
Dalam sebuah ruangan kerja, terjadi perdebatan hebat antara ibu dan anak lelaki nya.. Perselisihan pendapat sudah sering terjadi pada keduanya, namun tidak terlalu memanas karena sang anak mengalah saat itu, tapi tidak lagi sekarang.
"Leo, Anita adalah gadis yang baik, dia juga dari keluarga terhormat. Mama tidak mau tahu kamu harus menikah dengannya" ucap sang Mama tidak ingin di bantah.
"Jawabnya Leo tetap sama, Leo tidak mau. Jangankan menikah, untuk bertemu dengannya saja Leo tidak mau" sahut Leonardo Sanjaya, putra bungsu dari Bramantyo Sanjaya.
"Leo!!" seru Mama Hana.
"Tidak akan Mah, sudah cukup Mama menyetir dan mendekte hidup Leo. Sekarang tidak lagi, kedepannya apapun yang Leo lakukan itu semua atas kemauan Leo, bukan kemauan Mama atau Papa" putus Leo sudah jengah hidupnya di atur oleh sang Mama.
"Kau belum cukup dewasa untuk mengambilnya sebuah keputusan Leo" kata Mama Hana.
"Mama bercanda? bahkan lima tahun yang lalu Mama memaksa Leo untuk mengambil alih kepemimpinan perusahaan ini. Padahal Mama tahu jika saat itu Leo masih berusia 23 tahun, dan Mama juga tahu jika perusahaan ini adalah milik kak Yasmin" sahut Leo.
"Tapi kamu mampu memimpin memimpin perusahaan ini bukan? dan ingat, perusahaan ini adalah milikmu, bukan milik anak itu"
"Jika saat 23 tahun saja Leo bisa memimpin perusahaan yang hampir gulung tikar, apa lagi sekarang Leo 28 tahun? Leo sudah cukup bisa mengambil keputusan dan menilai mana yang baik dan buruk. Dan satu lagi, perusahaannya ini akan tetap menjadi milik kak Yasmin, bukan anak itu" tegas Leo.
"Leo kau menantang Mama?"
"Mama yang mengajariku"
"Mama hanya melakukan apa yang seharusnya Mama lakukan. Dan perusahaan ini, jangan coba-coba kamu kembalikan pada anak sialan itu"
"Yasmin mah, namanya Yasmin Angelica Sanjaya. Putri sulung dari Tuan Bramantyo Sanjaya" seru Leo.
"Mama tidak perduli"
"Leo juga tidak perduli, Leo hanya melakukan apa yang harus Leo lakukan dan mengembalikan kepada pemilik sebenarnya"
"Apa kau sudah gila" seru Mama Hana.
"Mama yang membuatku gila, Mama sudah melihat seperti apa hancurnya kehidupan putri kesayangan Mama itu? dan Mama masih mau mencoba menghancurkan kehidupan ku? tidak lagi mah, Leo bukanlah kelinci percobaan Mama"
Plakkkkk....
Satu tamparan keras dari Mama Hana mendarat tepat di pipi putih Leo.
"Kamu keterlaluan Leo, apa kamu pikir Mama sejahat itu? sekejam itukah Mama dalam pikiran mu?"
"Ya, Mama menjadi monster sejak membuat seorang anak kehilangan kasih sayang ayah dan ibunya" seru Leo, membuat Mama Hana tercengang.
"Itu bukan kesalahan Mama, itu kesalahannya karena lahir ke dunia ini"
"Lahirnya kak Yasmin ke dunia ini bukanlah suatu kesalahan mah, yang salah adalah suami Mama. Kenapa masih menjalin hubungan dengan Mama meski memiliki seorang istri dan anak?"
Plakkkkk
__ADS_1
Lagi, Mama Hana kembali menampar putranya.
"Jaga bicaramu Leo, suami Mama itu Papa mu" Mama Hana mengingatkan statusnya.
"Dan Leo benci kenyataan itu" teriaknya. Leo meninggalkan ruang kerjanya, sebab jika ia masih berada di dalam sana dan bersama Mama Hana, perdebatan panjang pasti akan terus berlangsung.
*
*
*
Mama Hana masih duduk terdiam dalam ruangan kerja putranya, ia tidak menyangka Leo yang selalu menurut padanya hari ini menjadi pemberontak. Bahkan berpikir jika Mama nya adalah monster.
"Satu-satunya kesalahan yang aku lakukan adalah tetap mencintai dan menerima Bram meskipun saat itu aku tahu jika dia sudah tidak sendiri lagi" gumam Mama Hana.
"Aku hanya berusaha mempertahankan cintaku, kenapa orang-orang tidak mau mengerti? bahkan putraku menyalahkan ku" Mama Hana mulai menangis.
Dua tahun terakhir ini hidup nya benar-benar berantakan. Ia kesulitan untuk bertemu dengan Laura juga cucunya, Leo yang semakin menjauh dan sikap Bramantyo yang tidak sehangat dulu. Semua itu membuat Mama Hana tertekan, ia takut keutuhan rumah tangga yang selama ini di pertahankan akan berakhir, Mama Hana tidak mau jika itu terjadi.
*
*
*
"Sial sial sial sial" umpat Leo memukul setir mobil nya.
"Aku harus segera pergi dari sini" gumam Leo, sudah tidak tahan hidup dalam kepura-puraan.
Drtttt......drttt.....
Ponsel Leo berdering, dan itu panggilan dari orang-orang yang ia perintahkan untuk mencari keberadaan Yasmin.
📞
"Katakan" ucap Leo menjawab panggilan itu.
"Tuan Regan sudah berhasil menemukan Nona Yasmin Tuan, Mereka sekarang sedang ada di Leiden bersama keluarga Regananta dan anaknya" kompor orang itu.
"Anaknya? anak siapa yang kau maksud?"
"Anak nona Yasmin dan Tuan Regan, sepertinya Nona Yasmin tangah hamil dalam persembunyian nya" ucapnya.
"Apakah kakak ku baik-baik saja?"
"Ya, nona Yasmin terlihat baik-baik saja tanpa kekurangan apapun"
__ADS_1
"Dimana dia bersembunyi selama ini?"
"Nona Yasmin menetap di kota Forssa, Finlandia"
"Lalu Kepa kau tidak bisa menemukan nya saat di Finlandia?"
"Semua karena campur tangan tuan Albert Tholense, beliau yang membantu nona Yasmin"
"Baiklah, terus pantau mereka. Dan laporkan padaku" perintah Leo memutus begitu saja panggilan nya
Tut...Tut...📞
"Baguslah, berarti sebentar lagi dia akan pulang" gumam Leo sedikit bernafas lega, karena satu beban nya akan segera berakhir.
*
*
*
Di sebuah mansion mewah milik keluarga Tholense sedang mempersiapkan acara penyambutan, Seluruh mansion di hias secantik mungkin, dan juga para koki memasak menu spesial dan berbagai macam jenis makanan.
"Seperti akan ada sebuah perayaan saja" ucap Marrisa melihat para maid mansion sibuk berlalu lalang.
"Memang akan ada sebuah perayaan" sahut Albert yang duduk di sampingnya.
"Perayaan apa? tidak ada yang berulang tahun dari kita, dan lebaran, Natal, ataupun tahun baru juga masih lama"
"Lebih dari itu sayang, dan aku jamin jika dalam perayaan kali ini dirimulah yang paling bahagia" ucap Albert, ia tidak memberi tahu Marrisa jika hari ini Yasmin akan datang. Dan bukan hanya Yasmin yang datang, tapi juga keluarga Regananta berikut calon pewaris kecilnya, yang tak lain cucu Marrisa, putra kecil Yasmin.
"Benarkah? aku tidak percaya" acuh Marrisa,
"Tidak masalah jika kau tidak percaya, yang jelas..."
"Ibu....." suara yang paling dirindukan oleh Marrisa kini terdengar oleh telinganya, suara itu hanya menyebutkan satu kata, tapi langsung menggetarkan hati Marrisa, membuat dunianya seolah terhenti. Sungguh Marrisa tidak ingin jika yang ia dengar hanyalah khayalan saja karena terlalu merindukan pemilik suara itu.
*
*
*
*
*
TBC 🌺
__ADS_1