
Mereka berdua sudah sampai di Mall dan langsung menuju restoran, karena Arsen dan istrinya sudah menunggu. Tidak membutuhkan waktu lama mereka menemukan meja tempat Arsen dan istrinya duduk.
"Sen, sorry telat. Gue abis dari rumah sakit dulu nganter Kirana. " Ucap Mirza sambil duduk
"Iya, maaf ya mbak Fira jadi nunggu lama. " Ujar Kirana
"Gak kok Kia, kita juga belum lama. " Jawab Safira
"Lo abis ngapain ke rumah sakit Za? " Tanya Mirza
"Kepo lo, " Ucap Mirza sambil menepuk perlahan pundak Arsen
"Sialan." Ucap Arsen
"By the way udah pada mesen makan belum? "Tanya Kirana
" Udah tenang aja Kia, aku udah pesenin masakan yang rekomend disini. "Ucap Safira
"Oh ya? Makasih loh mba, kebetulan aku juga lagi kelaparan. Gara-gara aku mau beli cakwe sama telor gulung di pinggir jalan gak dibolehin sama Mas Mirza. "Ucap Kirana melirik sinis suaminya
" Makanan pinggir jalan gak sehat Kirana, "Sahut Mirza
" Kamu suudzon banget sih Mas, itu tuh langganan aku dan pedagang nya bersih kok. "
"Beli disini aja lebih terjamin kebersihan nya. " Ucap Mirza tidak mau kalah
"Hadeuh perkara telor gulung aja jadi ribut, minta tolong Fira aja dia mah serba bisa Kia. " Ucap Arsen
"Iya Kia nanti pas Di Bali kita bikin ya jangan cemberut gitu. " Safira menenangkan Kirana
"Tuh dengerin sayang, bikin aja sama Fira ya nanti di Bali. " Ucap Mirza pada istrinya
"Iya Mas Mirza iya. " Jawab Kirana kesal
Datang pelayan mengantarkan makanan di meja mereka. Terlihat ada 4 porsi bebek bakar dan 4 gelas Lemon tea.
"Nih za, bebek bakar nya enak banget gue udah beberapa kali makan disini. " Ujar Arsen
"Iya keliatan dari tekstur nya lembut banget. " Jawab Mirza
"Cobain Kia, ini enak banget. " Ucap Safira sambil melahap makanan nya
"Iya mbak ini enak banget, bumbunya meresap banget. "
"Safira kalau dirumah sering ekplore resep-resep masakan, jadi kita sekali-kali aja makan di restoran soalnya masakan safira juga enak. " Puji Arsen pada istrinya
"Iya, Safira kan serba bisa. Masak bisa bikin kue jago pantes aja punya restoran terkenal di Surabaya. "
"Gak kaya aku ya Mas, aku kan gak bisa apa-apa. Cuma bisa masak nasi goreng aja sama ceplok telor. Nyesel ya nikah sama aku. " Ucap Kirana Bete
"Enggak sayang gak gitu. Kamu dari tadi sensitif banget sih. " Ucap Mirza
"Mungkin lagi PMS Kak. " Jawab Safira
"Iya emang bener fir. Perempuan kalo lagi PMS gitu ya? " Tanya Mirza
"Ya elah Za, masih mending Kirana. Kalo Fira lebih parah, kalo lagi PMS dia bawaan nya marah2 melulu terus suara nya juga sampe naik beberapa oktaf. Makanya gue bikin hamil aja lah biar gak PMS 9 bulan. " Ucap Arsen sambil terkekeh
"Ya abisnya kamu nyebelin Mas. " Balas Safira
"Kalo Fira PMS gue diam aja rasanya salah Za. "
"Diam-diam ngechat perempuan maksudnya. " Ucap Safira sewot
"Apaan sih yank, "
"Kenapa jadi kalian yang ribut, " Ujar Mirza heran melihat perdebatan suami istri yang ada didepan nya.
"Aku udah kenyang Mas. " Ucap Kirana sama suaminya
Mirza heran melihat piring istrinya yang bersih tak tersisa.
"Kamu kelaperan? " Tanya Mirza
"Iya Mas. " Jawab Kirana
__ADS_1
"Oh iya Kia, Kita belanja nya berdua aja ya. Sekalian kita cerita-cerita. " Ajak Safira
"Ayok mbak, gak apa-apa kan Mas? " Tanya Kirana pada suaminya
"Gak apa-apa, saya sama Arsen tunggu disini ya. " Jawab Mirza
"Aku belanja nya sama Kia ya Mas. " Ucap Safira
"Iya, nanti kalo udah selesai belanja nya telpon. Terus kalo cape istirahat dulu ya. " Pesan Arsen pada istrinya yang sedang hamil.
"Iya Mas, yaudah kartu nya mana? " Safira mengulurkan tangan nya pada Arsen. dan Arsen mengeluarkan kartu dari dompetnya dan memberikan nya pada Safira.
Mirza juga mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya dan memberikan nya pada istrinya.
"Ini pake kartu punya saya. " Mirza memberikan nya pada istrinya
"Aku kan udah ada Mas kartu dari kamu, simpen aja lagi. " Kirana menolak pemberian suaminya
"Ambil aja Kia, tabungan Mirza banyak kamu tenang aja. " Ucap Arsen memanas-manasi sahabatnya
"Iya Kia lagian kan uang suami itu adalah uang istri juga. " Safira menimpali ucapan Arsen
"Maksud aku jangan kartu Mas, uang cash aja ya. Soalnya Kia gak bawa uang cash. " ujar Kia terkekeh
"Yaudah ini bawa aja sama dompetnya. " Mirza memberikan dompetnya pada istrinya.
"Terus nanti kamu bayar gimana? " Tanya Kirana lagi
"Kan ada Arsen yang bayarin. " Jawab Mirza santai
"Sialan." Ucap Arsen tertawa
"Kalo gitu kita belanja dulu ya, kalau ada pesenan chat aja. " Ujar Safira
"Iya yank. " Jawab Arsen
Tanpa sadar dia mengeluarkan bungkusan rokok dan menaruh nya diatas meja. Padahal Kirana belum beranjak dari tempat duduknya.
"Kamu ngerok*k mas? " Tanya Kirana
"Boleh, tapi jangan banyak-banyak nanti kamu batuk Mas. " Pesan Kirana
"Iya sayang iya. "
"Aku pergi belanja dulu ya sama mbak fira. "
"Iya nanti telpon kalo udah beres, jangan lama-lama. "
"Iya siap suaami. "
Kirana dan Safira pergi menuju supermarket yang ada di lantai 3 meninggalkan para suami. Setelah istri mereka pergi, Mirza dan Arsen membuka bungkusan rokok dan mulai menghisapnya.
"Lo lagi ada masalah ya? " Tebak Arsen
"Kenapa lo bisa ngomong kaya gitu? " Tanya Mirza
"Dari dulu kan lo kaya gitu, kalo ada masalah pasti lo ngerok*k. Lo ada masalah apa ngomong sama gue. " Tanya Arsen
"Iya lo bener gue lagi punya masalah yang sangat rumit. Tapi gue mohon, lo jangan pernah cerita masalah ini pada siapapun termasuk istri lo sendiri. Gue percaya banget sama Lo. " Mohon Mirza pada Arsen sahabatnya
"Rahasia lo aman sama gue. Masalah apa yang lagi lo hadapi saat ini?"
"Ini soal Clara. Lo inget kan sahabatnya Natasha waktu kuliah. "
"Cewek yang ngejebak lo di Bar? " Tanya Arsen kaget
"Iya perempuan yang udah hancurin hubungan gue dan Natasha. " Jawab Mirza lesu
"Terus ada apa dengan perempuan tersebut? Apa dia datang lagi ke kehidupan lo? " Tanya Arsen lagi
"Intinya gara-gara kejadian dulu di Bar itu buat Clara hamil dan gue baru tahu sekarang Sen. Anak clara udah gede umurnya sekitar 4-5 tahunan kurang lebih. "
"APAAAA? " ujar Arsen dengan suara yang keras
"Lo jangan keras-keras bangs*t." Tegur Mirza yang sedang frustasi memikirkan masalahnya
__ADS_1
"Sorry Za gue kaget. Terus lo udah ketemu sama anak itu?
"Udah, malah yang bikin gue lebih kaget wajah dan karakternya persis mirip gue Sen. Apalagi dia anaknya cantik dan manis terus dia juga panggil gue papa. Karena Clara memberitahu pada anaknya kalo gue ini papanya. Gue bingung, gimana kalo sampe Kirana sampe tahu semua ini, apa dia bisa menerima gue dan anak gue atau malah ninggalin gue. "
"Orang tua lo tau soal ini? " Tanya Arsen membombardir pertanyaan pada Mirza
"Mereka udah tau, karena dulu sewaktu hamil Clara datang ke rumah gue dan meminta pertanggung jawaban gue. Tapi bokap gue menolak, karena disaat itu hidup gue juga lagi kacau. Tapi urusan finansial bokap dan nyokap memenuhi seluruh kebutuhan Clara dan anak gue. Sampai hari ini pun bokap gue belum bisa menerima anak itu sebagai cucu nya apalagi gue dan Clara gak terikat pernikahan. Makanya gue dan Kirana tadi ke rumah sakit buat konsultasi untuk menunda kehamilan. " jelas Mirza
"Emang kalo Kirana hamil kenapa? Maksudnya lo gak mau punya anak dengan Kirana karena lo udah punya anak dari Clara? "
"Bukan gitu maksud gue. Yang gue takutin adalah ketika gue dan kirana memiliki anak, gue yakin bokap dan nyokap gue lebih gak bisa menerima anak gue dari Clara. Lo liat ini, " Mirza menunjukan foto anaknya pada Arsen. Dan ketika melihat foto yang ditunjukan oleh Mirza, Arsen kaget bukan main.
"Anjrit ini mah fotokopian lo banget Za. Mirip banget malahan, apalagi bibir dan matanya mirip sama lo. "
"Makanya gue bingung. Tapi gue udah berencana mindahin anak gue ke Bandung. Karena kalo gue bolak-balik ke Banjarmasin gak mungkin. " Ujar Mirza
"Tapi mindahin anak lo ke Bandung itu lebih beresiko Za. "
"Tapi itu satu-satu nya cara, gue bisa ketemu dengan anak gue tanpa ninggalin istri gue. Dan gue juga udah atur tempat tinggal dan sekolahnya. " .
"Tapi sampe kapan lo begini terus Za, lo gak mungkin seperti ini terus. Gue takut rumah tangga lo hancur karena kebohongan. Gue yakin kalo Kirana ini perempuan yang baik. Marah dan kecewa itu manusiawi Za tapi jujur lebih baik jangan sampai Kirana tau dari orang lain. " Pesan Arsen pada Mirza
"Jujur untuk saat ini gue belum siap Sen. Bayangan Kirana ninggalin gue selalu menghantui. "Keluh Mirza
"Tapi lo harus udah mempersiapkan mental lo untuk kemungkinan2 yang akan terjadi. Oh iya soal Acha juga lo belum jujur ke Kirana?
" Soal Acha juga gue belum cerita. Mamp*us Sen, di dompet gue ada foto gue sama Acha. "Ucap Mirza mengagetkan Arsen sahabatnya
"Tamat riwayat lo Za, lagian lo ngapain sih masih nyimpen foto Acha mana nyimpen nya di dompet. Emang gak ada akhlak lo ya.
" Gue lupa bangs*t, di fikir gue sengaja mau bunuh diri. Gue gak bisa bayangin suasana dirumah mencekam malam ini. "Mirza merinding membayangkan kemarahan Kirana
" Tapi lo tenang aja, Kirana gak akan minta cerai gara-gara ini. Ya paling dia gak ngomong seminggu atau 2 minggu paling lama. "Ledek Arsen pada sahabatnya
"Gue harus gimana? " Ucap Mirza sambil mengusap wajahnya
"Ya lo pasrah aja terus jelasin yang sejelas-jelas nya pada Kirana. " Saran Arsen
Tanpa terasa sudah 2 jam mereka ngobrol tapi para istri mereka belum kunjung menghubungi. karena khawatir mereka keluar dari restoran dan mencari para istri mereka. Tanpa sengaja mereka bertemu di depan supermarket, selain belanjaan ternyata banyak sekali paperbag yang ditenteng para istri mereka.
"Pantesan lama Za ternyata mereka mampir dulu ke Gucci, Zara, Channel dan temen-temen nya. " Arsen menghela nafas nya
"Ya udahlah gak apa-apa mungkin mereka butuh," Ucap Mirza santai
Mereka berdua menghampiri para istri mereka didepan supermarket.
"Udah belanja nya? " Tanya Arsen pada istrinya
"Udah Mas, baru aja aku mau telpon eh kamu keburu kesini. " Ucap safira nyengir
Beda dengan Kirana dia memasang wajah yang seperti bersalah karena terlalu lama berbelanja dan juga membeli barang-barang branded.
"Mas maafin aku ya lama terus aku juga beli-beli barang yang gak penting. " Ujar Kirana
"Gak apa-apa sayang, sini saya bawa belanjaan nya. " Mirza membawa paperbag dan troli belanjaan nya
"Lo mau langsung pulang Za? " Tanya Arsen
"Gue terserah istri gue aja, emang kalian mau langsung pulang? "
"Iya kak, soalnya perut aku agak kram. " jawab Kirana sambil meringis
"Ya mbak istirahat aja ya biar besok fresh lagi ya, aku juga mau langsung pulang ini. " Ucap Kirana
"Ya Kia, kasian Arsha juga udah nelponin dari tadi kan. " ucap Safira
"Soal tiket gimana Sen? Aman kan? "Tanya Mirza
"Aman Za, si Dio yang urus. Gue cabut ya duluan Za, Kia. " Pamit Arsen
"Oke kita juga mau balik tapi sebelum balik kita mau ke BR dulu. " Ujar Mirza
"Siap, duluan ya. Lo siap-siap ya Za. " Bisik Arsen pada Mirza sebelum pulang.
Setelah Arsen dan Safira pulang, Mirza mengajak istrinya untuk mampir ke kedai eskrim terlebih dahulu. Karena tadi istrinya meminta dibelikan eskrim dengan brand terkenal Baskin Robins.
__ADS_1