
Disinilah kini ia berada, mengikuti Alur kehidupan sembari mengawasi dibalik layar, menyembunyikan jati dirinya sebagai sosok Dewa Youkai dengan menyegel seluruh tekanan Chakranya menggunakan kemampuan Fuinjutsu dari dimensi sebelumnya. Sekilas hanya tampak seperti pemuda biasa yang berbaur dengan keramaian manusia, bahkan warna matanya telah mengadopsi dari Saffier beku milik sang Host, dengan begitu tak ada sedikitpun keanehan yang mencolok dari penjelmaan makhluk buas berekor-10 yang begitu melegenda dalam dunia supranatural, bahkan existensinya dipercayai manusia dalam sebuah mitos kuno bersama ketiga makhluk buas berbentuk naga.
Ia terus melangkahkan kaki, dan mulai mengamati satu persatu manusia yang ia temui, dan ia menemukan begitu banyak campur baur dari Ras lain dalam keramaian manusia tersebut, entah apa yang mereka cari didunia manusia, yang jelas ia hanya berhak mengamati, dan menjadikannya sebuah memori ketika "Dia"telah bangkit dari jurang penyegelan. Pada saat itu ia bisa memastikan bahwa-,,,
Hasrat membunuh dan haus darah akan membuat kehidupan seakan diselimuti kegelapan pekat, siapapun tak akan mampu untuk menghindari kematianya dari jiwa yang telah kembali terkubur dalam kesengsaraan dan kesakitan.
Berbagai kejadian telah ia dapat, mereka hanya berbaur tanpa bisa saling memahami, keegoisan membuat mereka yang kuat menindas yang lemah, mereka diseret digang-gang sempit dan kemudian diserap darahnya hingga meregang nyawa, mereka yang lemah dibunuh begitu saja hanya untuk kesenangan, mereka yang lemah diperlakukan bak sebuah sampah yang tak berguna, miris tatkala ia melihat kebiadaban dunia yang membuat sebuah kerusakan nyata.
'Kematian adalah hukum mutlak bagi mereka-,,,
"-,,para pendosa"
..
..
Change Sceane.
,,
,,
Sosok tersebut tengah berdiri diam memandang jauh kedepan dari tempat tertinggi yang merupakan markas utama Ras Malaikat jatuh,"Ramiel",, sosok malaikat yang pernah melambangkan sebuah kesejahteraan hidup sewaktu masih berada ditahta Syurga, ia bersama Lucifer, dan Michael dulu adalah tiga malaikat yang begitu dihormati, mereka bertiga bersama-sama memerintah Syurga, namun kini mereka bertiga harus berpisah jalan dalam Ras dan takdir yang berbeda.
Yang pertama, "Lucifer"telah mendapat jati dirinya sebagai sosok Raja Iblis "Satan" dengan enam pasang sayap kelelawar yang membentang lebar, yang kedua ia sendiri yang ikut menyusul mendapatkan jati dirinya yang sesungguhnya sebagai sosok pemimpin "Gubernur" bagi Ras yang terbuang dengan enam pasang sayap gagak yang begitu lebar dari pada yang lain, dan yang ketiga, "Michael" telah mendapati jatidirinya sebagai pemimpin dari para "Seraphim"syurga menggantikan kedudukan Lucifer dulu disyurga, dengan enam pasang sayang merpati yang begitu Indah dan bercahaya.
Ironis memang, tiga Fraksi Akhirat, begitulah ketiga Ras tersebut dikenal dalam dunia supranatural.
Wussss
Semilir angin datang menyapa perlahan, mengibarkan surai hitam miliknya, seakan terbuai sosok tersebut memejamkan pelan kedua matanya.
Tap
Tap
"Apa kau akan terus menghabiskan waktu sepanjang hari ditempat ini,, Ramiel, 'terdengar derap langkah kaki yang disusul sebuah sapaan dari arah belakang.
,,
"Heeemmm,, apa yang membawamu kemari,, Bellial, 'gumaman tersebut terdengar begitu tenang dan damai.
Tap
"Tak ada,, semua masih terkendali meski ada beberapa kelelawar yang mengacau diteritori kita!, 'tukas Bellial menuturkan.
Kemudian mata yang terpejam tersebut mulai terbuka kembali.
"Kuyakin bukan hanya untuk itu! "
"Yah! Kau tetap jeli, Ramiel! Aku hanya ingin mengulas tentang kejadian tempo hari yang telah kualami bersama Jenderal Azazel"
Seketika itu Ramiel mengalihkan pandanganya menatap Bellial, tak bisa dipungkiri jika ia selalu merasa tertarik jika menyangkut tentang sosok yang akan menjadi arah pembicaraan.
"Apa masih ada yang belum kau jelaskan?, 'tanyanya kemudian!
"Begitulah, mengingat ini merupakan sesuatu yang begitu rumit, 'lanjut Bellial kemudian.
"Rumit? "
"Yah! Pada waktu itu,, entah mengapa dunia terasa berhenti, namun sebelum itu aku sempat merasakan kehadiran Ayah,"
Degg
"Jelaskan! "
"Tak ada lagi yang mampu kujelaskan Ramiel, setelah itu semuanya kosong dan aku merasa semuanya berhenti bergerak, lalu! Seperti yang kukatakan beberapa waktu lalu, "Dia"memutuskan untuk pergi begitu saja"
"Hah! Aku tak percaya jika "Dia"benar-benar sekuat itu, 'lanjut Ramiel sembari menerawang jauh kelangit.
"Aku sendiri sempat merasa demikian, bahkan aku dan Azazel tak berkutik sama sekali"
"Jadi benar "Dia"yang dulu Ayah maksud telah datang kedunia ini, 'gumam Ramiel kemudian.
"Begitulah Ramiel, ditambah sang legenda dewa Youkai yang tersegel didalam dirinya akan membuat semuanya semakin rumit untuk Ras kita"
,,
,,
÷Skiptime÷
…
…
…
Sejak saat itu, waktu kembali berputar melakukan tugasnya, konflik antar Ras terus berlanjut tanpa henti, bertarung dan saling menumpahkan darah, mereka kehilangan Cinta dan kasih sayang, kewarasan mereka telah dibutakan oleh dendam dan keserakahan dunia, saling menunjukkan kekuatan mereka demi mendapatkan apa yang ingin mereka raih dan dapatkan, saling menusuk, dan kemudian melebur dalam serpihan cahaya dan sisa abu pembakaran.
__ADS_1
Entah sudah berapa puluh tahun berlalu sejak kemunculanya, dan mereka menganggap "Dia"telah menghilang atau bahkan mati karena tutup usia, mereka bahkan terus gencar mencari dimana keberadaan sosok makhluk yang akan menjadi maut mereka semua selama ini, namun, keberadaanya seakan ditelan bumi.
Sejak kemunculannya untuk pertama kali, "Dia"telah dikenal seluruh Ras yang ada bahkan dewa sekalipun terkecuali untuk Ras manusia, keberadaanya merupakan sesuatu yang tak pernah diinginkan pihak manapun, termasuk malaikat itu sendiri, mereka semua ingin menyangkal takdir yang berada di genggaman makhluk tersebut, dan enggan untuk tunduk ataupun menurunkan tanganya menyerah pada takdir, namun,, apakah sesuatu yang telah ditetapakan mampu untuk digeser ataupun dirubah, sayangnya tidak, hukum tetap berlaku, yang mati akan tetap mati, begitulah Skenario yang telah dirancang oleh sang Kehendak.
...
...
Ditempat ini, Mekkai,, tampak ratusan ribu nyawa dalam dua versi makhluk yang berbeda, satu pihak blok timur dihuni oleh Ras bersayap kelelawar dengan pemimpin agungnya, "Satan Lucifer"yang tak lain adalah sang Raja Iblis, dipihak lain lebih tepatnya diblok barat, tampak ratusan ribu makhluk bersayap hitam bak burung gagak, mereka dikenal sebagai malaikat jatuh, dengan pemimpin agungnya, "Ramiel"selaku sang Gubernur.
Entah merupakan sebuah parade atau sebuah Festifal, mereka tampak saling memberi teriakan yang begitu memekakkan telinga, namun,,, hal itu tak berlangsung lama tatkala kedua pemimpin saling maju dan berhadap-hadapan. Dan ini merupakan saat yang begitu mendebarkan dimana kedua pemimpin Ras akhirat saling bertemu dan memberikan tatapan tajam seakan mengisyaratkan hawa membunuh yang pekat.
,,
"Lama tak bertemu,, Lucifer, atau aku harus memanggilmu-,,,
"-,,Satan,, 'sebuah kalimat yang monoton namun terdengar tegas bersamaan terucap dari sang Gubernur Datenshi,, "Ramiel".
Mata merah itu menatap datar sosok dihadapannya yang merupakan malaikat kedua setelah ia diciptakan.
"Itu tak merubah fakta apapun tentangku,, Ramiel!, 'balasnya kemudian!
Seulas senyum terpatri diraut wajah sang Gubernur malaikat jatuh tersebut ketika mendengar jawaban datar dari sosok yang dulunya ia panggil kakak.
"Yah! Bagaimanapun, kau tetaplah Iblis, dan itu tak kan pernah terbantahkan sampai kapanpun"
Surai peraknya berkibar tatkala hembusan angin datang menyapa, terdiam sesaat tatkala sosok dihadapanya mengungkit sedikit jatidirinya saat ini.
"Jangan lupakan jika kau sendiri jatuh dalam kubangan dosa, sebagai malaikat hina dengan kebusukan yang menodai kesucian kalian sebagai Archangel Syurga"
Seketika itu Ramiel menunjukkan raut wajah datar tatkala mendengar ucapan yang berbau sarkas dari sang Raja Iblis.
"Keh! Ucapanmu terdengar begitu Naif, setidaknya aku bukanlah Iblis terkutuk sepertimu Lucifer"
"Kau benar Ramiel,, aku memanglah Naif, tapi, itu semua tak pernah melunturkan kepercayaan dan cintaku kepada Ayah, kita berada pada kasus yang berbeda, 'jawabnya sembari menatap datar langit kelabu yang menaungi mereka saat ini, sekilas terlihat raut wajah rindu dibalik kebengisanya sebagai Raja iblis, tak bisa dipungkiri jika ia merindukan sosok yang pertama kali ia lihat setelah tercipta.
"Hahahaaa,, jangan bercanda Lucifer, bagaimana bisa kau mengatakan itu jika kau sendiri harus dikutuk karena menentang perintah Ayah, bukankah ucapanmu barusan terdengar hanya omong kosong"
Mendengar hardikan dari sang pemimpin Malaikat jatuh dihadapanya cukup untuk membuat lucifer tersenyum masam.
"Kau tak mengerti Ramiel, ada banyak cerita yang tak pernah kau ketahui, keteguhan, adalah prinsip dimana aku diciptakan, aku akan menentang sesuatu yang berlawanan dengan ketetapan hatiku, dan kau lihat sendiri bukan, bagaimana mereka keturunan adam berbuat seenaknya ditanah yang sejak dulu kupelihara, aku sudah melihat gambaran perbuatan mereka dimasa datang, lagipula, itulah bukti jika aku takkan pernah tunduk kepada siapapun selain Ayah"
Ramiel terhenyak ketika mendapat sebuah fakta tentang ucapan tersebut, benar,, manusia yang dulu mereka sembah telah menjadi cikal bakal kerusakan dibumi.
"Lupakan itu, aku tekankan sekali lagi untukmu Ramiel, pergi dari Mekkai atau aku akan menghancurkan bangsa kalian seluruhnya tanpa sisa, 'lanjut Lucifer kemudian, mengenyahkan segala omong kosong yang baru saja menjadi tema pembicaraan mereka berdua.
Seketika itu raut wajah Ramiel kembali tegas disertai Aura suci kental yang seakan menyeruak, pertanda jika ia terpicu dengan deklarasi Sang Raja Iblis barusan.
Dengan itu tak ayal membuat mimik wajah sang raja Iblis tampak semakin datar, sejauh ini ia telah memberikan Ultimatum berulang kali, ia mengklaim Mekkai hanya untuk bangsa Iblis dan siapapun tak berhak tinggal.
"Sejauh ini aku masih mengganggapmu dan yang lainya sama seperti di Syurga dulu Ramiel, aku masih mengingat kebaikan dan kebersamaan dengan kalian, aku berusaha menahan diri untuk tidak menghancurkan kalian semua sejak awal kedatangan kalian di Mekkai, tapi kali ini tidak lagi, kalian semua telah melampaui batas, dan perang adalah cara yang terbaik untuk mengusir kalian dari tanah terkutuk Mekkai, 'Tukas Lucifer kemudian, pada kenyataanya Lucifer memang sengaja tidak bertindak sejak awal mengingat bahwa mereka para Malaikat jatuh merupakan Adik-adiknya seluruhnya, ia yang awal tercipta, dan ia pernah begitu menyayangi mereka semua sebagai saudara, namun, jalan takdir telah berubah, semua telah berlalu, kisahnya sebagai sosok malaikat pemimpin hanyalah sebuah kenangan, dan mereka,, bukan lagi sosok saudara atau bahkan dalam satu Ras yang sama denganya.
"Kau berkata seolah kau mampu melakukannya Lucifer, sayangnya kami tidak selemah yang kau fikirkan, bahkan kami telah siap jauh-jauh hari untuk saat ini, 'dengan kepercayaan diri yang begitu tinggi Ramiel memberikan lontaran kata angkuh, ia sendiri tak akan pernah terima Rasnya diremehkan begitu saja. Dan kini telah tiba saatnya untuk membuktikan jika Datenshi merupakan Ras superrior yang patut diperhitungkan.
"Begitukah, dalam sudut pandangku kau dan Ras-mu hanyanlah segerombolan burung gagak perebut mangsa dari seekor elang, dan jika kau merasa kuat, datanglah dengan niat membunuh yang sesungguhnya karena-,,,
"Aku tak akan segan untuk menghabisi seluruh Ras-mu,,, Ramiel, 'ujar Lucifer kemudian.
"Keh! Kau berkata jika Ras-mu pengibaratan untuk seekor Elang, jangan bercanda Lucifer, bukalah matamu untuk melihat enam pasang sayapmu,, kau dan Ras-mu tak lebih dari seekor kelelawar tak berguna, 'balas Sang Gubernur Datenshi dengan sengit.
",,,,"
,,
Dibawah langit temaram tersebut terlihat begitu mencekam, hawa kematian seakan mulai menguar disegala sudut tanah terkutuk Mekkai, gejolak energi kegelapan dengan energi suci yang ternoda mulai begitu kentara, berusaha untuk saling mendominasi.
Saat ini berbagai macam pemikiran selalu melintas dalam otak mereka ketika dihadapkan sebuah Event besar yang disebut perang, mereka tau nyawa adalah harga mati ketika telah terjun dengan gagah berani dimedan peperangan, berusaha membunuh segala rasa takut yang serasa menggerogoti keberanian mereka.
Sebuah moment yang akan memberikan perubahan besar pada dunia mengingat Ras Akhirat merupakan yang terbesar diantara Ras lain yang ada.
Kumpulan burung gagak dan kelelawar tersebut masih senantiasa menunggu pemimpin mereka yang tengah melakukan sebuah Nostalgia, tak ada niat untuk menimbulkan sekecil apapun gangguan karena itu bisa menjadi kesalahan fatal.
,,
Keduanya kini tengah terdiam, namun saling menunjukkan sikap saling waspada yang begitu tinggi, aura suci yang ternoda kian terasa lebih pekat dari sebelumnya, disisi lain sosok Raja Iblis mulai menunjukkan tekanan energinya, Absolute Power of Destruction, dimana merupakan kekuatan utama bagi Satan beserta para keturunanya yang menyandang marga Lucifer.
Hawa kian suram nan mencekam mengawali sebuah parade besar dari dua Ras akhirat yang berseteru, petir mulai menyambar dihari yang tak pernah berganti siang ataupun malam, langit kelabu yang menggambarkan suasana berkabung terus menaungi mereka dalam nuansa kematian.
"Kita buktikan saja,, Lucifer! 'Ucap Ramiel kembali mengawali pembicaraan.
Dari situlah mulai tampak sifatnya sebagai Raja iblis, seringai kejam nampak tercetak jelas diraut wajah garangnya.
"Khukhukhuuu,, aku sudah menantikan saat dimana aku bisa mencincang saudara-saudara keparat seperti kalian"
"Cih! Simpan saja omong kosongmu itu Lucifer! Itu tak akan pernah terjadi, 'balas Ramiel kemudian,, ia semakin muak mendengar lagi dan lagi ucapan meremehkan dari sosok dihadapannya tersebut.
,,
Tap
__ADS_1
Sebuah langkah kaki terdengar berpijak diatas tanah dibelakang sang Raja Iblis.
"Ada apa kau kemari, Rizevim? 'Tanya Lucifer ketika menyadari jika sosok tersebut adalah garis keturunan pertamanya, Rizevim Livan Lucifer.
"Cih! Jangan bertele-tele ayah, kita habisi saja mereka para malaikat hina sekarang juga, 'ungkap Rizevim kemudian, tampak Exspresi marah nan kesal dari raut wajahnya tatkala harus menunggu terlalu lama.
Lucifer terdiam ketika mendengar ucapan putra pertamanya, ia sudah menduga, faham dan mengenal betul watak dari Calon pewaris Tahtanya tersebut, bahkan putra pertamanya benar-benar menunjukkan karakter sosok Iblis Sejati dimana melambangkan tujuh dosa besar yang sesungguhnya, namun,,, dalam hati ia merasa berkabung tatkala putranya tersebut tak pernah sedikitpun menaruh hormat kepadanya. Bagaimanapun ia juga merupakan seorang ayah, namun ia selalu mengenyahkan perasaanya tersebut ketika mengingat jati dirinya sebagai Iblis, karena-,,,,
"Iblis tak berhak atas kebaikan dan kebenaran yang ada"
,,
"Lakukan sesukamu,,, asal itu berguna untuk Ras-Iblis,, Rizevim! 'Ucapnya kemudian menanggapi layangan protes dari putranya barusan.
"Muahahahaaahaaaa,, aku akan menunjukkan jika aku pantas menggantikanmu setelah ini ayah, 'tawa gila terdengar menggelegar tatkala Rizevim mendapatkan jawaban yang telah ia tunggu-tunggu yaitu kebebasan bertindak demi kejayaan bangsa Iblis.
Disisi lain Bellial menyeringai senang tatkala melihat sosok Raja iblis terhormat yang tak sedikitpun mendapatkan hormat dari anaknya sendiri.
"Keh,, jadi berita itu benar, menyedihkan sekali kau Lucifer memiliki keturunan gila yang tak sedikitpun menghormatimu,, 'hardik Ramiel kemudian.
,,
"Aku tak peduli dengan apa yang kau katakan, tapi,, aku akan membunuhmu Gubernur brengsek,, 'sergah Rizevim kemudian.
Sedangkan Lucifer memilih diam, menyaksikan tingkah Rizevim yang semakin bertindak liar.
Mendengar ucapan percaya diri tersebut tak ayal membuat Ramiel menyeringai sinis.
"Sayangnya aku tak berminat melawan bocah ingusan sepertimu, kau bukanlah tujuanku berada ditempat ini nak, jadi,, kembali dan pulanglah, belum saatnya kau berada dimedan perang, 'balas Ramiel dengan kata pedas yang tentu saja langsung memicu Ego dan arogansi Iblis muda bersurai perak panjang tersebut.
"Sialan kau paman brengsek,, aku akan membunuhmu sekarang ju-,,
Seketika ucapan tersebut terhenti tatkala ia merasakan hawa membunuh mengerikan dari belakangnya.
'Dasar pengganggu,, 'gerutunya dalam hati ketika ia mengerti betul jika sang ayah tak menghendaki keputusannya untuk bertindak.
"Ketahuilah dimana batasmu Rizevim,, 'sebuah suara yang terdengar agak berat terdengar begitu menusuk ditelinga Iblis muda tersebut.
"Cih! Baiklah-baiklah,, 'hanya mampu mendecih dengan tampang kesal, Rizevim kemudian memutuskan untuk kembali ke barisan semula berada bersama ketiga Maou yang menjadi jenderal perang bagi bangsa Iblis.
,,
,,
"Aku rasa,, putramu akan menjadi sosok iblis sejati Lucifer,, 'sambung Ramiel kemudian.
"Sudahi omong kosong ini, dan-,,,,
Sreeetttt
"Bisa kita mulai pesta ini,, 'ucap Lucifer yang kini telah berada tepat dihadapan sang Gubernur Datenshi dengan sebuah pukulan berbalutkan Aura merah kehitaman.
Mata itu berkilat tajam dengan seringai yang tercetak jelas disudut bibirnya.
"Tentu saja,,, Lucifer, 'balas ramiel sembari ikut melepaskan sebuah pukulan berlapis aura suci yang berkobar.
..
..
...
Dan-,,,,
Blarrrrr!
Ledakan besar tersebut seakan menjadi sebuah genderang yang dibunyikan sebagai pertanda jika perang telah dimulai.
"Horyaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,
"Haaaaaaaarrrrrrrggghhhhhhhhhhhh"
"Heyaaaaaaaaaaaaaaa"
Teriakan demi teriakan semangat mulai berkumandang keras memenuhi segala sudut medan pertempuran tersebut, dibarengi hembusan angin yang begitu kencang, dengan gejolak petir yang terus menyambar.
Dan dimulailah Festival pertumpahan darah antar dua Ras, gagak mulai melebur satu persatu dalam serpihan cahaya yang ternoda, dan kelelawar pun mulai terbakar satu persatu, kematian,, adalah jalan bagi sebuah perubahan besar,, dan dari situ pulalah semua dimulai.
Kehancuran pertama,,,, sebuah moment bersejarah yang akan terus teringat dikalangan manapun, karena disitu semuanya dipertaruhkan, kekuasaan dan wilayah, harga diri serta dominasi siapa yang terkuat.
Namun,, mereka tak pernah tau, karena kebodohan mereka akan mulai membangunkan satu persatu makhluk kegelapan, makhluk-makhkuk terkuat yang sedang tertidur, para makhluk yang hanya pernah mereka dengar dalam Legenda namun belum pernah mereka jumpai sama sekali.
Dan kemudian,,, "Dia"yang tergelap dari yang tergelap akan bangun, dan mulai menjalankan takdirnya sebagai Algojo kematian para pendosa, "Dia"akan ikut campur dalam parade tersebut cepat atau lambat.
..
..
..
__ADS_1
..
..