CINTA YASMIN

CINTA YASMIN
Mencari Tahu


__ADS_3

Seorang wanita cantik dengan menggunakan pakaian mini tengah berjalan memasuki ke sebuah Night Club, dia ada janji dengan temannya untuk bertemu, namun sang teman mengajaknya bertemu di tempat hiburan malam itu karena sekalian mencari pelanggan yang akan memakai jasanya.


"Disini" seorang wanita melambaikan tangan padanya.


"Kenapa ramai sekali" ucapnya menghampiri temannya itu.


"Lo ini lucu sekali, sebuah Night Club ramai itu wajar, itulah yang di cari orang-orang yang datang kemari, kalau Lo mau sepi ya di kuburan" sahut temannya itu.


"Apa Lo sudah mendapatkan pelanggan?" tanyanya.


"Gue belum mencari target, Lo sendiri kenapa mengajak gue bertemu? tidak takut jika besok tersebar berita 'Calon Menantu Pewaris Regananta Group Mendatangi Sebuah Night Club' bagaimana?" ucapnya.


"Ck... berhenti mengatakan itu" tuturnya.


"Apakah Marcell benar-benar mencampakkan Lo Laura?" memperjelas kenyataan pahit temannya.


"Gue tidak di campakkan, karena dari awal juga gue tidak mendapatkan hatinya" lirihnya.


"Jadi apa yang akan Lo lakukan?"


"Lo tahu siapa wanita itu Lidia?"


"Wanita yang mana?"


"Wanita yang bersama Marcell, setelah dirimu?"


"Gue tidak tahu, tapi dulu Marcell juga bersama dengan sekretaris nya itu" tuturnya.


"Wanita yang melabrak Lo itu?"


"Ya, Yasmin"


"Siapa?" Laura terkejut.


"Yasmin, sekretaris nya Marcell dulu" tutur Lidia.


"Siapa nama lengkapnya?"


"Gue tidak tahu, gue tidak suka dengannya"


"Lo yakin namanya Yasmin?"


"Tentu saja, gue bersama Marcell hampir lima bulan. gue tidak akan keliru" yakin Lidia.


"Tapi sekretaris Marcell setahu gue bernama Nadya"


"Berarti Yasmin sudah pergi. mungkin juga sudah di campakkan Marcell" sahut Lidia.


"Bisa jadi, Lo punya fotonya Yasmin?"

__ADS_1


"Lo masih normal Ra, ngapain punya fotonya Yasmin?"


"Benar juga" lirihnya.


"Sudah, lupakan masalah itu malam ini. kita bersenang-senang, malam ini gue gak akan cari pelanggan" Lidia menuang minuman dari dalam botol kedalam gelas berisi batu es. dan memberikan nya pada Laura.


"Ahhh....gue suka rasanya" ucap Laura menenggak minuman itu.


"Ini adalah teman terbaik yang selalu mengerti kita" Lidia mengangkat gelasnya.


Kedua wanita dewasa itu terus minum hingga kehilangan kesadarannya, lalu menuju lantai dansa. Di sana keduanya menari, meliuk-liukkan tubuhnya mengikutinya alunan musik Techno house yang di mainkan oleh sang DJ. Laura sangat menikmati suasana ramai dan berdesakan dengan banyak orang, sedangkan Lidia, wanita itu sudah di tarik pergi oleh pria hidung belang yang pernah memakai jasanya untuk menghangatkan ranjangnya.


"Nona cantik berdansa lah denganku" seorang pria mengulurkan tangannya pada Laura, meminta wanita itu menjadi pasangan dansanya.


"Tentu, ayo kita habiskan bersama malam ini" sambut Laura dengan senang hati, dalam keadaan setengah sadar.


Pria itu menarik tangan Laura agar lebih mendekat pada tubuhnya, kedua nya saling memegang pinggang menghentakkan tubuh untuk saling mendekat dan menambah keintiman gerakan mereka.


"Kau bisa menari salsa?" tanya pria itu mengagumi kecantikan wajah Laura.


"Aku bisa segala jenis tari" bisik Laura.


"Kau mau menari salsa denganku?" tawar pria itu.


"Kau akan terbakar jika melihat gerakan ku" sahut Laura.


"Aku siap terbakar denganmu Nona"


Pria itu menarik tubuh Laura memeluknya dari belakang, tangan kiri pira itu menelusuri pundak, leher, wajah dan bibir Laura yang setengah terbuka. sedangkan tangan kanannya berada di pusar Laura meraba perut ramping itu.


"Aku benar-benar terbakar Nona" bisiknya di telinga Laura.


"Aku sudah mengatakan nya tadi" Laura sengaja menempel pantatnya pada area inti pria itu, dan membuat pandangan mata nya semakin di selimuti kabut gairah.


"Aku akan memberikan malam yang indah untukmu" bisik pria itu.


"Apakah itu nikmat?"


"Tentu saja, kau akan menjerit memintanya lagi dan lagi" godanya.


"Aku akan ikut denganmu" tutur Laura yang sudah terpengaruh alkohol.


Tidak menyia-nyiakan kesempatan langka itu, sang pria langsung membawa Laura mencari hotel terdekat, untuk menghabiskan malam panjang yang akan membuat keduanya terbang melayang. Tidak di sangka, wanita yang menarik perhatiannya sejak memasuki Club itu begitu mudah ia bawa ke atas ranjangnya.


*


*


*

__ADS_1


"Papa kenapa mendadak pergi ke Belanda?" tanya Mama Hana.


"Ini bukan mendadak Ma, hanya perjalan bisnis rutin seperti biasanya" jawab Papa Bram.


"Hufff, berapa hari Papa di sana?"


"Sepertinya tidak lama, karena begitu selesai dengan urusan Papa, papa pasti langsung pulang" jawabnya. "Di mana Laura?" sejak datang tadi belum melihat putrinya.


"Dia pergi bersama teman SMA nya, biarkan saja dia mencari hiburan di luar. sudah terlalu lama anak itu mengurung diri" tuturnya.


"Ya tapi jangan sampai Laura melakukan hal yang di luar batas Ma. Mama tetap harus mengawasi nya" pesan Papa Bram.


"Mama percaya dengan Laura Pa, dia tidak akan bertindak di luar batas, Mama sangat yakin itu"


"Baiklah, Papa pergi dulu. Pastikan putri kita pulang malam ini" tuturnya.


"Hem"


"Leo dimana?" Papa Bram menanyakan putra bungsu nya.


"Leo pasti sudah tidur, anak itu hanya tahu kerja dan kerja, tidak pernah aneh-aneh" sahutnya.


"Mama jangan terlalu keras pada Leo, biarkan dia menikmati masa mudanya"


"Mama hanya mendidik nya agar menjadi pria mandiri dan sukses" kilahnya.


"Tapi Mama terlalu membatasi pergaulan nya, biarkan Leo jatuh cinta dan berkencan" Papa Bram menarik kopernya menuju teras.


"Leo akan menikah dengan wanita pilihan Mama yang jelas asal usul, bibit, bebet, dan bobot nya, wanita yang setara dengan keluarga kita" tegas Mama Hana.


"Papa harap Mama tidak mengulangi kesalahan yang terjadi Laura pada Leo. Ingat Ma, anak-anak kita bukan untuk menjadi bahan kelinci percobaan Mama" Papa Bram kurang setuju dengan pemikiran Mama Hana


"Tidak akan, Leo pasti akan berhasil" kekehnya.


"Ya sudah, papa jalan dulu" Papa Bram sudah masuk kedalam mobilnya, dan meninggalkan pelataran rumah besar itu.


"Ayah merindukanmu sayang" gumamnya mengingat wajah cantik putri sulungnya. Ya


Papa Bram berbohong pada istrinya jika ia melakukan perjalanan bisnis ke negara kincir angin tersebut. Karena kepergian Papa Bram ke negara itu untuk menemui mantan istrinya untuk menanyakan dimana keberadaan Yasmin. Karena Papa Bram yakin bahwa mantan istrinya itu mengetahui keberadaan Yasmin, sebab dialah orang terakhir yang Yasmin temui, tidak mungkin kan mantan istrinya itu tidak mengetahui keberadaan Yasmin? begitulah pemikiran pria paruh baya itu.


Bramantyo tidak dapat menahan lagi kerinduan dan penyesalannya karena telah mengabaikan Yasmin, rasa bersalah, gelisah dan amanat terakhir dari ayahnya selalu menghantui tidur malamnya. Ya mendiang Kakek Yasmin yang tak lain ayah dari Bramantyo itu mengamanatkan perusahaan nya untuk di kelola dan di berikan kepada Yasmin, cucu dari wanita pilihannya. Namun Mama Hana menginginkan agar perusahaan itu di kelola dan dimiliki oleh putra bungsunya, karena Yasmin anak dari wanita yang tidak di cintai oleh Bram. Dan saat itu Bram menyetujui nya begitu saja tanpa memikirkan kesejahteraan masa depan Yasmin. Selama ini hanya uang yang setara dengan uang jajan Laura dan Leo yang ia berikan pada Yasmin, dan anaknya itu diam saja tanpa protes menuntut ini itu padanya. Hal itu menambah daftar panjang penyesalan yang ada di dalam hati Bramantyo. Kini niatnya adalah menemukan Yasmin, membawa putrinya itu pulang kerumah mengasihi dan menyayangi seperti anak-anaknya yang lain, bagaimana sikap istri nya nanti, Bram tidak akan mengabaikan Yasmin lagi.


*


*


*


*

__ADS_1


*


TBC 🌺


__ADS_2