Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 33


__ADS_3

Dikediaman Askara, pengajian akan segera dimulai. Tamu undangan sudah mulai berdatangan, mulai dari ibu-ibu pengajian, keluarga besar Mirza dan ada juga anak yatim.


Semua berkumpul dihalaman belakang rumah Mirza yang sudah didekor sedemikian rupa. Acara pengajian dirumah Mirza di dominasi warna putih. Begitupula dengan dengan pakaian nya semua berwarna putih.


Dikamarnya Mirza sedang bersiap siap, selesai mandi, dia memakai pakaian yang sudah siapkan oleh Mama nya. Dia memakai baju koko berwarna putih dengan lengan panjang, celana berwarna cream. Tidak lupa dia memakai jam tangan Tag heuer x Porsche Favoritnya. Dia juga menyemprotkan parfum keseluruh tubuhnya sampai kamarnya penuh dengan wangi parfum nya.


Dinda masuk kedalam kamar Mirza, dengan memakai Kaftan berwarna putih dan hijab berwarna senada.


"Cantik banget kamu, pakai hijab. " Puji Mirza pada adiknya


"Iya dong, aku mah pakai apa aja juga cantik. " Dinda memuji dirinya sendiri.


"Terlalu percaya diri. " Desis Mirza


"Biarin! Udah siap belum, acaranya udah mulai tuh. " Ucap Dinda.


"Ini udah siap," Jawab Mirza


"Cepetan, " Ucap Dinda menarik lengan Kakaknya.


Mirza dan Dinda turun kebawah, dan langsung duduk dikursi yang sudah disediakan. Acara yang berlangsung adalah pembacaan ayat suci Al-Qur'an.


Mirza melihat sekeliling nya ternyata banyak sekali orang yang datang, termasuk saudara dan sahabat-sahabatnya.


Sepanjang pengajian Mirza tampak khusyu, walaupun hatinya tidak karuan. Dia tidak menyangka kalau sebentar lagi, akan menikah.  Acara demi acara sudah dilewati, tiba saatnya acara yang membuat jantung Mirza tak karuan.


"Acara selanjutnya yaitu permohonan doa restu. Kepada calon mempelai pria dipersilakan untuk membacakan permohonan agar direstui dalam menikah dan meminta didoakan untuk kebahagiaan dan kelancaran dalam pernikahan." Ucap MC membacakan susunan acara nya.


"Kepada Ananda Mirza dipersilahkan, untuk bersimpuh di hadapan Ayahanda dan Ibunda. " Ujar MC melanjutkan.


Mirza berdiri dari tempat duduknya dan melangkahkan kaki menuju tempat duduk Papa dan Mama nya dan bersimpuh dihadapan mereka. Ini pertama kali nya dia bersimpuh dihadapan orang tua nya.


"Silahkan ananda, langsung saja dimulai ya. "Titah Mc pada Mirza untuk membacakan selembar kertas yang ditulis langsung oleh Mirza.


"Papa, Mama... Pada hari yang cerah dan penuh kebahagiaan ini, izinkanlah Mirza bersimpuh di hadapan Papa dan Mama, untuk menghaturkan sembah bakti, serta terima kasih dari Mirza, yang setulus-tulusnya kepada Papa dan Mama.


Rasanya, tiada kata serta kalimat, yang pantas untuk dapat melukiskan rasa terima kasih Mirza kepada Papa dan Mama. Karena, selama ini Papa dan Mama telah merawat, membesarkan, dan mendidik Mirza dengan baik. Sejak dari kandungan, hingga dewasa seperti sekarang ini." Ucapan Mirza tertahan suara nya semakin berat dan suasana pun berubah menjadi haru.


"Betapa Papa dan Mama melakukannya dengan penuh kesabaran, perjuangan, dan penuh kasih yang tak terhingga. Cinta kasih Papa dan Mama, merupakan anugerah terbaik yang Allah berikan kepada Mirza.


Papa dan Mama yang Mirza hormati, pada kesempatan yang tak terlupakan ini, perkenankanlah Mirza untuk memohon ampunan dan maaf, yang sedalam-dalamnya. Dalam lindungan kasih Papa dan Mama, telah banyak kesalahan dan kekhilafan yang Diana buat selama ini. 


Mirza seringkali membuat Papa dan Mama bersedih hati, bahkan kecewa atas sikap Mirza selama ini. Namun hal tersebut tak lepas dari kelemahan Mirza, juga bahwa Mirza masih berproses menjadi insan yang baik. Sekali lagi, Mirza memohon ampun dan maaf dari hati terdalam Papa dan Mama." Akhirnya pertahanan Mirza runtuh. Ada yang bilang ketika laki laki mengeluarkan airmata, itu artinya bukti ketulusan seorang laki-laki.


Semua orang yang disana ikut mengeluarkan airmata nya, melihat ketulusan seorang anak laki laki pada orang tua nya.


Mirza melanjutkan lagi ucapan nya, "Mirza ingin meminta izin kepada Papa dan Mama hendak menikah dengan perempuan pilihan Mirza yang bernama Kirana Aludra. Mirza hendak melaksanakan kodrat insani yang telah digariskan oleh-Nya, sebagaimana yang telah dijalani oleh Papa dan Mama. Mohon doa restunya, Papa, Mama. Dan Pada akhirnya, Mirza hanya mampu mengucapkan terima kasih. Terima kasih atas cinta kasih dan perjuangan Mama dan Papa selama ini."Mirza mengakhiri ucapan nya, yang membuat papa nya menitikan air mata dan mama nya menangis tersedu.


"Suasana menjadi sangat haru sekali ya, selanjutnya ucapan tanda kasih dari Papa dan Mama untuk ananda Mirza, waktu dan tempat dipersilahkan. " Ucap MC


Panitia memberikan Mic kepada Pak Askara.


"Anand Mirza, putra pertama Papa dan Mama. Kamu tahu apa arti nama yanga papa berikan kepada kamu, Mirza artinya pemimpin dan Hikari itu Cahaya. Harapan Papa dan Mama dulu, ingin kamu menjadi pemimpin yang memberikan cahaya kepada siapapun. Sungguh, Allah telah mengabulkan do'a Papa dan Mama. Ananda Mirza, Tidak ada yang perlu dimaafkan untuk ananda . Karena sebelum ananda meminta ma’af, Papa dan Mama sudah mema’afkan dan mengikhlaskan dengan semua kesalahan ananda. Ananda sekarang bagaikan kertas putih tidak ada satu pun bintik hitam di dalamnya. Papa dan Mama memberikan restu kepada Ananda untuk menikahi wanita pilihan kamu yang bernama Kirana Aludra. Papa dan Mama senantiasa mendoakan yang terbaik dan semoga Ananda dan pilihan hati ananda selalu dilimpahi Nikmat dan selalu diberikan kebahagian. "Ucap Papa Askara dengan tegas menahan air mata nya keluar. Beda dengan Mama Karina yang masih saja menangis.


" Silahkan untuk Ananda Mirza untuk memeluk dan mencium Ayahanda dan Ibunda tercinta. "Titah MC pada Mirza.


Mirza memeluk Papa nya dan Beralih memeluk dan mencium Mama nya. Mirza menangis dipangkuan Mama nya, terlalu banyak kesalahan yang ia perbuat pada orang tua nya. Setelah itu Mirza kembali ke tempat semula.


"Rangkaian acara demi acara sudah kita lewati, dan untuk selanjutnya yaitu, pembacaan shalawat dan do’a .Pembacaaan sholawat dan do’a akan dipimpin oleh Ustadz Adi Hidayat. Sebelum acara ini kami tutup, kami memohon maaf atas kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja dalam menyampaikan acara ini dan kepada Allah kami mohon ampun. Kepada Ustadz Adi Hidayat  dipersilakan."


Akhirnya acara pengajian dikediaman Mirza sudah selesai. Semua tamu undangan dipersilahkan untuk mencicipi hidangan yang telah disediakan.


Mirza merasa lagi satu persatu acaranya sudah selesai dilaksanakan. Setelah acaranya selesai, Mirza duduk dikursi paling depan, kepalanya sedikit pusing, karena melihat terlalu banyak orang. Sahabat-sahabatnya menghampiri Mirza yang sedang duduk memegangi kepalanya.


"Za, kenapa lo? " Tanya Arsen yang membuat Mirza terperanjat.

__ADS_1


"Sialan, lo bikin gue kaget." Jawab Mirza


"Lagian lo,gue liatin dari tadi pegang terus kepala. Pusing ya, duit lo abis dipake buat nikah. " Ujar Dio yang diikuti ketawa Arsen.


"Emang bangsat kalian berdua. Lagian kalau duit gue abis lo pada mau pada donasi? " Tanya Mirza kesal


"Lo yang nikah kenapa kita yang rugi. Iya gak Dio. " Ucap Arsen.


"Eh tapi gue serius, lo lagi mikirin apa Za? " Tanya Dio penasaran.


"Gue gak mikirin apa apa, pusing aja gue liat orang banyak. Gak biasa gue. " Jawab Mirza


"Eh, Za lo berangkat ke Lembang besok kan? "Tanya Arsen.


"Iya besok, tapi gue ke Kantor dulu. Siang gue baru berangkat. Kenapa emang nya? "


"Yaelah, Za. Lo kan mau nikah bukan mau holiday. Masih aja mikirin kerjaan. " Sahut Dio


"Besok gue ada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) makanya gue gak bisa batalin gitu aja, walaupun mau nikah gue kan harus tetap profesional. " Ujar Mirza.


"Jadi gini, gue sama si Dio udah booking villa juga yang deket sama tempat lo nikah. Kasihan kan istri-istri kita kalo datang pas hari H nya. " Jelas Arsen pada Mirza.


"Lo besok ngantor dulu? " Tanya Mirza pada Arsen.


"Iya besok gue ngantor setengah hari, habis itu langsung ke lembang. "


"Terus lo kemana? " Tanya Mirza pada Dio


"Gue besok beresin dulu pesanan yang buat sovenir lo. Masih ada beberapa yang belum dibungkus." Jawab Dio


"Kalo gitu berangkat nya bareng aja, gue besok disupirin sama Dimas. Ketemuan ditempat biasa ya. "Ujar Mirza.


"Oke siap. " Jawab Arsen dan Dio bersamaan.


"Za, gimana perasaan lo? Bentar lagi bakalan ganti status. " Tanya Arsen serius.


"Lo sama Dio enak ya, ngerasain First Night. Lah sedangkan gue sama Fira gak ngerasain." Ucap Arsen.


Mirza dan Dio saling berpandangan. Dan langsung menoyor kepala Arsen.


"Ya lagian lo, kaya mobil sih. Di dp duluan. " Ucap Dio tertawa.


"Lo fikir anak lo hadiah Kinder joy? Pake ngomong gitu segala. " Ucap Mirza.


"Iya, bener tuh kata Mirza. Anak lo kan hasil perbuatan lo sama Fira. Cuma bedanya lo di cicil duluan. " Ucap Dio tertawa diikuti oleh Mirza.


Fira dan Zara datang menghampiri mereka bertiga yang sedang tertawa terbahak-bahak.


"Kayaknya kita ketinggalan berita ya, Zar. " Ucap Fira duduk disamping Arsen.


"Eh yank, kamu udah makan nya? " Tanya Arsen pada istrinya.


"Udah Mas, " Jawab Fira.


"Babe, aku mau sukun. " Kata Zara pada dio suaminya.


"Sukun dimana babe, kamu aneh-aneh aja. " Jawab Dio


"Mas, aku juga pengen banget kue cubit yang ada disekolah SD. " Fira mengelus-elus perutnya.


"Kamu kenapa ikut2an sih. " Jawab Arsen memijat kepalanya.


"Hadeuh, drama rumah tangga dimulai. Lo pada gak bisa gitu sekali aja bikin gue tenang dan damai." Ucap Mirza kesal.


"Sorry Za, maklum istri kita kan hamilnya barengan. " Ucap Arsen.

__ADS_1


"Ayooo babe, kita cari sekarang. " Rengek Zara pada suaminya.


"Aku harus cari sukun dimana babe? " Jawab Dio Frustasi.


"Gue tau, " Ucap Mirza.


"Dimana Za, biar gue cabut sekarang? " Tanya Dio antusias.


"Di google. " Ucap Mirza santai


Arsenio dan Istrinya tidak bisa menahan tawa mendengar jawaban konyol dari Mirza.


"Mampus, " Sahut Arsen tertawa.


"Bangsat, gue kira lo beneran tau. " Jawab Dio.


"Ya, mana gue tau, anjay. Gue kan bukan tukang sukun. " Balas Mirza.


"Jangan gitu lo sama kita berdua. Gue sumpahin, ngidam istri lo nanti lebih aneh daripada istri2 kita. Ya gak, Sen. " Ucap Dio meminta persetujuan pada Arsen.


"Iya bener Za, awas aja lo. " Ucap Arsen memperingatkan.


"Kenapa jadi pada ribut gini sih. Mending kita bantuin cariin sukun buat Zara. Kalau kue cubit kan ada dipinggir jalan juga. " Ucap Safira


"Ide bagus, lo mau ikut nggak? " Ajak Dio pada Mirza


"Enggak! " Tolak Mirza.


"Jadi gini yank, buat acara besok kita berangkat nya barengan sama Mirza. " Ucap Arsen pada Istrinya


"Oh gitu, berangkat jam berapa? " Tanya Fira


"Ya abis makan siang lah, " Jawab Arsen.


"Gue mau ngucapin terimakasih karena kalian udah nyempetin datang ke acara gue. " Ucap Mirza


"Iya sama-sama. Ini sih belum seberapa Za, lusa lo bakal lebih deg degan lagi. " Ucap Arsen


"Iya bener, pokoknya lo harus persiapin diri lo." Timpal Dio


"Iya oke siap, thanks buat support nya. " Balas Mirza.


"Bye the way, di tempat Kia juga hari ini ya pengajian nya? " Tanya Safira.


"Iya hari ini, gue dari kemarin gak kontekan sama Kia. " Jawab Mirza


"Gue mau tanya serius sama lo, " Ucap Arsen


"Mau tanya apa? " Balas Mirza.


"Perasaan lo sama Acha gimana? " Tanya Arsen


"Kenapa lo tanya gitu? " Ucap Mirza heran


"Ya gue tanya aja. Jangan sampe lo sia-sia kan perempuan kaya Kirana, Za. " Pesan Arsen.


"Kalian tenang aja, Acha itu kan masalalu gue lagian dia juga udah punya kehidupan nya sendiri. Gue juga berhak bahagia kan. " Ucap Mirza tersenyum.


"Syukurlah kalo gitu, gue lega dengar nya. " Jawab Arsen.


"Sen, kita cabut sekarang ya. Bantuin gue cari sukun. " Ajak Dio mengajak pulang


"Ayoo. Kalo gitu kita cabut ya, Za. Sampe ketemu besok. "Pamit Arsen.


" Siap, sekali lagi makasih udah nyempatin datang kesini. "Ucap Mirza

__ADS_1


Arsen, Fira, Dio dan Zara pamit pulang. Dan meninggalkan kediaman Mirza. Mereka akan mencari sukun dan kue cubit untuk para istri-istrinya.


__ADS_2