Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 38


__ADS_3

Sejak semalam Mirza tidak bisa tidur dan terjaga sampai jam 2 pagi, karena memikirkan masalahnya dengan Natasha. Pagi ini jam 6 dia  sudah harus bangun dari tidur nya, karena acara akad nikah nya dengan Kirana akan dilaksanakan pukul 09.00 pagi.


Dia duduk dipinggir tempat tidur, masih dengan fikiran nya yang melayang. Rasanya dia ingin secepatnya bertemu dengan Clara menyelsaikan masalahnya dimasa lalu.


Tok.. Tok pintu kamarnya ada mengetuk membuyarkan lamunan nya. Mirza beranjak dari tempat nya dan membuka pintu.


"Za, kamu udah mandi? " Tanya Mama nya


"Belum, Ma. Sebentar lagi. " Jawab Mirza.


"Ada yang mau mama omongin. " Ucap Mama nya


"Masuk, Ma. Didalam aja ngomong nya. " Mirza mempersilahkan Mama nya untuk masuk.


Mama Karina masuk kedalam kamar Mirza dan duduk di sofa tepi ranjang.


"Kamu udah tahu kalau Natasha ada disini Za?" Tanya Mama Karina


Mirza menghela nafas nya perlahan. "Udah, aku udah tahu Ma kalau Natasha itu kakak iparnya Kirana." Jawab Mirza


"Kemarin Acha datang ke Mama sama Papa. Dia nangis dipelukan Mama. Terus dia juga minta maaf, tentang hubungan kamu dan dia yang berakhir. " Ucap Mama Karina


Mirza menatap Mama nya. "Dia cerita semuanya ke Mama? " Tanya Mirza.


"Dia cerita semuanya ke Mama. Ternyata masalah nya itu ada di kamu Za bukan dari Natasha. Dia juga minta ke Mama, ke Papa untuk merahasiakan apa yang terjadi dengan kalian dimasa lalu dari Kia. "


"Iya ternyata ini salah Mirza, Ma. Mirza takut, gimana kalau Kirana tahu tentang ini. " Mirza mengusap wajahnya frustasi.


"Za, setelah kamu menikah, kamu ngomong pelan-pelan sama Kia tentang semuanya. Jangan sampai dia tau dari orang lain. Dan soal Clara, Mama gak tahu seberapa jauh hubungan kalian tapi pesan Mama temui dia Za. Jangan sampai dia mengusik kehidupan rumah tangga kamu dengan Kirana. " Ucap Mama Karina menasihati anaknya.


"Natasha cerita tentang Clara ke Mama? " Tanya Mirza


Mama Karina menganggukan kepalanya. "Dan semalam papa juga manggil Dimas, dan Dimas cerita ke papa soal teror itu. Kenapa kamu gak cerita ke Mama sama Papa ? " Tanya Mama Karina.


"Udah Mama sama Papa gak usah khawatir, aku bisa handle semua nya. Soal Natasha, apa Arga udah tau Ma? " Tanya Mirza


"Arga udah tahu, awalnya dia mau bilang semua nya ke Kirana tapi Mama ngomong dan ngasih pengertian sama Arga. "


"Aku harus gimana, Ma? "


"Kamu harus ngomong semuanya sama Kirana. Mama yakin, Kia bakalan menerima semua masa lalu kamu. Tapi sebelum itu kamu harus cari dan temui Clara dulu ya. "


"Iya Ma, makasih udah support Mirza. " Ucap Mirza


"Iya,Mama selalu berdoa yang terbaik untuk kamu. Sekarang kamu mandi terus siap-siap ya , Mama tunggu dibawah. "


"Iya Ma, Mirza mandi dulu terus siap-siap. "


"Kalo gitu, Mama juga mau siap-siap ya. Pokoknya apapun yang terjadi mama minta kamu jujur sama Kia. " Pesan mama nya sebelum keluar dari kamar Mirza.


"Iya, Ma. Mirza ingat pesan Mama. "


"Kalau gitu Mama keluar ya Za. "


"Iya Ma. " Jawab Mirza


***


Tepat pukul 09.00 pagi semua sudah berkumpul ditempat akad nikah. Semua keluarga dan sahabat-sahabat Mirza dan Kirana duduk ditempat yang disediakan. Mirza juga sudah duduk dikursi tempat akad nikah, sudah ada penghulu, ayah dari Kirana dan 2 orang saksi.


Jantung Mirza berdegup kencang, sebentar lagi dia akan mengucapkan janji suci didepan semuanya. Dimana dia akan mempersunting wanita pilihan yang baru dikenalnya.


Kirana datang digandeng oleh Natasha, dengan  menggunakan kebaya berwarna putih dan siger sunda yang membuat semua orang pangling melihat Kirana. Apalagi dengan riasan Kirana dari MUA langganan para artis. Mirza berdiri menyambut kedatangan calon istri nya yang begitu cantik.


Kirana, duduk disebelah Mirza dan melirik beberapa detik pada calon suami nya itu. Kirana tidak menyangka, laki-laki yang ada disebelah nya sebentar lagi akan menjadi suaminya.

__ADS_1


"Bisa dimulai sekarang Pak? " Tanya Pak penghulu pada Pak Fahri


"Bisa Pak. " Jawab Pak Fahri


"Mas Mirza sudah siap? " Tanya Pak penghulu pada Mirza


"Sudah pak. " Mirza menganggukan kepalanya.


"Silahkan dijabat tangan nya. " Ucap Pak penghulu pada Pak Fahri


Pak Fahri menjabat tangan Mirza.


"Ananda Mirza Hikari Bastian Bin Bapak Askara Bastian saya nikahkan dan saya kawinkan ananda dengan putri kandung saya yang bernama Kirana Aludra binti Fahri Megantara dengan mas kawin 1 set berlian,uang tunai sebesar 22.000 dollar dan seperangkat alat shalat dibayar tunai. "


"Saya terima nikah dan kawin nya Kirana Aludra binti Fahri Megantara dengan Mas kawin yang tersebut dibaya tunai. " Ucap Mirza dengan satu tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi? Sah? " Tanya penghulu


"Sah." Jawab saksi nikah serempak dengan tamu yang hadir.


Setelah Mirza mengucapkan akad nikah, Kirana meneteskan air matanya. Laki laki yang ada disamping nya sekarang. Semua sahabat-sahabat Mirza ikut menyoraki Mirza dan ikut berbahagia atas pernikahan sahabatnya.


Setelah akad nikah serangkaian acara masih dilakukan. Dan acara akad nikah pun selesai pada pukul 11.00 siang dan nanti malam akan dilanjutkan dengan acara resepsi. Pada acara akad nikah ini, Mirza tidak berinteraksi dengan keluarga dan sahabat nya. Dia memilih untuk beristirahat dikamar pengantin yang sudah disiapkan.


Mirza dan Kirana masuk kedalam kamar pengantin yang berada di lantai 3. Kirana mengikuti Mirza dari belakang dengan masih menggunakan baju kebaya.


"Mas, ada yang mau aku omongin sama kamu." Ucap Kirana


Deg.. Jantung Mirza berdetak lebih kencang. Dia khawatir apa yang ditakutkan nya terjadi. Tapi dia mencoba menormalkan mimik wajah nya dihadapan Kirana dan bersikap sesantai mungkin.


"Ada apa? " Tanya Mirza


"Kita duduk disana ya. " Kirana menunjuk salah satu sofa yang ada dikamar tersebut.


Mirza dan Kirana duduk disofa dengan canggung.


"Makasih ya Mas. " Jawab Kirana tersenyum


"Makasih untuk apa? "


"Karena kamu udah buktiin, kalau kamu memang sungguh-sungguh sama aku. "


"Iya sama-sama. Saya juga mau bilang makasih, karena kamu udah menerima segala kekurangan saya. "


"Ngomong nya kok masih kaku. Bisa gak kalo gak pake kata Saya? " Ucap Kirana kesal karena Mirza masih menggunakan kata 'Saya' setiap ngomong pada Kirana.


Mirza mengusap-usap rambut Kirana yang masih memakai siger. "Kamu cantik! " Ucap Mirza menatap Kirana.


Kirana menjadi salah tingkah ditatap oleh suaminya itu. Dia menatap balik suaminya, terlihat Mirza kelihatan lelah.


"Kamu lagi ada masalah Mas? " Tanya Kirana


"Enggak kok, " Kilah Mirza


"Tapi mata kamu, kaya yang kurang tidur ya. "


"Iya semalam saya tidur jam 2 pagi, " Jawab Mirza jujur


"Ada kerjaan? " Tanya Kirana


"Enggak, saya cuma nervous aja. Besoknya kan mau akad nikah. " Ucap Mirza tersenyum.


"Huh, dasar. Makan dulu ya, aku ambilin. "


"Makan kamu aja boleh gak? " Goda Mirza pada istrinya.

__ADS_1


"Apaan sih kamu, " Ucap Kirana tersipu malu.


"Bercanda. Saya ganti baju dulu ya. "


"Iya, aku ambilin makan ke bawah ya. Sekalian ganti baju sama hapus make up. "


"Jangan lama-lama ya. " Pesan Mirza pada istrinya.


"Iya ga akan lama. " Jawab Kirana


Kirana beranjak dan melangkahkan kaki nya keluar dari kamar.


***


Sebelum turun ke lantai bawah, Kirana ke kamar rias terlebih untuk mengahapus make up dan berganti pakaian. Karena masih ada beberapa jam menuju resepsi pernikahan nya.


Kirana masuk kedalam kamar rias, disana sudah ada crew dari MUA yang akan membantunya.


"Mbak, bisa minta tolong bersihin make up sama bukain siger nya? " Ucap Kirana.


"Bisa, duduk mbak biar saya bantu. " Jawab Ina salah satu crew MUA.


Kirana duduk didepan meja rias dan Ina membantu membersihkan make up nya.


"Mbak Kia cantik banget tadi pas akad nikah, terus kulit Mbak juga halus dan terawat. Rahasia nya apa? " Tanya Ina sambil membersihkan wajah Kirana.


"Gak ada rahasia nya Kak, ya seperti kebanyakan perempuan aja pakai skincare." Jawab Kia ramah


"Aku juga pakai skincare Mbak, tapi tetap aja muka aku gak ada perubahan. " Ucap Ina.


"Kalo aku pake skincare Diora, cobain deh Kak. Nanti aku kasih 1 paket ya. "


"Wah serius mbak? " Tanya Ina tidak percaya


"Iya Kak serius, mudah2an cocok ya. "


15 menit kemudian Kirana sudah selesai membersihkan make up dan rambutnya. Dia berganti pakaian, dengan memakai dress satin tanpa lengan dengan panjang dibawah lutut dengan warna hijau mint.


Tiba-tiba dinda sudah ada dikamar rias dan menghampiri Kirana yang sedang merapikan pakaian nya.


"Kak, aku kira lagi dikamar sama Kak Mirza. " Ucap Dinda.


"Eh dinda, iya ini aku lagi bersihin make up dulu, kenapa emang nya? " Tanya Kirana.


"Aku disuruh Mama buat ajak Kak Kia sama Kak Mirza buat makan siang bareng dibawah. "


"Ini aku juga baru mau kebawah, ambil makan buat Mas Mirza. " Jawab Kirana.


"Loh, emang gak mau makan dibawah? " Tanya Dinda.


"Enggak kayanya dek, kasian Mas Mirza dari semalam kurang istirahat. "


"Oh pantesan tadi aku keatas gak ada yang buka pintu, kirain lagi 'eheum-eheum'. Ucap Dinda menggoda kakak iparnya.


"Uh dasar, ya udah kita kebawah sekarang ya. Tadi Mas Mirza pesan jangan lama-lama. Tapi bersihin make up aja lumayan lama. "


"Gak usah Kak, makanan nya biar diantar sama bibi. Kakak balik aja ke kamar, temenin Kak Mirza. "


"Jangan, nanti ngerepotin bibi. " Tolak Kirana.


"Udah Kakak ke kamar aja duluan, Kak Mirza kalau lagi cape minta nya itu ditemenin. " Ucap Dinda memberi tahu kakak iparnya.


"T—tapi, Din. "


"Udah ya aku kebawah sekarang. Makanan nya nanti aku sama bibi yang anterin keatas. "

__ADS_1


"Iya din, makasi ya. "Ucap Kirana


__ADS_2