CINTA YASMIN

CINTA YASMIN
Kebersamaan


__ADS_3

Sebuah kafe yang terletak di daerah Ibu Kota, dua orang sahabat wanita tampak bertemu kembali setelah sekian lama berpisah. Komunikasi kedua sahabat itu terjalin kembali karena teman satu kelas mereka saat SMA menghubungi keduanya dan berencana akan mengadakan reuni sekolah.



"Lama banget gue gak ketemu Lo, gue kangen" ucap salah satunya lalu keduanya cipika-cipiki manja.



"Gue juga kangen banget sama Lo, Lo apa kabar?" tanya yang satunya.



"Hufff...kabar gue gak baik, gue baru aja di campakkan oleh tambang emas gue" keluh nya.



"Lo masih jadi sugar baby nya Om-Om?" tanya temannya yang paham akan keluhannya itu.



"Bukan Om-Om aja sih, tapi yang penting royal bagi duit buat gue" Jawabnya. sambil meminum mini yang telah di pesankan oleh temannya.


"Terus yang kemarin mencampakkan Lo siapa" tanyanya.


"Dia masih muda tampan, kaya dan ugh.... Lo pasti gak percaya kalo gue pernah sama dia" membayangkan pria yang telah mencampakkan nya.


"Siapa sih?" temannya penasaran.


"Pewaris Regananta Group, yang tak lain adalah Marcello Regananta" ucapannya bangga. Ya dia adalah Lidia Putri mantan kekasih Marcell yang tak lain adalah wanita ular berwujud rubah betina versi Yasmin.


"Are you serious Lidia" tanya sahabatnya kaget dan tak percaya.


"Of course" yakin seratus persen jika dia memang kencan dengan Marcell.


"Gimana cara Lo dapetin dia?" kepo nya.


"Ya karena gue dan dia sama, bedanya dia pria, tampan, menawan, dan banyak uang. you know lah" jujurnya.


"Lalu kenapa bisa dia mencampakkan Lo? atau dia punya barang baru?" tebak nya.


"Sepertinya sih begitu. Dan barang baru nya adalah sekretaris nya sendiri, sebab sekretaris nya memang gak suka sama gue, dan dia juga yang ngelabrak gue karena minta duit Marcell" tuturnya mengingat betapa bar-bar nya Yasmin melabrak nya di apartemen.


"Oh...Poor Lidia" ucap temannya.


"Lo gak ada empati nya sama gue Ra" kesalnya.


"Hahaa... sorry, jadi sekarang Lo kosongan nih" tanyanya.

__ADS_1


"Ya nggak kosong juga, tiap malam gue kencan, tapi beda kalo gak ada yang tetap, maksudnya selalu ganti pria tiap malam" Lidia menceritakan kondisi nya.


"Tapi tetap ada pemasukan kan?"


"Ya ada lah, gila aja kalo gue gak punya pemasukan. tapi ya cukup untuk have fun and hang out ajah, gue gak bisa berburu barang-barang branded lagi" jujur nya.


"It's Ok lah... yang penting happy"


"Lo sendiri gimana? Lo balik ke Korea lagi?" tanya Lidia.


"Nggak, bokap gue gak kasih izin gue ke Korea lagi" jujurnya.


"Lo enak banget sih punya bokap kaya raya" ucap Lidia iri dengan temannya.


"Biasa aja kali" ucapnya.


"Lo masih kesel karena bokap Lo punya anak yang lain selain Lo sama adek Lo?" tanyanya.


"Gue udah gak kesel sih, lagian tuh anak udah gak di rumah bokap gue kan. Tapi gue hilangnya respect aja jadinya ke bokap" jujur nya.


"Setidaknya Lo lebih beruntung dari pada gue" ucap Lidia.


...


Di Pattaya, Marcell dan Yasmin tengah menikmati makan siang nya di restoran hotel tempatnya menginap. Yasmin semangat memakan Tom Yum Goong, entah mengapa beberapa hari ini olahan seafood dengan kuah merah bercitarasa asam pedas itu menari-nari di kepalanya, bahkan membayangkan nya saja membuat air liur Yasmin memenuhi mulut nya.


"Ini sangat enak, asam pedas segar, membuat lidah ku menari-nari" tutur Yasmin masih setia dengan menu makanannya.


"Bukankah di negara kita juga ada menu seperti itu? kau bisa memakannya setiap hari jika kau mau" ucap Marcell yang juga menikmati Thai red curry with chicken dan nasi tentu nya.


"Aku tahu itu. Tapi rasanya berbeda, sensasi nya juga berbeda, atau entahlah. Aku hanya ingin memakan ini di Thailand, dan kebetulan kita meninjau proyek di sini" tutur Yasmin apa adanya, karena Yasmin sudah makan mencoba makanan tersebut sebelum terbang ke Thailand, dan Yasmin merasa kurang puas.


"Hem... terserah kau saja. Apakah malam ini kita pulang?" tanya Marcell.


"Ya, sayang sekali kita harus pulang" sesal Yasmin.


"Memang kau ingin kemana?"


"Aku ingin ke Korea" tuturnya.


"Untuk apa?" Marcell menatap heran, tak biasanya Yasmin ingin traveling seperti ini.


"Aku ingin makan Sup Ayam Samgyetang Yang hangat" sahut Yasmin semangat.


"Baiklah kita atur jadwal, dan kau harus mereschedule ulang jadwal ku" Marcell mengingatkan Yasmin.


"Baiklah, itu bukan masalah" senang Yasmin.

__ADS_1


...


Marcell dan Yasmin tiba di apartemen pukul 22.15 setelah melakukan penerbangan selama tiga jam lebih dari Thailand ke Indonesia, Dan tentu saja perjalan itu membuat mereka lelah, apa lagi di Thailand mereka juga bekerja, walaupun bukan bekerja dengan otot, namun bekerja menggunakan otak juga tak kalah melelahkan. Tentu saja, semua pekerjaan pasti melelahkan.


"Kau akan langsung tidur Yas?" tanya Marcell yang melihat Yasmin bersiap tidur di atas king size nya.


"Hemmm... aku sangat lelah, biarkan malam ini aku tidur nyenyak" Yasmin sudah menutup tubuhnya dengan selimut.



"Baiklah, aku akan menemui Aldo di cafe bawah" pamit Marcell mendekati Yasmin lalu mengecup kening wanita itu.



"Jangan terlalu larut naik nya" Yasmin mengingatkan Marcell agar tak pulang terlalu larut.



"Aku tahu.." Marcell paham akan pesan Yasmin.



Setelah Marcell pergi, Yasmin bangun dari tidurnya, Yasmin bingung dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Sebab sampai sekarang Marcell tidak memberikan kejelasan akan hubungan mereka. Yasmin memang tidak menuntut apapun pada Marcell. Namun jauh dari lubuk hati Yasmin, Yasmin ingin agar Marcell peka dan mengerti dengan sendirinya jika Yasmin menginginkan suatu hubungan yang resmi dengan kekuatan hukum.


Yasmin keluar menuju balkon kamar, ia membiarkan dingin nya angin malam menerpa kulit mulusnya yang memang Yasmin hanya mengenakan gaun tidur satin sutra dengan tali spaghetti, dan rambut panjangnya di biarkan tergerai.


"Semoga saja kemungkinan yang aku takutkan membawa hubungan ini kearah yang lebih jelas" gumam Yasmin dengan memeluk kedua lengannya.


TBC


🌺🌺🌺


Hallo semuanya...


Terimakasih sudah mampir πŸ™πŸ™πŸ™


Jangan lupa beri rating


Like


Vote


Comment


And


Tapβ™₯️

__ADS_1


__ADS_2