
Kirana sudah sampai disebuah Cafe dan duduk disalah satu kursi yang dekat dengan jendela. Dia memiliki janji dengan seseorang dan menunggu orang nya datang. Sebelum pulang dari Kantor suaminya dia memberi kabar pada suaminya terlebih dahulu tapi sayang nya nomernya tidak bisa dihubungi, jadi dia menitipkan pesan pada sekertaris suaminya.
Tidak menunggu lama, seseorang yang ditunggu nya datang. Dia adalah Biantara, orang dimasa lalu nya yang meninggalkan nya tanpa alasan yang jelas. Laki-laki itu memakai kaus berwarna putih dilapisi dengan kemeja flanel, memakai celana jeans. Penampilannya mengingatkan Kirana pada saat mereka berpacaran dulu.
Bian menghampiri Kirana dan berdiri dihadapan nya. Setelah itu dia menyapa Kirana dan Kirana mempersilahkan nya untuk duduk. Posisi duduk mereka berhadapan-hadapan. Setelah duduk Bian hanya memperhatikan Kirana, tanpa berbicara sepatah kata pun sampai Kirana yang memulai obrolan nya.
"Saya disini gak bisa lama-lama, kalau suami saya tahu saya bertemu kamu bukan hanya karir kamu yang hancur tapi rumah tangga saya juga bisa berantakan. " Ujar Kirana dengan nada yang ketus
"Kamu tenang aja, aku gak akan merusak pernikahan kamu. Aku cuma ingin menyelesaikan urusan kita yang belum selesai. " Jawab Bian tegas
"Urusan apa? Udah gak ada urusan apa-apa diantara kita berdua. " Ujar Kirana
"Ini tentang hubungan kita, Kirana. "Balas Bian
"Hubungan apa? Bukannya kamu yang gak pernah menganggap hubungan kita ada Mas. "
"Kamu salah paham Kirana. " Kilah Bian pada Kirana
"Salah paham gimana sih Mas, jelas-jelas kamu yang ninggalin saya tanpa kabar sama sekali. " Ucap Kirana
"Soal itu saya minta maaf, saya punya alasan. " Jelas Bian
"Alasan kalau kamu sudah mempunyai perempuan lain? "
"Gak ada perempuan lain dihidup saya kecuali kamu. " Jawab Bian dengan tegas
"Omong kosong. " Kirana menaikan sebelah alisnya
"Dengerin saya dulu, kamu jangan berasumsi sendiri. "
"Oke, silahkan saya mau dengar penjelasan Mas Bian apa. " Ujar Kirana mempersilahkan Bian untuk berbicara
"Oke saya jelasin biar kamu tidak salah paham. "
**Flashback On
Sebelum berangkat ke New York, Bian menemui ayah nya Kirana di Kantornya. Hubungan mereka memang sudah diketahui oleh kedua pihak keluarga, dimana hubungan mereka sudah berjalan lebih dari 2 tahun.
Sampai di Kantor ayahnya Kirana, Bian diantar oleh sekertaris nya Pak Fahri ke ruangan nya. Sampai diruangan nya, Bian disambut hangat oleh ayahnya Kirana dan dipersilahkan untuk duduk.
"Selamat siang om, " Sapa Bian
"Siang, silahkan duduk. " Ujar Pak Fahri
__ADS_1
"Iya om, terimakasih. " Bian duduk disofa dengan berhadap-hadapan dengan Pak Fahri
"Jadi gimana nak Bian, kata Kia kamu mau melanjutkan study kamu ke New York? " Tanya Pak Fahri
"Iya om, saya ingin melanjutkan study ke New York dan sekalian saya juga mau pamit sama Om. "Ujar Bian
"Iya nak kejarlah cita-cita kamu. Om selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu. Pesan Om belajarlah bersungguh-sungguh dan selesaikan study kamu dengan hasil yang memuaskan setelah itu kamu pulang ke Bandung dan wujudkan mimpi-mimpi yang sudah kamu dan Kia impikan. Jangan buat Kirana terlalu lama menunggu. " Pesan Pak Fahri pada Bian
"Iya om saya akan menyelsaikan study saya secepatnya dan kembali ke Bandung untuk Kirana. " Jawab Bian bersungguh-sungguh
"Om akan pegang janji kamu. " Ucap Pak Fahri
"Iya om. " Ucap Bian
**Flashback Off
"Terus kenapa kamu mengingkari janji kamu pada papa saya? " Tanya Kirana menaikan suaranya
"Kirana tunggu, saya belum selesai menjelaskan. " Ucap Bian
"Apa yang mau kamu jelaskan? Udah jelas kan kalo kamu yang mengingkari janji kamu sendiri. "
"Jadi setelah beberapa bulan saya tinggal di New York saya dapat kabar kalau perusahaan papa saya bangkrut setelah itu papa saya meninggal. Hidup saya kacau saat itu, kuliah saya berantakan bahkan lingkungan disekitar saya hidupnya liar. Dan saat itu saya sadar, kalau saya gak akan bisa membuat kamu bahagia apalagi mewujudkan mimpi-mimpi kita berdua. Dan sebenarnya waktu papa saya meninggal saya pulang ke Bandung dan saat itu saya menemui kamu kerumah. "
"Saya kerumah kamu dan saya bertemu papa kamu. Papa kamu marah besar sama saya dan bilang kalau saya sudah menyakiti anaknya. Dan papa kamu bilang, jangan pernah menemui kamu lagi.Setelah kejadian itu saya berjanji pada diri saya sendiri kalau saya harus merubah hidup saya dan saya harus segera menyelesaikan study saya dan memantaskan diri saya untuk bersanding dengan kamu. "Jelas Bian pada Kirana
Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Kirana. Dia hanya diam dan menundukan kepalanya, seakan ada yang mengganggu fikiran nya.
" Kirana kamu baik-baik saja? "Tanya Bian cemas
"Saya bingung Mas, kenapa saat itu kamu gak pernah mencoba mencoba menghubungi saya? "
"Selama di New York saya selalu mengirim pesan via email tapi tidak kunjung ada balasan. " Jawab Bian pasrah
"Kamu kirim pesan ke email?
"Iya saya selalu rutin kirim email ke kamu sampai sebelum saya pulang ke Indonesia. Saya bilang kalau saya akan pulang dan menemui kamu. " Ujar Bian
"Semenjak kamu ninggalin aku, aku menutup semua akses dan belajar melupakan semua tentang kita. Dan soal masalalu kita, aku minta maaf karena ketidaktahuan aku membuat hubungan kita hancur. "
"Aku yang minta maaf, mungkin aku kurang memperjuangkan cinta aku ke kamu. Maafin semua kesalahan aku ya. " Bian mendekatkan tangan nya dan menggenggam lembut tangan Kirana tapi Kirana melepaskan nya.
"Maaf mas, aku sudah punya suami. Tentang masa lalu kita biarkan menjadi cerita yang sudah usai dan udah saatnya kamu untuk memulai kehidupan kamu dengan orang lain. Tolong Mas jangan pernah membebani fikiran aku, sudah cukup hubungan kita. Biarkan aku tenang menjalani kehidupan aku dengan keluargaku. "
__ADS_1
"Ya aku ngerti Kirana, saat ini sudah ada Mirza yang menggantikan posisi saya dihati kamu. Dan saya juga gak berniat merusak hubungan kamu dengan Mirza. Aku cuma ingin kamu tahu tentang kebenaran di masa lalu. " jawab Bian tulus
"Iya Mas, terimakasih Mas Bian sudah mengerti dengan posisi aku saat ini. " Kirana tersenyum pada Bian
"Iya Kirana, saya selalu berdoa untuk kebahagian kamu. "
"Iyaa Aamiin. Oh iya soal papa kamu yang meninggal aku gak tahu sama sekali dan soal mama kamu apa beliau sehat? " Tanya Kirana
"Alhamdulillah mama sehat, tapi semenjak papa meninggal mama jadi pribadi yang pendiam. Tapi mama nanyain Kamu pengen ketemu katanya. Kapan-kapan kalau kamu ada waktu,kamu main ya " Ucap Bian pada Kirana
"Insyaallah ya Mas, sekarang kan situasi nya udah berbeda. Salam aja untuk mama kamu. " Balas Kia dengan senyuman
Disela-sela obrolan nya ponsel Kirana bergetar ada panggilan masuk. Dan ternyata itu Mirza suaminya, Kirana segera mengangkat telpon dari suaminya.
"Hallo, Mas. " Ucap Kirana
"Kamu dimana? Kenapa kamu pulang dari kantor gak kabarin saya? " Tanya Mirza membombardir Kirana dengan beberapa pertanyaan
"Aku kan udah kirim pesan ke kamu Mas, " Jawab Kirana
"Katanya kamu pulang ke rumah tapi tadi saya telpon kerumah kamu belum sampe. Kamu kemana dulu? "
"Eu—anu Mas, ini aku ketemu dulu sama temen aku. Abis ini aku pulang kok Mas. " Ucap Kirana dengan terbata-bata
"Temen? Temen yang mana? " Tanya Mirza seolah mempunyai feeling tentang istrinya
"Temen kuliah aku, kamu gak akan tau Mas. Yaudah aku pulang sekarang ya Mas. " Kirana takut Mirza tahu dia bertemu dengan Bian
"Itu kamu dimana? Biar aku jemput kesitu. " Ujar suaminya
"Gak usah Mas, aku bisa pulang sendiri. Lagian bukan nya kamu ada janji makan siang ya. "
"Batal, Pak Bian mendadak ada urusan jadi pertemuan nya diundur sampe dia pulang dari luar kota. Kirim lokasi kamu saya kesitu sekarang. "
"Ini aku udah pesan taksi online Mas, aku pulang ya Mas. Jangan lupa makan siang. " Kirana menutup sepihak percakapan nya.
"Ada apa? Suami kamu marah ? " Tanya Bian
"Nggak. Karena urusan kita udah selesai, aku pamit ya Mas. " Ucap Kirana sambil bangkit dari duduknya
"Iya, saya senang hubungan kita bisa membaik. " Bian tersenyum pada Kirana.
Kirana membalas senyuman nya dan beranjak pergi meninggalkan Bian yang diam mematung menyaksikan kepergian mantan kekasihnya itu. Walaupun tidak ada harapan untuk bisa kembali tapi setidaknya tidak ada kesalahpahaman lagi diantara mereka berdua.
__ADS_1