CINTA YASMIN

CINTA YASMIN
Keras Kepalanya Marcell


__ADS_3

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 19.00 dan sampai saat ini Marcell belum berhasil menghubungi Yasmin. membuat ayah satu anak itu kesal bukan main, di tambah lagi pekerjaan yang tak selesai-selesai semakin memperburuk emosinya.


Ceklek....


Papa Robert masuk ke ruangan Marcell, dan melihat wajah masam putra semata wayangnya itu.


"Ada apa dengan wajah mu itu?" tanya Papa Robert pura-pura tidak tahu.


"Ck" decak Marcell kesal.


"Apa?"


"Papa ada perlu apa datang kemari?" tanya Marcell malas.


"Papa hanya ingin mengajakmu pulang bersama" Papa Robert duduk di kursi sebrang meja kerja putranya.


"Papa tidak lihat kerjaan Marcell masih banyak?" ketus nya.


"Kau yang tidak mengerjakannya tepat waktu, kenapa marah pada Papa?" balas Papa Robert.


"Papa pulang duluan saja, sepertinya aku akan tidur di kantor" ucap Marcell.


"Mama meminta mu untuk pulang"


"Marcell banyak peker..."


"Mama mengundang seseorang makan malam bersama kita, dan Mama ingin kamu juga ikut" tegas Papa Robert.


"Pekerjaan Marcell lebih pen..."


"Kau tidak ingat, terakhir kali kau tidak menurut apa kata Mama? Kau ingin mengulang kesalahan yang sama? siapa tahu dengan bertemu tamu undangan Mama bisa membuat mood mu lebih baik" ucap papa Robert.


"Tap..."


"Tidak ada tapi-tapian, ayo pulang bersama Papa. Dion juga sudah pulang" papa Robert bangkit dari duduknya.


"Dion pulang? bagaimana bisa? kur..."


"Papa yang menyuruh nya pulang, kau jangan coba-coba memarahi nya atau memotong gajinya. Ingat tanggung jawab Dion sekarang lebih banyak, ada anak istri yang butuh biaya dan perhatian juga waktu nya" omel papa Robert pada Marcell.


"Entah mengapa aku semakin tidak suka dengan kehidupan Dion yang sekarang. Berani-beraninya dia hidup bahagia bersama anak dan istrinya sementara aku? jangankan bercinta dengan Yasmin, mendengar suaranya saja tidak bisa" gerutu Marcell dalam hatinya.


"Sial" umpat Marcell berjalan di belakang Papa nya.


"Apa kau bilang?" Papa Robert membalikkan tubuhnya menatap Marcell.


"Marcell tidak mengatakan apapun" elaknya.


"Jangan coba-coba membuat Papa marah Marcell" Papa Robert memperingatkan Marcell.


"Ya" sahut Marcell tak bisa berbuat apa-apa.


*


*


*


Di rumah sederhana yang Yasmin dan keluarganya tempati, ibu satu anak itu tengah mempersiapkan putra kecilnya untuk pergi makan malam ke tempat yang paling di inginkan oleh Aiden.


"Kita akan kemana Mom?" tanya Aiden saat Yasmin menyisir rambutnya.


"Kau ingin kemana?"


"Aiden ingin bertemu Daddy" ucap Aiden dengan mata berbinar.


"Kau merindukan Daddy mu?"


"Hemm, sangat"

__ADS_1


"Baiklah, jika kau sangat merindukan Daddy. Maka malam ini kita akan ke rumah Opa Robert"


"Kenapa kerumah Opa Robert?"


"Karena kau merindukan Daddy, apa lagi?"


"Tapi..."


"Sayang Daddy kan anak nya Opa Robert, so..."


"Ahhh.... Aiden lupa, pasti Daddy ada di rumah Opa juga" Aiden tersenyum senang.


"That's right my boy" Yasmin memeluk erat putranya.


"Kalau begitu, Mommy cepat bersiap" perintah Aiden melihat Yasmin masih mengenakan bathrobe.


"Ya, kau turun lah. Tunggu di bawah dengan uncle Richard, Daddy Opa dan Mommy Oma" perintah Yasmin. Aiden ingin ikut-ikutan seperti uncle nya (Richard) yang memanggil Albert dan Marrisa Daddy dan Mommy, tapi karena Aiden sudah punya Daddy dan Mommy sendiri, akhirnya ia memutuskan untuk memanggil Daddy Opa dan mommy Oma pada Albert juga Marrisa.


"Uncle Richard" teriaknya melihat Richard bermain PlayStation di ruang tengah.


"Kau sudah siap?" Richard tidak mengalihkan perhatian nya dari tv besar itu.


"Hem, aku akan bertemu dengan Daddy" bangganya.


"Ya, aku juga ingin bertemu dengan Daddy mu"


"Apa game itu menyenangkan?"


"Tidak, ini membosankan" Richard tidak ingin keponakan nya kecanduan bermain game.


"Benarkah? tetapi uncle terlihat sangat seru memainkannya" Aiden tidak percaya dengan kata-kata Richard, ia lebih percaya dengan apa yang terlihat.


"Tidak, ini membosankan. Ayo kita temui Daddy Opa mu" ajak Richard mematikan PlayStation nya.


*


*


*


"Cepatlah mandi Marcell, sebentar lagi tamu Mama akan datang" perintah Mama Helena.


"Ya" sahut Marcell malas.


"Dan pakai lah pakaian terbaik mu" ucap Mama Helena.


"Hem" Marcell melangkah ke kamarnya.


"Pakai pakaian terbaik katanya, memangnya sepenting apa tamu Mama? bukan pejabat negara kan? yang benar saja, menyambut dengan pakaian terbaik" gerutu Marcell, melepaskan seluruh pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandinya.


"Sebentar kemana perginya Yasmin? kenapa tidak bisa di hubungi? benar-benar menyebalkan" kesal Marcell masuk ke dalam bathtub.


"Rasanya setelah mandi aku ingin tidur" gumam Marcell mulai menutup matanya dalam rendaman air hangat.


Di halaman rumah Regananta, Aiden melihat takjub kediaman Opa Robert, rumah itu memang tidak sebesar mansion Tholense tapi arsitektur rumah itu sangat mewah dan elegan.


"Opa..." Aiden berlari merentangkan kedua tangannya dan langsung di sambut pulang hangat sang Opa.


"Bagaimana perjalanan mu? apakah melelahkan?"


"Cukup melelahkan, tapi Aiden senang dan sangat menikmati nya" celoteh Aiden.


"Ayo masuk, kita ngobrol di dalam" ramah Mama Helena pada keluarga ibunya Yasmin.


"Daddy mana Opa?" tanya Aiden saat sudah berada di dalam rumah.


"Daddy mu sedang mandi. apa kau menyukai rumah Opa?"


"Ya, Aiden suka. Rumah ini besar dan sangat bagus" puji Aiden.

__ADS_1


"Jadi kau mau tinggal di sini kan?"


"Tapi Mommy..." Aiden melirik Yasmin.


"Mommy mu juga akan tinggal di sini sayang" ucap Mama Helena menghidangkan minuman pada Yasmin dan yang lainnya.


"Benarkah? Daddy dan Mommy akan tinggal bersama?" mata Aiden berbinar apa lagi setelah di angguki oleh semua orang. "Berarti Aiden juga akan segera punya adik?" tanya Aiden semakin bersemangat.


"Ya, tepat sekali" sahut Mama Helena tak kalah semangat membuat wajah Yasmin bersemu merah.


"Yes Aiden akan punya adik" teriaknya senang, dan para orang tua tersenyum bahagia.


"Ayo kita ke ruang makan, sambil menunggu Marcell selesai mandi" ajak Mama Helena.


"Wah banyak sekali makanan nya" ucap Richard, remaja 13 tahun itu sangat antusias melihat berbagai menu makanan Indonesia.


"Kau suka makanan Indonesia Richard?" tanya Mama Helena.


"Suka sekali aun...."


"Kau bisa memanggilku Mama, sama seperti Yasmin" ramah Mama Helena yang sudah tahu jika Richard adik Yasmin.


"Benarkah?"


"Ya, tapi kau juga harus memanggil ku Papa" sahut papa Robert.


"Tidak masalah, Aiden juga memanggil Mommy Daddy dengan sebutan Mommy Oma dan Daddy Opa" ucap Richard.


"Mbok Minah, tolong panggil kan Marcell, katakan jika tamunya sudah datang" perintah Mama Helena pada pelayan senior di rumah itu.


Mbok Minah berjalan menuju kamar Marcell, dan setelah beberapa kali mengetuk pintu akhir Marcell keluar dengan setelan piyama tidurnya.


"Terimakasih mbok" ucap Marcell, melangkah turun ke bawah.


"Den" panggil mbok Minah menelisik penampilan Marcell. "Aden tidak ingin ganti baju dulu?" tanya mbok Minah.


"Tamu Mama bukan orang penting bagi Marcell " sahut Marcell tetap menuruni anak tangga.


"Ya sudah, penting mbok sudah ingatkan" gumam mbok Minah mengikuti langkah Marcell.


"Maaf aku terlambat" ucap Marcell tapi matanya fokus pada ponsel di tangan nya, mencoba menghubungi Yasmin.


"Daddy...." teriak Aiden membuat jantung Marcell seakan terhenti, ia mengangkat wajahnya dan melihat Aiden, Yasmin dan keluarga calon mertuanya. Dan jangan lupa tatapan tajam Mama Helena, karena piyama yang Marcell kenakan pastinya.


*


*


*


*


*


TBC 🌺


Mohon maaf ya, kemaren Mameeethor gak sempat up, sebab ada kesibukan juga kemalangan di real life Mameeethor.


Terus pada readers yang setia Mameeethor ke lapak Mameeethor 🙏🙏🙏semoga kalian semua sehat selalu, bahagia dan menikmati alur cerita ini.


Mampir juga ke novel baru Mameeethor...


dan jangan lupa tidak jejak kalian di kolom komentar, di tunggu kritik dan sarannya...


dan maaf jika masih banyak typo 🙏🙏🙏🙏


Happy reading 🤗


__ADS_1


__ADS_2