
Jujur Sasuke sangat sangat benci ketika siapapun membandingkanya dengan Itachi, meski ia telah berhasil membunuh kakaknya sekalipun, jujur ia tetap tak bisa untuk sekadar melampui kegeniusan kakaknya tersebut.
Raikage yang melihat jelas kilatan amarah diwajah sang Hokage hanya bisa menghela nafas lelah,, kemudian menatap pelan punggung Sasuke.
Pukk
"Hah,, membayangkan saja dengan apa yang dikatakan itu, ia ingin mencoba memancing amarahmu, lebih baik kita mulai serius dan menangkap bocah Kyubi itu mulai, 'ucap Raikage yang memberi saran kepada Sasuke yang kini mulai menganggap amarahnya,,
Sedangkan di Altar tampak ke-dua mempelai wanita yang tak henti-hentinya menunjukkan raut wajah cemas dan khawatir melihat suami mereka mendapatkan luka dipipinya, luka dipipinya
"Sasuke-kun,,, 'gumam Sakura pelan yang masih bisa didengar Hinata di sampingnya!
"A-ano Sakura-chan,, ini semua tidak bisa dibiarkan, kita harus khawatir Sasuke-kun, aku takut Sasuke-kun nantinya, 'usul Hinata yang sesungguhnya merasa khawatir akan membantu terhadap suaminya.
"Aku setuju dengan Hinata-chan, dengan kuyakin, Naruto bisa menangkap, 'membalas Sakura mendukung Hinata untuk suaminya tersebut, meski mereka tahu Sasuke belum menunjukkan kemampuanya yang sesungguhnya.
"hai, 'balas Hinata singkat dengan senyum tipis diwajahnya!
'Maavkan aku,,,, Naruto-kun,,,'lanjut Hinata dalam hati, terbesit rasa sedih dan penyesalan didalamnya !
Wushhhh
Tanpa menunggu komando, dengan tetap mengenakan gaun pengantin Kunoichi cantik tersebut segera melesat menuju tempat suami berada untuk membantu.
,,
,,
__ADS_1
tappp
tappp
,,
Dikala suasana yang semakin tegang, dipenuhi Killing Intens dan hawa Intimidasi terdengar dua bunyi kaki yang menapak di atas permukaan tanah, bagi Ninja yang memiki tipe sensor sudah bisa dipastikan mentahui siapa pemilik langkah kaki tersebut tanpa harus menoleh keasal suara barusan, Raikage A dan Sasuke kini tengah menoleh kesamping kanan untuk melihat siapa yang datang,,
Terkejut, begitulah kini yang tengah dirasakan A dan Sasuke ketika mengetahui siapa dua pemilik suara tapak kaki barusan,,,
Hinata-chan, Sakura-chan,,, apa yang kalian lakukan, cepat kembali, aku tak ingin kalian terluka,, 'ucap Sasuke dengan nada yang tampak khawatir,,
"Maav Sasuke-kun, kami hanya ingin membantu, kontrak itu sudah menjadi tugas seorang istri untuk selalu ada disisi suaminya, bukan begitu Hinata-chan ?,, 'jawab Sakura yang kemudian meminta pendapat Hinata yang berada disebelahnya.
"H-hai, a-apa yang Sakura-chan katakan Sasuke-kun, kami hanya tak ingin-kun terluka, 'balas Hinata yang kini tengah menundukkan kepalanya malu ketika Sasuke yang langsung mengarahkan pandangannya ke arahnya.
Tak bisa disangkal jika ucapan dari Raikage barusan membuat ke-tiga pengantin tersebut memerah, terlebih untuk Hinata yang tampak seperti tomat kesukaan suaminya.
"Hah, baiklah tapi jangan melakukan hal bodoh yang dapat membahayakan nyawa kalian berdua, 'ucap Sasuke memastikan.
"Hai,, kami mengerti,, 'balas serempak Sakura dan Hinata !
Disisi lain Naruto kini menunjukkan emosi tersendiri ketika melihat kejadian didepanya, perih yang begitu luar biasa perlahan mulai menggerogoti, rasa sakit tengah yang teramat sangat ketika melihat ke-dua dihadapanya, tampak begitu bahagia bersama Rivalnya, hancur, hancur! Hatinya begitu hancur, semua perasaan kecewa, luka, kekecewaan, dan amarah yang telah susah payah berusaha keras iasembunyikan kini benar-benar runtuh seluruhnya, pertahanannya kini benar-benar hancur, kelemahan yang coba ia tutupi pada akhirnya tampak jelas lewat di hampa yang menyimpannya begitu banyak penderitaan didalamnya.
Perlahan deru angin menerpa wajah kosongnya, seolah jiwanya telah lenyap entah kemana, Naruto tak menyangka jika akan melihat sebegini sakitnya ketika melihat ke-tiga orang yang dulu begitu berarti untuknya, dan tepat dihadapanya ia melihat sebuah kebahagiaan yang dulu sempat terlintas difikirannya untuk sekedar merasakan, namun apa yang ia lihat sekarangya,, kebahagiaan itu sendiri, dan satu hal lagi yang kini ia catat dengan jelas dimemori otaknya, "Kebahagiaan tak akan pernah bersamanya",, ia telah lelah meski hanya berharap, ,,
Aku sendiri, akan tetap sendiri, dan selamanya akan tetap sendiri, dalam kutukan mengerikan yang kubawa sejak mata ini membocorkan dunia yang dipenuhi keserakahan, kebusukan, dan penghianatan,,,, dan aku,,, tak berhak atas kebahagiaan yang ada, , aku lahir dari rasa pengorbanan dan kutukan, menjalani hari pahit yang terasa begitu kelam untuk sekedar diingat, aku tumbuh dengan sakit dan derita, dan akhirnya, aku harus berakhir menjadi makhluk yang kehilangan arah, kata "Teman" yang dulu ku banggakan ,, sekarang kata itulah yang menjadi pemicu lahirnya Monster yang sebenarnya.
__ADS_1
Terus memperhatikan apa yang ada dihadapanya,, setiap inchi wajah yang mulai ia cintai, rona dengan senyum tipis dibibirnya, menunjukkan keberhasilan yang ditunjukkan oleh Kunoichi tersebut saat ini, Naruto sadar dirinya benar-benar merasa jatuh dan hancur, semua nya disini ,, berdiri untuk melawanya,, memori kecilnya mengingat setahun silam ketika ia melindungi semua Shinobi yang berada dimedan perang dengan Chakra Kyubi yang ia miliki, dengan semangat ia terus berjuang untuk memenangkan perang dan menciptakan perdamaian, dan akhirnya kutukan itu terus berlanjut hingga saat ini ini.
Semua masih teringat diingatannya, memohon untuk dilindungi, harapan yang begitu besar dari semua Shinobi, dan sekarang semua sudah terlihat jelas dimatanya, ia hanya seperti seekor kambing yang dijadikan umpan, dan harus siap diekssekusi ketika selesai telah,, sungguh moral yang begitu rendah kepemimpinan.
matanya hanya bisa membocorkan nanar biasan menghadap bayangan hitamnya di atas tanah, hanya bayangan itulah yang selalu benar-benar bersamanya dan monster yang berada ditubuhnya kemanapun ia pergi, dia berpikir, untuk apa sebenarnya dia diciptakan dan terlahir di dunia bedebah yang menghancurkan harapan kecilnya . Masih terus terlarut dalam fikiranya yang begitu berkecambuk,, tak peduli lagi pada sekitarnya yang bisa merenggut jiwa nya kapan saja.
Sasuke yang melihat kelemahan dari Naruto akibat kehadiran dua perempuan tersebut tampak senang, ternyata kedatangan dua istrinya benar-benar membantu, terbukti dengan wajah Rivalnya yang kini tampak dengan sorot mata yang seperti itu hanyalah sebuah raga tanpa jiwa.
"Heh,,, ternyata begitu,,, 'gumam Sasuke kemudian!
Raikage yang mendengaran sang Hokage hanya bisa mengerutkan alisnya bingung, kemudian memutuskan untuk mengamati langsung apa yang membuat Sasuke tampak begitu gembira,,
'Heeemm,, jadi ini juga merupakan drama penghianatan Cinta,, kau benar-benar telah merenggut semua dari bocah itu Hokage-dono,, 'batin A kemudian yang cukup cerdas untuk memahami apa yang sedang terjadi pada Jinchuriki Kyubi tersebut yang kini tampak terguncang melihat kedatangan Hinata dan Sakura untuk membantu Sasuke menangkapnya.
"Kau benar Hokage-dono, inilah kesempatan kita untuk melumpuhkannya dengan cepat, 'komen Raikage yang berusaha mengikuti alur yang sedang.
"Hn,,,
"Hinata-chan, ayo kita hadapi Naruto,, 'ucap Sakura dengan serius, atensinya kini terfokus pada sosok pemuda bersurai pirang yang kini tampak berdiri mematung, entah mengapa hal itu membuat begitu senang, ia mengerti perasaan mantan rekan se-tim nya tersebut, bisa dipastikan kehadirannya bersama Hinata membuat pemuda tersebut mengalami goncangan mental yang hebat.
"Hai,, mari kita lakukan,,, 'jawab Hinata dengan tegas tanpa dasar nada tergagap dalam ucapanya.
,,
,,
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN, DAN VOTE BRO BIAR THOR MAKIN SEMANGAT BUAT UP
__ADS_1