CINTA YASMIN

CINTA YASMIN
Kemarahan Marcell


__ADS_3

Burung besi yang di tumpangi Yasmin baru saja mendarat dengan selamat di Schiphol Internasional Airport Amsterdam Belanda setelah beberapa jam penerbangan dan satu kali transit di Dubai.


Yasmin bersyukur tiba di tempat tujuan dengan selamat meskipun sempat terjadi Delay namun semua berjalan lancar, pesawat itu berhasil Lending tanpa hambatan.


Yasmin turun dari dalam pesawat membawa Shoulder bag dan sebuah Mini koper yang tadi di letakkan di dalam kabin pesawat.


Yasmin berjalan menuju Baggage Reclaim untuk mengambil koper besarnya yang berisi barang bawaannya. Setelah mendapatkan apa yang di carinya, Yasmin pergi ke arah Crub guna mencari kendaraan yang akan membawa nya ke hotel yang terdekat, sebab Yasmin belum sempat melakukan Booking hotel untuk tempat tinggal sementara nya selama di Negara kincir angin itu.


*


*


*


"Aku sungguh lelah" gumam Yasmin memasuki Suite Room yang akan menjadi tempat tinggal nya selama beberapa hari ke depan.


Selain lelah karena perjalanan jauh, wanita itu juga mengalami Jet lag mungkin juga karena faktor kehamilannya, namun sebelum melakukan perjalanan jauh ini Yasmin sudah konsultasi dengan dokter kandungannya untuk memastikan kandungan nya aman dan bisa di bawa perjalanan jauh menggunakan transportasi udara.


"Kita akan memulai hidup bahagia bersama sayang" Yasmin membelai lembut perutnya yang sudah mulai membuncit itu. Entah kenapa Marcell tidak peka dengan perubahan tubuh Yasmin, padahal lebih dari dua tahun Marcell selalu mengabsen setiap inci tubuh Yasmin, dan kehamilan Yasmin sudah melewati Trimester pertama yang artinya sudah sangat terlihat jika seseorang itu jeli melihat tubuh Yasmin.


"Kita akan baik-baik saja, ada Mommy yang akan selalu mencintaimu, menyayangimu, dan melindungi mu. don't be afraid dear, Mommy won't leave you" lirih Yasmin memeluk erat perutnya seolah tengah benar-benar memeluk buah hatinya.


*


*


*


The Krisan Apartment adalah apartment termewah di kota ini, apartment ini di bangun sebagai wujud cinta kasih sang suami kepada istrinya yang sangat menyukai bunga Krisan siapa lagi kalau bukan Tuan Robert Regananta sang founder Regananta Group.


Ya apartment ini adalah bukti cinta Tuan Robert kepada Nyonya Helena wujud cinta, kesetiaan, dan ketulusan.


Oleh karena itu The Krisan Apartment menjadi hunian paling mewah dan mahal, namun fasilitas yang di tawarkan juga tak main-main, dari segi arsitektur, desain interior, eksterior, furniture dan material bangunan yang di gunakan juga berkualitas tinggi dan terbaik. Belum lagi fasilitas penunjang seperti Bar, Restoran, Lounge, Gym, Kolam Renang Indoor dan Outdoor, Lapangan Tenis, Badminton dan masih banyak lagi.


Tak heran jika apartment ini banyak peminatnya, belum lagi stigma sosial yang melekat pada penghuni yang bisa tinggal memiliki sebuah unit di apartment ini. Dan Marcell tentu saja si pemilik Penthouse nya, ya di Penthouse itulah Marcell dan Yasmin tinggal bersama lebih dari dua tahun.


"Sudah malam begini kenapa belum ada tanda-tanda Yasmin akan datang?" gumam Marcell duduk di ruang tamu menunggu kedatangan Yasmin.


"Seharian juga tidak bisa di hubungi, kemana perginya?" Marcell menatap ponselnya karena berulang kali menghubungi nomor Yasmin namun tidak bisa terhubung.

__ADS_1


"Awas saja jika datang nanti aku akan menghukumnya hingga ia tak bisa jalan, sepertinya hukumanku semalam belum membuatnya jera" Marcell memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Ini sudah lewat dari jam sepuluh malam namun Yasmin belum juga datang dan ponsel nya tak bisa di hubungi, hal itu tentu saja membuat Marcell marah.


Marcell memilih tidur dan tidak lagi menunggu Yasmin, tapi besok Marcell pastikan tidak ada ampun ataupun maaf bagi wanita itu, saat Marcell menemukan nya yang ada dan yang akan terjadi hanyalah hukuman karena Yasmine sudah membuat seorang Marcello Regananta marah dan menunggu.


Marcell membuka matanya setelah mendengar bunyi alarm yang artinya hari dan tanggal sudah berganti dan saat menoleh ke arah samping kosong, itu artinya Yasmin tidak ada, atau Yasmin sudah bangun dan menyiapkan sarapan di dapur sebagai bentuk perminta maafan nya?


Pria itu langsung bangun dan bergegas ke dapur guna mencari keberadaan Yasmin. Namun nihil, dapur masih terlihat rapih dan bersih tanpa ada tanda-tanda terjadinya kegiatan memasak atau semacamnya.


"Apakah dia benar-benar tidak pulang tadi malam?" gumam Marcell kembali ke kamarnya, pria itu langsung menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri.


*


*


*


Marcell tiba di apartment Yasmin, Marcell yakin Yasmin ada di sana. Memang Yasmin mau kemana lagi kalau tidak di apartment nya?


"Kenapa pintunya tidak terbuka? aku yakin memasukkan kodenya dengan benar" ucap Marcell berusaha membuka pintu apartment Yasmin.


"Baiklah aku akan menekan Bell nya" Marcell memencet bel pintu apartment Yasmin.


Ting tong...


Ting tong...


Marcell menekan Bell itu beberapa kali lalu


Ceklek....


Pintu itu terbuka menampilkan seorang pria yang baru saja bangun dari tidurnya, itu terlihat dari muka bantal dan rambut yang masih acak-acakan.


"Siapa?" tanyanya sambil menguap.


"Kau siapa?" Marcell kaget bukan main, apakah Yasmin selingkuh darinya? Yasmin tidur dengan pria lain? tidak Marcell tidak bisa terima jika ada pria lain yang meniduri Yasmin selain dirinya.


"KATAKAN KAU SIAPA?" bentak Marcell mendorong masuk pria itu hingga membentur dinding.


"Kau ini yang siapa? datang bertamu pagi-pagi buta lalu marah-marah" pria itu mendorong Marcell.

__ADS_1


"Kau sedang apa disini? kenapa ada disini?" kekeh Marcell menekan kerah kaos pria itu.


"Apa masalahnya? ini apartment ku" sahut pria itu.


"Apa kau sedang bercanda?" Marcell memukul pria itu.


"Apa-apaan Lo" pria itu membalas pukulan Marcell.


"Sialan" umpat Marcell yang tidak terima di pukul pria itu.


"Lo yang memulainya" ucap pria itu, kini keduanya berguling-guling di lantai hingga menimbulkan kegaduhan dan membuat petugas keamanan datang untuk melerai.


*


*


*


"Ada apa ini? Tuan Regan kenapa bertindak seperti preman?" keduanya berada di ruangan keamanan.


"Apa kau bilang?" bentak Marcell. "Kalian semua yang tak becus kerjanya, kenapa membiarkan pria ini masuk di apartment milik Yasmin?" ucap Marcell kepada petugas keamanan yang sudah tahu dan hafal tentang Yasmin dan unit apartment nya.


"Maaf Tuan Regan, jika yang anda maksud gedung A Lavender Park Apartment, area loft unit 113 sudah pindah kepemilikan nya menjadi milik Tuan Reza dari Nona Yasmin sejak seminggu yang lalu" jelas petugas keamanan yang mengetahui data kepemilikan setiap unitnya. Dan Yasmin memang cukup di kenal oleh para pekerja baik itu resepsionis, petugas keamanan, juga petugas kebersihan karena sering terlihat bersama dengan Marcell.


"Apa?" Marcell terkejut bukan main, apakah itu artinya Yasmin menjual unit apartment miliknya?


"Ya, Nona Yasmin menjualnya sejak bulan lalu, tapi baru mencapai deal semingguan yang lalu dan itu bersama Tuan Reza, yang artinya unit apartment Nona Yasmin sudah menjadi milik Tuan Reza" kepala petugas keamanan itu menjelaskan sedetail mungkin kepada Marcell.


"Dan kau tidak memberi tahu ku" seru Marcell menatap tajam petugas itu.


"Maaf Tuan" petugas itu hanya mampu menundukkan kepalanya, toh sebenarnya juga bukan wewenang nya memberi tahu kepada Marcell, juga unit apartment Yasmin adalah murni milik Yasmin. Jika pun Yasmin menjualnya tentu tidak ada sangkut pautnya dengan Marcell apalagi meminta izin terlebih dahulu. Dan Marcell pun tidak memiliki hak atas unit tersebut.


*


*


*


*

__ADS_1


*


TBC 🌺


__ADS_2