
Yasmin terus berteriak dan mengumpat Marcell, hingga wanita itu kelelahan dan kehabisan tenaga, bahkan rasanya Yasmin tidak sanggup jika harus mengeluarkan tenaganya untuk melahirkan. Namun keinginan Yasmin untuk melahirkan secara normal sangat kuat dan juga di dukung oleh para tenaga kesehatan yang mensupport nya, dan jangan lupa ada Jennie yang selalu setia di samping Yasmin.
Hingga akhirnya dengan sisa-sisa tenaga yang Yasmin miliki, ia berhasil melahirkan Aiden dengan tangis menggema dalam ruangan bersalin itu. Air mata Yasmin pun langsung luruh ketika mendengar suara tangisan bayi mungil itu, ia tak menyangka bisa melewati semua ini seorang diri. Tak jarang ada rasa takut dalam hati Yasmin, bagaimana jika dirinya tidak selamat saat melahirkan? bagaimana dengan nasib bayinya? bagaimana jika ia benar-benar tidak bisa bertemu Marcell lagi? apakah keluarganya akan merasakan kehilangan saat Yasmin hanya tinggal nama? akankah ada orang baik yang mau menjaga anaknya?.
Ketakutan itu terus menghantui Yasmin selama beberapa bulan terakhir, namun kini Yasmin bisa bernafas lega karena ia berhasil melewati dan melawan ketakutan itu. Kini Yasmin harus menjadi wanita yang lebih kuat dan tegar, karena ada seorang anak yang butuh perlindungan dan sandaran. Yasmin berjanji akan menjadi ibu yang baik untuk putranya.
*Flashback Off*
Rasa bersalah Marcell semakin menjadi setelah mendapatkan cibiran dari Mama Helena, Marcell yakin jika dulu Yasmin juga sangat kesakitan saat akan melahirkan putranya, tanpa ada dirinya, bahkan Marcell tidak tahu saat Aiden dilahirkan ke dunia ini karena Marcell baru tahu jika Yasmin hamil setelah dua tahun kepergian wanita itu.
"Tolong maafkan aku sayang, ampuni segala salah dan dosaku, aku sungguh sangat bersalah padamu" ucap Marcell dalam tangisnya.
"Kamu bicara apa sih Cell enghhhh....." Yasmin bingung kenapa Marcell tiba-tiba menangis pilu dan minta maaf padanya? sebab biasanya orang yang akan melahirkan yang minta maaf karena ia tidak tahu akan selamat atau tidak selama proses persalinan. Lha ini kenapa Marcell malah kebalikannya?.
"Maafkan aku sayang, aku banyak salah sama kamu" Marcell semakin tergugu membuat Mama Helena geram, bukannya menguatkan dan memberi semangat Yasmin, Marcell malah entah tenggelam dalam pikiran dan tangisannya.
"Marcell, jika kamu tidak berhenti menangis, lebih baik kamu keluar. Tangisanmu tidak membantu Yasmin sama sekali, karena saat ini yang di butuhkan Yasmin adalah support" kesal Mama Helena, tak habis pikir dengan kelakuannya putra nya.
"Tidak Mam, biarkan Marcell di sini menemani Yasmin" pinta Marcell mencoba menghentikan tangisannya.
Lalu seorang dokter datang memeriksa pembukaan Yasmin yang ternyata sudah lengkap dan siap untuk mengejan. Dokter itu memberikan instruksi pada Yasmin untuk mengejan beberapa kali hingga suara tangisan bayi terdengar menggema di dalam ruangan itu.
Oekkk....oekkk....oekkk.....
Bayi itu terus menangis, lalu setelah tali pusat nya dipotong bayi itu di letakkan di dada Yasmin.
"Bayinya cantik seperti ibunya" ucap sang dokter.
"Dia benar-benar seorang princess" ucap Yasmin menitikan air matanya.
"Tentu saja, dia princess kesayangan Daddy" sahut Marcell mengecup kening Yasmin.
"Terimakasih telah berjuang, dan memberikan kebahagiaan sempurna ini padaku" ucap Marcell yang juga menangis.
"Aku berjanji akan selalu mencintaimu dan tidak akan pernah meninggalkan mu" Marcell semakin menyayangi dan mencintai Yasmine setelah menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri seberapa Yasmin kesakitan saat melahirkan anaknya.
Yang Marcell heran adalah tidak ada keluhan yang keluar dari mulut Yasmin, hanya sesekali rintihan dan lenguhan yang Marcell yakini itu sangat sakit, terlihat dari seberapa kuat Yasmin menjambak dan meremas lengan Marcell hingga bekas kemerahan kuku Yasmin tertinggal di lengan putih Marcell.
*
*
*
Yasmin memandang hari saat putri mungilnya menjadi rebutan antara Papa Robert dan Mama Helena, Bram dan Leo pun juga hadir, Aiden tak mau kalah, ia juga ingin memeluk adik bayi yang selama ini Aiden impikan.
__ADS_1
"Kau menangis sayang?" Marcell melihat Yasmin mengusap air matanya.
"Ini air mata bahagia, aku sangat bahagia bisa berada disini" tutur Yasmin.
"Terima kasih telah menerima ku yang banyak memiliki kekurangan ini" Marcell mengecup tangan Yasmin.
"Aku tahu" jawab Yasmin, membuat Marcell sedikit kesal. Sebab jawaban itu yang sering Yasmin katakan saat dirinya mengungkapkan perasaan atau di saat penting seperti ini.
"Marcell, siapa nama cucu cantik Mama ini?" tanya Mama Helena Tek henti-hentinya memandang wajah mungil sang cucu.
"Ariella Queen Regananta" sahut Marcell.
"Cantik" puji Yasmin.
"Dia akan menjadi ratunya singa betina di keluarga Regananta" ucap Papa Robert.
"Kau dengar itu sayang?" ucap Mama Helena seolah bayi itu mengerti.
"Aku belum tahu nama panjangnya Aiden" ucap Leo sibuk mengambil gambar dengan lensa kameranya.
"Aiden Keith Regananta" bukan Marcell ataupun Yasmin, tapi sang pemilik namalah yang menyebutkan namanya.
"Wah nama cucu Kakek bagus sekali" puji Bramantyo.
"Yes I'm" sombong Aiden.
"Sudah Pa, mungkin dua atau tiga hari lagi mereka sampai Jakarta sebab Daddy masih berada di Afrika Selatan" jawab Yasmin.
"Daddy mu pasti akan sangat senang melihat putrimu" ucap Mama Helena.
"Bukan hanya Albert, tapi kita semua juga sangat senang atas kelahiran Ariella, bukan begitu Bram?" sahut Papa Robert.
"Tentu saja, meskipun aku sudah memiliki Aleena, tapi aku juga sangat senang dengan kelahiran Ariella" sahut Papa Bram, ia hanya datang dengan Leo tanpa mengajak Hana.
*
*
*
Setelah dua hari di rawat di rumah sakit, akhirnya Yasmin dan bayinya pulang ke kediaman Regananta bertepatan dengan datangnya Marrisa dan Albert tanpa Richard sebab remaja itu tidak bisa meninggalkan sekolahnya.
Sambutan meriah tentu saja Yasmin dapatkan, mendadak kediaman Regananta berubah menjadi warna pink sebagai simbol lahirnya si cantik Ariella. Balon, dekorasi, bunga dan pernak-pernik lainnya terlihat sangat indah, sehingga membuat Yasmin berkaca-kaca.
"Apa ini tidak terlalu berlebihan?" gumam Yasmin.
__ADS_1
"Ini bukan apa-apa sayang, jika dulu kau melahirkan Aiden disini, kami juga akan melakukan hal yang sama" sahut Mama Helena memeluk sang menantu.
"Selamat atas kelahiran putrimu sayang" ucap Marrisa memeluk Yasmin.
"Yasmin rindu ibu" Yasmin membalas pelukan sang ibu, setelah Ariella di ambil alih oleh Mama Helena.
"Ibu juga sangat merindukanmu"
"Daddy juga merindukanmu sayang" Albert memeluk istri dan anak sambung nya.
"Ehemmm" Marcell sengaja berdehem karena tidak suka melihat Yasmin di peluk oleh sang mertua.
"Jangan cemburu menantu, kau akan merasakan nya saat putrimu sudah dewasa" sahut Albert.
Semua keluarga hadir, hanya minus Richard dan Hana saja. Wanita paruh baya itu ternyata masih sangat kekanak-kanakan sehingga tidak mau bergabung dengan kebahagiaan anak tirinya. Hubungan Yasmin dan Laura pun sudah semakin dekat layaknya kakak beradik yang sebenarnya.
Beruntung Leo mendalami hobi fotografi nya, sebab saat ini dirinyalah yang paling sibuk mengabadikan momen bersejarah ini. Leo sangat senang memotret senyum bahagia orang terdekatnya seperti ini.
"Pada akhirnya semua akan bahagia di waktu yang tepat" gumam Leo tersenyum melihat hasil tangkapan lensa kameranya.
*
*
*
*
*
END 🌺
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN PARA READERS, TERIMAKASIH SUDAH MENGIKUTI KISAH INI DARI AWAL HINGGA AKHIR.
POKOKNYA AUTHOR SANGAT BERTERIMA KASIH PADA READERS YANG BERSEDIA MAMPIR DAN MENINGGALKAN JEJAK DI KOLOM KOMENTAR 🤗...
MAAF JIKA SAMPAI EPISODE TERAKHIR KALIAN MASIH BANYAK MENEMUKAN TYPO 🙏🙏🙏
KITA BERTEMU LAGI DI KARYA AUTHOR YANG SELANJUTNYA YAAAA
DAN JIKA MUNGKIN ADA WAKTU LUANG SILAHKAN MAMPIR DI NOVEL AUTHOR YANG LAINNYA
__ADS_1
Happy reading yaaaa