CINTA YASMIN

CINTA YASMIN
Bertamu Kembali


__ADS_3

Aldo Mahendra adalah sahabat Marcell saat duduk di bangku SMA, pria yang kesehariannya mengurus restoran keluarga itu kini memasuki kediaman Sanjaya untuk menyaksikan pernikahan sahabatnya. Aldo tidak menyangka jika cinta Yasmin yang tumbuh sejak SMA kini terbalaskan oleh Marcell, pria itu sangat tahu jika Yasmin sangat mencintai Marcell. Apalagi setelah pertemuan nya di taman beberapa tahun yang lalu, itu semakin menegaskan jika Marcell lah penyebab wanita cantik itu menangis tersedu di taman.


"Takdir Marcell terlalu sempurna" gumam Aldo melihat kediaman Sanjaya. "Selain pewaris tunggal kerajaan Regananta Group, Marcell juga menjadi menantu sulung dari Sanjaya Garment. Entah kebaikan apa yang dilakukan oleh Om Robert dan Tante Helena di masa lalu" tutur Aldo heran dengan kesempurnaan dalam hidup sahabatnya itu.


Aldo sampai di halaman belakang namun yang ia lihat bukanlah aura hangat dan bahagia seperti upacara pernikahan yang pernah ia datangi. Aldo malah merasakan aura ketegangan dan mencekam.


"Ada apa ini?" lirih Aldo, ia memilih duduk di bangku terdekatnya dan menyaksikan kedua mempelai yang ada di depannya.


Marcell terdiam, ia mencerna potongan percakapan yang terjadi antara dirinya dan Tuan Bramantyo. Marcell baru menyadari bahwa Sepanjangan percakapan itu berlangsung, baik dirinya maupun Tuan Bramantyo tidak menyebutkan nama 'Yasmin' dan sialnya kenapa baru sekarang Marcell menyadari nya?


"Apa maksudnya ini Tuan Bramantyo?" ucap Marcell bangun dari duduknya.


"Ada apa? bukankah kau yang mengatakan akan menikahi putriku? kau akan bertanggung jawab atas janin yang saat ini tumbuh di rahim Laura?" ucap Bramantyo.


"Sepertinya anda salah paham" Marcell menatap sinis pada pria paruh baya itu.


"Apa maksudnya Marcell? kau jangan mempermainkan ku lagi, sudah cukup kau mempermalukan keluarga kami?" gertak Bramantyo marah.


"Aku tidak bermaksud ataupun berniat mempermalukan apalagi mempermainkan keluarga dari wanita yang ku cintai" sahut Marcell tegas.


"Kau benar-benar mencintai ku Marcell?" tanya Laura dengan mata berbinar.


"Aku sangat mencintai putri Tuan Bramantyo Sanjaya..." ucap Marcell lantang dan di sambut pelukan hangat dari Laura.


"APA YANG KAU LAKUKAN LAURA? LEPASKAN AKU" bentak Marcell, lalu mendorong kasar tak suka di sentuh oleh Laura.


"Kau bilang sangat mencintai ku? kenapa kau marah saat aku memeluk mu?" tanya Laura terkejut mendengar nada tinggi Marcell.


"Kapan aku mengatakan kalau aku mencintaimu?" seru Marcell.


"Marcell apa yang kau katakan?" seru Mama Hana yang tidak terima jika putrinya di bentak orang.


"Marcell jadilah pria sejati, kemarin kau mengatakan akan bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan. Pikirkan anakmu yang sedang di kandungan Laura" ucap Bramantyo tegas.


"Aku memang akan bertanggung jawab, aku juga tidak akan membiarkan anakku dan wanita yang sangat aku cintai hidup sendirian, tapi..." Marcell melirik sinis pada Laura. "Apakah kau pernah tidur denganku Laura?" tanya Marcell yang membuat Laura bungkam.


"Pertanyaan macam apa itu?" sela Bramantyo. "Bukankah kemarin kau mengakui jika dirimu lah pria itu?" ucap Tuan Bramantyo marah.


"Tunggu dulu Tuan, biarkan Laura menjawab pertanyaan ku" Marcell mengangkat tangannya.


"Katakan pada semua orang Laura, apakah benar jika aku yang menghamili mu?" seru Marcell, sedangkan Laura hanya mengangkat dan menundukkan kepalanya.


"Apakah kau ini tuli Laura?" bentak Mama Hana. "Apa sekarang kau menjadi bisu? katakan yang sebenarnya siapa pria itu?" seru Mama Hana tidak sabar melihat Laura yang hanya menangis.


"Aku tidak tahu" lirih Laura terisak semakin menjadi.


"Anda dengar itu Tuan Bramantyo Sanjaya?" Marcell tersenyum miring.

__ADS_1


"Lalu mengapa kau mendatangi ku dan mengatakan jika kau memiliki hubungan dengan putriku? kau juga berjanji akan menikahi nya dan akan membuat hidup nya bahagia" Bramantyo menahan malu karena pengakuan Laura.


"Semua yang aku katakan memang benar adanya, tapi sepertinya anda lupa jika anda memiliki dua putri" Marcell tersenyum sinis melihat wajah pucat Bramantyo.


Deg...


Deg...


Deg....


"A..a..apa maksud mu Marcell?" lirih Laura memberanikan diri menatap Marcell.


"Aku menjalin hubungan dengan Yasmin jauh sebelum pertunangan sialan itu terjadi" jawab Marcell.


Duarrrrrrrr.........


Tuan Bramantyo, Mama Hana, dan Laura terkejut bukan main. Bagaimana bisa Yasmin mengenal dan menjalin hubungan dengan pewaris Regananta Group itu?.


"Kau bercanda?" ucap Mama Hana yang geram mengetahui jika Yasmin lah penyebab kandasnya pertunangan sang putri.


"Maaf Tante, sayangnya aku serius dan inilah kenyataan nya. Aku sangat mencintai Yasmin, putri sulung Tuan Bramantyo Sanjaya. Dan seperti memang benar jika Tuan Bramantyo tidak berhasil menemukan Yasmin selama dua bulan di Belanda" ceplos Marcell yang membuat Mama Hana menatap murka pada suaminya.


"Bagaimana bisa?" lirih Tuan Bramantyo tidak terlalu terkejut jika Marcell mengenal Yasmin. Karena Yasmin juga mengatakan jika dirinya adalah sekretaris Tuan Regan, tapi Bramantyo tidak menyangka jika hubungan antara Marcell dan putri sejauh itu.


"Benar kau ke Belanda untuk mencari anak itu Bramantyo?" seru Mama Hana marah, karena merasa di tipu oleh suami sendiri.


"Yasmin juga putri ku, Hana. Kau suka atau tidak itulah kenyataannya" ucap Bramantyo yang sudah jengah mengikuti kemauan istrinya.


"Sepertinya anda harus menyelesaikan permasalah keluarga anda Tuan" ucap Marcell menyadari situasi tidak kondusif.


"Kami pamit pulang" tutur Marcell meninggalkan tempat itu bersama Mama Helena dan Papa Robert, serta Dion yang setia mengekorinya.


"Marcell..." wanita itu mengejar Marcell, namun langkahnya terhenti melihat sosok yang tak asing untuk nya.


Deg..deg...deg...


Laura mematung di tempat, ia tak percaya bisa bertemu dengan pria itu di rumahnya, siapa dia? bagaimana bisa dia ada di rumah Laura?


"Kau...." lirih Laura, namun bisa di dengan oleh semua orang yang ada di tempat itu karena semuanya sedang mode silent.


Semua orang melihat ke arah Laura dan memperhatikan gesture tubuhnya. Pria itu yang tak lain adalah Aldo juga terkejut karena bertemu kembali dengan wanita yang membuat malam-malam nya menjadi tidak tenang setelah malam panas itu.


"Hai..." sapa Aldo, ia dulu tidak tahu jika Laura adalah mantan tunangan Marcell. Karena saat itu ia sedang mengembangkan bisnis kuliner nya di negeri sebrang dan memang Marcell tidak pernah mengenalkan Laura padanya. Jangan bilang Aldo tidak tahu dari media berita, karena pria itu memang tak suka mengikuti berita atau apapun yang tidak menguntungkan dirinya.


"Kau mengenal Laura?" tanya Marcell menyikut perut sahabatnya itu.


"Aku pernah menghabiskan malam panas bersamanya beberapa bulan yang lalu" ceplos Aldo tanpa basa-basi, memang seperti itulah gaya bicaranya dengan Marcell.

__ADS_1


"Ahhh...jadi kau pria itu? selamat, kau akan segera menjadi seorang ayah" Marcell tersenyum menyalami Aldo.


"Benarkah? aku tak menyangka jika kecebong ku sehebat itu" bangganya.


"Kau harus menikahinya Do" sahut Dion. Aldo tersenyum miring menghampiri Laura


"Jadi kapan kita akan menikah sayang" ucap Aldo, membuat Laura benci setengah mati.


"Aku tidak sudi" ketus Laura, yang memang tidak menginginkan Aldo menjadi suami nya.


"Jadi kau pria yang menghamili Laura?" ucap Papa Bramantyo menghampiri Aldo dan Laura.


"Ya kami melakukannya atas dasar suka sama suka, tidak ada paksaan. Karena saat itu kami tengah mabuk" bohong Aldo karena dirinya masih seratus persen sadar, hanya Laura saja yang mabuk.


Bugh....bugh...bugh....


Bramantyo menghajar Aldo secara tiba-tiba dan bertubi-tubi.


"Kurang ajar... beraninya kau menyentuh putriku" umpat Bramantyo.


Bugh...bugh...


Aldo menangkis tangan Tuan Bramantyo ketika hendak mendarat di wajah tampannya kembali.


"Aku hanya menikmati sisa orang saja Tuan" ucap Aldo merendahkan. "Aku bukan pria pertama bagi putrimu" sambung Aldo membuat Laura tak percaya jika ada pria seperti Aldo.


Namun ia juga tak bisa mengelak jika Aldo bukanlah pria pertama baginya, namun apa harus Aldo mengatakan hal itu? apakah Aldo tidak memikirkan perasaan wanita yang tengah mengandung anaknya itu? haruskah Laura menikah dengan pria seperti itu? sungguh Laura tidak ingin menikah dengan Aldo.


*


*


*


*


*


TBC 🌺


Mon maap ya baru sempat up, beberapa hari ini Mameeethor capek plus lelah banget, efek lebaran kali yaaaa, dan juga anak Mameeethor juga lagi sakit. Jadi maaf banget jika Mameeethor up nya lambatπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Terimakasih sudah mampir πŸ™


jangan lupa tinggalkan jejak,


like, vote, komen, kritik dan saran nya...

__ADS_1


Maaf juga kalau masih banyak typo


Sarange 🀩


__ADS_2