CINTA YASMIN

CINTA YASMIN
Babak Baru


__ADS_3

Ternyata Marcell tidak kembali ke kantor setelah makan siang, rencananya menemani Laura jalan-jalan sebentar nyatanya membuatnya lupa waktu karena terlalu asik bersama wanita itu. Bahkan Marcell tidak mengabari Yasmin sama sekali, ini pertama kalinya bagi Marcell tidak memberi tahu Yasmin kemana dan dengan siapa dia pergi setelah memutuskan Yasmin sebagai wanitanya beberapa tahun terakhir.


Usai jam kantor, Yasmin tidak langsung pulang. ia ingin makan Ice cream lembut dan segar di sebuah kedai yang ada di pusat perbelanjaan kota. Yasmin pun tak terlalu memikirkan Marcell yang tidak mengabarkan keberadaan nya, sebab Yasmin sendiri sempat mendengar jika Mama Helena akan mengenalkan Marcell dengan anak temannya.


Yasmin tahu bagaimana akhir hubungan nya dengan Marcell, terlebih ia juga mendengar pandangan Marcell tentang pernikahan yang menyatakan bahwa pria itu belum siap untuk mengarungi bahtera rumah tangga.


"It's Ok Yas, di dunia ini kamu memang hanya bisa mengandalkan dirimu sendiri, jika kamu berharap pada orang lain maka kesakitan lah yang akan kau dapatkan" gumam Yasmin mengemudikan mobilnya.


"Hah... kenapa orang lain harus perduli padaku jika ayah dan ibu ku saja tidak perduli denganku? mimpi ku terlalu tinggi rupanya" Yasmin tersenyum getir meratapi nasibnya.


"Baiklah, jika memang harus berakhir maka berakhirlah. Jika harus hancur, hancurlah. Pergi dan lupakan semuanya" Yasmin masih memberikan self affirmation pada dirinya sendiri.


Ya begitulah kehidupan Yasmin, saat dia sedih, maka dirinya lah yang harus menghibur diri sendiri, saat jauh, ia harus bangkit sendiri, saat terluka ia juga mengobati lukanya sendiri, dan saat menangis karena kesepian dan kesakitan, maka dia harus memeluk tubuhnya sendiri.


Bahkan saat memulai hubungan tanpa status dengan Marcell, tak banyak yang berubah dalam hidupnya. Dan hingga kini Marcell belum tahu siapa dan dimana orang tua Yasmin. Marcell hanyalah pelengkap dan pengalaman baru dalam hidup Yasmin bahwa 'begini lah rasanya memiliki pasangan' hanya saja Marcell bukan pasangan takdir yang bisa Yasmin miliki selamanya.


Yasmin menikmati satu cup Ice cream dark choco chips cookies yang di pesannya, pikiran nya menerawang jauh tentang Marcell. Besarnya cinta yang Yasmin berikan untuk Marcell nyatanya tak mampu membawa pria itu dalam hidupnya untuk selamanya. Yasmin kini memikirkan kapan waktu yang tepat untuk pergi dari hidup Marcell, ia juga memikirkan kemana akan pergi dan memulai kehidupan baru.


Yasmin harus sesegera mungkin pergi sebelum Marcell mengusir nya. Yasmin tak ingin merasakan bahwa dirinya kembali di buang dan tidak di butuhkan, seperti saat ibunya meninggalkan nya, atau saat dirinya meninggalkan rumah ayahnya. Ah semua terasa menyakitkan, bahagia memang harus kita ciptakan sendiri, jangan berharap bahagia dari orang lain.


"Sepertinya aku mengenal wanita itu" gumam Yasmin melihat Marcell bersama dengan wanita lain di restoran sebrang.


"Dia? benarkah wanita itu dia? dari sekian banyak wanita juga betina kenapa harus dia? ini benar-benar membuatku gila" hati Yasmin begitu berat melihat kenyataan yang ada di hadapannya.


Yasmin memutuskan pergi dari tempat itu sebelum dua orang yang di awasi nya tadi menyadari keberadaannya, terlebih wanita yang bersama Marcell. Sungguh Yasmin tak ingin bertemu dengan wanita itu.


"Breng sek...!!!" umpat Yasmin membanting pintu mobilnya.


Yasmin mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, tak tentu arah, ia ingin meluapkan emosinya kenyataan hidup yang di terima selalu saja menghancurkan, menjatuhkan dan melemparkannya ke dalam lubang gelap. Yasmin benci dengan kenyataan itu.


"Your loser Yasmin" miris sekali mengingat bahwa dirinya tak mampu mempertahankan apa yang menjadi miliknya. tidak ibunya, tidak ayahnya dan sekarang Marcell juga akan terlepas dari tangannya.


*


*


*

__ADS_1


"Yasmin belum datang?" Marcell bertanya pada Dion yang kini berada di ruangannya.


"Sepertinya Nona Yasmin tidak masuk kerja Tuan. Bukannya anda tadi pagi bersama dengan nona Yasmin?" karena setahu Dion, Marcell dan Yasmin tinggal bersama di apartment Marcell.


"Kemarin aku pulang kerumah Mama, dan aku lupa tidak mengabari ataupun menanyakan keberadaan nya" sesalnya.


"Coba kau tanyakan pada Nadya" perintah nya dan Dion langsung keluar menemui Nadya.


...


"Apakah Nona Yasmin tidak ke kantor hari ini?" suara Dion yang tiba-tiba membuat Nadya terjingkit kaget.


"Astaga..." Nadya memegangi dadanya. "Bu Yasmin baru saja mengabari saya kalau beliau tidak bisa ke kantor" jawab Nadya menatap kesal pada Dion.


Tanpa mengucapkan apapun Dion langsung pergi dari hadapan Nadya dan semakin membuat Nadya kesal.


"Bagaimana bisa Tuhan menciptakan manusia sedatar itu di dunia ini? benar-benar menyebalkan, jika saja bukan senior sudah aku lempar dengan sepatuku ini" gumam Nadya lalu melanjutkan pekerjaannya sesuai arahan Yasmin. "Eh...kenapa dia tadi menyebut Bu Yasmin dengan sebutan Nona? ah sudahlah Nadya, kerjakan saja tugasmu" Nadya berbicara dengan dirinya sendiri.


...


"Lalu kenapa aku tidak bisa menghubunginya?" heran Marcell, tidak biasanya Yasmin seperti ini.


"Saya tidak tahu Tuan" Dion menunduk ke kepalanya.


"Baiklah, kau bisa pergi" usir Marcell, lalu Dion kembali ke ruangannya.


"Hufff....apa dia marah karena aku tidak mengabarinya kemarin?" terka Marcell.


"Baiklah biarkan dia merajuk hari ini, nanti malam aku akan membujuknya dengan jurus kamasutra" Marcell yakin bisa meluluhkan Yasmin.


*


*


*


Sementara itu di sebuah balkon hotel, Yasmin tengah duduk santai menikmati sunbathing di pagi hari. Ya Yasmin tidak pulang ke apartment Marcell atau pun apartment nya. Karena mengemudi dengan kecepatan tinggi dan tak tentu arah, Yasmin ternyata sampai ke kota sebelah dan memutuskan untuk menenangkan diri beberapa hari sebelum mengambil keputusan.

__ADS_1


"Jika Tuhan tidak menuliskan takdir yang indah untukku, maka aku sendiri yang akan menulis takdih indahku" gumam nya seraya menyesap jus mangga di gelas.


"Mari nikmati liburan dadakan ini sayang" Yasmin berusaha Menik kesendirian nya.


*


*


*


Marcell terkejut begitu sampai di apartment nya tidak menemukan Yasmin disana. ia bertanya-tanya kemana perginya wanita itu?


Kini Marcell dalam perjalanan menuju apartment Yasmin, Marcell yakin Yasmin ada di sana.


Ceklek... suara pintu terbuka setelah Marcell menempelkan kay card.


"Yas...kau disini?" serunya.


"Come on Yas jangan bercanda"


"Yas.." Marcell sampai dapur tidak ada tanda-tanda kehidupan disana. "Yasmin.." Marcell menuju kamar Yasmin berharap wanita itu ada di sana. Namun nihil, kamar itu pun nampak lama tak di huni.


"Kemana perginya wanita itu?" Marcell melangkah ke ruang tamu.


"Apa dia benar-benar marah padaku karena kemarin? Tapi saat aku dan Mama pergi dia terlihat biasa saja dan baik-baik saja. aneh sekali" gumamnya. Lalu Marcell memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya, karena ponsel Yasmin pun tak bisa di hubungi sejak pagi. Entah kenapa dan kemana Yasmin, Marcell tak mampu menerkanya.


*


*


*


*


*


TBC

__ADS_1


__ADS_2