
Pasta pernikahan Marcell dan Yasmin di gelar secara mewah dan meriah, pesta itu di hadiri banyak orang penting, dari kalangan Pejabat, Selebritis, juga jajaran Konglomerat negeri, Serta relasi bisnis papa Robert, papa Bramantyo, juga Albert dan masih banyak lagi membuat Marcell menunjukkan wajah kesalnya.
Bramantyo beserta istrinya mendatangi Yasmin dan Marcell yang ada di pelaminan.
"Selamat sayang atas pernikahan mu, semoga bahagia selalu dan langgeng selamanya" ucap Bramantyo tulus.
"Terimakasih atas doanya Ayah" ucap Yasmin memeluk Ayahnya.
"Maaf karena Ayah tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk mu" lalu Bramantyo menyalami menantu nya.
"Tolong jaga dan bahagiakan putriku, dia sudah cukup menderita karena memiliki ayah seperti ku. Jadilah suami yang selalu bisa untuk di andalkan dan di banggakan" pesan Bramantyo.
"Aku tidak akan pernah menyia-nyiakan istriku" tegas Marcell di angguki Bramantyo.
"Selamat atas pernikahan kalian" ucap Hana lalu menarik suaminya pergi.
"Kau baik-baik saja?" Marcell mengkhawatirkan istrinya.
"Aku sangat baik" Yasmin tersenyum.
"Bu Yasmin....." Seru seorang wanita menggendong bayi perempuan.
"Nadya" lirih Yasmin melihat kedatangan mantan asistennya.
"Ya ampun Bu, saya kangen banget sama Ibu. Ibu makin cantik aja" kagum Nadya melihat kecantikan Yasmin.
"Biasa saja Nad, dan panggil aku Kakak, jangan Ibu. Aku belum setua itu" protes Yasmin.
"Siap Kak" senang Nadya.
"Dia putrimu? kau sudah menikah? dengan siapa?" tanya Yasmin antusias.
"Saya...."
"Sayang, kenapa aku di tinggal?" ucap seorang pria yang tengah kerepotan membawa tas wanita dan tas perlengkapan bayi.
"Dion" lirih Yasmin.
"Kak Dion suamiku Bu" ucap Nadya tersipu.
"Really?????" Yasmin tak percaya. "Kau tidak pernah mengatakan padaku jika Dion sudah menikah?" Yasmin bertanya pada Marcell.
"Selamat atas pernikahan anda Nona" ucap Dion tersenyum ramah.
"Berhenti tersenyum pada istri ku Dion" ucap Marcell tak suka.
"Ckk, ada apa dengan mu?" Yasmin menyikut perut Marcell.
"Sayang, Dion yang sekarang sangat menyebalkan" ucap Marcell menatap sinis Dion yang tak berhenti menyunggingkan senyumnya.
"Nadya, cepat bawa suamimu pergi dari sini. Dia semakin menyebalkan, bagaimana kau betah berada di sampingnya" ucap Marcell heran.
"Bukankah Anda yang lebih lama bersama dengan kak Dion, pak Marcell?" Nadya membalikkan kata-kata Marcell.
"Lihat, sekarang kau juga tertular menyebalkan sepertinya Dion" kesal Marcell.
"Baiklah, sekali lagi. Selamat atas pernikahan Tuan Marcell dan Nona Yasmin semoga bahagia selalu dan langgeng selamanya" ucap Dion tulus.
"Itu pasti, lihat saja aku akan lebih bahagia dari pada dirimu" gumam Marcell.
"Kami permisi Kak" ucap Nadya, di balas senyuman hangat Yasmin.
"Berhenti tersenyum" ucap Marcell.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Karena hanya aku yang boleh melihat senyuman mu"
"Ckk, kau..."
"Kak Yasmin" ucap seorang perempuan cantik, menuntun gadis kecil.
"Laura"
"Selamat atas pernikahan Kakak, maaf jika selama ini tingkah laku ku melukai hati Kakak" ucap Laura tulus.
"Ini resepsi pernikahan atau hari raya idul fitri? kenapa dari tadi banyak orang yang minta maaf" celetuk Marcell berhasil mendapatkan cubitan dari Yasmin.
"Ahhhh sayang itu sakit" Marcell sengaja mendesah manja.
"Menjijikkan" cibir seorang pria yang baru saja datang.
"Aldo"
"Hai Yas, eh Kak Yasmin. Selamat telah menjadi nyonya Marcell" ucap Aldo.
"Pi...Pi...Pi..." ucap gadis kecil itu mengangkat kedua tangannya minta di gendong.
"Sayang, ini Tante Yasmin. Hai Tante, aku Aleena putri mami Laura dan papi Aldo" ucap Aldo menirukan suara anak kecil.
"Menggelikan" cibir Marcell.
"Selamat juga atas pernikahan mu Laura, semoga bahagia selalu dan langgeng" ucap Yasmin tulus.
"Terimakasih Kak, doa yang sama juga untuk Kak Yasmin dan suami" ucap Laura tulus.
"Kak Yasmin....." teriak Leo merentangkan kedua tangannya hendak memeluk Yasmin namun dengan cepat Marcell menahannya.
"Kau yang apa-apaan, kenapa berani sekali memeluk istriku?"
"Aku hanya ingin memeluk Kakak ku" kilah Leo.
"Kakak mu ini sekarang istriku, dan hanya aku yang boleh memeluk nya" ucap Marcell memeluk posesif tubuh Yasmin.
"Kau membuatku tidak bisa bernafas Marcell" protes Yasmin, karena Marcell terlalu kuat memeluknya.
"Maaf sayang" ucap Marcell.
"Sudahlah Leo, kau tidak akan bisa memeluk Kakak mu jika ada suaminya. Lebih baik kau ikut kami saja" ucap Aldo sangat tahu sifat Marcell.
"Ckk, menyebalkan. Baiklah selamat atas pernikahan kalian" kesal Leo.
"Hem, terima kasih" ucap Marcell.
"Aleena sama uncle ya, kita cari Kakak Aiden" ucap Leo mengambil alih gadis kecil yang di gendong Aldo. Lalu turun dari pelaminan di susul Laura dan Aldo.
*
*
*
Pesta di mulai jam 20.00 dan hingga jarum jam menunjukan pukul 22.30 belum ada tanda-tanda pesta akan berakhir, tamu semakin banyak dan silih berganti menyalami kedua mempelai membuat wajah Marcell semakin masam.
"Ada apa denganmu?" tanya Papa Robert mendekati putranya.
"Papa ini membuat pesta resepsi atau pesta rakyat? kenapa mengundang tamu sebanyak ini?" keluh Marcell.
__ADS_1
"ini hanya sebagian saja Marcell, tidak semua kenalan kita papa undangan, hanya orang-orang penting nya saja, atau kepala bagian" jelas Papa Robert.
"Ayo kita foto bersama keluarga dulu" ucap Mama Helena datang bersama Marrisa dan Albert. Tak lama Aiden dan Richard juga datang, di susul Laura dan Aldo.
"Dimana Papa dan mama mu Laura?" tanya Mama Helena.
"Leo sedang mencari nya Tante" jelas Laura.
"Baiklah, kita-kita saja dulu yang foto. Bram dan hanya menyusul" ucap Mama Helena, lalu berfoto bersama , berganti-gantian dan dengan banyak pose. Setelah Bramantyo dan Hana datang, mereka semua kembali berfoto bersama dengan senyum cerah, kecuali Mama Hana, hanya menampilkan wajah tanpa ekspresi.
"Foto keluarga ini dua album penuh nanti" celetuk Aldo.
"We are a big family Bang" sahut Leo di sambut tawa yang lainya.
"Baiklah, sekali lagi dengan formasi lengkap" pinta papa Robert, di ikuti oleh semua orang hingga kedua mempelai tidak terlihat.
"Kau lelah?" bisik Marcell di telinga istrinya.
"Tentu saja, betis ku sangat sakit" keluh Yasmin.
"Ayo kita istirahat dulu" ajak Marcell.
"Memang boleh?"
"Tentu saja" Marcell langsung mengangkat tubuh Yasmin ala bridal style, di saat semua orang tengah mengatur posisi, ia melarikan diri tanpa seorang pun menyadari.
"Tunggu, sepertinya ada yang kurang" ucap sang fotografer.
"Apa???" seru semuanya.
"Kedua mempelai tidak terlihat" ucap sang fotografer membuat semua orang menolah ke kursi pengantin.
"Sepertinya ada yang mencuri kesempatan dalam kesempitan" ucap Albert.
"Ada yang ingin cepat ke puncak nirwana" ucap Aldo.
"Pantang melihat peluang" papa Robert menggelengkan kepalanya.
"Dasar tidak sabaran" geram Mama Helena, ia sangat tahu apa yang ada di dalam otak putranya itu.
"Kenapa Mommy dan Daddy tidak mengajakku?" ucap Aiden.
"Bukankah kau ingin segera punya adik?"
"Ya, tapi sekarang kan sudah ada Aleena, uncle Leo bilang, Aleena adik Aiden"
"Kau benar sayang, Aleena juga adik Aiden, dan Aiden akan segera memiliki adik lagi, bukankah itu keren?"
"Woahhhhhh benarkah?" Aiden menatap semua orang yang ada di pelaminan.
"Itu benar sayang" ucap semua orang, kecuali Hana, istri Bramantyo itu tidak suka berada bersama dengan yang lainya, apa lagi disitu juga ada Marrisa, mantan istri pertama suaminya.
*
*
*
*
*
TBC 🌺
__ADS_1