Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 19


__ADS_3

Mirza sampai dihalaman rumah Kirana, dan Kirana juga sudah menunggu nya, dengan memakai pakaian yang santai hanya pakai celana jeans dan kaos lengan panjang dan rambut yang dicepol. Ditangan nya ada paperbag yang ditenteng nya. Mirza keluar dari mobilnya dan menghampiri nya.


"Selamat pagi. " Ucap Mirza tersenyum dan terkesima melihat penampilan calon istrinya yang natural


"Selamat pagi Mas Mirza. " Membalas dengan senyuman lagi


"Udah siap? Maaf tadi saya ngobrol dulu sama Papa dan Mama. " Jelas Mirza


"Aku udah siap dari tadi. " Jawab Kirana nyengir memperlihatkan gigi gingsulnya


"Om sama Tante ada? Pamit dulu ya. " Ujar Mirza sambil melirik ke sembarang arah dengan maksud mencari keberadaan orang tua Kirana.


"Papa sama Mama udah pergi, mau ada acara Dikantor Papa. Terus siang nya ada janji sama Mama Karina mau tes food. " Ucap Kirana


"Oh OK, yaudah kita berangkat sekarang ya." Kata Mirza sambil membukakan pintu mobilnya untuk Kirana setelah itu Dia masuk kedalam mobilnya


Mirza mulai mengendarai mobilnya dan sudah keluar dari komplek rumah Kirana.


"Udah sarapan belum? "Tanya Kirana


"Belum, tadi kan kamu suruh Saya gak sarapan dulu. " Jawab Mirza dengan pandangan nya fokus ke jalanan


Kirana mengeluarkan sesuatu dari Paperbag yang dibawanya "Nih, aku bawain sarapan buat kamu. " Ucap nya


"Saya kan lagi nyetir mana bisa sambil makan." Ucap Mirza


"Iya Kia suapin tenang aja. " Balas Kirana membuka kotak makan nya dan menyendok nasi goreng nya


"Nih, Aaaa... " Ucap Kirana sambil memberikan suapan pertama nya setelah itu Mirza membuka mulut dan mengunyah nya


Setelah beberapa kali suapan Mirza menghentikan suapan yang diberikan Kirana.


"Udah ya, saya kenyang. " Ucap Mirza


"Ini suapan terakhir Mas, kalo makan gak boleh disisain kaya gini. "


"Ya.. OK. " Mirza terpaksa menerima suapan yang terakhir dari Kirana


"Bagus, ini minumnya Mas. " Kirana memberikan botol minum nya pada Mirza.


Setelah selesai Sarapan dan Minum. Mirza membuka kembali obrolan dengan Kirana.


"Tadi pagi Mama nanya soal persiapan  pernikahan kita. " Ucap Mirza


"Terus gimana Mas? "


"Iya yang soal Prewedding kamu mau nya gimana? Tapi tadi saya bilang kayaknya waktu nya juga udah mepet. "


"Hm, iya juga sih. Tapi masa pas nanti di hari H ga ada foto kita sama sekali Mas. "


"Terus gimana? Tanya Mirza


"Hmm, nanti kita tanyain aja Mas ke Marketing nya yang disana. Harusnya sih ada jasa photografernya juga. " Ujar Kirana


"Yaudah kalo gitu. "Balas Mirza


"Yang soal baju pengantin itu gimana? " Tanya Kia


"Harusnya secepetnya fitting, tapi besok masalahnya saya ada Meeting sama klien. " Ujar Mirza menjelaskan jadwalnya pada Kirana


"Aku juga besok ada kelas, belum ngerjain monthly report. Paling ada waktu nya sore Mas. "


"Kalo gitu sore aja pulang saya dari Kantor ke butik Mama nya."


"Kamu pasti cape Mas kalo gitu. " Ucap Kirana


Mirza menghela nafasnya "Cape pasti, tapi ya gimana lagi fitting baju kan gak bisa diwakilin." Ujar Mirza


"Kalo gitu kita ketemuan aja di butik Mama Karina, aku bawa mobil jadinya. Biar kamu gak bolak balik juga. " Saran Kirana pada Mirza


Mirza mengerutkan kening nya tanda tidak setuju "Gak usah bawa mobil, saya jemput kamu aja. " Ujar Mirza lantang


Kirana hanya tersenyum saja melihat sikap Mirza yang seperti itu.


"Ya udah iya, kamu jemput aku ya. " Kata Kirana pasrah


Hening sejenak...


"Mas, boleh gak nyalain audio nya. " Tanya Kirana meminta izin


Mirza menganggukan kepala nya tanda setuju.


Kirana menyalakan audio di mobil Mirza, dan pada saat dinyalakan sedang di putar lagu dengan penyanyi Rossa dengan judul Terlalu Cinta.


Rossa adalah penyanyi pop wanita favorit Kirana.


Dia meresapi alunan lagu Rossa dengan mata terpejam. Mirza melirik sejenak kearah Kirana dan menyunggingkan senyum nya.


Kirana emang bener bener perempuan yang luar biasa. Ya gue akuin, gue udah mulai menyukai dia. Apa yang salah dari Kirana? Bahkan dia juga harus bahagia. Laki laki macam apa gue ini, yang mau nyakitin perempuan setulus ini. Bahkan untuk membuatnya menangis aja rasanya diri ini gak berhak. Gumam Mirza


"Oh iya Mas, buat souvenir, kamu udah ada ide atau Mama Karina yang urus? " Ucap Kirana mengagetkan Mirza yang sedang asyik dengan lamunan nya


"Kenapa sih ngagetin, kan saya lagi fokus nyetir. " Ucap Mirza mengerutkan kening nya


"Maaf Mas. Aku tiba tiba keinget aja. " Jawab Kirana

__ADS_1


"Soal souvenir tadi saya juga bilang mau ke ngomong dulu ke kamu. Bagusnya apa? Kamu ada ide gak? " Tanya Mirza


"Bentar, aku browsing dulu ya. " Kirana mengeluarkan ponsel dan mulai browsing. Dia membuka beberapa artikel dan dibacakan pada Mirza.


"Menurut sumber dari menit.com ada beberapa ide souvenir unik yaitu Lilin Aromatherapy, Biji kopi, Teh, Bibit tanaman, Kaktus, Cokelat Jar, Tote bag, Skincare, Maccaron, Madu Selai. " Ujar Kirana membaca satu persatu.


"Cokelat Jar Ok juga. Anak anak, remaja, orang dewasa suka coklat. " Mirza memberikan pendapatnya


"Bagus juga ide kamu. Aku boleh ngasih pendapat gak? " Tanya Kirana


"Boleh." Balas Mirza


"Kalo skincare gimana Mas? " Ucap Kia meggigit bibirnya. Dia ragu ragu takut Mirza nggak setuju


"Boleh. Kenapa kamu mau Skincare jadi souvenir nya? " Tanya Mirza penasaran


"Yang pertama karena aku pecinta Skincare, kedua Aku mau perempuan lain tuh lebih memperhatikan lagi wajahnya, mungkin aja kan kalo kita kasih souvenir Skincare bisa jadi motivasi buat tamu tamu kita, yang ketiga kamu inget gak yang pas kita makan malam, Zara ngomong lagi ngembangin usaha nya, ya semoga aja bisa sekalian bantu temen juga kan. Bantu usahanya lebih maju, seenggaknya kan kita sekalian promosiin juga. Pertama tama kan kita kasih gratis, pas mereka tau hasilnya kan mereka jadi beli. Apalagi Skincare Diora nya lagi viral kan sekarang. "Ucap Kia berceloteh.


Mirza tersenyum mendengar semua ucapan Kirana.


Terbuat dari apa sih hati nya Dia. Bahkan disaat dia Bahagia , dia gak ingin Bahagia sendiri. Selalu aja mikirin orang lain. Tiap harinya pasti gue dibikin kagum terus sama dia. Gumam Mirza dalam hati


"Oke kalo begitu. Kita telpon si Dio nya sekarang ya. " Ucap Mirza merogoh ponsel disaku celana nya dan memberikan nya pada Kirana.


"Kamu telpon si Dio sekarang mumpung masih ada waktu. "


"Gak apa apa aku buka ponsel kamu? " Tanya Kirana


"Ya gak apa apa. Langsung aja itu pake mode geser. Cari aja kontak nya Gio Si Anjay. " Perintah Mirza


Kirana mencari kontak yang dimaksud setelah itu dia langsung menelpon nya. Tidak lama panggilan pun tersambung dan Kirana men loudspekerkan ponselnya Mirza.


"Hallo, kenapa Za? " Ucap Dio diujung telpon


"Anjay, lagi dimana Lo? " Tanya Mirza


"Dirumah lagi nyantai aja. Ada apa?"Balas Dio


" Ada yang mau gue omongin. Tapi gue gak bisa ketemu, lewat telpon aja ya. "Ucap Mirza


" Santai aja Za, emang ada apaan sih? "Tanya Dio penasaran


" Jadi gini, gue kan ini lagi bareng sama Kirana terus tadi ngomongin soal souvenir, terus Kirana browsing soal ide souvenir nya. "


"Terus apa hubungan nya sama gue Za. " Dio memotong omongan Mirza


"Makanya dengerin dulu anjay. " Ucap Mirza sewot


"Sorry sorry, lanjut Za. " Kata Dio


"Duh gimana ya, emang lo mau pesan berapa paket Za? " Tanya Dio


"Gak banyak, cuma 1000 paket aja. " Ucap Mirza dengan santai nya


"Buseeeet, ngadi ngadi ni orang. Yang bener aja lo Za. " Balas Dio kaget


"Gue serius anjay. Bisa apa nggak? " Tanya Mirza lagi


"Ngomong sama Zara aja ya bentar. " Ucap Dio


"Okee, sama Kirana aja kalo gitu. Lagi nyetir soalnya gue. " Ucap Mirza


"Kamu aja ngomong ke Zara, kamu kan lebih ngerti. Saya dengerin aja. " Ujar Mirza


"Iya Mas. " Jawab Kirana


Panggilan tersambung kembali. Kali ini Zara yang berbicara.


"Hallo, Kia. Ada apa nih? " Tanya Zara


"Hai Zara, maaf ya ganggu pagi pagi. " Ucap Kirana


"Gak apa apa, ada apa Kia ?" Tanya Zara


"Jadi gini Zar, tadi kan Mas Mirza udah ngobrol sama Kak Dio, untuk pernikahan kita nanti, kita mau souvenir nya berupa Skincare Diora. Kira kira kamu bisa bantu gak? " Ujar Kirana


"Wow, kamu serius Kia? " Tanya Zara gak percaya


"Iya serius Zar, aku udah berunding tadi sama Mirza terus Mas Mirza ngizinin kok. " Jawab Kirana


"Oke kamu mau ambil paketan apa Kia? "Tanya Zara


" Yang 1 pouch itu loh Zar, yang facial wash, toner, krim siang sama krim malam. "Jawab Kirana


"OK, mau ambil berapa ratus paket? " Tanya Zara


"Rencana nya 1000 paket Zar, gimana bisa gak kira kira? "


"Haha ini seriusan kan mau ambil 1000 paket? " Ucap Zara tertawa karna gak percaya


"Aku serius Zar, gimana bisa gak? Please, Zara bantuin aku ya. " Jawab Kia memelas


"Iya Kia bisa. Kamu tenang aja. " Ucap Zara santai


"Makasih ya Zar. Terus untuk pembayaran nya gimana?" Tanya Kirana lagi

__ADS_1


"DP (down payment) aja dulu Kia, maklum kan usaha nya masih berkembang. Tapi kamu tenang aja, khusus buat kamu aku kasih best price. " Ucap Zara


Pada saat Zara ngomong, Mirza berbisik pada Kirana.


"Bilang harga nya gak usah dikurangi, harga publish aja. " Bisik Mirza


"Zar, kamu kasih harga publish aja gak usah dibeda bedain. Nanti soal pembayaran nya aku ngobrol dulu sama Mas Mirza ya. "


"Gapapa Kia, gampang kalo soal itu mah. Aku tinggal kontak sama yang disana. Pokoknya sebelum hari H barang nya udah dateng, kamu tenang aja ya pokoknya. " Ujar Zara


"Yaudah kalo gitu nanti aku telpon kamu lagi ya. Sekali lagi makasih ya Zara. Maaf udah ganggu pagi pagi. "


"Gak apa apa Kia, malahan aku yang makasih kamu udah percaya sama aku. "Ucap Zara


" Yaudah kalo gitu, aku tutup dulu ya Zar. See u Zar. "


"OK, see u Kia. "


Kirana menutup telpon nya dan memberikan ponsel nya pada Mirza.


"Mas, ini ponsel kamu." Ucap Kirana sambil memberikan ponsel pada Mirza


"Pegang aja dulu, saya kan masih nyetir. " Jawab Mirza


"Iya Ok. Udah beres ya Mas semuanya? " Tanya Kirana


"Belum lah, fitting baju belum kan terus tadi Mama juga bahas barang barang buat seserahan. Kamu belanja aja sendiri ya, sesuai selera kamu. Soalnya saya pasti sibuk juga diKantor sebelum acara, harus banyak yang aku beresin. " Ujar Mirza


"Ya gapapa kalo gitu, tapi kalo kamu ada waktu temenin ya Mas. " Ucap Kirana tersenyum


"Iya, kalo gak sibuk Saya temenin. Soalnya kan Saya juga banyak urusan. Belum lagi rumah, saya belum cek lagi progress nya. " Kata Mirza


"Kalo kamu percaya sama Aku, biar aku aja yang ngecek rumah kamu Mas. Gak jauh juga kan dari rumah aku. " Kirana menawarkan diri


Mirza melirik sebentar kearah Kirana "Rumah kita bukan rumah aku. Sebentar lagi kan kamu yang jadi Nyonya dirumah itu. Mirza tersenyum tipis pada Kirana


Bibir Kirana melengkung membentuk senyuman.


"Aku mau nanya sesuatu boleh gak Mas? " Tanya Kirana


"Kalau mau nanya ya nanya aja. Gak usah minta izin. "Ujar Mirza sedikit kesal, karena setiap bertanya pada Mirza pasti Kirana meminta izin terlebih dahulu.


"Hmm, nanti kalo udah Kita udah nikah, Kamu izinin aku kerja gak? " Tanya Mirza


Mirza mengangkat alisnya sebelah "Hmm, ya kalau menurut aku pribadi, yang kodratnya cari uang itu kan laki laki bukan perempuan. Ya, tapi balik lagi ke kamu, saya gak ngelarang kamu kerja, dan ga akan nyuruh kamu berhenti kerja. "


"Tapi kan Aku gak mau bergantung sama kamu, Mas. Takutnya nanti kan aku banyak keinginan. Kalo aku punya uang sendiri kan gak akan ngerepotin kamu. "


"Terus ngapain kamu nikah kalau nantinya mau apa-apa beli sendiri. Saya pasti berusaha kerja lebih keras lagi Kirana, selama keinginan kamu masih masuk akal dan saya bisa penuhi." Ujar Mirza kesal


"Kamu kenapa marah, kan aku cuma nanya aja Mas. Lagian aku udah tau maksud dari jawaban kamu Mas. Ucap Kirana


Mirza menepikan mobilnya sejenak dan mematikan mesin mobilnya. Mirza beralih berhadap hadapan dengan Kirana.


"Kamu gak usah khawatir ya, saya pastikan kamu gak akan hidup kekurangan dengan saya. Dan saya bakal lakuin apapun buat kamu bahagia. " Ujar Mirza


Mendengar itu lelehan air mata keluar dari matanya. Kirana bahagia,laki laki yang baru dikenalnya membuat hatinya tersentuh untuk kesekian kalinya.


"Makasih ya Mas. "Tanpa sadar dia memeluk Mirza dengan sangat erat. Seakan Mirza lah laki laki yang selama ini dia cari.


"Sama sama Kirana. " Mirza membalas pelukan Kirana


"Boleh gak saya coba lagi aroma chery yang waktu itu? " Bisik Mirza pada telinga Kirana


Kirana melepaskan pelukan dan menatap Mirza tajam.


"Maksud kamu aroma cherry apa Mas. " Kirana mengerutkan kening nya


"Yang waktu malem malem pas saya nganterin kerumah kamu. " Ucap Mirza menyeringai


Kirana mengingat ingat kejadian yang dimaksud Mirza "Apaan sih, kamu nyebelin. " Kirana memukul pelan lengan Mirza


"Kok nyebelin, bukan nya kamu juga suka kan?" Ujar Mirza terkekeh


"Ini udah sampe mana Mas? Perasaan daritadi gak nyampe nyampe. " Ucap Kirana mengalihkan pembicaraanya


"Bentar lagi sampe. Kita lanjutin jalan ya. " Ujar Mirza menghidupkan lagi mobilnya dan mulai menyusuri jalan lagi.


"Terus nanti kalo udah nikah, aku dirumah ngapain Mas. Masa kalo aku udah beresin kerjaan rumah, aku diem aja gitu. Kamu sibuk kerja, nanti aku gimana? "


"Yang beresin rumah kan udah ada asisten rumah tangga. Kamu gak usah cape cape lah. "


"Ya apalagi ada asisten rumah tangga, fixs ini aku bengong aja dirumah. " Ujar Kirana mengerucutkan bibirnya


"Ya enggak bengong juga, ya kamu seneng-seneng lah. Mau nyalon, shopping, maen sama temen temen kamu. Ya apapun yang bikin kamu seneng. Tapi kamu harus inget sebelum aku sampe dirumah, kamu udah harus ada dirumah. " Pesan Mirza mengingatkan calon istrinya


"Terlalu enak hidup aku kalo gitu. Kamu yang capek cari uang, aku yang abis abisin uang kamu. " Ucap Kirana tersenyum lebar


"Emang gitu kan. Tujuan menikah itu kan untuk Bahagia. Tapi ada satu tugas buat kamu setelah menikah. " Ucap Mirza


"Tugas apa? " Tanya Kirana


"Tugas kamu adalah sering sering buka tangan kamu, minta sama Allah supaya Saya selalu diberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah. Gak susah kan tugas nya. "


"Kalau itu bukan tugas Mas, itu adalah kewajiban aku selalu doain suami aku yang terbaik. " Ujar Kirana tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2