
Kini terlihat pemandangan terang dimana dari langit turun ribuan tombak cahaya menuju satu titik dimana sesosok pemuda telanjang dada melayang dengan tenang, seperti sebuah hujan, tombak-tombak itu terus meluncur deras kebawah.
Saffier beku itu menengadah keatas, matanya nampak sayu menyaksikan fenomena tersebut, semakin dekat dan terus mendekat hingga mencapai jarak yang tak memungkinkan siapapun untuk lari ataupun menghindar.
Kemudian, Naruto memejamkan pelan kelopak matanya.
[Sora ni Oboreru]
Wusshhhh
Duaaaarrrrrrrrrr
Ledakan energi cukup besar kembali meledak dari dalam tubuh Naruto bersamaan dengan hujan tombak cahaya yang menghujam titik sekitar pemuda tersebut.
,,
Keduanya terhenyak sesaat ketika debuman keras bercampur hempasan energi merengkuh tubuh mereka, Bellial diam mengamati keadaan.
'Ledakan Energinya terasa berbeda, bukan Energi Youkai lagi,, pemuda itu benar-benar menyimpan kekuatan yang begitu mengerikan, inikah sosok yang akan menghukum kami semua para pendosa Ayah, 'gumam Bellial dalam hati.
"Azazel, tetap waspada, 'peringat Bellial kemudian.
"Tenang saja Bellial,, kuyakin serangan itu telah menghancurkan tubuh pemuda itu tanpa sisa, 'tukas Azazel kemudian, entah bagaimana ia merasa yakin jika seranganya mampu membinasakan pemuda tersebut.
Sretttttt
Degggggg
'Ti-tidak mungkin'
Wajah kosong itu kini tepat berada di hadapanya.
Grebbbbbbb
Seketika itu lengan kekar pemuda tersebut mencengkram erat leher Azazel yang masih dalam kondisi terkejut.
"Hentikan omong kosong kalian makhluk hina, 'ucap pemuda tersebut dengan tajam dan menusuk.
"Enghh,, arrghh,, si-sialan! Ma-makhluk apa kau se-sebenarnya? 'Ucap Azazel dengan terbata, tubuhnya seakan bergetar ketika menatap sorot mata kosong dihadapannya.
",,"
,,
"Cih! Keterlaluan"
Bellial yang berdiri agak jauh dari Azazel langsung melesat cepat dengan sebuah tombak cahaya.
Wushhhh
„
Naruto yang merasakan ancaman segera menolehkan kepalanya kesamping, seketika itu mata biru Saffier beku tersebut berganti dengan merah darah dengan ukiran cincin dan sembilan tomoe yang menghiasinya. Kemudian merentangkan lengan kirinya yang terbebas kearah dimana Bellial hendak menghujamkan tombak cahayanya.
[Shinra_Tensei]
Wushhhhh
Braaaghhhhhhhh
Seketika itu Bellial terhempas kuat oleh sebuah gelombang kejut bertekanan tinggi.
'Ugghh,, sial! Seperti sesuatu yang tak terlihat menghempaskan tubuhku dengan sangat kuat,, 'ringisnya dalam hati.
'Tunggu dulu,, mata pemuda itu berubah, tapi,, bagaimana bisa? '
"Cih! mata itu benar-benar memancarkan Aura yang mengerikan, 'lanjutnya kemudian, dari jarak yang cukup jauh, Bellial dapat melihat mata merah itu bersinar tajam menatapnya.
Naruto kembali menggerakkan lehernya pelan, menatap tajam Malaikat jatuh yang lehernya tercekal erat digenggamanya.
"Aku bisa saja membunuhmu saat ini juga, "
Degggg
Azazel terhenyak,, benar apa yang dikatakan pemuda tersebut, ia sadar jika nyawanya benar-benar dalam bahaya..
"Ke-keparat kau, 'geram Azazel, bagaimana mungkin seorang jenderal perang Datenshi sepertinya tak berkutik.
Dan kemudian Azazel dapat melihat dengan jelas, seringai predator terpampang nyata dihadapanya, dengan sepasang mata merah menyala yang serasa memberikan terror, bahkan tubuhnya terasa bergetar tanpa mampu ia tahan, perasaan ini,, perasaan dimana kematian terasa begitu dekat.
Glekk
Dengan itu Azazel menelan ludahnya kasar dikala lehernya yang tercekik, sungguh, baru kali ini ia merasakan ketakutan, peluh dingin kembali membasuh wajahnya.
Kemudian Naruto menggerakkan lengan kirinya yang bebas.
Greeppppp
Lalu mencengkram erat surai hitam berponi pirang dihadapannya.
"Arghhhh"
"A-apa yang akan kau la-lakukan? 'dalam ringisnya Azazel berucap lirih.
,,
"Menunjukkan padamu apa itu,,, kematian"
Deggggg
[Ningendo]
Seketika itu,, tubuh Azazel bergetar hebat dengan mata melotot, tampak cahaya hijau mulai keluar perlahan, tidak lain dan tidak bukan jika cahaya hijau tersebut adalah roh yang hendak meninggalkan raganya.
Namun disisi lain Naruto tak menyadari jika sebuah serangan berupa bola cahaya tengah melesat cepat kearahnya.
Wushh
Brakkkkkkkkk
Pada akhirnya tubuh kekarnya terlempar jauh beberapa meter ketika bola cahaya tersebut menghantam bahu dari lengan kiri yang digunakan menarik Roh Azazel. Dan pastinya berhasil menggagalkan niatnya menarik Roh kehidupan Azazel.
,,
"Hah,, hah, hah, si-sial! Apa yang sebenarnya terjadi? 'Racau Azazel dengan nafas memburu, beberapa saat lalu,, kehidupannya terasa berhenti, nafasnya terkecat, dan ia melihat kematian ketika pemuda bersurai pirang tadi seperti menarik sesuatu dari dalam tubuhnya.
Wussshhhh
"Kau tak apa Azazel,, 'tanya Bellial yang tiba didekat Azazel.
"Hah, hah,, se-sepertinya begitu,, tapi,, apa yang sebenarnya terjadi Bellial? "
Dengan itu Bellial mengerutkan dahinya bingung ketika mendengar pertanyaan kebingungan dari Azazel. "Kau tak ingat? 'Lanjut Bellial kemudian.
"Entahlah Bellial,, kehidupanku seakan berhenti ketika pemuda itu mencengkram kepalaku, memangnya apa yang "Dia"lakukan setelah itu Bellial? "
"Hah,, sulit dipercaya,, tapi,, pemuda itu hampir saja menarik Roh ditubuhmu Azazel! "
Degggg
"A-apa katamu Bellial,, me-menarik Roh-ku, 'ucap Azazel tergagap,, jika memang benar,, dengan kata lain ia baru saja hampir mati.
__ADS_1
"Begitulah menurut penglihatanku, namun beruntung pemuda itu tak menyadari serangan yang kuberikan, hingga akhirnya berhasil membebaskanmu dari cengkramannya"
Seketika itu Azazel terdiam, memikirkan perkataan Bellial mengenai kejadian beberapa detik lalu ketika kesadarannya hilang begitu saja.
"Azazel,, kita harus bertarung dengan kekuatan penuh kita, pemuda itu benar-benar mengerikan, dan-,,,
"Waspadalah dengan mata merah pemuda itu, "
"Aku mengerti Bellial"
,,
Beberapa meter dari kedua Malaikat jatuh tersebut terlihat Naruto yang berlutut dalam keadaan melayang diudara, tampak bahu yang terkena serangan dari Bellial berhasil meninggalkan luka bakar.
Mata merah itu mengamati bahu lengan kirinya yang tampak terluka parah. Dan sekilas terlihat rasa tertarik ketika malaikat jatuh bersurai hitam legam itu berhasil memberinya luka yang cukup berarti.
'Hemm,, menarik'
Kemudian luka dibahunya mengeluarkan asap, dan mulai beregenerasi lengkap dengan ukiran-ukiran Segelnya. Setelah itu Naruto kembali bangkit, menatap nyalang kedua malaikat jatuh yang berada cukup jauh darinya.
Bellial dan Azazel yang melihat pemuda tersebut bangkit memutuskan untuk kembali bersiaga. Entah mengapa jantung mereka berdua terasa berdetak dengan cepat, baru kali ini mereka sebagai kalangan Datenshi kelas tinggi merasakan sebuah hawa intimidasi dan Killing Intens yang begitu mencekam.
'Auranya kian teras lebih kelam, 'kata Bellial dalam hati, setiap detik pergerakan pemuda tersebut selalu ia amati dengan teliti,, disamping itu pandangannya selalu terpaku pada lubang bulat menganga yang menggantikan keberadaan jantung pemuda tersebut.
Entah apa yang saat ini Azazel fikirkan, namun,, jelas tersirat raut tegang diwajahnya. 'Aku adalah Jenderal perang Datenshi, dan aku akan membuktikan jika aku pantas untuk itu,, demi Ras yang terbuang dari Syurga, aku akan terus bertempur meski harus mengorbankan nyawa ini'
Kemudian Azazel menatap Bellial dengan raut tegas dan penuh keseriusan. Seakan terhubung Bellial balas menatap Azazel, dan kemudian mengangguk mantap.
Wusshhhh
Wushhhhh
Keduanya langsung melesat dengan kecepatan tinggi ketempat dimana pemuda itu berada.
,,
Kembali, seringai predator itu tampak menghiasi wajah kosongnya.
Dan-,,,
Wussshhhhh
Naruto ikut melesat menyambut kedatangan dua lawanya tersebut.
Srettttt
Debbbbb
Debbbb
Dua pukulan itu ia tangkap dengan kedua telapak tanganya.
"Jika kalian tak ingin mati dengan cepat,,, keluarkan kemampuan terbaik kalian"
Berusaha tenang agar tidak terprovokasi, begitulah pembawaan sifat kedua malaikat jatuh tersebut, bagi mereka yang sudah hidup ratusan tahun, pengendalian emosi adalah hal terpenting dalam setiap pertarungan.
,,
"Jangan terlalu percaya diri,, pemuda-san! "
"Dan jangan pernah meremehkan kemampuan kami"
Mendengar jawaban tenang dari kedua lawanya, tak ayal membuat Naruto semakin melebarkan seringainya.
"Begitu,, baiklah,, aku tak akan segan melakukan pembunuhan pertama kali didunia ini, dan itu adalah-,,,,
"Kalian berdua"
Genderang pertarungan telah berkumandang keras diudara, pertarungan sengit tak bisa lagi terelakkan, Sang wakil Gubernur dan Jenderal Malaikat jatuh tersebut mulai mengeluarkan kemampuan yang sesungguhnya.
Tampak tiga kilatan cahaya saling Serang diudara, dua kilatan putih kebiruan dengan satu kilat hitam yang semakin lama semakin terlihat cepat, insting bertarungnya sebagai mantan seorang Shinobi kembali berperan penting, dimana sebuah kecepatan dan kekuatan fisik kembali ia tunjukkan kepada dua makhluk supranatural tersebut.
Tak ayal hal itu membuat Bellial dan Azazel kewalahan,, seakan pemuda tersebut mampu membaca setiap inchi gerakannya.
"Cih,, kecepatannya benar-benar mengerikan, 'racau Bellial sembari terus berusaha mendaratkan pukulan, keenam pasang sayapnya terus ia pacu seiring gerakan tubuh.
"Kau benar Bellial, 'sahut Azazel kemudian.
"Kalian berdua yang terlalu lambat, Gagak hitam, 'bahkan disaat-saat kritis demikian, Naruto tetap dengan tenang tanpa sedikitpun merasakan tekanan. Terkesan menikmati malahan.
"Heyaaaaaaaaaaaa,,, MATILAH KAU BEDEBAHHHHH, 'teriak Azazel sembari menghujamkan sebuah tombak cahaya kearah punggung pemuda tersebut.
,,
Mata merah itu berkilat tajam.
Grebbbbb
Dengan reflek tinggi tombak cahaya tersebut ia tangkap dengan cepat.
Dan-,,,
Pyaaaarrr
"Kau melawanku dengan senjata rapuh ini,, jangan bercanda bocah, 'seketika itu Naruto menghilang cepat.
"Si-siall!. 'Racau Azazel tergagap, menggerakkan kepalanya kesegala arah untuk mencari keberadaan pemuda tersebut.
Sreeettt
"Diatasmu Azazeeeeell, 'peringat Bellial kemudian.
"Jangan lengah,"
"A-apa"
Buaghhhhh
Syuuuuttt
Sebuah pukulan kuat dengan telak menghujam kepala bersurai hitam pirang Azazel. Seketika itu,, Azazel langsung melesat cepat kebawah,, Malaikat jatuh,, seperti namanya,, malaikat tersebut jatuh dari ketinggian menuju permukaan tanah dipinggir sungai yang berada dibawah pertarungan mereka.
Duaaaaaarrrrrrr
Tanah itu hancur seiring menghantamnya tubuh Azazel dengan sangat kuat, retakan tanah mencuat, dan berhamburan kesegala arah, ditambah pekatnya debu yang mengepul menutupi pandangan.
,,
Tak henti sampai disitu, dari ketinggian Naruto menatap datar hasil perbuatanya, lalu,, dengan gerak pelan ia mengacungkan jari telunjuknya kebawah tepat dimana tubuh Azazel berada.
Degggg
'Celaka,, nyawa Azazel dalam bahaya, 'batin Bellial setelah ia melihat apa yang hendak pemuda tersebut lakukan.
Wushhhhhhhhh
Bola hitam kecil sebesar kelereng tersebut langsung melaju dengan cepat kebawah, akibat gravitasi bumi menyebabkan serangan tersebut tampak seperti sebuah meteor yang jatuh disiang hari.
Tak ingin berdiam diri Bellial segera melesat cepat kebawah.
"Sial!,, tak ada waktu lagi,, 'batinya gelisah ketika serangan dari pemuda tersebut tinggal beberapa meter lagi.
__ADS_1
Wussshhhhhh
Tampaklah kemudian sebuah bola cahaya tercipta ditelapak tanganya.
"HEYAAAAAAAAAAAAAA"
Wussshhhhhhhhhhhh
Dengan cepat Bellial melemparkan bola cahaya ciptaanya kearah dimana laju serangan pemuda tersebut berada.
Lima meter jarak yang tersisa.
Empat meter.
Tiga meter.
Dua meter.
Satu meter.
Dan-,,,
Wushhhhh
Duaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrr
Ledakan cukup besar terjadi ketika bola hitam kecil sebesar kelereng bentrok dengan sebuah bola cahaya,, namun,, beruntung bola tersebut meledak kearah lain lantaran serangan dari Bellial berhasil mengalihkan serangan tersebut kearah lain.
Tap
Lega,, begitulah yang Bellial rasakan ketika seranganya berhasil mementalkan serangan pemuda tersebut, setidaknya ia berhasil menyelamatkan nyawa rekanya.
'Fiyuhhh,, hampir saja,! '
"Enghhh,, si-sial tubuhku sakit sekali, 'sebuah rintihan kesakitan terdengar dibalik sebuah cekungan yang dipenuhi tanah yang mencuat keatas.
"Ah,, Bellial,, syukurlah aku bisa melihatmu lagi, kukira aku akan tewas ketika menghantam tanah ini, 'entah mengapa ucapan Azazel terdengar setengah konyol ditelinga Bellial.
"Hah,,, kau berhutang nyawa dua kali padaku Azazel, 'balas Bellial dengan tatapan bosan ketika melihat raut wajah bodoh yang ditunjukkan Azazel.
"Baiklah, baikl-,,,
"Eeeeeh,, apa yang terjadi, 'tanya Azazel heran ketika netranya melihat tempat yang hancur beberapa meter darinya.
"Cih,,, itulah yang kumaksud berhutang nyawa untuk yang kedua kalinya Jenderal,, ketika kau jatuh dan terperosok kedalam tempat ini,, pemuda itu langsung memberikan serangan penutup, beruntung aku langsung mengantisipasinya, 'jawab Bellial kesal, bisa-bisanya Malaikat jatuh disampingnya menanyakan pertanyaan yang sama untuk kejadian yang hampir saja membunuhnya dalam beberapa waktu.
Sedangkan Azazel hanya bisa menggaruk tengkuk kepalanya, secara tidak sengaja ia memulai lagi perbuatan konyol yang membuat Bellial kesal.
,,
Diketinggian ia masih menatap kebawah dengan datar, sejujurnya ia merasa tertarik dengan kedua malaikat jatuh dibawahnya, tanpa sengaja, kedua Malaikat jatuh tersebut mengingatkanya dengan dirinya yang dulu bersama mantan sahabatnya, disatu sisi ia melihat Sasuke berada dalam diri Bellial,, dan ketika melihat Malaikat jatuh bersurai hitam berponi pirang, jujur itu mengingatkanya dengan dirinya yang dulu, dan diposisinya sekarang adalah seorang Uchiha Madara. Yah,, moment ini mengingatkanya dengan Perang Dunia Shinobi keempat yang masih segar diingatanya.
Ironis memang, entah mengapa ingatan itu ingin membuatnya tertawa, teman, perdamaian, Cinta dan pahlawan, baginya itu hanyalah sebuah omong kosong yang terdengar menyedihkan, sungguh Naif,, semua itu adalah siklus dimana mereka buta akan sebuah takdir, mereka beranggapan jika takdir mutlak mampu mereka rubah dengan sebuah harapan dan perjuangan macam itu, mirisnya semua tak akan mampu menghindari takdir, bahkan untuk sekelas penghancur dunia sekalipun.
Dan ada saat dimana mereka harus menyerah pada kuasa tuhan, mungkin memang tak ada yang menyalahkan untuk berharap dan berjuang karena memang begitu karakter Manusia diciptakan, akan tetapi mereka melupakan batas dan hukum yang berlaku, bagaimanapun yang mati akan tetap mati, dan yang hancur akan tetap hancur jika memang sudah waktunya.
Saat itu pula mata yang sedari tadi telah bertransformasi menjadi Doujutsu mutlak dan Absolut telah pudar digantikan dengan Saffier beku kembali, jika diamati lebih teliti, mata itu kembali memancarkan sebuah kesedihan, meski ia telah terbebas dari belenggu dendam dan masa lalu, meskipun ia telah mengubur semua kenangan itu dalam-dalam, apa mau dikata ketika kenangan itu datang dengan sendirinya dan menyapanya.
,,
'Kita semua memiliki kenangan, ketika kenangan Indah yang kau ingat, saat itu pula kau akan tersenyum, dan ketika itu kenangan buruk yang kau ingat, kau akan bersedih, bahkan terkadang menangis, anggaplah semua itu sebagai buah tanda jika jiwa-jiwa kotor itu pernah menjadi bagian dalam kisah hidupmu, mereka pernah hadir, meski akhirnya itu merupakan sebuah konspirasi penghianatan kejam'
Dahinya mengernyit sesaat ketika mendengar sebuah petuah bijak dari penghuni alam bawah sadarnya. 'Sayangnya,,, aku tak memiliki satupun kenangan Indah didunia ini,, Kurama! 'Sahutnya berterus terang, sejauh kenangan yang ia ingat, semua hanyalah sandiwara, kebersamaan yang pernah ia rasakan tak ayal menjadikan semuanya gelap dan begitu kelam. Karena semua itu dilandasi sebuah konspirasi jahat yang membuatnya seperti Keledai bodoh.
Itu adalah kenanganmu dengan para bedebah itu, apa kau tak melupakan seseorang ?'
'Apa maksudmu?'
'Keh,,, laki-laki mesum yang suka mengintip di Onsen, bukankah dia adalah satu dari beberapa orang yang benar-benar menganggapmu ada? '
'Heeemmm,,, Jiraiya-Sensei ya,,, kau benar Kurama, entah mengapa aku begitu merindukan wajah bodoh itu ketika mengingatnya,, '
'Kau tenang saja Naruto,, orang tua mesum itu pasti sudah berada disyurga Dimensi sebelumnya'
'Syurga?, apa kau yakin orang semesum dia bisa masuk Syurga? '
'Entahlah,, tapi,, waktu dineraka bukankah kau tak menemukanya,, dengan kata lain, jiwanya telah berhasil naik ditempat yang layak bagi jiwa yang berusaha menegakkan keadilan dan kebaikan'
'Yah!,,, kurasa karena itulah Sensei bisa berada diSyurga, 'tanpa sadar senyumnya perlahan mengembang, ia akui kebersamaan singkat dengan petapa Katak Gunung Myobokuzan merupakan sebuah kenangan Indah yang pernah ia miliki.
Sudah sangat lama senyum itu pudar, dan kini mampu kembali menghiasi raut wajah matinya, meski hanya sesaat, namun,, itu terasa begitu berarti bagi makhluk penghuni alam bawah sadarnya.
Dan kemudian semua kembali seperti sedia kala, wajah itu kembali kehilangan exspresi, baginya sudah cukup akan ingatan masa lalu, semua tetap sama, dan tak akan pernah bisa berubah.
Mata itu kembali menatap datar kedua lawan tarungnya yang berada jauh dibawah.
Berniat hendak melesat namun tiba-tiba saja pergerakannya terhenti sesaat ketika jiwa hitam dalam tubuhnya merasakan kehadiran tanpa wujud dari satu-satunya Elemen didunia ini yang mampu membuatnya tunduk.
Dan seketika itu seluruh dunia seakan berhenti untuk bergerak, dan perlahan sebuah pendar terang muncul dihadapan pemuda tersebut. Yah! Pendar cahaya putih itulah yang mewakili perwujudan sang pencipta.
Degggg
"Heeemmm,,,,, apakah aku melakukanya terlalu cepat? "
[Begitulah,, masih belum waktunya, wahai pemuda yang menerima kutukan takdir dari jiwa hitam penuh noda "Drago"] 'ucap sebuah suara yang terdengar Agung dibalik pendar cahaya terang tersebut.
"Lalu,,, apa yang harus kulakukan? Aku ada hanya untuk bertempur dan membantai habis ciptaanmu, dan aku sudah terlalu lama untuk menunggu? "
[Aku tahu,, kau mungkin sudah terlalu bosan, tapi,, semua ada waktunya, lebih baik kau pergi dan segel semua kekuatanmu, jika sudah waktunya, dunia akan memberimu kabar untuk kehancuran yang pertama]
"Kehancuran yang pertama? "
[Benar,,, masih terlalu cepat untuk semuanya kembali dalam kehampaan,, mungkin ada baiknya kau hidup seperti mereka para manusia, hingga pada masanya tiba, semua akan berkumpul pada satu wadah, dimana seluruh ciptaanku akan bersatu untuk menentang takdir kehancuran yang kau bawa, dan tentunya kau harus mempersiapkan diri menghadapi mereka bertiga dalam kekuatan penuh yang sesungguhnya]
"Jadi begitu,,, hah! kukira pembebasanku sudah dekat,, tapi baiklah,, percuma saja aku kembali memberontak, kau pasti akan kembali merajamku ditempat menyedihkan itu lagi"
[Itu adalah hukuman yang pantas bagi siapapun yang menentangku "Drago",, meskipun kau adalah bagian dariku, tapi,, aku tetaplah aku, dan kau adalah kau, kau terlahir dari apa yang pernah kuciptakan, dan beberapa persen mengambil energi Negatif dariku langsung, jadi,,, enyahkan fikiranmu untuk kembali berulah, kuasaku mutlak untuk ditawar]
"Heemm! Padahal aku baru saja berniat menghabisi dua pendosa itu"
[Tahan hasratmu untuk itu,, kau bebas membunuh para pendosa didunia ini ketika kehancuran pertama dimulai, dan mulai dari itu, kuserahkan dunia ini padamu]
Sejenak Naruto terdiam ketika mendengar kata yang membuatnya tak mengerti.
'Menyerahkan dunia padaku'
Deggg
"Jangan bilang kau akan meninggalkan tahtamu didunia ini dan kembali ketempat itu? "
[Itulah yang akan terjadi "Drago",,, kau akan mengerti mengapa aku memintamu untuk menunggu, akan ada banyak kejadian dimasa depan nanti]
Kemudian Naruto memejamkan matanya pelan, ternyata benar apa yang selalu ia khawatirkan,, kebebasannya kembali terenggut dalam penantian panjang lagi.
"Meski enggan, tapi,, baiklah,, mungkin benar dengan apa yang kau katakan, tak ada salahnya aku mengikuti Alur kehidupan ini, 'jawabnya pasrah, ia sudah menduga jika masih belum saatnya ia ikut campur urusan didunia ini.
Kemudian pendar cahaya putih nan terang tersebut mulai memudar perlahan, meninggalkan seorang pemuda yang tetap melayang bebas diudara.
[Sampai jumpa dipertemuan berikutnya, wahai jiwa yang terkutuk "Drago"] 'sebuah ucapan yang terdengar perlahan mengisi pendengarannya, meski samar namun masih terasa jelas menyapa telinganya.
'Yah,! Sampai jumpa, 'balas sipemuda dalam hati.
__ADS_1
Dan saat itu pula dunia kembali mendapatkan kesadaranya, angin kembali berhembus, awan kembali bergerak, dan tumbuhan mulai kembali bergoyang, termasuk kedua Malaikat jatuh tersebut.