
"Yas, bagaimana menurutmu prospek proyek di Benoa?" Marcell meminta pendapat Yasmin.
"Setelah melihat tempat yang kita pilih lumayan strategis, saya rasa kedepannya akan berjalan lancar dan mendatangkan keuntungan yang menjanjikan " jawab Yasmin apa adanya yang kini tengah duduk di sampingnya.
Mereka baru saja ke lokasi pembangunan Nantara Hotel and Resort yang ada di Benoa kini dalam perjalanan kembali ke hotel yang ada di Nusa Dua. Karena Marcell harus merinci keuangan dan seberapa banyak investor yang mereka butuhkan, sebab selama ini Marcell hanya mendengar laporan dari manager proyek yang memang sudah Marcell percaya karena belum sempat meninjau langsung lokasinya, akan tetapi puluhan milyar mengalir kedalam kantong pribadi manager tersebut.
Hal itu lah penyebab lama dan alot nya meeting saat itu, dan kini Marcell memulai menginstruksikan orang baru yang akan menjadi manager di proyek tersebut.
"Bagaimanapun jika kita ke Sanur untuk melihat lokasi proyek di sana?" Marcell menatap Yasmin yang ada di sampingnya, wanita itu tampak sibuk dengan notebook nya.
"Baiklah, Dion kau dengan perkataan Tuan Regan?" ucap Yasmin tanpa mengalihkan pandangannya pada notebook yang ada di pangkuannya.
"Apakah benda tipis itu lebih menarik dari pada diriku Yas" kesal Marcell karena merasa di abaikan oleh Yasmin.
"Saya sedang menyusun schedule anda Tuan" jawab Yasmine profesional.
"Simpan benda tak berguna itu atau akan ku lempar ke luar dari mobil?" ancam Marcell.
Yasmin menghela nafasnya, Yasmin sangat tidak suka jika Marcell mulai tidak profesional. Sebab Yasmin jugalah yang harus membuat ulang schedule Marcell jika apa yang sudah Yasmin jadwalkan tidak terealisasikan.
"Kita sedang berada di dalam mobil Marcell, tidak ada yang bisa kita lakukan disini. Jadi biarkan aku bekerja" Yasmin tetap dengan kegiatannya, dan hal itu semakin membuat Marcell tidak suka.
"Dion, cari Hotel terdekat" putusnya kesal.
"Oh astaga" Yasmin mengalihkan perhatiannya. "Baiklah akan ku simpan notebook ku ini" dengan terpaksa Yasmin menunda pekerjaan nya. Lalu menyandarkan kepalanya di pundak Marcell. "Apakah aku bisa tidur di sini?" tanyanya yang memang mengantuk.
"Hem...tidurlah" Marcell paham jika Yasmin lelah dan mengantuk akibat ulahnya tadi malam. Marcell membawa wanita itu kedalam pelukannya dan benar saja tidak membutuhkan waktu lama Yasmin memasuki alam mimpi terlihat dari nafasnya yang teratur.
"Kita akan kemana Tuan?" Dion bingung, karena tadi Yasmin menyuruh nya ke lokasi proyek yang ada di Sanur, sedangkan Marcell menyuruh nya mencari hotel.
"Lakukan sesuai perintah Yasmin" Marcell menjawab dengan perhatiannya tertuju pada wanita yang tengah terlelap di pangkuan nya. Berbagai pikiran dan perasaan berkecamuk dalam hati dan kepala Marcell saat dirinya memandang wanita yang sudah beberapa bulan ini menghangatkan ranjang nya.
__ADS_1
Apakah Marcell mencintai Yasmin? Marcell tidak tahu. Marcell hanya merasa nyaman dan bahagia saat bersama dengan Yasmin. mungkin sebenarnya Marcell sudah mencintai Yasmin namun Marcell belum menyadari nya.
....
"Kita sudah sampai Tuan" suara Dion mengembalikan kesadaran Marcell yang dari tadi tenggelam dalam pemikiran nya sendiri.
"Hem. Kau keluar lah, Yasmin masih tidur" perintah nya pada sang asisten.
"Baik Tuan" Dion keluar dari dalam mobil meninggalkan sang Tuan berdua dengan sekretaris istimewanya itu.
...
"*Kau wanita yang cantik Yas, kau juga wanita yang baik. Tapi aku malah merusak mu, jika aku tidak bisa bersama mu selama nya apakah kau akan baik-baik saja? seberapa terluka nya dirimu nanti? apakah kau bisa menemukan pria baik yang akan menerima mu apa adanya? Aku tidak ingin kehilanganmu Yas, tapi aku juga tidak bisa menjanjikan sesuatu hal yang lebih padamu*" huhhh.... Marcell menghela nafasnya bermonolog dengan perasaannya sendiri.
Tangan Marcell membelai rambut panjangnya Yasmin yang ada di pangkuannya, wanita itu tampak tak terganggu dengan aktivitas Marcell yang kadang mencubit pipinya, hidung, bahkan sesekali mendaratkan ciuman singkat di bibirnya.
Enghh.......
Yasmin menggeliatkan tubuhnya, kakinya terasa tidak nyaman karena posisi tidurnya yang meringkuk di dalam mobil.
"Apakah aku sangat cantik hingga kau menatapku tak berkedip" ucap Yasmin yang baru membuka matanya dan menemukan sepasang mata Marcell yang terus menatap nya.
"Aku tahu itu, aku adalah wanita yang pintar, cantik, seksi, dan sangat panas" ucapnya dengan mengedipkan sebelah matanya lalu bangun dari pangkuan Marcell.
"Kita sudah sampai? tanyanya lalu di angguki Marcell. "Sudah dari tadi? kenapa tidak membangunkan ku?" Yasmin melihat sekelilingnya mencari dimana asisten Marcell.
"Aku tahu kau sangat lelah dan mengantuk" Marcell menjawab dengan tangannya merapihkan rambut Yasmin.
"Lalu dimana Dion?" tanyanya.
"Ck...kau menanyakan pria lain pada pria Mu?" protes Marcell yang tak suka dengan pertanyaan Yasmin.
"Apakah kau cemburu Tuan Regan?" goda Yasmin menatap intens pada Boss nya itu.
"Aku hanya tidak suka milikku di ganggu orang lain" Marcell mengalihkan wajahnya ke arah lain.
__ADS_1
"Tapi Dion tidak menggangu ku" tutur Yasmin santai.
"Kau..." Marcell menatap ke arah Yasmin.
"Apa...? memang benarkan kalo Dion tidak menggangu, bahkan aku sendiri tidak tahu dimana Di...hemmmffff" perkataan Yasmin terputus saat sesuatu yang kenyal membungkam mulutnya. Untuk sesaat Yasmin terkejut tapi kini Yasmin menyambut bahkan mengimbangi serangan dadakan dari Marcell. Keduanya berpangut cukup lama dan saling mengeksplor satu sama lain, pertukaran saliva itu terhenti saat keduanya merasa kehabisan oksigen.
"Kita harus segera keluar, aku tidak ingin terjadi hal yang iya-iya di dalam mobil ini" Yasmin membuka pintu mobil itu lalu keluar.
"Kau terlalu menggoda untuk aku lewat kan Yas" Marcell kini sudah berdiri di samping Yasmin.
Marcell dan Yasmin menelusuri lokasi proyek yang akan menjadi target selanjutnya. Di area yang begitu luas rencananya Regananta Group akan kembali membangun hotel yang entah sudah ke berapa saking banyaknya jumlah hotel yang mereka bangun.
"Bagaimana menurutmu lokasi ini Yas?" Marcell meminta pendapat Yasmin. mereka masih terus berjalan dan berpegang tangan.
"Lokasi yang bagus, aku suka. Lebih tepatnya aku sangat suka daerah Sanur, di Sanur tidak terlalu ramai seperti di Kuta atau Nusa Dua, tapi tidak tahu sepuluh tahun kedepannya, mungkin jika semakin banyak pembangunan Hotel and Resort daerah Sanur juga akan menjadi ramai" Yasmin mengemukakan pendapat.
"Kau benar, pantai di Sanur juga tak kalah indah dari tempat yang lainnya" Marcell setuju dengan pendapat Yasmin.
"Apakah akan benar-benar di bangun Hotel and Resort lagi di sini?" tanya Yasmin.
"Sepertinya begitu, kenapa?" Marcell penasaran, sepertinya Yasmin memilih pandangan lain.
"Sayang sekali" Yasmin menyesal rencana itu.
"Ada apa? katakan padaku" tuntut Marcell.
"Ini hanya pendapat ku. Regananta Group sudah terlalu banyak membangun dan memiliki Hotel and Resort di Bali. Kenapa tidak membangun sebuah perumahan saja? Bali bukan hanya indah untuk di nikmati saat liburan. Tapi suatu saat wisatawan lokal maupun asing pasti akan memiliki keinginan untuk tinggal di Bali, menikmati suasana Bali setiap harinya, juga menginginkan menghabiskan masa tuanya di tempat yang indah ini. Jika Regananta Group membangun sebuah perumahan di lokasi ini, kedepannya pasti banyak sekali peminatnya. Rumah yang indah, suasana asri, dan pantai yang indah akan menjadi daya tarik tersendiri. siapa yang tak mengijinkan rumah di tempat yang indah seperti ini?" jelas Yasmin panjang lebar.
"Kau benar sayang" sahut Marcell lalu mencium dahi Yasmin. Spontanitas Marcell membuat hati Yasmin menghangat. "Kenapa aku dan Papa tidak terpikirkan hal itu?" Marcell memeluk erat tubuh Yasmin.
"Kau benar-benar wanita yang pintar dan cerdas, aku bahagia memiliki" Marcell semakin erat memeluk Yasmin dan menciumi kepala Yasmin.
"Aku tahu itu" tangan Yasmin juga memeluk erat pinggang Marcell.
TBC
🌺🌺🌺
Hallo para readers Mameeethor...
Semoga kalian semua sehat selalu...
Jangan lupa beri rating
Like
Vote
Comment
And
__ADS_1
Tap♥️