
Marcell menjalani hari-hari nya seperti biasanya, semua yang di kerjakan nya berjalan lancar dengan bantuan Dion dan Nadya. Hanya saja ketika malam datang Marcell masih mengingat Yasmin, bagaimanapun kebersamaan mereka bukanlah sebentar tentu saja Marcell masih terbayang-bayang semua tentang Yasmin, di setiap sudut apartment juga penuh kenangan bersama Yasmin, baik itu kegiatan biasa ataupun kegiatan yang menguras tenaga seperti percintaan panas. Ya keduanya melakukannya dimana pun, di dapur, ruang tengah, ruang kerja, ruang tamu, balkon, kamar mandi, tangga, sepertinya setiap sudut apartment pernah menjadi saksi kegiatan panas mereka.
Tok..tok...tok...
Ceklek....
Nadya masuk keruangan kerja Marcell dengan membawa troli makanan, ada beberapa jenis makanan yang mana semuanya makanan favorit Marcell.
"Makan siangnya Tuan" suara Nadya membuat Marcell sadar dari lamunannya.
"Kenapa banyak sekali?" Marcell beranjak dari kursinya ke arah sofa panjang yang ada di ruangannya.
"Saya tidak tahu Tuan Regan ingin makan apa, jadi saya pesankan beberapa menu" Nadya memindahkan makanan itu dari troli ke meja yang ada di ruangan Marcell.
"Semua makanan favorit saya, dari mana kau tahu?" Marcell memperhatikan semua menu yang ada di mejanya.
"Bu Yasmin sudah memberikan daftar menu dan restoran yang menjadi favorit anda Tuan" jujur Nadya,
"Oh ya? sejak kapan Yasmin memberikan itu?" Marcell baru sadar, beberapa hari ini Nadya selalu menyiapkan makanan favoritnya, juga minuman apa dan kapan harus di berikan kepada Marcell.
"Hari terakhir Bu Yasmin ke kantor, beliau bilang akan mengajukan cuti, karena selama beberapa tahun kerja di sini, Bu Yasmin belum pernah menggunakan jatah cuti nya" terang Nadya.
"Apakah dia mengatakan berapa lama akan mengambil cuti?"
"Bu Yasmin tidak mengatakan berapa lama akan cuti. Tapi Bu Yasmin pesan agar saya bisa menghandle makanan Tuan Regan dan bekerja dengan benar selama beliau tidak ada di kantor" Nadya mengkopi pesan Yasmin.
"Baiklah kau bisa keluar"
"Permisi Tuan" Nadya menundukkan kepalanya lalu keluar dari ruangan Marcell.
"Ternyata kau sudah menyiapkan segalanya Yas, sepertinya kau benar-benar berniat pergi meninggalkan ku" gumam Marcell dalam hati, Marcell merasakan sedikit sakit di relung hatinya.
*
*
*
Seorang pria berjalan memasuki gedung Regananta Group, pria itu membawa sebuah boks dan menuju meja resepsionis guna menanyakan sesuatu.
"Permisi" sapa ramah pria itu.
__ADS_1
"Selamat siang ada yang bisa kamu bantu?" ucap wanita yang menjaga meja resepsionis itu.
"Saya ingin bertemu Tuan Regan, katakan padanya bahwa saya membawa titipan dari Nona Yasmin" ucap Pria itu.
"Apakah sudah ada janji sebelumya?" tanya wanita itu sesuai prosedur yang berlaku.
"Belum, tapi katakan saya membawa titipan dari Nona Yasmin" ucap pria itu, Namun sang resepsionis bersikukuh tidak menghubungi Tuan Regan karena bisa saja pria ini mengada-ada dan Tuan Regan adalah orang yang sibuk, tentu saja dia tidak mau kena getahnya jika sembarangan menerima tamu. Kegaduhan itu mencuri perhatian Dion yang memang baru datang dari luar.
"Ada apa ini?" Dion menatap tajam semua yang ada di meja resepsionis itu.
"Maaf Tuan Dion, pria ini memaksa ingin bertemu Tuan Regan karena ingin menyerahkan titipan dari Bu Yasmin" adu wanita yang berada di balik meja resepsionis itu.
"Kau siapa?" Dion menatap pria itu.
"Siapa saya itu tidak penting, saya hanya ingin menyerahkan titipan Nona Yasmin langsung kepada tuan Regan" ucap pria itu keras kepala.
"Apa tidak bisa di titipan padaku? aku asisten Tuan Regan, aku pasti akan menyerahkan itu pada Tuan Regan" ujar Dion.
"Maaf Tuan, saya tidak bisa mempercayai anda. Nona Yasmin berpesan agar saya menyerahkan langsung dan memastikan Tuan Regan menerima ini" kekeh pria itu.
"Baiklah ikuti aku" Dion berjalan meninggalkan Lift yang akan membawanya ke lantai dimana ruangan Marcell berada, dan pria itu mengikutinya.
Tok..tok....tok...
"Tuan seseorang mengatakan ingin memberikan titipan Nona Yasmin kepada Anda" lapor Dion pada Marcell.
"Siapa?" Marcell mengalihkan pandangannya kepada Dion.
"Saya juga tidak tahu, tapi dia bersikeras ingin menyerahkan titipan itu langsung kepada anda" Dion bicara formal.
"Biarkan dia masuk" perintah Marcell, Dion segera keluar memanggil pria itu.
"Selamat siang Tuan Regan" ucap pria itu duduk di sebrang meja kerja Marcell.
"Kau siapa? bagaimanapun bisa mengenal Yasmin?" tanya Marcell.
"Saya seorang detektif yang dulu di sewa oleh Nona Yasmin, dan beberapa hari yang lalu beliau meminta tolong kepada saya agar memberikan ini pada anda" pria itu menyerahkan kotak besar pada Marcell.
"Detektif?" Marcell sangat terkejut mendengar pengakuan pria itu, untuk apa Yasmin menyewa detektif? siapa yang Yasmin selidiki?
"Kalau begitu saya permisi, karena saya sudah memastikan bahwa titipan Nona Yasmin sudah anda terima" pria itu bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Tunggu, kenapa Yasmin menyewa detektif? siapa yang Yasmin selidiki?" ucap Marcell.
"Itu rahasia saya dan klien Tuan, saya rasa anda tidak berhak tahu dan tidak pentas menanyakan hal itu" jawab pria itu. "Saya tahu anda bukan orang bodoh" sambungnya lalu keluar dari ruangan Marcell.
"Sial..." umpat Marcell, lalu beralih pada kotak besar yang ada di mejanya.
Marcell membuka kotak itu, dan isinya adalah barang-barang yang pernah Marcell berikan pada Yasmin, Tas branded, set perhiasan, beberapa berlian, dan black card yang Marcell berikan pada Yasmin, juga sebuah amplop putih dan amplop coklat. Amplop putih itu berisi surat pengunduran diri Yasmin, dan amplop coklat itu berisi surat pribadi Yasmin untuk Marcell.
📝
Dear Marcello Regananta...
Hai Cell, apa kabar? aku harap kau menjalani hidupmu dengan baik. kau merindukanku?
Maaf jika aku pergi dengan cara seperti ini,
kau tahu aku sangat mencintaimu bahkan aku menyerahkan diriku padamu, aku kehilangan ayahku saat usiaku masih belia dan aku melupakannya, aku menemukan sosok sempurna sebagai pria pada dirimu, perduli, ramah, hangat, baik dan penuh kasih, dan itu semua membuatku mencintaimu. Kau tahu aku wanita cantik dan cerdas, banyak pria menginginkan ku, tapi di hatiku hanya ada dirimu selalu dan selalu.
Jujur saja aku sedih melihatmu berubah, namun hatiku hanya tertuju padamu, sepertinya aku mendadak bodoh saat di hadapkan dengan kata 'cinta' di mataku kau tetap sempurna, kau layaknya dewa Yunani tanpa cacat dan celah. Aku mencintaimu, sungguh sungguh sangat mencintaimu. Tapi cintaku tak mampu membuatmu menjadi milikku selamanya, jadi aku memutuskan untuk pergi, karena aku tak sanggup melihat mu bersanding dengan wanita lain. Terimakasih telah bersamaku beberapa tahun ini, aku bahagia saat bersamamu terimakasih untuk itu. Aku pikir selama kita bersama, aku akan mendapatkan mu seutuhnya dan selamanya, ternyata itu semua hanya harapanku, dan kau masih tidak mencintai ku .
Marcell, aku mengembalikan semua barang pemberian mu, aku tak ingin menyimpan nya sebagai kenangan, biarlah kenangan indah itu tersimpan di hatiku, aku harap kau tidak tersinggung dengan ini. Tapi aku membawa satu kenangan yang begitu berharga darimu, aku janji akan menjaganya dengan baik, ku mohon maafkan kesalahan ku selama kita bersama, dan cobalah menerima dan mencintai wanita itu. Aku akan mengenang mu sebagai pria yang hebat dan baik, aku juga tidak menyesal atas kebersamaan kita.
terimakasih telah singgah di kehidupan ku, memberikan warna indah, aku akan selalu mencintaimu dimana pun aku berada. Berbahagialah pria hebat ku, jaga dirimu dengan baik.,
With love
Yasmin A S
📝
Marcell menatap lembaran surat itu dengan perasaan gundah, Marcell tidak menyangka jika Yasmin mencintai nya sedalam itu dan sedalam itu pula Marcell menyakiti Yasmin.
"Maafkan aku Yas, aku tak seperti yang kau harapkan" gumam Marcell menatap semua hadiah yang pernah di berikan pada Yasmin. Seingat Marcell semua barang berharga yang pernah Marcell berikan ada di dalam kotak besar itu, lalu apa kenangan berharga yang Yasmin bawa? jika semua barang branded yang mewah dan mahal itu ada di depannya?
*
*
*
*
__ADS_1
*
TBC 🌺