Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 62


__ADS_3

Diruangan Meeting sebelah ruang kerjanya saat ini Mirza berada. Dia sedang berbicara dengan Dimas dan pembahasannya soal kepindahann Aletha Ke Bandung.


"Saya sudah dapat rumah yang sesuai dengan keinginan Bapak. " Ujar Dimas samabil memperlihatkan beberapa foto pada atasan nya.


"Oke, terus untuk sekolahnya kamu sudah dapat? " Tanya Mirza


"Sudah pak, sekolahnya di Royal School dan saya sudah urus semuanya."


"Oke, kamu harus pastikan Kirana tidak tahu soal ini ya Dim. " Pesan Mirza


"Baik Pak, Kira-kira kapan untuk kepindahan nya? " Tanya Dimas


"Hari Sabtu besok saya akan ke Bali dengan sahabat-sahabat saya. Kamu bisa berangkat ke Banjarmasin untuk menjemput Aletha dan Clara tapi kamu harus berhati-hati ya Dim. " Jelas Mirza pada Dimas


"Iya Pak pasti, saya akan mengatur semuanya. " Ucap Dimas


"Oke, terimakasih. Oh iya Dim, Pak Bian gimana?Sudah ada kabar? " Tanya Mirza


"Sudah Pak, beliau minta bertemu di waktu lunch di Atmosfer Cafe pak. "


"Iya, nanti saya kesana sama istri saya. Ada lagi yang harus dibahas? " Tanya Mirza


"Ini monthly report keuangan perusahaan pak, saya baru dapat dari Manager keuangan. " Dimas memberikan draft laporan keuangan pada Mirza


"Wow, penjualan kita meningkat drastis. " Ujar Mirza bangga


"Iya pak ini berkat kerjasama semua karyawan. " Ucap Dimas tersenyum


Ponsel Mirza berdering, ada panggilan masuk. Dia melihat nama yang ada ponselnya ternyata Suster Ana yang menelpon nya. Mirza segera mengangkat telpon nya.


"Hallo Sus, ada apa? " Tanya Mirza


"Hallo, aku Clara. Ada yang harus kita bahas. " Ujar Clara yang menelpon Mirza lewat ponsel suster Ana.


"Bahas apa? " Tanya Mirza ketus


"Soal kepindahan kami ke Bandung, kamu sudah persiapkan ? " Tanya Clara diujung telpon


"Sudah, kamu tenang aja. " Ucap Mirza malas meladeni Clara


"Tapi aku mau rumahnya seperti yang kamu tempati, kamu ingin anak kamu nyaman kan. " Pinta Clara.


"Clara, kamu itu sakit jiwa ya. Harusnya kamu bersyukur, saya pindahkan kamu kesini. " Ucap Mirza kesal


"Satu lagi pastikan sekolah tempat Aletha harus yang terbaik. " ujar Clara.


"Saya tahu yang terbaik untuk Aletha, jangan mengajari saya seperti itu.


"Oke bagus, aku dengar kamu membangun klinik kecantikan untuk istri kamu ya? " Tanya Clara


"Bukan urusan kamu! " tegas Mirza


"Aku gak mau tahu ya, Aletha juga harus mendapatkan bagian yang sama. Kamu ingat Aletha itu darah daging kamu. "


"Aletha belum mengerti hal seperti ini, jadi saya minta tolong jangan pernah racuni fikiran Aletha dengan rencana-rencana busuk kamu. " ujar Mirza kesal .


Mirza membanting ponselnya pada meja membuat Dimas terkejut dibuatnya.


"Dimas, saya ingin lihat rumah yang akan ditempati Aletha. Bisa kamu antar saya. "Pinta Mirza


"Bisa pak. Tapi Bu Kirana gimana pak? " Tanya Dimas


"Biar Kirana menunggu saya diruangan saya. Lagian saya cuma ingin melihat rumah saja, nanti balik lagi ke Kantor. " Ujar Mirza


"Baik pak. "


Mirza dan Dimas keluar dari ruangan meeting. Mereka berdua berangkat melihat rumah yang akan ditempati Aletha dan lokasinya tidak jauh dari Kantor Mirza. Itu semua sengaja Mirza lakukan dengan tujuan agar bisa memantau perkembangan anaknya.


...****************...


Kirana sudah mati gaya, menunggu suaminya yang sedang meeting. Dia sudah menonton Drakor favoritnya, bermain games dan melihat video-video memasak yang ada di youtube tapi suaminya belum juga kembali.

__ADS_1


Dia membuka sosial media dan menscroll beranda nya tapi tidak ada menarik. Ada satu hal yang menarik perhatian nya yaitu ada yang mengirim pesan lewat sosial medianya. Dia membuka pesan tersebut, dan ketika melihat nama si pengirim kirana menutup mulutnya dan membuatnya terkejut.


**Biantara


Kirana, maaf aku menghubungi kamu lewat sosial media karena aku gak punya nomer kamu. Kirana, aku fikir kamu akan menunggu** aku pulang. Tapi aku sadar,Akulah penyebab rasa sakit yang begitu parah di hati kamu. Akulah yang memperlakukanmu dengan buruk. Akulah yang tidak bisa mencintaimu dengan manis. Kamu pantas mendapatkan yang terbaik, sementara aku? Mendapatkan maaf darimu pun sepertinya sudah tak pantas. Lalu aku harus bagaimana sekarang? Aku sangat berharap bisa mendapatkan maaf dari kamu. Walaupun sepertinya sudah tidak ada kesempatan lagi untuk aku. Tapi aku berharap kita bisa menjadi sahabat baik.


Membaca pesan dari mantan kekasihnya Kirana meneteskan air matanya. Dia bingung dengan perasaan nya saat ini. Harusnya Bian menghubunginya sebelum ada Mirza dikehidupan nya bukan untuk saat ini.


"Kenapa baru sekarang kamu menghubungi aku, disaat aku udah mendapatkan pengganti kamu. " Gumam Kirana


pada saat sedang asyik dengan lamunan nya, ada yang mengetuk pinta ruangan suaminya dan Kirana mempersilahkan nya untuk masuk. Ternyata itu adalah Meta, sekertarisnya Mirza.


"Selamat siang Bu. " Ucap Metha


"Iya, kenapa? " Kirana menghapus airmata nya dengan ujung jarinya


"Ibu baik-baik aja? " Tanya Metha yang melihat Kirana menghapus airmatanya


"Baik-baik aja kok, ini saya lagi nonton drakor jadi terbawa suasana. Ada apa? Suami saya masih meeting ? " Tanya Kirana


"Pak Mirza dan Pak Dimas keluar Bu. Mungkin ada urusan. Saya kesini mau menanyakan apakah ibu butuh sesuatu? Atau ibu mau saya bawakan makanan? "


"Gak usah makasih, saya titip pesan sama suami saya kalau saya pulang ya. Percuma saya disini kalau suami saya gak ada. " Ucap Kirana sambil merapikan barang-barang nya


"Tapi bu, saya takut pak Mirza marah. " Lirih Metha


"Nanti saya yang ngomong kamu tenang aja. " Ucap Kirana sambil tersenyum


"Baik kalau gitu, nanti saya sampaikan ke Pak Mirza. " Ujar Metha


"Iya makasih ya. "


"Oh iya bu, apa ibu butuh supir untuk mengantar pulang? " Tanya Metha lagi


"Gak usah saya pakai taksi aja, saya mau mampir dulu ke tempat mama saya. "


"Oh iya bu baik. Kalau gitu saya permisi ya Bu. " Ucap Metha


"Sama-sama ibu. " Jawab metha


Kirana mengirim pesan pada seseorang dan beranjak dari tempat duduk nya dan keluar dari ruangan Mirza.


Maafin aku ya Mas, aku gak bermaksud untuk mengkhianati kamu. Tapi aku perlu menyelsaikan masalah masalalu aku. Batin Kirana


...****************...


Rumah Sakit


Arga sedang visit ke sebuah ruangan yang sering ia kunjungi. Pasien tersebut sering bercerita pada Arga tentang kehidupan nya bersama istrinya, dan cerita dari pasien nya tersebut sangat menginspirasi nya.


"Selamat siang pak Candra dan Ibu, tiap hari makin romantis aja. " Ujar Arga menggoda pasien nya yang umurnya seumuran dengan Pak Askara papanya


"Selamat siang Dokter Arga, " Jawab suami istri tersebut


"Wah sudah makin membaik ya keadaannya, saya kan selalu pesan sama Pak Candra untuk tidak bekerja dulu. Padahal waktu terakhir kesini Pak Candra sudah lebih baik. " Ujar Arga


"Iya Dok, suami saya bandel. Padahal selalu diingatkan untuk tidak kecapekan. " Ucap Bu Candra


"T—tapi Ma, kalau papa gak kerja gimana dengan anak dan cucu kita. "


"Oalah Pak Candra sudah mempunyai cucu? " Tanya Arga


"Sudah dok. " Jawab Pak Candra


"Saya lihat ibu belum makan ya, ibu gak apa-apa cari makan aja dulu biar bapak saya temenin disini. " Ucap Arga


"Jangan dok selama dirumah sakit saya selalu merepotkan dokter. " Ucap Bu Candra sungkan


"Gak apa-apa bu, kebetulan saya lagi gak sibuk. Ibu makan dulu dikantin, nanti kalau ibu telat makan ibu ikutan sakit." Ujar arga bijak.


"Iya dok, kalau gitu saya ke kantin dulu. Saya titip suami saya ya dok. " Ucap Bu Candra

__ADS_1


"Iya bu, ayah gak apa-apa kok. " Balas Pak Candra


"Ibu tenang aja, saya jaga pak Candra disini. "


"Iya dok terimakasih, kalau gitu saya permisi dulu dok. " Ucap Bu Candra


"Iya bu silahkan. " Ucap Arga


Setelah Bu Candra pergi, Pak Candra membuka obrolan pada Arga.


"Dok, saya boleh tanya? " Tanya Pak Candra


"Boleh pak, tanya apa. " Jawab Arga


"Dokter Arga sudah menikah? " Tanya Pak Candra


"Belum pak. " Ujar Arga tersenyum


"Alhamdulillah." Ucap Pak Candra mengucap syukur


"Kok Alhamdulillah, kenapa memang nya pak? " Tanya Arga


"Saya mau kenalkan dokter dengan anak saya. " Ujar Pak Candra


"Bukannya anak bapak sudah mempunyai anak ya? Atau anak bapak yang lain? " Tanya Arga bingung


"Saya cuman punya satu anak perempuan dok. " Ucap Pak Candra senyum


"Oh jadi maksud nya, anak Pak Candra itu single parent? " Tanya Arga yang masih bingung


Pak Candra menggelengkan kepalanya dan raut wajahnya menjadi terlihat sendu.


"Boleh saya cerita dok? " Tanya Pak Candra


"Tentu , silahkan pak. " Balas Arga


"Jadi anak saya dulu hamil dan ketika anak saya meminta pertanggung jawaban keluarga nya menolak terutama ibu nya. Tapi ibunya akan membiayai seluruh kebutuhan anak dan cucu saya. " Ucap Pak Candra


"Terus apa laki-laki nya tahu pak? " Tanya Arga serius


"Ibunya menutupi dari anaknya. Sampai pada saat anak saya melahirkan, ibu nya tidak pernah memberi tahu anaknya tentang kelahiran anaknya. Pada saat cucu saya berumur 5 bulan anak saya mengalami depresi yang hebat dan dengan terpaksa saya rawat diluar negeri. Dunia ini gak adil untuk keluarga saya. " Pak Candra menghela nafasnya


"Terus sekarang anak bapak dimana? " Tanya Arga


"Anak saya sudah pulang dari luar negeri dan sekarang tinggal di Banjarmasin. "


"Terus cucu bapak sama ibu nya? " Tanya Arga lagi


"Iya , tapi dibantu oleh suster dan asisten rumah tangga saya. Karena memang kondisinya belum memungkinkan untuk mengurus anaknya. "


"Saya turut prihatin ya pak atas apa yang menimpa keluarga Bapak. Terus kalau boleh tahu, kenapa bapak ada dibandung? "


"Saya ingin memberi perhitungan pada orang yang sudah menyakiti dan mencampakan anak saya. Saya ingin laki-laki itu mempertanggumg jawabkan perbuatan nya terlebih cucu saya selalu menanyakan sosok ayahnya. Tapi karena kondisi saya yang drop saya kecolongan ternyata laki-laki itu sudah menikahi seorang perempuan. "


"Maksud bapak, bapak ingin membalaskan dendam? "


"Ya tentu saja dok, apalagi.


"Saya mengerti perasaan bapak, tapi kalau boleh saya memberikan saran lebih baik bapak temui keluarga pihak laki-laki dan bawa cucu bapak saya yakin mereka akan menerima dengan lapang.


Pada saat sedang berbicara berdua, Bu Candra datang. Mereka berdua tidak melanjutkan pembicaraan mereka berdua.


" Lagi ngobrol apa sama dokter Arga serius banget. "Ujar Bu Candra


" Biasa Bu obrolan laki-laki. Karena ibu sudah kembali saya minta pamit dulu ya Pak Candra dan Ibu. Pesan saya bapak jangan terlalu banyak berfikir yang berat, bapak harus fokus dengan kesehatan bapak supaya cepat pulih supaya dapat bertemu dengan anak dan cucu Bapak. "Pesan Arga pada Pak Candra


"Tuh dengerin pesan dari dokter Pa. " Ucap Bu Candra


"Iya, terimakasih ya dok. " Jawab Pak Candra


"Iya sama-sama. Saya pamit ya pak. Ujar Arga.

__ADS_1


Arga keluar dari ruangan Pak Candra dan dia langsung menuju ke ruangan Mika.


__ADS_2