Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 20


__ADS_3

Sepanjang perjalanan mereka habiskan untuk membicarakan persiapan untuk pernikahan mereka. Semenjak kenal dengan Kirana, sedikit demi sedikit ada perubahan pada diri Mirza. Dari yang semula sangat irit bicara sekarang bisa bercerita selepas itu. Mungkin Mirza yang dulu sekarang sudah kembali.


Akhirnya mereka sampai ditempat tujuan. Kirana dan Mirza turun dari mobil. Mereka disuguhkan pemandangan yang indah, lapangan dengan hamparan rumput hijau. Disekeliling dipenuhi dengan pohon pinus. Mereka menghirup udara segar dan menikmati suasana yang sangat asri dan sejuk.


"Kalo lebih pagi lagi pasti udara nya lebih segar lagi ya Mas. " Ucap Kirana


"Iya, tapi dingin banget disini. " Balas Mirza


"Kita langsung ke Office nya aja Mas. " Ajak Kia


"Boleh, Office nya disebelah sana. " Mirza menunjuk gedung yang tidak jauh dari lokasi nya


Mereka berdua berjalan, seperti biasanya Mirza menuntun tangan Kirana supaya tidak jauh jauh dari dirinya. Sampai di Office nya mereka disambut langsung oleh Staff Marketing nya.


"Selamat Pagi, ada yang bisa dibantu Bapak/Ibu? " Ucap Staff tersebut ramah


"Saya mau Reservasi tempat untuk acara pernikahan. " Jawab Mirza


"Baik, kalau begitu silahkan duduk pak. " Staff tersebut mempersilahkan untuk duduk ditempat yang sudah disediakan. Mereka berdua pun duduk.


"Ditunggu sebentar ya. Saya ambilkan dulu katalog nya. " Ucap Staff marketing nya


"Baik, Pak. " Jawab Mirza


Tidak lama Staff tadi kembali dengan membawa beberapa katalog ditangan nya.


"Ini katalog nya Pak silahkan dilihat dulu. " Ujar Staff tersebut


"Makasih Pak saya liat-liat dulu ya. Maaf dengan siapa pak ? " Tanya Mirza pada Staff itu


"Perkenalkan Saya Andri Pak. " Staff tersebut memperkenalkan dirinya


"Saya Mirza dan ini calon istri Saya Kirana. " Ucap Mirza memperkenalan dirinya dan Kirana


Kirana dibuat salah tingkah pada saat Mirza memperkenalkan nya sebagai calon istri.


"Baik Pak Mirza dan Ibu silahkan diliat dulu katalog nya. " Ucap Andri


"Kamu aja yang pilih. Suka nya yang mana. " Tanya Mirza pada Kirana yang sedang membuka lembar demi lembar katalog nya.


"Kalau ini gimana Mas? " Tanya Kirana sambil menunjukan gambar yang ada di katalog


"Ini bagus, yang waktu itu kamu tunjukin ke saya kan? " Ujar Mirza


"Iya Mas, tema Rustic. "


"Saya mau ambil paket yang Premiun Wedding Mas. Tema nya Rustic, terus untuk akad nikah nya saya ambil yang intimate wedding ya Pak. " Ujar Mirza


"Baik, saya jelaskan terlebih dahulu ya pak untuk Premium Wedding Bapak akan mendapatkan Fasilitas sebagai berikut :


Dari Bukit Pinus


- Pernikahan pribadi satu hari


- Bangku dan meja set kayu 20 set


- Menginap satu malam di vila pribadi kami (satu -


acara hari sebelumnya)


- Parkir


- Keamanan


- Izin Acara & Kebisingan


- Petugas kebersihan


Dari Desain Elior:


- Papan Selamat Datang


- Area Meja Resepsionis


- Buku tamu


- Kotak uang


- Galeri foto


Gerbang masuk


- Dekorasi Lorong (8 bunga berdiri)


- Jalur Lantai Kayu


- Meja Pengantin & Latar Belakang 5x3m


(termasuk lantai 10cm)


- Panggung Band 4x3m & Tenda 6x4m


(akustik)


- Dekorasi Latar Belakang Pita (cahaya peri)

__ADS_1


- Dekorasi Meja Tamu Sederhana hingga


200 orang


- Lampu Hias


- Papan Nama Kayu


- Papan Instagram


- Semua Bunga Segar


Pencahayaan Umum


-Genset 100kva


"Jadi paket ini sudah termasuk dengan Akad Nikah nya pak paling untuk tambahan dekorasinya di 14 juta rupiah. " Ujar Andri menjelaskan fasilitas untuk wedding.


"Jadi berapa total semuanya? " Tanya Mirza


"Total nya, Paket Premium Wedding + Tambahan Dekorasi untuk Akad Nikah. 128 juta ditambah 14 juta jadi 142 juta sudah termasuk pajak ya pak. " Ucap Andri


"OK, untuk pembayaran nya gimana? " Tanya Mirza


"Sebentar pak, untuk tgl berapa ya saya lupa tanya. Takutnya sudah ada yang booking. " Tanya Andri


"Untuk tanggal 22 Desember kira kira bisa pak?" Ucap Mirza


"Wah sebentar lagi ya. Kebetulan di tanggal 22 Desember itu ada yang Reschedule jadi kalo mau booking bisa pak. Dan untuk pembayaran nya karna sudah H-10 jadi Full Payment ya Pak."


"OK, pembayaran nya bisa pake debit card? " Tanya Mirza


"Untuk pembayaran pakai debit card dan Transfer ya Pak. "


"Mas, tanyain juga yang buat Prawedding itu bisa gak? " Ucap Kirana berbisik pada Mirza


"Oh iya pak disini menyediakan jasa untuk Photo Prewedding gak? " Tanya Mirza


"Venue nya aja apa satu paket Pak? " Tanya Andri


"Satu paket Pak, kalau ada boleh deh sekalian." Ucap Mirza


"Untuk kapan rencana nya pak?


" Hari ini aja pak, biar sekalian. "Ucap Mirza singkat


" Bisa Pak, untuk harga di 5.000.000,- per 6 jam ya pak. Jadi total semuanya 147.000.000,-"


"Ok pak siap. " Ucap Mirza sambil mengeluarkan kartu berwarna hitam dan memberikan nya pada Andri


"Ok, kamu tunggu disini sebentar ya. " Ucap Mirza


"Iya Mas. " Jawab Kirana


Mirza beranjak dari tempat duduknya. Setelah Mirza pergi, Kirana membuka ponselnya dan ada beberapa pesan masuk. Tapi ada satu pesan masuk yang membuat Kirana heran, yaitu pesan dari Sahabatnya Arga.


Arga Rafisqi


Kenapa harus Mirza???


Isi dalam pesan tersebut membuat Kirana mengerutkan kening. Dia berfikir apa ada yang sudah memberitahunya tentang hal ini. Dengan cepat Kirana membalas pesan dari Arga.


Kirana Aludra


Maksud Lo apa Arga?


Tidak lama pesan balasan dari Arga masuk.


Arga Rafisqi


Gue, udah tau semuanya Kia. Lo mau nikah kan sama Kakak gue? Kenapa lo gak pernah bilang kalo laki laki yang deket sama lo itu Mirza!


Kirana Aludra


Kalo soal Mas Mirza, gue tau pas dia datang kerumah sama Orang tua lo. Gue gak tau sama sekali sebelumnya.


Arga Rafisqi


Terus secepat itu lo mutusin nikah sama dia? Padahal lo baru kenal sama Mirza kan. Gue takut Mirza nikahin lo karna sesuatu.


Kirana Aludra


Maksud lo? Dia nikahin gue terpaksa?


Kirana membalas pesan Arga tapi pesan nya hanya dibaca saja oleh Arga


Kirana Aludra


Arga, jawab gue. Apa lo tahu sesuatu?


Lagi lagi pesan Kirana hanya dibaca saja oleh Arga. Tanpa Kirana sadari dari tadi Mirza memperhatikan Kirana, raut wajah nya berubah pucat seperti ada yang di pikirkan nya.


Apa maksud Arga ngomong gitu? Apa gue tanya langsung sama Mas Mirza? Tapi gak mungkin Arga bilang kaya gitu kalo dia gak tahu apa apa. Ok, kayanya gue harus tanyain langsung ke Mas Mirza. Batin Kirana


"Hei, are you ok? " Tanya Mirza yang melihat wajah Kirana pucat

__ADS_1


"Eh, Hmm. Ada yang mau aku tanyain sama kamu Mas? "Ucap Kirana


" Tanya apa? "Tanya Mirza


Tiba tiba datang seorang laki laki dengan kamera di tangan nya.


" Maaf Pak, saya photografer nya. Saya mau tanya untuk konsep Pre Wedding nya seperti apa ya Pak? "Tanya photografer nya


" Saya belum ada konsep apa apa karna emang dadakan banget Mas. Bagusnya seperti apa ya?" Tanya Mirza


Photografer tersebut tampak berfikir dan memperhatikan Kirana dan Mirza.


"Menurut saya foto ala ala candid gitu aja Pak. Jadi lebih natural aja. " Saran photografernya


"Terus ini baju nya gimana Mas? Soalnya saya gak bawa baju ganti lagi. " Timpal Kirana


"Gapapa bu. Memang konsep candid nya seperti itu, kalau ganti baju gaakan keliatan natural. Paling ibu tinggal Touch up aja sedikit." Ucap photografer tersebut yang diperkirakan usianya 20 tahunan


"Oke Mas, kalo gitu saya siap siap dulu ya. Toilet sebelah mana ya? " Tanya Kirana


"Sebelah sana bu. " Ujar photografer nya sambil menunjukan arah ke toilet


"Mau saya anter? " Tawar Mirza


"Gak usah Mas, aku sendiri aja. " Kirana menolak tawaran dari Mirza


"Kalo gitu saya tunggu disana ya. " Ucap Mirza


"Iya Mas. "Jawab Kirana


Kirana berjalan ke arah toilet dengan langkah gontai, karena masih kefikiran dengan yang diucapkan Arga di chat tadi. Sampai di toilet dia berdiri didepan cermin dan memperhatikan dirinya sendiri sambil berbicara sendiri didepan cermin.


"Apa maksud dari ucapan Arga ya. Apa bener kalo Mas Mirza nikahin gue karna ada maksud dan tujuan. Tapi kalo dia gak tulus nikahin gue, rasanya gak mungkin dia rela ngeluarin duit sampe ratusan juta. Bingung gue, tapi setelah acara lamaran itu gue gak liat ada keanehan di diri Mas Mirza. Biasanya gue bisa ngenilai orang walaupun cuman ketemu sekali. Tapi ke Mas Mirza kenapa rasanya sulit ya. " Gumam Kirana sedikit frustasi.


Tiba tiba ada ada bunyi panggilan masuk, tapi Kirana heran karena itu bukan nada dering nya. Dia membuka tas nya, dan ternyata ponsel Mirza yang berbunyi tertera nama Dimas. Beberapa kali nama Dimas memanggil tapi Kirana tidak mengangkatnya. Setelah berhenti berdering ponsel Mirza, sekarang beralih ponsel Kirana yang berbunyi tertera nama My Brother. Dia segera memencet panel berwarna hijau.


"Hallo, tumben telpon. Baru inget ya punya adek. " Ucap Kirana


"Kakak nya telpon itu kasih salam, bukannya di omelin kaya gini. " Ucap Alpa


"Assalamualaikum Kak. " Ucap Kirana


"Walaikumsalam, nah gitu dong baru cakep. " Ujar alpa


"Kakak kapan pulang ke Bandung? Adeknya kan mau nikah, gak mau kenalan dulu sama calon adik ipar? " Ujar Kirana


"Kakak pasti pulang, tapi gak bisa sekarang2. Soalnya masih banyak kerjaan, terus ada kunjungan lapangan ke Palangkaraya. Kak Acha juga masih sibuk. " Ucap alpa pada adiknya


"Hmm, tapi datang ya. Masa di hari bahagia adiknya gak dateng. Awas aja Kia ngambek sama Kakak. " Ucap Kirana cemberut


"Kakak dateng bawel, paling h-1 Kakak sampe Bandung. Jadi rencana nya Kakak sama Kak Acha dan Abel mau liburan di Bandung. Jadi Kakak ambil cutinya sekalian dek. " Ujar Alpa


"Bener ya. Sekarang Kakak ini dimana? " Tanya Kirana


"Ini Kakak di Kantor. Kenapa emang nya?" Jawab Mirza


"Gak apa apa. Aku cuman kangen aja sama Kak Acha dan Abel. Tapi Kak Acha lagi sibuk ya? " Tanya Kirana


"Kak Acha hari ini off, masih sibuk sama kerjaan rumah kayanya. Dia juga bilang kangen sama kamu, malah dia yang pengen cepet cepet ke Bandung, kangen yang ada di Bandung katanya. Padahal Kakak sering suruh kalo lagi Off ke Bandung, tapi maunya bareng sama Kakak terus. " Ucap Alpa tersenyum


"Iyalah pasti. Kenapa sih gak kerja di Bandung aja malah di Jakarta. Jadi jauh jauhan kaya gini kan. " Ucap Kirana


"Yaelah dek, Jakarta-Bandung mah deket gak sampe 3jam. Kalo Kakak gak bisa kesana, ya kamu dong kesini nengokin kakaknya. " Ucap Mirza


"Hmm, iya nanti aku samperin kesana. " Ucap Kirana


"Btw, kenapa rencana pernikahan nya mepet banget sih? Waktu itu Papa yang nelpon ngabarin soal pernikahan kamu. " Kata alpa


"Kesepakatan 2 keluarga aja Kak, mungkin calon suami aku udah mateng usia nya buat nikah jadi cepet cepet. Ini aku juga lagi di Lembang buat nanti acaranya. Tempatnya enak banget loh Kak, sejuk banget pokonya. " Ucap Kirana antusias


Kirana me-loudspekerkan ponselnya karena dia mau touch up wajahnya.


"Oh iya, Kakak ikut seneng dengernya. Jadi mau apa nih Wedding Gift dari Kakak? " Tanya Kakaknya tersenyum


"Jadi temen temen nya calon suami aku itu ada yang ngasih tiket pesawat ke Maldives PP terus ada yang paket honeymoon di Bali. Jadi kalo Kakak mau ngasih hadiah pernikahan yang lain aja ya, Mobil contohnya. " Ucap Kirana terkekeh


"Ternyata Circle calon suami kamu gak main main ya dek. Gak sabar pengen ketemu. " Ujar Alpa


"Mungkin Kak. Aku mau Photo Pre Wedding dulu ya. Nanti kalo ada waktu luang telpon aku lagi ya Kak. " Ujar Kirana


"Oke, kalo gitu. Kakak doain lancar sampe hari pernikahan ya Dek. "


"Iya Kakak ku yang paling ganteng. "


"Salam buat calon suami kamu ya. Assalamualaikum. " Kakaknya mengucapkan salam


"Walaikumsalam Kak. "Ucap Kirana menutup telepon nya


Tiba tiba Mirza datang menyusul Kirana. Dan membuat Kirana terkejut.


"Kamu udah beres? Kenapa lama? Itu photografer nya udah nungguin. " Ucap Mirza dengan nada yang sedikit meninggi


"Iya iya Mas, ini udah beres. " Ucap Kirana sambil membereskan peralatan make up nya


Tanpa jawaban, Mirza hanya menarik perlahan tangan Kirana dan menggenggamnya lembut.

__ADS_1


__ADS_2