CINTA YASMIN

CINTA YASMIN
Rencana Pertunangan


__ADS_3

Dua wanita paruh baya sedang berada di sebuah Restoran Mall, keduanya berbincang dan bercengkrama dengan bahagia karena apa yang di harapkan akan segera terwujud.


"Aku sangat senang Helen, persahabatan kita kini akan berubah menjadi suatu jalinan kekeluargaan" ucap Mama Hana.


"Aku juga senang, mengetahui putrimu yang akan menjadi pendamping putraku" sahut Mama Helena.


"Jadi, kapan kita akan melangsungkan pesta pertunangan mereka?" tanya Mama Hana semangat.


"Bagaimana jika dua Minggu lagi? aku ingin membuat pesta yang mewah dan meriah untuk putra tunggal ku. Jadi aku butuh waktu untuk mempersiapkan acara nya" Mama Helena pun antusias dengan pertunangan Marcell.


"Baiklah, aku juga ingin yang terbaik untuk putriku satu-satunya, pasti anak-anak akan menjadi pasangan yang sangat serasi"


"Itu sudah tidak perlu di ragukan, keduanya memang sangat tampan dan cantik" ujar Mama Helena.


"Dan pasti pesta pertunangan itu akan menjadi Hot News yang paling di cari oleh para wartawan"


"Aku harap Laura tidak kesulitan menghadapi para wartawan, dan dia pasti akan selalu di ikuti oleh paparazi"


"Itu sudah resiko nya menjadi menantu keluarga Regananta, aku akan memberikan seorang pengawal setelah pesta pertunangan itu terjadi"


"Itu bagus, aku sangat setuju" sahut Mama Helena.


*


*


*


"Semua orang sedang membicarakan tentang pertunangan mu Cell" ujar Yasmin yang sempat mendengar para karyawan Regananta Group bergosip tentang kabar pertunangan sang pewaris tunggal.


"Kau tidak akan marah padaku kan?" keduanya memasuki lift.


"Aku akan benar-benar marah jika kau bertanya lagi" ancam Yasmin.


"Oke, maafkan aku"


"Aku akan merapihkan dokumen Nantara Hospital, dan akan segera aku berikan padamu" ucap Yasmin keluar dari dalam lift dan langsung menuju meja kerjanya.


"Apakah sudah selesai?"


"Tentu, Nadya sangat bisa di andalkan. Kau tidak akan menyesal mempekerjakan nya" puji Yasmin pada asistennya.


"Aku tahu kau sangat jeli memiliki orang yang akan bekerja denganmu, dan aku selalu percaya pilihanmu adalah yang terbaik" sahut Marcell.


"Tentu saja, kau harus membayar mahal akan loyalitas yang aku berikan, diluar bonus yang kau janjikan"


"Kau meminta kenaikan gaji?"


"Apakah kau keberatan?"


"Kau memang wanita yang cerdas Yas, dan aku tak meragukan itu"


"Kau baru menyadarinya?"


"Tidak juga, tapi sekarang aku benar-benar mengakui nya. Baiklah aku akan ke ruanganku" ucap Marcell berlalu pergi ke ruanganmu.

__ADS_1


*


*


*


"Ibu memanggil ku?" Nadya mendatangi meja kerja Yasmin.


"Kau membuatku merasa sangat tua, saat memanggil ku seperti itu Nad" keluh Yasmin.


"Maaf Bu" Nadya hanya ingin menghormati Yasmin sebagai atasannya, tidak ada maksud lain.


"Baiklah, aku memaafkan mu kali ini" ucap Yasmin. "Ini kau simpan dan pelajari dengan baik" Yasmin memberikan sebuah map snelhecter berisi selembar kertas.


"Apa ini Bu?" Nadya membuka map itu dan membaca tulisan yang tertera di atas kertas.


"Itu adalah daftar restoran dan menu yang menjadi favorit Tuan Regan. Aku harap kau bisa menghandle nya saat aku tak ada di kantor" pesan Yasmin.


"Bukankah Bu Yasmin selalu bersama dengan Tuan Regan kemanapun itu?" karena sepengetahuan Nadya, Yasmin selalu bersama Tuan Regan, dimana ada Tuan Regan maka di sana pasti ada Yasmin.


"Aku berencana untuk mengambil cuti ku yang hampir lima tahun tidak pernah ku gunakan. Jadi aku sangat berharap padamu Nad" ucap Yasmin.


"Baiklah, tapi ibu jangan lama-lama cutinya. berhubungan dengan Tuan Regan dan Tuan Dion sangat tidak baik untuk kesehatan jantung saya" adu nya.


"Dion pria yang baik Nadya, kelihatannya saja datar dan dingin, tapi hatinya hangat, aku jamin kau akan menjadi wanita yang beruntung jika bisa memilikinya sebagai pendamping mu" papar Yasmin.


"Ah... Bu Yasmin bisa saja, kalau begitu saya permisi Bu" pamit nya.


"Simpan dengan baik map itu Nad" pesan Yasmin.


*


*


*


Tok...tok...tok...


Ceklek pintu ruangan Marcell terbuka. Yasmin masuk dengan membawa beberapa map snelhecter berisi dokumen yang harus di tanda tangani oleh Marcell.


"Ini semua dokumen yang harus anda tanda tangani Tuan" Yasmin menyerahkan map itu kepada Marcell.


"sekarang kau balas dendam dengan menenggelamkan aku melalui dokumen ini Yas?" Marcell menatap tak percaya dengan banyaknya dokumen yang di bawa oleh Yasmin.


"Saya tidak sedang balas dendam Tuan, hanya saja sekarang giliran anda berduet dengan tumpukan dokumen ini" Yasmin membela diri.


"Aku hanya perlu tanda tangan kan?" Marcell memastikan.


"Iya Tuan, setelah selesai anda bisa menyerahkan nya pada Dion, dia tahu kemana harus membawa dan menyerahkan dokumen itu" tutur Yasmin.


"Baiklah, terimakasih akan kerja kerasmu" ucap Marcell tulus.


"Saya permisi Tuan" pamit Yasmin.


"Kau ada kerjaan mendesak Yas?"

__ADS_1


"Tidak Tuan, hanya saja saya perlu membereskan beberapa file" tutur Yasmin.


"Kalau begitu kau temani aku dulu di sini" pinta Marcell.


"Apa yang harus aku lakukan disini Cell" Yasmin tidak menggunakan bahasa formal.


"Kau bisa duduk di pangkuanku agar aku semakin semangat kerjanya" Marcell menepuk pahanya.


"Kau ini sangat modus Cell" kesal Yasmin lalu berdiri hendak kembali ke meja kerjanya.


"Yas please, aku ingin menghabisi waktu bersamamu sebelum jam makan siang" bujuk Marcell.


"Kau ada janji dengan seseorang?"


"Nyonya Helena memaksa ku agar datang ke butik untuk fitting baju"


"Baiklah aku akan memberikan suntikan semangat untuk mu" Yasmin langsung duduk di atas pangkuan Marcell. "apakah tubuhku tidak berat?" Yasmin mengalungkan tangannya di leher Marcell, dan sengaja membusungkan dadanya.


"Buka lah Yas, aku ingin melihatnya" perintah Marcell mulai fokus membubuhkan tanda tangannya.


"Kau Adah menggila jika melihatnya"


"Dan yang di bawah sana sudah berdiri dengan gagah Yas" ucap Marcell.


"Benarkah?" Yasmin sengaja meraba area sensitif milik Marcell yang memang sudah On fire.


"Haruskah aku memasukkan nya kedalam lembah kenikmatannya milikku?" Yasmin menggerakkan pinggulnya.


"Hem...aku tak sabar merasakan kehangatan dan kelembutan yang ada di dalamnya" harap Marcell yang sudah mulai terbakar.


"Bukankah kau sering merasakannya?" Yasmin mengusap dada bidang Marcell.


"Kau tahu benar, bahwa tidak pernah ada kata cukup dan puas jika itu menyangkut lembah nikmat dan tongkat pusaka ku" tutur Marcell memejamkan matanya saat Yasmin menyentuh nya.


"Baiklah, aku akan beraksi nanti malam" Yasmin turun dari pangkuan Marcell dan berlari keluar ruangan.


"Kau menipu ku Yas?" kesal Marcell karena di gantung oleh Yasmin.


"Ini sudah jam makan siang Tuan Regan" ucap Yasmin di ambang pintu, mengedipkan sebelah matanya lalu menutup pintu itu.


"Damn it.... wanita itu mempermainkan ku, awas saja nanti malam. Aku pastikan menghukum nya semalaman penuh" geram Marcell, yang kini sakit kepala karena sesuatu yang bangun tidak di tidurkan oleh pawangnya.


Yasmin segera keluar dari kantor, ia berniat mengunjungi suatu tempat yang tak pernah di kunjungi nya seumur hidupnya. Namun hari ini Yasmin memberanikan diri untuk mengunjungi tempat tersebut, seperti apa sambutan nya di sana nanti, Yasmin juga tidak tahu. Yang Yasmin tahu, ini kali pertama dan terakhir ia mendatangi tempat itu.


*


*


*


*


*


TBC 🌺

__ADS_1


__ADS_2