CINTA YASMIN

CINTA YASMIN
Terkejut


__ADS_3

Laura dan Mama Hana masih tak percaya mendengar penjelasan Papa Bram yang mengatakan besok pagi Marcell akan datang untuk menikahi Laura. Karena Laura sangat yakin, bukan Marcell yang tidur dengannya malam itu, lalu kenapa Marcell mengakuinya? dan kenapa Marcell bersedia menikahinya bahkan berjanji akan selalu membuat nya bahagia? Papa Bram juga mengatakan jika Marcell sangat mencintainya, padahal dulu saat Laura masih menjadi tunangannya Marcell tidak sedikitpun terlihat mencintai apalagi menginginkan Laura untuk menjadi istrinya, lalu ada apa ini? bukankah setelah Marcell memutuskan pertunangan itu, Laura belum pernah bertemu lagi dengan Marcell?


Lalu bagaimana bisa Marcell mengatakan semua itu pada Papa Bram? apakah ini semua bentuk rasa bersalah Marcell karena telah menyia-nyiakan Laura selama dua tahu? atau apakah Marcell baru menyadari perasaannya pada Laura? terlepas dari apapun itu, Laura sangat senang karena akan menikah dengan pria yang menjadi pemilik hatinya.


"Papa tidak salah dengarkan?" tanya Mama Hana memastikan, bahwa apa yang di katakan oleh suaminya itu kebenaran.


"Tidak, Marcell sendiri yang datang menemui Papa di kantor tadi" sahut Papa Bram.


"Papa benar-benar mendengar Marcell akan menikahi ku kan?" tanya Laura.


"Hem" jawab Papa Bram yang masih marah pada putrinya.


"Persetan siapa pemilik benih ini, yang pasti aku sangat senang akan menikah dengan Marcell. Dan aku juga berterimakasih kepada pria yang menanam benih ini pada rahimku" ucap Laura dalam hati tersenyum puas.


"Laura harus siapkan gaun pengantin yang terbaik dan indah Mah" tuturnya senang.


"Terserah kau saja, Mama tidak peduli" ucap Mama Hana yang juga masih marah pada Laura karena tidak jujur atas apa yang dia lakukan.


"Pah" ucap Laura.


"Tidak perduli mengenakan gaun atau piyama, kau tetap akan menikah" sahut Papa Bram berdiri meninggalkan anak dan istrinya.


"Mama tidak mau tahu apapun" tutur Mama Hana yang juga pergi mengikuti suaminya.


"Kau akan menikah?" seru Leo yang baru saja datang.


"Aku ini Kakak mu Leo, kau sangat tidak sopan" kesal Laura, Leo tidak pernah sopan padanya.


"Who cares" ucap Leo melenggang pergi begitu saja.


*


*


*


Marcell bersiap mengenakan pakaiannya terbaiknya, ia bolak balik berkaca memastikan penampilan nya tampan sempurna karena untuk pertama kalinya setelah dua tahun lebih berpisah dengan Yasmin, hari ini ia akan menemui wanita pujaan hatinya dan akan langsung resmi menjadi miliknya.


"Aku tidak akan melepaskan mu lagi Yas. Bahkan aku tidak akan membiarkan mu melangkah kan kaki keluar dari rumah" gumam Marcell yang tidak ingin kehilangan Yasmin lagi.


"Kau yakin akan menikah dengan Yasmin?" tanya Dion yang dari tadi memperhatikan tingkah sahabatnya itu.


"Tentu saja, Yasmin akan menjadi satu-satunya wanitaku" sahut Marcell.


"Ya aku tahu itu. Maksud ku, apakah kau yakin yang akan kau nikahi hari ini adalah Yasmin dan bukan Laura?" Dion sangat sangsi dengan kebenaran Tuan Bramantyo berhasil menemukan Yasmin.


"Kau ini sama saja seperti Nyonya Helena. si tua bangka Bramantyo itu yang mengatakan sendiri padaku, dia berhasil menemukan Yasmin" ujar Marcell kesal. "Tidak mungkin aku salah dengar, aku ini belum tua apalagi tuli" sambungnya.


"Ya baiklah, tidak perlu marah seperti itu. Aku tahu kamu benar dan aku yang salah" ucap Dion.

__ADS_1


"Memang kapan aku pernah salah?" sombongnya.


"Ya...ya.. kau selalu benar" sahut Dion.


"Kau sudah siap Boy?" tanya Papa Robert memasuki kamar putranya.


"Bisakah Papa berhenti memanggilku 'boy'?" Marcell menatap kesal pada Papa nya.


"Memang kenapa? ada yang salah?" tanya Papa Robert tak mengerti.


"Papa tahu kan kalau Marcell dan Yasmin sudah memiliki anak? Marcell bukan anak kecil lagi Pa, Marcell sekarang sudah menjadi Daddy" bangganya.


"Oh" ucap Papa Robert dan Dion bersamaan setelah mendengar penjelasan Marcell.


"Ck... menyebalkan" ucap Marcell keluar mendahului Papa Robert dan Dion.


"Seorang Daddy tidak pantas ngambek seperti itu kan Dion?" seru Papa Robert sengaja.


"Hanya anak kecil yang melakukan itu Om" sahut Dion, membuat Marcell semakin kesal.


"Ada denganmu Cell?" tanya Mama Helena yang menunggu putra nya di ruang tamu.


"Tidak ada" sahut Marcell acuh, ia melewati wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan awet muda itu.


"Anak itu" gumam Mama Helena.


*


*


*


"Kenapa sepi sekali?" gumam Marcell. "Sepertinya Bramantyo memang tidak ingin mengakui Yasmin sebagai putrinya" Marcell menyimpulkan pendapatnya.


"Aku akan memperlakukan Yasmin seperti putri di rumahku sendiri" sahut Mama Helena.


"Ya, sepertinya kau benar-benar akan menikahi Yasmin" ucap Dion melihat sekitar rumah tidak ada hiasan apapun.


"Di mana Aldo?" tanya Marcell.


"Aku tidak tahu, mungkin masih dalam perjalanan" sahut Dion.


"Kau mengundang nya boy?" tanya Papa Robert.


"Pa please" Marcell memelas pada Papa Robert.


"Papa akan berhenti memanggil mu boy, jika kau sudah resmi menikah" tegas Papa Robert tidak bisa di tawar lagi.


"Ck...tidak masuk akal" gerutu Marcell.

__ADS_1


"Kita masuk saja dulu, biar Aldo menyusul. Kau sudah memberikan alamatnya kan?" tanya Mama Helena.


"Ya" jawab Marcell lalu Marcell dan kedua orang tuanya masuk kedalam kediaman Sanjaya di ikuti oleh Dion.


Seorang pelayan menuntun mereka untuk menuju halaman belakang sebagai tempat upacara pernikahan itu berlangsung. Di sana ada dekorasi sederhana dan beberapa kursi serta meja untuk para tamu yang menjadi saksi pernikahan kedua mempelai.


"Kau datang tepat waktu Marcell " ucap Papa Bram melihat arloji yang ada di pergelangan tangannya.


"Tentu, sudah saya katakan bahwa saya sangat mencintainya" jawab Marcell.


"Itu sudah terbukti dengan adanya benih yang kau tanam" ketus Papa Bram.


"Saya sudah meminta maaf atas itu" sahut Marcell kesal. Sedangkan Papa Robert dan Mama Helena hanya diam saja, tidak mungkin membela Marcell kan? karena mereka tahu apa yang dilakukan oleh Marcell memang sangat salah.


Semua duduk di tempat yang telah di sediakan, semua pelayan juga hadir menyaksikan pernikahan itu. Hanya Leo yang tidak tampak batang hidungnya, entah Kana perginya pemuda itu.


Mama Hana membawa Laura memasuki tempat pernikahan itu berlangsung, Laura pun tampak cantik dengan gaun pengantin putih yang membungkus tubuh indahnya, kehamilannya baru memasuki usia 6 minggu jadi belum tampak perut membuncit.


Marcell merasa deg deg kan mendengar langkah kaki mulai mendekat, ia terlihat bahagia dan gugup, sedangkan Papa Robert, Mama Helena, juga Dion kehilangan kata-kata setelah melihat mempelai wanita itu datang. Apa yang di khawatirkan terjadi, ini pasti ada miskomunikasi antara Marcell dan Tuan Bramantyo, entah siapa yang salah, tapi ketiga manusia itu memilih diam, mereka ingin melihat seperti apa reaksi Marcell.


"Sudah ku duga inilah yang akan terjadi" gumam Dion dalam hati.


"Inilah akibatnya kau menyepelekan nasehat Mama, Marcell" gumam Mama Helena antara sedih dan menahan tawa.


"Kau masih tetap menjadi boy nya Papa Cell" Papa Robert tersenyum tipis.


Laura duduk tepat di samping Marcell dengan perasaan senang, bahagia, dan berbunga-bunga, nyatanya mimpinya kini jadi kenyataan, hanya tinggal beberapa menit lagi ia akan resmi menjadi istri seorang Marcello Regananta, dan akan membuat iri para gadis di luaran sana.


Marcell melirik ke arah Laura.


Deg...


"Kenapa Yasmin sangat mirip dengan Laura?" gumamnya tidak percaya, kemudian Marcell melirik lagi, namun hasilnya masih sama. Mempelai wanita yang ada di sampingnya mirip Laura, atau jangan-jangan..?


"Laura" panggil Marcell.


"Ya" jawabnya.


DUARRRRRRR...........


*


*


*


*


*

__ADS_1


TBC 🌺


__ADS_2