
Marcell sedang bersamanya dengan kedua orangtuanya, malam ini Marcell akan menginap di rumah orang tuanya. Setelah pulang dari Bali tadi siang, Marcell berencana menceritakan percakapan antara dirinya dan Yasmin tentang lokasi proyek yang ada di daerah Sanur Bali. Marcell berpikir bahwa apa yang di katakan oleh Yasmin sangat masuk akal dan memiliki prospek yang menjanjikan.
"Bagaimana perkembangan proyek di Benoa Cell?" tanya Tuan Robert alias Papa Marcell.
"Mereka mulai mengerjakan pembangunan nya, aku berharap kita tidak salah memilih orang lagi untuk menjadi penanggung jawab di sana, agar pembangunannya cepat selesai" ujar Marcell.
"Hem... semoga saja" setuju dengan anaknya.
"Pa, boleh aku bertanya sesuatu?" izin Marcell.
"Sejak kapan kau perlu izin Papa mu untuk bertanya Cell?" sahut sang Mama Helena yang baru datang dari dapur membawa sepiring kue.
"Marcell serius Ma" ucapan.
"Katakan lah" Papa Robert mempersilahkan putra nya untuk bertanya.
"Lokasi yang di daerah Sanur, apakah kita benar-benar akan membangun hotel juga?" tanyanya.
"Ya, kita belum memiliki hotel di daerah Sanur" tutur Papa Robert.
__ADS_1
"Tapi kita sudah memiliki banyak hotel di Bali, Pa. Tidak bisakah kita membangun yang lainnya?" Marcell mengingatkan bahwa Nantara Hotel and Resort di Bali sudah sangat banyak.
"Kau ada ide?" tanya Papa Robert.
"Bagaimana jika kita membangun sebuah perumahan. Lokasi di Sanur sangat strategis, private, asri, juga dekat dengan pantai yang tak kalah indah" Marcell menatap Papa Robert untuk melihat reaksinya.
"Kita harus memikirkan prospek kedepannya Cell" sahut Papa nya.
"Justru karena itulah yang Marcell pikirkan Pa. Bali adalah tempat yang indah, bukan tidak mungkin wisatawan lokal maupun asing ingin menjadikan Bali sebagai tempat tinggalnya, bukan hanya untuk di kunjungi saat liburan saja, di antara banyaknya wisatawan yang datang ke Bali, aku yakin di antaranya pasti berkeinginan untuk tinggal dan menua di Bali. Atau sepasang pengantin baru yang sedang honeymoon tiba-tiba ingin tinggal di Bali karena menyukai suasana dan mereka ingin anak-anaknya kelak tumbuh dengan suasana indah itu tidak hanya saat liburan saja" jelas Marcell.
"Kau memiliki rencana?" tanya Papa nya.
"Jika Papa mempercayakan proyek di Sanur padaku, aku akan membangun sebuah perumahan kelas menengah. Rumah yang nyaman, indah, fasilitas lengkap, asri dan untuk lokasi pinggir pantai, aku ingin ada sebuah Coffee House dan ada sebuah Mini Mart, lalu ditengah perumahan aku ingin ada sebuah taman kecil yang banyak bunga dan air mancur juga beberapa bangku taman" Marcell mengutarakan rencana nya.
"Rencana yang bagus, kau yakin itu semua adalah ide mu?" tanya Papa Robert dengan tatapan mata yang penuh curiga. Begitu juga Mama Helena, menatap Marcell penuh curiga. Sebab ini pertama kalinya Marcell mengungkapkan sebuah rencana yang terbilang matang.
"Baiklah ini memang bukan murni ide ku. Marcell bertukar pikiran dan membahas nya dengan Yasmin" Marcell sangat tahu bahwa orang tuanya pasti tidak akan percaya jika rencana nya itu tercetus dari hasil pemikirannya.
"Sudah ku duga" ucap Papa Robert. "Kau sangat beruntung memiliki sekretaris seperti Yasmin, Cell. Selain pintar dan cerdas, pola pikir Yasmin juga sangat smart dan Yasmin bisa sangat di andalkan dalam mempresentasikan sebuah proposal, dia tidak pernah gagal membuat klien bersedia bekerja sama dengan kita" tutur Papa Robert.
"Kau jangan macam-macam dengan Yasmin Son" Mama Helena memperingatkan putranya.
"Memangnya kenapa dengan ku Mam?" Marcell tak tahu arah pembicaraan sang Mama.
"Jangan sampai kau membuat Yasmin menjadi salah satu teman ranjang mu" ucapnya to the poin.
"Marcell tidak pernah memaksa wanita manapun untuk naik ranjang ku Mam" jujur Marcell apa adanya.
"Jadi, jika Yasmin menyerahkan diri padamu, kau akan menerima nya?" Mama Helena mulai kesal.
"Tidak ada alasan bagi Marcell untuk menolaknya, lagi pula jika kita sama-sama suka why not" Marcell menjawab tanpa beban.
"Astagaaaaa Marcell......." seru Mama Helena. "Pa, kau yakin saat di rumah sakit dulu Marcell tidak tertukar dengan bayi orang lain?" Mama Helena tak habis pikir bagaimana bisa putra nya menjadi petualangan wanita. berbeda jauh dari suaminya yang sejak dulu hingga kini selalu tergila-gila padanya.
__ADS_1
"Mam..." Marcell tak menyangka dengan reaksi sang Mama.
"Sudahlah hentikan pembicaraan ini. Papa yakin seratus persen Marcell putra kandung kita, dan Marcell perbaiki kesalahan mu. Ayo kita makan malam" pria paruh baya itu bangkit dari duduknya menuju meja makan, di ikuti oleh istri dan juga putra semata wayangnya.
....
Sinar matahari pagi menembus celah-celah gorden kamar dimana Yasmin dan Marcell tengah tidur lelap, sepertinya tembusan sinar matahari tak menggangu tidur mereka. Tentu saja mereka tidak terganggu sebab mereka pasti lelah setelah melakukan olahraga panas sepanjang malam.
Kini Marcell dan Yasmin berada di Negeri Gajah Putih, Thailand. Tepatnya di Pattaya. Pattaya adalah sebuah kota di Thailand, yang terletak di pesisir teluk Thailand, sekitar 100km tenggara Bangkok di Provinsi Chonburi. yang merupakan pusat pariwisata terbesar di Thailand.
Keduanya melakukan perjalan bisnis untuk meninjau lokasi pembangunan hotel di daerah wisata tersebut. Mereka harus memastikan banyaknya dana yang sudah keluar dengan proses pembangunan hotel itu setara, jangan sampai dana yang sudah di keluarkan begitu banyak namun proses pembangunan belum mencapai target yang sudah di tentukan.
Yasmin semakin mengeratkan pelukannya pada Marcell saat bias matahari mengenai wajahnya. Sungguh Yasmin masih sangat lelah dan mengantuk, wanita itu belum ada niatan untuk bangun dari tidurnya.
TBC
Hallo semuanya... apa kabar... semoga sehat selalu....
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan nya...
semoga di berikan kesehatan dan kelancaran untuk menjalani ibadah di bulan suci ini.
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa beri rating
Like
Vote
Comment
And
__ADS_1
Tap♥️