CINTA YASMIN

CINTA YASMIN
Mencari Yasmin


__ADS_3

Marcell bangun dari tidurnya pukul 12.50


ya sudah setengah hari berlalu dan Marcell baru bangun dari tidurnya karena ia tidur pukul 04.45 setelah pertempuran panas dengan Yasmin. Pria itu langsung masuk ke kamar mandinya untuk membersihkan diri.


Sebenarnya Marcell sedikit heran karena Yasmin tidak membangunkan nya, biasanya meskipun mereka melakukan malam panas hingga menjelang pagi, Yasmin pasti membangunkannya hanya sekedar memberikan segelas susu hangat ataupun jus, dan setelahnya Yasmin membiarkan Marcell tidur kembali, tapi hari ini tidak Yasmin lakukan.


"Yasmin..." seru Marcell yang baru saja keluar dari walk-in closet nya. "Kemana perginya wanita itu? kenapa sepi sekali?" gumamnya keluar dari kamar.


"Yas...kau dimana?" serunya lagi menuju ke arah dapur. "Tidak ada, dia juga tidak menyiapkan makanan untuk ku" lirih Marcell melihat meja makan yang terlihat bersih, biasanya Yasmin menyiapkan makanan untuk Marcell jika ia pergi. kenapa ini tidak?.


Marcell membuka lemari makanan, pria itu mengambil kotak sereal dan mengambil susu di dalam kulkas. Marcell sudah sangat lapar, jadi ia makan sereal dulu untuk mengganjal perutnya, nanti ia akan mencari makan di luar dan mencari tahu kemana perginya wanita yang menghangatkan ranjang nya semalam.


"Kenapa ponsel nya tidak aktif? kemana perginya wanita itu?" gumam Marcell yang masih belum bisa menghubungi nomor Yasmin.


"Apakah dia belanja? tapi dia bukan type wanita yang akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk belanja. Yasmin tidak mungkin belanja" Marcell masih belum bisa menerka kemana perginya Yasmin.


"Biarkan dulu saja, nanti malam dia pasti akan pulang. Lebih baik aku menemui Nyonya Helena" Marcell memutuskan untuk menemui Mamanya.


Marcell mengemudikan Mercedes Benz E-Class E 200 Avantgarde Line hitam itu menuju rumah orang tuanya. Marcell harus memastikan bahwa Mama nya tidak memaksa nya untuk menikah meski sudah bertunangan nanti. Marcell pun harus memantapkan hatinya jika benar-benar akan menjadikan Laura satu-satunya wanita dalam hidupnya, sebab sejauh ini hanya bersama Yasmin saja hubungan itu bertahan lama. Ya hubungan tanpa ikatan dan tanpa status yang di jalaninya dengan Yasmin sudah berjalan selama dua tahun lebih.


"Mbok Minah, Mama dirumah?" tanya Marcell pada wanita yang mengasuhnya dulu.


"Ada Den, mau mbok panggilkan ibu?" mbok Minah menghentikan kegiatannya merapihkan taman menggunakan gunting.


"Biar Marcell saja yang menemui Mama, mbok jangan terlalu capek kerjanya" ujar Marcell.


"Menggunting tanaman tidak membuat mbok lelah apalagi capek Den" ucapnya senang Marcell selalu perhatian dengannya.


"Ya sudah Marcell masuk dulu" Marcell menepuk pundak mbok Minah lalu masuk kedalam rumah.


*


*


*


"Mam, bisa kita bicara?" Marcell menemui Mama Helena yang berada di ruang tengah.


"Bicara saja, ada apa rupanya?" sahut Mama Helena masih melihat katalog yang di kirimkan oleh EO pilihannya.


"Mama tidak berencana menyuruh Marcell segera menikah kan?" Marcell to the poin.


"Maksudnya?"


"Ya meskipun Marcell sudah bertunangan nanti, Marcell tidak ingin buru-buru menikah Mam, entah satu tahun atau dua tahun lagi, Marcell baru mau menikah" jujurnya.


"Apa kau yakin membutuhkan waktu sebanyak itu untuk memutuskan menikah?"


"Mam, kita sudah membicarakan hal ini dulu"

__ADS_1


"Lalu bagaimana jika pihak keluarga Laura tidak bisa menunggu?"


"Kita batalkan saja pertunangan ini" santainya.


"Apa kau gila??" seru Mama Helena. "Walaupun undangan belum di sebar, tapi kabar tentang pertunangan mu sudah tersebar dan menjadi pembicaraan banyak orang Marcell" geram Mama Helena.


"Itu lebih baik dari pada terjadi perceraian setelah pernikahan" sahut Marcell.


"Marcell!!!!! apa yang kau katakan?"


"Dari awal Marcell sudah mengatakan tidak mau di jodohkan Mam. Ya Marcell akui menyukai dan tertarik pada Laura, tapi bukan berarti Marcell mencintai dan berniat menghabiskan seumur hidupku bersamanya"


"Lalu kenapa kau setuju untuk bertunangan?"


"Aku hanya mengikuti kemauan Mama saja"


"Kau ini" Mama Helena melempar kan bantal pada Marcell.


"Ada apa ini?" Papa Robert datang dan bergabung. "Kau apakan istriku boy sampai dia teriak-teriak seperti ini?" Papa Robert duduk di sebelah Mama Helena.


"Papa bisa tanyakan pada istri papa itu" sahutnya.


"Ada apa ini?" tanya apa Robert kepada anak dan istrinya, namun keduanya hanya diam. "Jadi tidak ada yang mau memberi tahu Papa?" ulangnya.


"Aku belum ingin menikah Pa" adu Marcell.


"Pa, Marcell akan segera bertunangan, dan kau bertemu apa masalahnya?" Mama Helena menatap tak percaya pada suaminya.


"Ya aku tahu Marcell akan bertunangan, dan 'akan' itu belum tentu terjadi, dan pertunangan juga belum tentu akan menikah. Semuanya bisa di bicarakan baik-baik, tidak perlu marah-marah seperti ini" bijak Papa Robert.


"Jadi kau mendukungnya? Laura itu putri teman kita jika kau lupa, bagaimana bisa kau bicara semudah itu?" Mama Helena frustasi.


"Ya kali mereka berdua tidak jodoh mau bagaimana lagi? Sebenarnya Papa juga tidak yakin dari awal"


"Itu yang coba Marcell katakan pada Mama Pa, dari awal Marcell tidak mau di jodohkan, Marcell ini masih muda, dan belum berpikir tentang kehidupan rumah tangga" Marcell membela diri.


"Coba Mama bicarakan baik-baik dengan Hana, beritahu hanya tentang keburukan dan kejelekan putramu ini" Papa Robert melirik pada Marcell.


"Papa...kenapa begitu? kan gak harus membuka aib Marcell" protes sang putra pada Papa nya.


"Biarkan mereka tahu tidak hanya kebaikan mu boy, yang buruk juga harus tahu, karena mereka akan menjadi keluargamu dan keluarga selalu menerima anggota keluarga nya, baik ataupun buruk"


"Kan belum tentu Marcell menikah, jadi belum tentu Marcell akan menjadi anggota keluarga mereka" Marcell masih tak terima.


"Jadi kau maunya apa Marcello Regananta" seru Mama Helena geram mendengar percakapan suami dan anaknya.


"Katakan apa adanya saja Mam, tapi jika Mama tidak bisa melakukannya biar Marcell saja yang mengatakan pada Laura" tutur Marcell.


"Kau tega mengatakan hal itu pada gadis sebaik Laura Cell? kau tidak menyesal jika kehilangan gadis seperti Laura?" Mama Helena menatap sendu Marcell.

__ADS_1


"Kalau memang kami berjodoh pasti akan bersama bagaimanapun caranya Mam, benar kan Pa?" Marcell mencari pembelaan Papa nya.


"Ya, katakan saja apa adanya" setuju Papa Robert.


"Jadi Mama gagal mantu tahun ini?" ceplos Mama Helena.


"Mam..!!!" seru Marcell. "Jadi Mama menyuruhku bertunangan karena ingin mantu? Mama ingin pesta?"


"Bukan begitu, hanya saja..." Mama Helena menghela nafas. "Baiklah, Mama kesepian, Mama pingin punya teman ngobrol di rumah, kau lebih suka tinggal di apartment, sedangkan Papa lebih sering pergi dinas" Mama Helena mengungkapkan perasaan nya.


"Tapi tidak harus membuat Marcell cepat menikah Mam, karena pernikahan tidak semudah itu, dan Marcell sangat belum siap menjadi seorang kepala keluarga" Marcell mencoba memberi pengertian Mama Helena.


"Baiklah, aku tidak akan sering-sering keluar negeri, dan sepertinya pensiun dini juga bukan pilihan yang buruk. Kita akan sering berlibur untuk bulan madu" ujar Papa Robert memeluk istrinya.


"Apa maksudnya pensiun dini?" perasaan Marcell tidak enak mendengar kata 'Pensiun Dini'.


"Kau harus menggantikan Papa boy"


"Marcell tidak setuju dengan itu Pa"


"Kau tidak kasihan dengan Mama mu boy?"


"Apakah dulu papa mengenal Mama sebagai seorang aktris pemeran?"


"Maksudnya?" Papa Robert tidak paham arah pembicaraan putra nya.


"Marcell!!!! Mama tidak sedang akting" seru Mama Helena yang tahu maksud putranya.


"Baiklah Marcell pergi dulu, yang penting Marcell sudah menyampaikan hal yang mengganjal di hati Marcell. jika mereka tak keberatan pernikahan nya dilakukannya kurang lebih dua tahun lagi, Marcell pun tidak keberatan untuk bertunangan" Marcell bangkit dari duduknya.


"Kau mau kemana?" tanya Mama Helena.


"Keluar Mam, cari angin"


"Kau jangan macam-macam di luaran sana Cell" Mama Helena menatap tajam Marcell.


"Mam, Marcell sudah berubah" Marcell melenggang pergi dari rumah orang tuanya, tujuannya adalah pulang mengecek Yasmin sudah ada dirumah atau belum.


*


*


*


*


*


TBC 🌺

__ADS_1


__ADS_2