
Deggg
'Aura ini,, Ni-san,, 'batin Konohamaru yang kini telah menyelesaikan tugasnya menghancurkan Konoha.
,,
Deggg
"Ti-tidak mungkin,, Ughhh,, aura gelap macam apa ini?, 'ucap salah satu dari tiga sosok tersebut ketika sensornya yang begitu sensitif menangkap pancaran energi dasyat yang sangat hitam. Membuatnya seakan tersiksa detik itu juga.
"Ughh,, ge-gelap sekali,, makhluk apa yang memiliki energi hitam semengerikan ini"
"Kau benar, bahkan ini lebih gelap dari Monster itu-,,
"Cepat periksa dimana keberadaan aura ini, 'perintahnya kemudian.
"Hai tuan"
..
..
"Tu-tuan,, aura ini berada ditempat yang sama dengan Monster itu, 'ucapnya kemudian setelah melakukan pengamatan.
"Hemmm,, begitukah?"
"Ayo,, kita bergegas, sepertinya sedang terjadi hal yang menarik"
Khukhukhuu,, aku akan menjadi yang terkuat jika bisa mendapatkan dua Sumber energi besar ini, 'fikirnya begitu percaya diri, tanpa tau makhluk apa yang akan mereka hadapi.
,,
,,
[Khakhakhakhaaaaaaa,,,]
Sebuah gelak tawa mengerikan terdengar dalam pekatnya asap putih bercampur kabut hitam, memberikan terror baru bagi beberapa manusia yang berada ditempat tersebut.
Kobaran api melingkar yang menjadi belenggu tempat tersebut semakin berkobar ganas terkena tekanan angin kencang. Nuansa paling buruk yang saat ini para Shinobi yang tersisa itu rasakan. Amat sangat buruk, bahkan lengan Susano'o sang Hokage tampak retak ketika melindungi Shinobi yang tersisa.
Kembali,, hasrat kehidupan mereka seakan lenyap begitu saja, sebuah energi kelam yang terasa berbeda dari Chakra, bahkan sebuah kegelapan yang jauh lebih mengerikan dari ekor-10, nafas-nafas yang tampak memburu, dengan mata melotot, tubuh mereka semua bergetar hebat, dan mulai tenggelam dalam keputusasaan.
,,
Sang Dewa kematian, hanya mampu terdiam ketika kehadiranya telah memancing keluar sosok makhluk yang benar-benar tak mampu digapai siapapun, karena bagaimanapun, makhluk itu merupakan kehendak negatif dari sang pencipta itu sendiri. Perwujudan dari sebuah kedengkian, amarah, dendam, kegelapan, kekosongan dan kesengsaraan.
,,
[Lama tak berjumpa,,,,, jiwa yang terkutuk "Drago"] 'ucap sang Dewa kematian dengan waspada.
[Khakhakhaaaa,,, sudah berpuluh ribu tahun dan kau masih mengingatnya?],'sebuah suara serak, sangat serak nan begitu berat terdengar dari kabut hitam yang menipis.
[Bagaimana aku bisa melupakan makhluk yang hampir menghancurkan neraka untuk memulai kiamat] 'lanjut sang Shinigami kemudian. Sedikit bernostalgia untuk mengingat memori mengerikan yang bahkan membuatnya sebagai sang penguasa alam kematian tak berkutik.
Setelah kabut dan asap menutupi pandangan tersebut hilang seutuhnya,, kini,,, mereka yang masih memiliki kesadaran mampu melihat sesosok makhluk mengerikan, bahkan untuk sang Hokage sendiri,, yang digadang-gadang menjadi Shinobi terkuat saat ini jatuh berlutut tatkala melihat perwujudan lain dari rivalnya.
Berdiri kokoh pada sebuah cekungan agak besar akibat ledakan energi dahsyat tadi,,, celana hitam yang tersisa nampak mulai terlihat compang-camping pada beberapa bagian, naik keatas, dan terlihat banyaknya segel hitam yang menghiasi tubuh tersebut. Dan kemudian,, sebuah pemandangan baru ketika sebelumnya sebuah wajah tampan bersurai pirang telah digantikan tengkorak kokoh berwarna hitam bercorak merah dengan rahang yang penuh akan taring tajam. Mata kosong yang hanya tampak kegelapan didalamnya, lalu, sepasang tanduk banteng mencuat kedepan lurus searah tatapan mata kosong tersebut, dan surai pirang panjanganya, telah tanggal dan berganti surai merah darah yang tumbuh dari tengkuk batok kepala belakang.
"A-apa itu?, 'gumam Anko ketakutan saat netranya melihat sendiri bentuk evolusi Naruto.
"E-entahlah, yang jelas,, makhluk itu takkan membiarkan kita lolos dari kematian, 'sahut Ibiki tak kalah gemetar dengan Anko,, hal itu pun berlaku kepada Shinobi lainya yang tersisa.
,,
,,
[Khakhakhaaaa,,, apakah kau akan mengambil jiwaku "Shinigami"], 'ucap makhluk bertanduk banteng tersebut.
[Tidak,, aku tak berhak atas jiwamu, "Drago",, kau dipenjarakan waktu itu hanya untuk menunggu takdirmu dimulai, agar tak memulai semuanya lebih awal, lagipula, aku tak akan mampu menyeret jiwamu kembali keneraka], 'jawab Sang Dewa Kematian.
[Kehhh,, kukira akan terjadi pertempuran]
[Kau tau aku tak mungkin menang darimu,, "Drago"]
[Khakhakhaaa,, kau mengakuinya?] 'lanjut Drago dengan ejekan sarkas.
[Cihhhh, baiklah, waktuku telah habis] 'balas sang Shinigami,, memutuskan untuk pergi kealamnya, karena ia tahu, makhluk itu bisa berubah fikiran dan melakukan hal buruk yang ia takutkan.
[Pergilah,, lagipula apa yang bisa kuharapkan dari makhluk tak berguna sepertimu] 'ucapnya kesal, bagaimanapun, ia sendiri terlanjur muncul untuk pertama kalinya didunia nyata, karena berfikir akan mendapatkan sesuatu yang menarik dari pertemuanya dengan sosok yang pernah menjaganya dulu tatkala ia masih dipenjarakan didasar Neraka terdalam.
[Aku tak peduli lagi dengan yang kau katakan, "Drago",, karena takdirmu sudah dimulai, dan dunia,, sudah diambang kiamat dengan kemunculanmu]
[Cihhh!-„„
[Ah,, aku lupa,, kau pasti mengenal makhluk ini], 'balas Naruto [Drago] kemudian.
Sring
Sring
Kemudian munculah rantai-rantai hitam dari tanah, dengan membelit seonggok tubuh lemah tak berdaya.
"Ugh,, rantai-rantai sialan,, 'rintihnya kemudian, tanpa sadar ia sedang berada ditengah-tengah dua makhluk mengerikan.
[Khukhukhuuu,, kau benar "Drago", makhluk ini yang telah melanggar hukum kehidupan dan kematian (Edo Tensei), dan dulu aku gagal mengambil jiwanya], 'ucap sang penguasa alam kematian dengan seringai mengerikan.
[Ambil saja jiwa makhluk tak berguna ini, aku terlalu muak melihatnya terus hidup sebagai pendosa]
Kepala yang sedari tadi diam tertunduk itu kemudian mendongak kedepan setelah mendengar suara serak dihadapannya. Tatapan picik khas ular itu kini tampak sayu, setelah berjam-jam terkekang rantai pengekang para pendosa.
__ADS_1
Degggggg
"K-kau, 'mata khas ular itu kini melotot dengan lebar tatkala Sang Dewa Kematian telah menunjukan bentuk sakralnya kepada jiwa yang telah dikehendakinya.
[Khukhukhuuu,, kali ini,, kau tak akan bisa lolos lagi manusia],, 'ucap Shinigami dengan liur yang telah menetes dari sela-sela gigi tajamnya, diiringi seringai khas Dewa Kematian.
Tubuh dari seorang legenda Sannin itu tampak bergetar, mulutnya seakan telah terkunci rapat, dengan pancaran mata yang mengisyaratkan ketakutan luar biasa, seakan De javu,, namun, kali kini, terasa lebih mengerikan.
Jlebbbbbbb
"Ohokkkkkkkk,"
Dan kemudian tampaklah sebuah aura biru yang perlahan keluar dari tubuh Orochimaru, itulah Roh yang sesungguhnya. Roh yang selama ini terus berpindah tempat tatkala raganya telah hancur, hingga siapapun beranggapan jika seorang Orochimaru mendapatkan keabadian karena exsperimennya. Namun kali ini,, Roh itu takkan pernah bisa lari ketika Shinigami telah menggenggamnya erat. Sangat erat agar tak ada kesempatan lagi untuk jiwa itu lolos dari kematian mutlak.
Roh itu,, kini telah tertarik perlahan, terlahap dalam perut sang penguasa alam kematian dengan pasti. Jerit kesakitan dan rontaan hebat mengiringi terlepasnya jiwa dari raga yang entah bergender laki-laki atau perempuan, dan kemudian meninggalkan tubuh yang tergeletak tak berdaya ketika rantai yang mengekangnya pun ikut terlepas.
Bruggghh
„„
Dan kemudian-,
Srett
[Khukhukhu,, dan kau manusia,,, aku akan tetap menyeret jiwamu bersamaku,]
Deeeggg
Kakashi yang sedari tadi tercengang mendengar percakapan dihadapannya kini tak mampu lagi untuk berbuat apa-apa,, malah Orochimaru yang harus menjadi korban, dengan kata lain, usahanya gagal, dan tewas tersegel keperut Shinigami selamanya.
"Ta-tapi-,,,
Jlebbb
"Ohokkkkkkkkk"
Cakar-cakar runcing itu telah menembus dada Kakashi,, dan kemudian sang Dewa kematian mulai melahap jiwa Hatake Kakashi dengan buas.
[Khukhukhuuuu,,, ikutlah bersamaku,, wahai jiwa yang kotor]
"SHI-SHINIGAMI KEPARAAATTT ARRRRRRRRRRRRGGGGGGHHHHHH, 'teriaknya kencang ketika merasakan jiwanya ditarik paksa oleh sang penguasa alam kematian.
Deggg
Brugh
Brughh
Semuanya tanpa terkecuali, telah jatuh berlutut dengan harapan yang telah pupus,, bahkan sang Dewa Kematian tak mampu untuk melahap jiwa makhluk itu.
"Kita akan mati,, 'racau Kurotsuchi lemah dengan tatapan mata kosong dan putus asa.
Bahkan hal itu berlaku untuk mereka para Shinobi laki-laki,, dan moment ini mereka akui lebih mengerikan dari sekedar bencana Perang Dunia Shinobi ke-4.
Setelah lenyapnya sang Dewa Kematian kini hanya menyisakan seonggok tubuh yang tampak pucat, seakan sari-sari kehidupannya telah hilang,, sebuah pengorbanan nyawa yang diharapkan mampu menyelamatkan mereka yang tersisa, pada kenyataanya,, takdir kembali menolak harapan dan usaha mereka, itulah karma. Akan tetap berjalan meski terhalang Benteng besar nan kokoh sekalipun, mutlak dan tak akan mampu terbantahkan.
Sring
Sring
Sring
Rantai-rantai hitam kembali mencuat kepermukaan, dan mulai mengekang mereka semua dengan erat, hanya tinggal menunggu,, waktu jatuh tempo penghabisan nyawa mereka satu persatu.
"Argghh,, sial,, rantai-rantai ini lagi, 'ujar mereka para Shinobi yang tersisa.
"Ugh,, arrgghh,,, ku-kuat sekali rantai sialan ini, 'racauan demi racauan kembali terdengar bersahutan.
Tap
Tap
Tap
Langkahnya kian mendekat kearah mereka para pendosa, hawa kegelapan serasa menguar seiring langkah kaki itu berjalan.
Tap
Kemudian,, langkah itu terhenti lima meter dihadapan mereka, mata kosong itu, tengah memandang satu persatu dari wajah mereka para pengkhianat, lalu perlahan tengkorak kepala itu mulai membentuk kembali sesosok wajah, sepasang tanduk itu mulai memendek dengan pelan hingga tak terlihat sama sekali, surai merah tadi telah kembali seperti semula, yakni pirang keemasan.
Dan tatapanya terhenti tatkala melihat seorang pria paruh baya dengan luka-luka melintang diwajahnya, Morino Ibiki. Dan seorang perempuan berpakaian minim, Mitarashi Anko.
"Kalian berdua,, selanjutnya,, 'tunjuknya tepat kearah wajah Ibiki dan Anko yang kini tengah melotot kaget.
Dan-,,
Krak
Grakk
Muncullah dua tengkorak hidup dari tanah dengan memegang sebuah pedang dan cambuk. Bersamaan munculnya dua buah tiang salib, Naruto berniat menunjukkan bagaimana perbedaan siksaan yang sebenarnya dengan siksaan ala Divisi Introgasi Konoha.
"Tunjukkan siksaan yang sebenarnya kepada bedebah itu, 'ucap Naruto datar.
Dan saat itu pula rantai yang membelenggu Ibiki dan Anko terlepas begitu saja. Merasa dibebaskan, alangkah salahnya,, melainkan kini dua tengkorak tersebut tengah menyeret kedua terdakwa ketiang salib untuk diexsekusi.
Singkatnya mereka berdua tengah menjerit-jerit kesakitan tatkala kedua tulang berjalan itu mulai menyayat kulit mereka secara perlahan, dan tampak darah mulai mengucur deras dari sela-sela pakaian mereka yang telah robek terkoyak benda tajam, cambukan, dan sayatan pedang perlahan membuat kedua korban terpuruk dalam rasa sakit dan kepedihan, semuanya kini telah lengkap dan sempurna, ketakutan, kesakitan, kesedihan, dan siksaan, telah menggantikan kebahagiaan hidup mereka semua.
,,
__ADS_1
Mereka yang tersisa,, tak kuasa lagi menyaksikan acara live tersebut, tepat dihadapan mata mereka, Ibiki telah dikuliti hidup-hidup, matanya dicolok ujung pedang, dan penghujungnya, lehernya digorok perlahan. Begitu pula dengan Anko,, sang Algojo tengah memberikan cambukan demi cambukan, hingga tampak pakaiannya telah hampir hancur dengan kulit lecet dan melepuh, wajah cantik menggoda itu,, kini hanya tampak rembesan darah segar, apa yang bisa Anko lakukan, tubuhnya terikat kuat rantai para pendosa dikesedihan tiang salib, hanya sesal dalam penghujung akhir nyawa, ketika sang Algojo telah merobek wajahnya dengan pelan, dan kemudian menggerogoti lehernya dengan begitu bernafsu.
Lolongan kesakitan menjadi akhir bagi kedua jiwa angkuh nan sombong tersebut, terbentang mengenaskan pada tiang salib. Dan kemudian terlahap kobaran api dengan cepat. Lagi-lagi,, tewas dan terhapuskan begitu saja, seakan,, sebuah nyawa tiada berarti sama sekali untuknya.
..
Lalu,, Naruto berjalan pelan kearah pemuda yang mukanya dipenuhi akan cat, membuat ia yang dituju meneguk ludahnya kasar.
'A-apakah ini giliranku, 'gumam Kankurou dalam hati.
Tap
Pemuda bersurai pirang itu berhenti dihadapannya,, menatapnya nyalang penuh kebencian.
"Apa kau bangga telah mengambil jabatan itu dari saudaramu sendiri?, 'ucap Naruto datar.
"Eh, a-apa maksudmu Na-naruto?, 'tanya Kankurou seolah tak mengerti dengan maksud dari perkataan Naruto.
Buaggghh
"Uhukkkkkkk,, 'sebuah pukulan cukup keras telah menghantam Kankurou.
"Kau sama saja dengan mereka,, makhluk serakah"
"Uhuk,, a-aku tak mengerti a-apa maksudmu, 'bantah Kankurou kemudian.
Duakkkk
Bragkkkk
"Ohokkkk,,, ohooooookkkkk, 'kali ini sebuah tendangan menghantam tubuhnya dengan keras, membuat tubuh Kankurou terlempar dan terbatuk darah.
Tap
Tap
"Na-naruto, a-aku melakukan ini demi de-,,
Duakkkk
"Tetap saja,, kau menghianati saudaramu sendiri"
"Ughhhh,, ti-tidak,, aku tak pernah berniat menghianati Gaara, 'balas Kankurou lagi.
Grebbbb
"Jangan berbicara omong kosong, lalu apa yang kau lakukan ketika saudaramu diburu seluruh dunia, kau hanya diam seolah tak peduli, dan kemudian seenaknya kau mengajukan dirimu sebagai Kazekage, 'balas Naruto tajam sembari menatap Kankurou penuh murka.
"A-aku, uggghhh"
Wushhhh
Brakkkkkk
,,
,,
'Hiksss,,, Kankurou, 'ucap Temari sedih, melihat saudaranya tengah dihajar habis-habisan oleh Naruto, mereka yang lain hanya mampu bungkam dalam kekangan rantai hitam yang membelenggu tubuh mereka.
Rantai itu terlepas meninggalkan seorang pemuda yang tengah tergeletak kesakitan.
"Ughhh,, 'erang Kankuro ketika merasakan sakit yang mulai menjalar ditubuhnya.
Tap
Grebbbb
Krakkk
"ARRRRRGGGGGGGHHHHHHHHHHH KAKIKUUUUUU, 'teriaknya keras ketika kaki kanannya telah buntung.
Krakkk
Grakkk
Lagi dan lagi,, kaki, dan tangan mulai terlepas dari tubuhnya, darah menyembur deras kesegala arah, yang terlihat kini hanyalah seonggok tubuh tanpa tangan dan kaki.
Merasakan sakit yang teramat sangat membuat Kankuro menggeliat bak cacing kepanasan disertai raungan hebat memecah keheningan malam yang begitu kelabu. Hanya penyesalan dan kesakitan yang ia bawa pada penghujung akhir hidupnya.
Debbb
Kaki itu menginjak kepala berwajah badut tersebut dengan kasar, seolah tak memiliki arti sama sekali, kejam, tak berperasaan, dan tak berperikemanusiaan, namun apa yang bisa diharapkan dari sosok bersurai pirang tersebut, bahkan ia bukan lagi seorang manusia yang mampu lagi mengerti perasaan, hanya kekosongan, dan kehampaanlah yang menjadi ingatan kekal dalam dirinya.
"Kembalilah ketempat dimana pendosa seperti kalian tinggal"
Brakk
Craaatttt
Kepala itu telah hancur dengan otak yang tercecer menjijikkan, dan kemudian Naruto mengangkat tubuh tanpa kaki, kepala dan tangan itu tanpa beban, dan-,,,
Sreett
Wusshhhhh
Tubuh itu terlempar kedalam kobaran api yang bergejolak, satu lagi,,, jiwa pendosa telah ia kirim ketempat akhir bagi mereka yang kotor.
,,
__ADS_1
,,