Dark Creature

Dark Creature
Jubi No Ookami vs Susano'o


__ADS_3

Kedua bocah tadi dijatuhkan begitu saja, meringkuk bergetar menahan sakit akibat benturan tubuh mereka dengan tanah.


"Ughhh,, sa-sakit"


"Uhukk uhukkk,, pa-papa,,, Hirata takut"


"Hikkss,, tidak, Sarada, Hirata, 'Sakura lemas seketika tatkala melihat buah hatinya meringkuk kesakitan.


Uchiha Sasuke,, hatinya mencelos ketika ia mengingat tragedi lama, tragedi dimana ia kehilangan seluruh anggota keluarganya, dan kini,, entah mengapa ia sangat takut jika hal itu terulang kembali.


'Kumohon,, jangan lagi, 'harapnya sedih dalam hati, ia sudah merasakan kebahagiaan sejauh ini, merasakan kembali hangatnya sebuah keluarga kecil yang telah ia bangun.


Grebbbbb


Kepala bocah berumur empat tahun bersurai hitam berkacamata itu kini telah dicengkram erat Naruto.


"Arrrggghh,, sakiiiiitt, papaaaaaa, tolong Sarada papaaaaa, 'teriak Sarada ketika merasakan kepalanya berdenyut ketika lengan kekar Naruto mencengkramnya dengan kuat.


"KUMOHON NARUTO, JANGAN LAGI,, AKU MOHON LEPASKAN SARADA DAN HIRATA"


"Hiksss,, Sarada,,!, 'gumam Sakura lemah dengan tatapan sendu melihat kepala anaknya tengah dicengkram Naruto.


Dan kemudian,, lengan kiri Naruto menyentuh pundak Sarada, yang kanan tetap pada surai hitam bocah tersebut.


Sasuke yang mengerti apa yang akan dilakukan Naruto, tengah berontak sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari kekangan rantai hitam yang membelenggu tubuh dan Aliran Chakra miliknya"


"BEDEBAH KAU NARUTOOOOOOOOOOOOOOOOOO"


"SARADAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"


Krak


"ARRRRRRRRRRRRGGGGGGGHHHHHHHHHHH"


Krak


Grakkkkk


Brughhhhhhh


Tubuh kecil tanpa kepala itu telah ambruk keatas tanah yang dipenuhi genangan darah. Naruto tetap memegang kepala yang telah terpisah dari tubuhnya itu, kemudian dengan tak berperasaanya Naruto melemparkan kepala itu kehadapan orang tuanya.


Wushh


Debbb


Jatuh dan menggelinding tepat dihadapan kaki Sakura.


"Ti-tidak mungkin,, Sa-sarada,"


Tak cukup sampai disitu, kembali Naruto mencengkram bocah laki-laki yang tengah meringkuk ketakutan.


Grebbb


Krakkkk


"AAAAAAAARRRRGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHH"


Graaaakkkk


Bruggghhh


Sama seperti sebelumnya, Naruto mencabut kepala Hirata dengan mudahnya seakan tak memiliki sedikitpun rasa kasihan.


Syuttttt


Deebb


Dan kemudian kaki itu menggelinding dibawah kaki Sasuke.


Dan-,,,


Sring


Sring


Rantai yang mengekang tubuh Sasuke dan Sakura telah melepaskan diri begitu saja.


Brugh


Brughhh


Keduanya jatuh berlutut dengan pandangan kosong ketika dihadapan mereka disajikan pemandangan yang selalu menjadi bunga tidur mereka akhir-akhir ini.


"Ti-tidak mungkin, Sa-sarada, Hi-hirata, 'racau Sasuke tanpa sadar, matanya nampak kosong menatap dua kepala yang tergeletak di hadapanya. Kepala dari dua keturunannya yang ia harapkan mampu mengembalikan Existensi Klan Uchiha nanti.


"Hikssssss,,, ini tidak mungkinkan Sasuke-kun, tolong katakan jika ini mimpi buruk itu lagi, 'begitu pula dengan Sakura yang tampak begitu Syok melihat kenyataan dihadapanya, berharap jika ini mimpi itu lagi.


Sasuke hanya diam tak menjawab, kemudian kepalanya tertunduk, kedua tangan terkepal erat, gigi-giginya bergemelatuk keras merasakan kembali sebuah sensasi dendam yang serasa berkobar.


Jauh beberapa meter dihadapan mereka, Naruto tengah terdiam melihat hasil perbuatanya, tak sedikitpun ada rasa sesal, karena menurutnya, itu hukuman yang pantas bagi generasi para penghianat.


"Grrrrr,,, tampaknya kau berhasil membangunkan kembali dendam yang telah terkubur pada jiwa Reingkarnasi Indra,,, Naruto"


"Itu tak akan pernah merubah fakta apapun, Kurama, 'sahut Naruto sembari terus mengamati Sasuke yang terus tertunduk dengan aura suram, yang terliputi amarah dan dendam.


"Cihhh, terserah apa katamu"


"Persiapkan saja dirimu,, bukankah kau ingin mengamuk, 'balas Naruto sekenanya.


"Khukhukhuuu, inilah saat yang kutunggu, 'lanjut sang rubah hitam dengan gigi-gigi taring yang sudah berlumur liur merasakan nafsu bertarungnya kian terbakar dan menggebu.


'Dasar rubuh buluk, cepat sekali moodnya berubah, 'rutuk Naruto dalam hati! Melihat kelakuan Monster penghuni alam bawah sadarnya yang begitu bersemangat ketika mendengar kata mengamuk.


Aku mendengarnya bocah, 'sahut sang rubah dalam fikiran.


"Cih!


,,


,,


Dan pada akhirnya, Sasuke berdiri perlahan dengan kepala yang masih tertunduk dan tangan yang terkepal erat. Sakura sendiri tetap menangis meratapi kematian anak-anaknya.


"Naruto,,, kau harus membayar kepedihan ditempat ini, 'kepala yang sedari tadi diam tertunduk itu kini menatap lurus kedepan dengan sorot mata penuh kebencian, mata yang dulu selalu tampak kesepian dan dendam.


'Sasuke-kun, hikssss'


"Sakura, menyingkirlah dari tempat ini, 'ucap Sasuke datar!.


"Ti-tidak Sasuke-kun, aku tak kan meninggalk-,,


"PERGILAH SAKURA, 'bentak Sasuke dengan nada marah, sudah cukup semuanya mati, dan ia tak ingin lagi kehilangan yang tersisa.

__ADS_1


"Hiksss,, b-baiklah Sasuke-kun, 'balas Sakura ketakutan, dan kemudian menyingkir mengambil jarak pada sudut lain untuk mengamankan diri. Meninggalkan jasad kepala anak-anaknya dengan berat hati.


,,


,,


Dan kini dua mata legenda milik Sasuke telah bersinar tajam, menatap penuh amarah dan benci pada pemuda pirang yang tetap menatapnya kosong dihadapannya.


Wussssssshhhhhh


,,


Wusssshhhhhhhhh


Keduanya melesat dengan cepat, semakin dekat dan-,,


Trank


Trank


Kedua pedang berbeda bentuk dan warna itu saling berbenturan. Dan dua reingkarnasi kakak beradik itu tengah saling menatap tajam. Saling menujukkan kilat dendamnya masing-masing, Sasuke dengan tatapan datar nan arogan miliknya, sedangkan Naruto dengan tatapan kosong tanpa kehidupannya.


"Aku,, akan membunuhmu,,, Uzumaki, 'desis Sasuke tajam.


Sedangkan Naruto,, tetap menunjukkan ketenangannya, sudut bibirnya perlahan tertarik kesamping kiri.


"Aku ingin melihat, bagaimana kau melakukanya,,, Uchiha?, 'sahut Naruto kemudian dengan seringai rubah miliknya.


Wajah itu tampak memuakkan untuknya, Eternal Mangekyo Sharinganya berputar cepat.


Tsukoyomi


Genjutsu World.


Sekali tatap mata, keduanya tengah berada didunia Genjutsu. Tampak pemuda pirang yang tak lain adalah Naruto tengah disalib. Sedangkan Sasuke sendiri kini telah berdiri tegak dengan sebuah pedang digenggamanya.


"Naruto, aku akan memberimu rasa sakit yang jauh lebih sakit dari mereka yang telah kau siksa, 'ucap Sasuke dengan penuh kebencian.


Sedangkan Naruto sendiri tetap diam sembari menatap kosong Sasuke.


Dan kemudian, Sasuke mulai melakukan ritual penyiksaannya terhadap Naruto.


Jlebb


Jlebb


Jlebb


Jlebbbbb


Pedang itu terus terhujam pada tubuh Naruto tanpa henti, setiap tusukan yang ia hujamkan penuh akan amarah dan kebencian yang berkobar.


Jlebb


Jleebbb


Entah sudah tak terhitung lagi berapa banyak Sasuke menghunus pedangnya ketubuh Naruto, dengan ganas dan brutal ia tusukan kepada tubuh yang berlumur darah itu.


"Kenapa,, kenapa kau berhenti, Uchiha, 'bukan Sasuke, melainkan Naruto lah yang berucap mewakili tubuhnya yang hampir tak berbentuk rupanya.


Deggg


Sasuke hanya bisa melotot mendengar ucapan tersebut.


"GYAHAHAHAAAAAAA,, kau lupa jika aku memiliki mata yang lebih mengerikan darimu?, 'ucap Naruto yang muncul dari sudut lain dengan mata merah yang menyala terang.


Genjutsu : Kai


Real Word.


,,


,,


Wushhhhh


Sasuke lekas segera melompat untuk mengambil jarak dari Naruto.


Namun dengan kecepatan gilanya Naruto telah melesat cepat berada diatasnya.


'Siallll,, kecepatan ini lagi, 'racaunya dalam hati sembari menangkis serangan cepat tersebut.


Trankkkk


'Ughhhh, ku-kuat sekali tenaganya,'


Dan kembali keduanya bertarung dengan ganas. Menghancurkan apapun disekitar mereka. Saling baku hantam, mengadu kekuatan fisik, Taijutsu dan kemampuan berpedang mereka. Dengan kecepatan yang jauh diatas rata-rata. Kilat hitam dan ungu tampak saling berusaha mendominasi, tak ada yang mengalah.


Srett


Crassshhhh


Sebuah sabetan dari Naruto berhasil melukai pipi kiri Sasuke.


'Cihh,,,, lagi-lagi, 'rutuknya dalam hati.


Tak terima terkena serangan yang sama seperti terakhir kali mereka bertarung, Sasuke kembali menyerang Naruto dengan Taijutsu klan Uchiha.


Tak ada seni apapun yang Naruto tunjukkan, instingnya yang tajam tak kan pernah membiarkanya lengah.


Trank


Trankk


srettt


Brughh


Wushhhhh


Sebuah tendangan keras dari Sasuke berhasil mengenai perut Naruto.


"Ughhh,, ini saja tak cukup Uchiha,, apa aku harus membunuh perempuan ****** itu agar kau bisa lebih bergairah, 'ucap Naruto kemudian, berharap Sasuke bertarung dengan seluruh kemampuan yang dimiliki.


"BEDEBAH KAU NARUTOOOOOOO,,"


Chidori


Bzittt


Cip


Cipp

__ADS_1


"HEYAAAAAAAAAAAAAAAAAA"


Senyum sinis nampak menghiasi sudut bibirnya, tak ingin ketinggalan, Naruto menggerakkan lengan kanannya kesamping, lalu terbentuklah bola hitam kemerahan berputar cepat ditelapak tanganya.


Wushhhh


Dai : Rasenringu


"HAAAAAAARRRRRRRRRRRRGGGGHHHH"


Keduanya saling melesat cepat, semangat pertempuran masa lalu seakan kembali berkobar ganas diantara mereka, membawa keyakinan dan dendam mereka masing-masing.


Semakin dekat, dan-,,,


Duaaaaarrrrrrrr


,,


Wussshhh


Bruagggghhh


Salah satu diantara mereka telah terpental jauh mendekati kobaran penjara api neraka.


Brughhh


'Ughhh,, Jutsu itu,, bukanlah Rasengan, siallll, 'geramnya dalam hati ketika ia kalah dalam peraduan Jutsu barusan, Jubah Hokage yang ia kenakan telah robek dibeberapa bagian.


Tak cukup sampai disitu, dengan sebuah pergerakan gilanya, kini,, Naruto telah bersiap menebas kepala Sasuke dari samping.


Sasuke yang terkejut dengan hal tersebut tak akan sempat menghindar dengan kecepatan fisik.


Dan-,,


Amenotjikara


Jrassshhhh


Dalam pandangan kasat mata tubuh Sasuke dipastikan terpenggal oleh pedang Naruto, namun beberapa saat kemudian, tampaklah sebuah batu berlumur darah yang telah terbelah menjadi dua bagian.


'Rinnegan,,, 'gumam Naruto dalam hati yang sudah tak asing lagi dengan kemampuan tersebut, karena bagaimanapun Sasuke pernah menggunakan kekuatan itu juga ketika pertarungan masa lalu mereka dilembah akhir.


Sreeetttttt


Insting tajamnya mengatakan untuk menghindar.


Crashhh


Lambaian surai pirang panjangnya tertebas beberapa helai ketika menghindari sabetan pedang Kusanagi Sasuke.


'Sial,, meleset, 'umpat Sasuke dalam hati.


Berputar cepat hingga kini Naruto lah yang mendapat kesempatan emas.


Srettt


Duakkkk


Wuussshhhh


Brakkkk


'Uhukkk,, sialll,,'


Kemudian Naruto mengangkat lenganya perlahan, dengan jari telunjuk yang mengacung lurus kearah Sasuke.


'Celaka Jutsu itu lagi, 'batin Sasuke cukup panik, ia tak mungkin menghindar, mengingat Sakura berada cukup jauh dibelakangnya.


Kemudian tercipta bola hitam kecil sebesar kelereng dihujung jari telunjuk Naruto.


Dan-,,,,


Wuuuussshhh


Duaaaaaaaaarrrrrrrrrrr


Ledakan cukup besar terdengar memekakkan telinga tatkala Jutsu Naruto menghantam tepat dimana Sasuke berada. Asap mengepul padat, memberikan kesan horor pada hari yang telah melewati tengah malam.


Setelah asap tadi menghilang perlahan, samar-samar, tampak sebuah aura ungu transparan yang membendung Jutsu Naruto barusan. Dan setelah asap hilang seutuhnya, kini Naruto dapat melihat makhluk Astral dimana mereka memanggilnya Susano'o.


Tak sampai disitu saja, perlahan makhluk yang masih terbentuk setengah badan itu kini perlahan terus meninggi dan membesar, hingga mendekati tahap sempurna. Dan tampaklah sipemilik yang berdiri tepat dikening makhluk Astral tersebut. Bersenjatakan sebuah pedang dan sepasang sayap dipunggungnya.


'Hah,, hah,, hah,, aku akan membunuhmu Naruto, 'katanya dalam hati. Fisiknya tampak mulai menunjukkan kelelahan.


"Groooaaarrrr"


Auman cukup keras tercipta tatkala rangkaian tulang itu telah terbentuk sempurna, berdiri gagah bak seorang prajurit Samurai.


,,


Dan-,,,


Wushhhh


Naruto kembali memasuki Mode Yami Rikudou. Sembilan bola hitam kembali melayang dipunggungnya, dengan sepasang Rinnegan merah bersinar terang membawa kekuatan yang mengerikan. Jubah hitam kembali membalut tubuh kekarnya, dengan dua tanduk kecil yang mencuat didahinya. Dan juga jangan lupa warna rambut yang berubah hitam kemerahan.


"Kau sudah siap,,?"


"Khukhukhu,, tentu saja,, Naruto"


Kemudian,, Naruto memejamkan kedua kelopak matanya dan menyatukan telapak tanganya secara bersamaan. Begitu pula sang penguasa kaum Youkai dan siluman tersebut.


Beberapa saat kemudian tampak kedua pasang mata yang terpejam itu terbuka secara Spontan dan bersamaan.


Dan-,,,


"HARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGHHHHHHHH/GROOOOOOOOOOOAAAARRRRRRRRRGGHHHHHHHHHHH"


Wushhhhhhhhhh


Muncullah ledakan Chakra hitam pekat yang berpusat pada pemuda bersurai hitam kemerahan itu.


Wusssshhhhhhh


Boooommmmmmmmm


Lalu terbentuklah sebuah wujud baru yang membuat makhluk manapun bergetar, sosok hitam raksasa berbentuk Rubah hitam kelam dengan 10-ekor melambai-lambai, dengan sepasang mata RinneSharingan berwarna merah darah, Sang penguasa alam Monster dan Siluman, "Juubi no Ookami"


"GROOOOOAAAAAARRRRRRRRRRRRRRR"


Raungan dasyat dari sosok raksasa hitam kelam itu seakan membuat dunia terguncang untuk yang kedua kalinya.


,,

__ADS_1


,,


__ADS_2