kalau kepercayaan aku terhadap kamu sudah berkurang. Aku gak bisa seperti ini terus!


Kirana menonaktifkan ponselnya dan menyimpan nya didalam laci nakas. Dia membaringkan tubuhnya dan mencoba memejamkan matanya. Walaupun hati dan fikiran nya sedang tidak baik-baik saat ini.

__ADS_1


**Kemana Mirza pergi? Dan bagaimana nasib pernikahan Kirana dan Mirza? Jangan lupa Like, Komen dan Vote. Kalian Tim #MiKi atau Tim #ArKi.


__ADS_2