CINTA YASMIN

CINTA YASMIN
Pengantin Baru


__ADS_3

Marcell membawa Yasmin ke sebuah kamar yang telah ia siapkan di hotel tempat resepsi pernikahan itu di gelar. Sebuah kamar Presidential Suite Room Set Up Honeymoon yang sangat luas dan besar, sepertinya kamar itu memakan separuh lebih lebar bangunan hotel. Sebab semua tempat memiliki space yang luas, dari kamar tidur, living room, mini bar, kamar mandi, kitchen kabinet, ruang tamu, bahkan ada kolam renang pribadi di dalamnya.


"Indah sekali" puji Yasmin melihat banyaknya berbagai jenis bunga segar di dalam kamar.


"Kau suka?" Marcell memeluk Yasmin dari belakang.


"Aku sengaja tidak memisahkan kelopak bunga dari tangkainya" ucap Marcell sebab bunga-bunga itu tersusun rapih di dalam sebuah vas.


"Hem, aku lebih suka yang seperti ini. Kita tetap bisa menikmati keindahan mereka tanpa harus menebarkan kelopak indah nya"


"Aku senang kau paham dengan maksud ku" ucap Marcell memutar tubuh Yasmin agar berhadapan dengan nya.


"Aku mencintaimu" ucap Marcell mengecup tangan Yasmin.


"Aku tahu itu" balas Yasmin lalu mengecup singkat bibir Marcell.


"Ayo kita mandi" ajak Marcell menggiring Yasmin menuju kamar mandi.


"Ada berapa jenis bunga di kamar ini?" Yasmin kembali di kejutkan dengan banyaknya bunga segar di dalam kamar mandi.


"Entahlah, karena seingat ku hanya berbagi jenis Mawar, Lily, Tulip, Sedap Malam, Dahlia, Dan berbagai macam jenis bunga Serunai selebihnya aku tidak ingat lagi" jelas Marcell melucuti pakaiannya.


"Mereka semua tampak indah Marcell, aku ingin mereka semua ada di halaman rumah kita" Yasmin jatuh cinta dengan keindahan bunga-bunga itu.


"Sayang aku pasti akan memberikan semuanya untuk mu, tapi malam ini biarkan hanya aku yang memilikimu" Marcell ******* bibir Yasmin dengan lembut, dan tangannya mencari cara agar bisa membuka gaun yang di kenakan oleh istrinya.


"Bagaimana cara melepas gaun sialan ini, kenapa susah sekali" gerutu Marcell melepaskan pangutan nya.


"Kau tidak sabaran Marcell" ucap Yasmin menuntun tangan Marcell pada sebuah kaitan gaun itu.


"Kenapa tidak dari tadi?" protes Marcell segera membuka gaun Yasmin.


"Kau yang terlalu buru-buru, padahal ini bukan malam pertama kita" cibir Yasmin.


"Sayang ini tetap malam pertama kita, dan aku akan membuatmu mendesah sepanjang malam" Marcell mengarahkan Yasmin masuk kesebuah Jacuzzi besar.


*


*


*


Aldo menitipkan putrinya pada Bramantyo dan Hana, untuk pertama kalinya ia membiarkan mertuanya membawa sang putri tanpa dirinya juga Laura.


"Kak, kenapa menitipkan Aleena pada Mama dan Papa?" tanya Laura berdiri di lobby hotel memandang mobil orang tuanya yang semakin menjauh membawa sang putri.


"Biarkan saja Aleena bermain dengan Nenek Kakek nya" sahut Aldo merangkul pundak Laura.


"Kenapa kita masuk lagi? bukankah kita akan pulang?" bingung Laura, ketika Aldo mengajaknya kembali memasuki hotel.


"Aku tidak mengatakan bahwa kita akan pulang sayang"

__ADS_1


Blussss pipi Laura bersemu merah mendengar kata sayang dari mulut suaminya.


"Kak, kalian belum pulang?" mereka berpapasan dengan Leo di depan pintu lift.


"Kau akan pulang ke rumah?" tanya Laura.


"Aku akan pulang, tapi bukan ke rumah. Melainkan ke apartemen" jawab Leo. "Di mana Aleena? aku tidak melihatnya?" Leo celingukan mencari keponakan nya.


"Aleena sudah pulang dengan kakek neneknya" jawab Aldo.


"Oh... Dan kalian?" Leo menatap tak mengerti ke arah pasangan suami-istri itu.


"Laura ingin mengajakku bulan madu di hotel ini" ucap Aldo menarik istrinya masuk dalam lift.


"Ck..ck...ck...yang menikah siapa, yang bukan madu siapa? padahal kalian semua terhitung pasangan lama, bukan baru" cibir Leo, mengingat Yasmin dan Laura sudah memiliki anak. Bulan madu? ah...yang benar saja, Leo menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua saudarinya itu.


*


*


*


Di dalam lift terjadi perdebatan kecil antara Aldo dan juga Laura, bisa-bisanya Aldo mengatakan jika Laura ingin bulan madu, sedangkan Laura tidak tahu apa-apa.


"Kakak kenapa bicara begitu pada Leo?"


"Apa?"


"Kau baru saja mengatakan nya sayang" sahut Aldo santai.


"Ckk, kau menjebakku kak. Menumbalkan namaku di depan Leo"


"Sudahlah, yang penting malam ini kita bercinta sepuasnya dan sepanjang malam" ucap Aldo keluar dari dalam lift, menuju sebuah kamar yang sudah ia pesan.


"Kau mau langsung bercinta atau mandi dulu?" tawar Aldo tanpa basa-basi.


"Kak, kita tidak mbawa baju ganti"


"Kita tidak membutuhkan baju malam ini" Aldo mulai menyerang bibir Laura, dan di sambut baik oleh sang istri.


"I'm on top" bisik Laura lalu mendorong kasar tubuh Aldo hingga terjengkang di atas ranjang.


"I can't wait for your show honey" Aldo melepas kancing kemeja nya dengan memandangi Laura yang sudah melepaskan dress nya.


"Enjoy your show" ucap Laura merangkak di atas tubuh Aldo dan memulai kegiatan panas mereka.


*


*


*

__ADS_1


Di kamar pengantin baru terjadi pergulatan yang semakin panas, dinginnya AC tidak mampu menahan lelehan keringat yang keluar dari tubuh keduanya. ******* dan lenguhan nikmat memenuhi kamar itu, semakin larut permainan mereka semakin menjadi seolah tidak ada hari esok.


"Marcell aku lelah" keluh Yasmin menjatuhkan tubuhnya di atas dada Marcell.


"Sayang aku belum keluar" rengek Marcell, kedua tangannya mencengkram pinggul Yasmin dan mulai menggerakkan pinggulnya di bawah.


"Enghhh....biarkan aku istirahat, lutut ku rasanya tak bertulang" pinta Yasmin, tapi masih ingin menikmati kegiatan yang di lakukan oleh suaminya.


"Biar aku yang di atas" Marcell membalik posisi Yasmin tanpa melepas penyatuan mereka.


"Emmhhh..aku suka ini tapi tubuhku sangat lelah" ucap Yasmin menikmati setiap sentuhan dan hentakan Marcell.


"Aku tidak percaya jika kau sudah pernah melahirkan" Marcell merasa miliknya seperti di remas-remas.


"Kau bercanda?"


"no, your so tight, and I love it" puji Marcell, semakin mempercepat gerakannya.


"Ah.. Marcell aku hampir sam...." Marcell langsung membungkam bibir Yasmin dengan ciuman.


"Bersama sayang" pinta Marcell, tak lama keduanya mengerang bersama sebagai tanda mereka sudah mendapatkan pelepasan nya. Lalu Marcell terkulai lemas di samping Yasmin.


"Terimakasih sayang" ucap Marcell mengecup singkat kening Yasmin.


"Hem, keluarkan dia dari dalam sana" pinta Yasmin.


"Biarkan saja dia di dalam sana, aku ingin lihat dia tertidur atau kembali bangun"


"Ckk, biarkan aku istirahat sebentar Marcell, apakah memang kau berencana membunuhku?" kesal Yasmin.


"Sayang kenapa bicara seperti itu?" ucap Marcell langsung bangun dari tidurnya.


"Kau terus menggempur ku tanpa memberi jeda, apa namanya jika bukan pembunuhan berencana" tuduh Yasmin.


"Baiklah, kita istirahat sebentar. Kau ingin minum?" tawar Marcell di angguki Yasmin.


"Setidaknya pakailah celana mu Marcell, oh astaga" Yasmin frustasi melihat tingkah suaminya.


"Hanya kau yang melihatnya Yas, santai saja" ucap Marcell tetap berjalan dengan kondisi tubuh naked menuju ke arah kulkas.


*


*


*


*


*


TBC 🌺

__ADS_1


Semoga lolos review yaaa🤗


__ADS_2