Dark Creature

Dark Creature
Pertempuran Makhluk Superior


__ADS_3

"Dark Rikudou, 'ucap Toneri terkejut, ternyata benar, pemuda itu merupakan penjara bagi makhluk buas berekor-10,, Monster yang pernah tersegel dalam patung Gedou dibulan.


'Ni-san,, 'gumam Konohamaru dalam hati,, jujur ia begitu kagum dan terkejut ketika harus melihat penampilan Naruto saat ini, andai dalam posisi yang tepat, mungkin matanya akan tampak berbinar-binar.


'Kau sudah sangat jauh bertambah kuat,, Naruto,, 'batin Gaara kemudian, mengamati dari kejauhan penampilan Naruto yang tengah memasuki Mode Yami Rikudou.


„„„


Disisi lain Momoshiki tengah terkejut hebat ketika ia melihat sepasang mata merah bersinar jauh dihadapannya. Mata yang hanya pernah dimiliki Kaguya, itupun hanya satu yang terbuka, sedangkan pemuda dihadapanya mampu membangkitkan mata mengerikan itu dikedua matanya. Dengan kata lain,, pemuda itu memiliki Kendali penuh akan Chakra makhluk buas itu.


"Grrrrrrrrr,,, mata itu,,, Gyahahahaaaaa,, menarik,, sangat menarik,, pemuda itu menyimpan begitu banyak kekuatan, jika aku berhasil menyerapnya,, aku akan mendapatkan kekuatan untuk menjadi tuhan didunia ini,, Gyahahahaaaaaaaa, 'tawa seraknya semakin menggelegar keras ketika ia memikirkan hal yang diimpi-impikanya sejauh ini,, kekuatan maha dasyat, keabadian kekal, mutlak dan kekuasaaan Absolut, lalu kemudian ia mampu mengendalikan dunia ini sesuai keinginannya.


Wushhhhhhhhhhhh


Tanpa menunggu lama Momoshiki segera melesat cepat, sangat cepat kearah lawanya berada.


Disudut lain Naruto yang sedari tadi diam kini mulai menekukkan kepalanya kekanan dan kekiri secara bergantian, meregangkan ototnya untuk menyambut lawan yang menurutnya cukup membuat jiwa bertarungnya bangkit.


"Nah, kita lihat sejauh mana kau dapat bertahan dari makhluk yang dikutuk ini,, Otsutsuki"


Wushhhhhhhhh


Naruto pun ikut melesat cepat menyongsong lawanya, yang dimana kini berlatarkan hujan dan petir yang menggelegar. Meninggalkan tiang salib raksasa yang senantiasa diselimuti kobaran api yang enggan padam oleh derasnya hujan.


Wushhhh


Brakkkkkk


Bunyi benturan dari dua kepalan tangan yang saling menghantam, gelombang kejut tampak menerpa raut wajah keduanya. Raut wajah yang menunjukkan Exspresi saling bertentangan satu sama lain. Kedua pasang mata berbeda warna itu tampak saling menatap tajam.


Dan-,,,


Wussshhh


Trannkkk


Brakkkk


Kedua makhluk seperrior itu saling bertarung secara brutal, dimana kekuatan fisik, kecepatan, saling mereka pertontonkan, tak ada yang saling mengalah, dua kilatan berbeda warna tampak saling berbenturan diudara. Percikan-percikan api pun tercipta ketika Momoshiki mulai mengeluarkan beberapa senjata dari pendar merah yang muncul dari punggungnya.


Trankk


Trankk


Sedangkan Naruto menggunakan tongkat hitam sepanjang satu meter yang sejak awal terselip dipunggungnya untuk menyingkirkan senjata-senjata merah yang terus mengincarnya.


Terus menerus ia ayunkan Shakujo miliknya tanpa henti.


Wusssshhh


Dalam kesibukannya tersebut sebuah gelombang api besar merangsek cepat kearahnya.


Mata merahnya berkilat tajam tatkala menyadari serangan tersebut.


'Bodoh,, api adalah bagian dari kehidupanku, '


Sret


Wusshhhh


Gelombang api itu terbelah menjadi dua bagian ketika ia ayunkan Shakujo digenggamanya secara vertikal.


Lalu menghilang cepat dan muncul tepat diatas Momoshiki.


Deggg


'Grrrr,, tetap saja kecepatannya mengerikan'


Wussshhhhh


Tak ingin terhantam tongkat hitam milik lawanya Momoshiki segera menghilang dengan cepat.


Srettttt


Muncul disudut lain dan kemudian Momoshiki menembakkan puluhan serangan dari Rinnegan ditelapak kirinya.


Naruto yang melihat puluhan serangan itu kemudian menggumamkan sesuatu.


Shinra-,,


Srettttt


Melompat keatas dengan cepat dan kemudian menggerakkan lengan kirinya kedepan.


-,,Tensei


Wussshhhhh


Braaaaakkkkkkkk


Duaaarrrrrrrr


Serangan-serangan itu terpental kearah lain dengan spontan bak dipentalkan dinding transparan dan kemudian meledak diudara kosong.


Tak ada waktu terkejut untuk Momoshiki ketika ia melihat puluhan besi hitam telah meluncur kearahnya.


"Grrrr,, sialan"


Menggerakkan lengan kirinya kedepan dan-,,,


Sring


Sring


Sring


Puluhan besi hitam keluar dan melesat dengan cepat kearah dimana Serangan yang sama itu berada.


Trink


Trinkk


Trinkk


Benturan dari serangan yang sama dari dua arah yang berbeda itu menciptakan dentingan yang bergemerincik diudara. Lalu keduanya kembali melesat untuk saling bertukar tinju.


„„„


Ketiga pasang mata yang menyaksikan pertarungan yang menurut mereka brutal itu hanya mampu tercengang dan kagum, sungguh itu merupakan sebuah pertarungan kelas tinggi antara hidup dan mati yang baru kali ini mereka saksikan, entah sudah berlalu berapa lama, keduanya masih terus bertempur diudara dengan ganas dan semakin menaikkan level.


Hujan deras, kilat dan gemuruh petir semakin menggelegar menaungi kedua makhluk yang terus bertarung tanpa henti.


„„„


Wusshhh


Trankkkk


Keduanya kembali bertemu singkat tatkala Naruto menahan ayunan pedang merah dari Momoshiki dengan Shakujo miliknya, raut wajahnya tampak tenang namun terkesan begitu berbahaya. Beda lagi dengan Momoshiki yang tampak menunjukkan ekspresi geram, gigi taring yang terlihat cukup panjang itu seakan mengerat, sungguh lawan dihadapanya benar-benar melebihi perkiraanya, sejauh ini bahkan ia belum berhasil melukai pemuda tersebut.


"Ada apa Otsutsuki? "Sebuah pertanyaan datar nan terdengar kosong itu terlontar dari bibir pemuda dihadapanya.


"Grrrrrr,,, bagaimana mungkin makhluk sepertimu bisa sekuat ini,, siapa kau sebenarnya? "


"Jiwa hitam penuh noda,,,, makhluk yang harus menanggung semua karma dan kutukan dari kalian-,,,


"Para pendosa"


Trankk


"Apa maksud ucapanmu makhluk rendahan? "


"Tak ada yang harus kau mengerti,, karena semua sama saja, makhluk seperti kalian hanya akan semakin membawa kerusakan didunia terkutuk ini, kalian penuh ketamakan dan keserakahan diatas dominasi makhluk lemah lainya, dan siapapun mereka yang hidup sebagai pendosa-,,,,


"-,,,,,Akan kuhancurkan"


"Grrrrrrrrr,,, makhluk rend-,,


Sreeetttt


Duaggghhhh


Dalam sekejap mata Naruto telah menghilang dengan kecepatan tinggi, lalu muncul diatas Momoshiki dan menghantamnya dengan tenaga Full power.


Wushhhh


Duarrrrrrrrr


Tubuh tinggi besar itu meluncur dengan cepat kebawah hingga menghatam tanah dengan keras.


Dan kini tampak Momoshiki yang terbaring pada cekungan kawah kecil yang melingkupinya, hujan deras membuatnya tergenang air yang bercampur tanah. Kemudian bangun dengan tertatih-tatih, pertanda jika pukulan barusan memiliki efek yang mampu membuatnya merasakan apa itu kesakitan.


"Grrrrrr,,,,, bedebah,, kau harus mati makhluk rendahan, '


"Akan kutunjukkan murka dewa yang sesungguhnya"


"HAAAAAAAAAAAAAARRRRGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHH, 'sebuah raungan keras terdengar menggelegar ditempat tersebut, tanah berguncang keras seakan mengalami gempa.


Krakk

__ADS_1


Grakkkk


Tampak permukaan tanah yang Momoshiki pijaki mengalami keretakan parah yang meluas ke segala arah.


Blarrrr


Grooooooooaaaaaaarrrrrrr


Dan kemudian terbangunlah sesosok monster tanah yang terselubung lahar didalamnya, terus terbentuk hingga menggapai kesempurnaan. Berdiri kokoh dengan sipemilik yang menjadi otak penggerak Monster tersebut.


„„„


Naruto yang melayang tenang diudara memutuskan untuk mendarat dipermukaan tanah, menatap penuh kekosongan apa yang kini berada dihadapanya.


"Giliranmu,,,, Kurama! Dan-,,,


"-,,,Mari kita akhiri dunia busuk ini"


"Khukhukhuuuu,,, serahkan padaku,, Naruto"


Wushh


Blaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr


Sedetik kemudian ledakan Chakra hitam pekat tampak meledak hebat dari tubuh Naruto, melambai-lambai dengan ganas, dan mulai membentuk sebuah kepala, leher, kedua tangan, membentuk anggota tubuh, 10-ekor, dan pada akhirnya sepasang kaki ikut menyusul untuk melengkapi terbentuknya Sosok Monster raksasa berwujud seekor rubah hitam pekat.


Hawa mencekam terasa semakin kelam ketika terbangunnya dua sosok Monster yang membawa kekuatan besar mereka masing-masing.


Ketiga pasang mata itu kembali tercengang tatkala netranya terfokus pada Rubah hitam kelam yang berdiri gagah dengan 10-ekor melambai-lambai malas, hawa jahat yang begitu kental ikut menyeruak seiring terbentuknya rubah hitam tersebut, membuat siapapun yang melihat perwujudanya langsung akan bergetar ketakutan.


"E-ekornya sepuluh, 'ucap Konohamaru yang lutunya nampak bergetar hebat.


"Itu bukan Kyubi,, apa mungkin-,,


"Kau benar, pemuda bernama Naruto itu merupakan penjara bagi makhluk kehancuran itu, aku mengenal pasti Chakra makhluk tersebut, karena bagaimanapun Monster itu pernah tersegel di dalam patung Gedo Mazou dibulan sebelum akhirnya patung itu terpanggil karena ada Shinobi bumi yang mampu membangkitkan mata Rikudou, 'potong Toneri kemudian, tapi yang membuatnya heran, bagaimana wujud Monster ekor-10 yang konon merupakan perwujudan langsung dari pohon Shinju itu kini berbentuk rubah hitam berekor-10.


"Tapi setahuku itu bukanlah wujud dari Juubi yang enam tahun lalu mengamuk dimedan perang, bagaimana bisa hal itu terjadi? "Balas Gaara kemudian.


"Entahlah,, hanya pemuda itu sendiri yang bisa memberikan jawabanya, dan lebih baik kita segera menyingkir jauh dari tempat ini, karena akan segera terjadi pertarungan besar, 'lanjut Toneri kemudian!, meskipun kuat tapi ia menyadari batasanya, dan tak ingin mengambil resiko terhadap sesuatu yang bukan menjadi urusanya.


"Sepertinya begitu,, baiklah! Ayo,, Konohamaru,,!"


"H-hai"


„„„


Groaaaaaarrrr


Monster tanah yang merupakan ciptaan Momoshiki itu meraung ganas tatkala melihat seekor rubah hitam pekat dihujung pandanganya.


Groaaaaaarrrrrrrrrrrr


Dan raungan lebih ganas terdengar memekikkan telinga tatkala Sang Rubah hitam membalas raungan Monster tanah tersebut, dan kemudian berlari cepat bak seekor predator yang tengah memburu mangsanya.


Wushhhhh


Rubah hitam itu melompat keatas.


Brakkkkkkkk


Grooaaaaaarrrrrr


Monster tanah ciptaan Momoshiki ambruk tatkala sang rubah menerkamnya dari atas.


Brakkk


Brakkk


Brakkkkk


Lalu Sang penguasa kaum Youkai tersebut menghantam-hantamkan kepalan tanganya terus menerus kekepala Monster tanah itu hingga hancur.


Wussssh


Brakkkkk


Sebuah pukulan keras membuat sang rubah hitam terpental kebelakang,, dan kini tampak Monster tanah ciptaan Momoshiki kembali bangkit dan meregenerasikan kepalanya yang hancur.


Wuuuusssshhhh


Muncul sebuah semburan berupa gelombang Lava dasyat yang langsung merangsek cepat kearah sang Rubah hitam.


Mata merahnya berkilat tajam ketika melihat gelombang Lahar raksasa yang menuju kearahnya.


Wussssshhhhh


Namun berhasil dimentahkan tatkala sang rubah mementalkan serangan tersebut dengan satu ekor-nya.


GROAAAAAAARRRRRRRRR


WUSSSSHHHH


Kembali sang rubah melesat dengan cepat.


Srettttt


Buaggghhhhh


Braaaaaakkkkk


Menerima hantaman super kuat membuat sang Monster tanah itu terlempar jauh kebelakang.


Krak


Graakk


Blaarrrr


Berniat kembali melesat namun muncullah sulur-sulur yang berupa kumpalan tanah dengan hujung kepala sebuah naga.


Grabbbb


Graaabbb


Dan kemudian langsung melilit tubuh dari sang rubah dengan kuat,, menghentikan pergerakan Monster Ekor-10 saat itu juga.


Wussssshhhh


Sebuah kobaran Chakra kembali melecut-lecut dengan ganas dari tubuh sang Rubah hitam, dan kemudian langsung menghanguskan naga-naga tanah yang melilit seluruh anggota tubuh sang Legenda pemimpin Youkai.


„„


Tampak kerusakan parah disegala sudut tempat yang menjadi medan pertarungan dua makhluk Superrior tersebut, bumi yang sudah begitu tua nan rapuh itu seakan semakin mendekati kehancurannya, dan akan terhapuskan ketika "Dia" telah benar-benar muak dan mulai terlepas dari segel terkutuknya.


"GROOOOAAAARRRRRR"


Tampak Monster tanah itu kembali bangkit, membuka mulutnya lebar-lebar, dan kemudian terlihat energi merah berbentuk bola yang mulai membesar, semakin besar dan terus membesar.


„„


Mata merah itu bersinar tajam ketika melihat lawanya menciptakan sebuah bola Energi bewarna merah besar, lalu mulai membuka mulutnya dan langsung menarik seluruh Energi positif dan negatif. Dan mulailah terbentuk sebuah bola Energi berwarna hitam kelam,, semakin besar dan terus membesar, hingga kini tampak berukuran raksasa.


Benar-benar pemandangan yang mengerikan ketika dua bola penghancur berukuran raksasa itu tampak terus membesar hingga terasa memenuhi pandangan ketiga manusia yang berdiri jauh dari area pertarungan Monster tersebut.


Toneri yang melihat hal itu tak bisa lagi untuk sekedar berkata-kata, yang jelas nyawanya dan dua Shinobi didekatnya dalam bahaya.


Mode Chakra Tenseigan


Wushhhhhhhh


Sebuah mantel Chakra berwarna biru muda tampak menyelimuti tubuh tersebut,, dengan beberapa Godoudama yang melayang dibelakang punggung. Dengan sebuah tanduk yang mencuat didahinya.


"Kalian berdua berlindunglah dibelakangku, akan terjadi bencana besar ketika kedua bola raksasa itu saling bertemu"


"T-tapi-,,,


"Cepatlah! tak ada waktu lagi untuk menjelaskan, 'lanjut Toneri kemudian!.


"H-hai"


"Aku mengerti, 'balas Gaara yang faham akan maksud dari Toneri.


Dan kemudian Toneri langsung membuat sebuah pelindung tebal dari seluruh Godoudama yang melayang dibelakangnya.


'Sepertinya aku mulai menemukan tujuan baru, 'batin Toneri kemudian, ia tak pernah berfikir jika akan mengalami hal yang jauh dari dugaanya.


„„„„


WUSSSSHHHH


WUSHHHHHHHHHHH


Dua bola Energi raksasa itu saling melesat cepat.


Dan-,,,


Duarrrrrrrrrrrrrrr


Boooooooooooommmmmmmmmmmmmmmmm

__ADS_1


Ledakan maha dasyat kini kembali mengguncang Elemental Nation, gelombang angin dasyat seakan menciptakan badai yang tengah mengamuk, meluluh lantakkan seluruh daratan yang berada ditempat tersebut, radius ledakan dasyat barusan telah menembus jarak 50 km, memusnahkan apapun yang dilalui.


Duarrrr


Petir dilangit terus bergejolak mengawali kehancuran, pepohonan telah rata dengan tanah, tak ada yang tersisa, hanyalah kehancuran sejauh mata memandang.


„„


Beberapa menit berlalu setelah ledakan dasyat barusan, asap yang membumbung tinggi telah lenyap oleh angin yang bertiup kencang, meninggalkan cekungan raksasa yang terlihat seoonggok tubuh tengah terbaring lemah tak berdaya.


Tap


Tap


Tap


Terdengar derap langkah kaki yang berjalan kearah seonggok tubuh yang tergeletak tersebut.


Tap


Debbb


"Ughhh,, s-si-siapa k-kau se-sebenarnya? "


"Aku hanyalah makhluk yang tengah menjalani kutukan-NYA untuk terus menghukum para pendosa"


"Ka-kalau be-begitu bu-bunuh aku"


",,,,"


Lengan kekar itu bergerak pelan, dengan jari telunjuk yang lagi-lagi teracung.


"Sudah menjadi tugasku"


Sreettt


Duaaarrrrrrrr


"Pendosa"


Tubuh itu lenyap saat itu juga ketika Naruto telah mengeksekusinya.


Bruggghh


"Arrrrggggggggghhhh, 'kemudian Naruto jatuh berlutut sembari memegangi kepalanya, dan mengerang kesakitan ketika sesuatu didalam tubuhnya seakan berontak.


'Grrrrr sudah dimulai, '


'K-kau benar Kurama! '


Tap


Tap


Tap


"Naruto-Ni,, kau tidak apa-apa? 'Tanya Konohamaru yang baru saja datang bersama Gaara dan Toneri.


"Ja-jangan mendekat Konohamaru,, 'peringat Naruto yang tertunduk sembari memegangi kepalanya, tampak kulitnya yang mulai mengelupas secara perlahan.


"A-ada apa denganmu Ni-san, 'ucap Konohamaru terbata namun masih berusaha mendekat perlahan.


"JANGAN MENDEKAT KONOHAMARU, 'ucap Naruto dengan nada yang terdengar berat dan serak.


Seketika itu pula Konohamaru bergerak mundur, entah mengapa ia merasa Naruto yang sekarang berusaha mempertahankan kesadarannya sekuat tenaga.


'Ada yang aneh dengan Naruto, 'ucap Gaara yang melihat Naruto seperti sedang tersiksa.


Kemudian Naruto mengeluarkan dua bola mata yang diambil dari mantan sahabatnya yang telah ia bunuh, Lalu melemparkannya satu persatu kearah Gaara dan Konohamaru.


Deb


Deb


"Eh,, ma-mata ini? "Ucap Konohamaru terbata ketika melihat sebuah bola mata berwarna perak dengan enam koma yang mengelilinginya.


"Apa maksudmu memberikan mata ini kepada kami Naruto, 'ucap Gaara kemudian.


"Pa-pakailah, arrrgghhh-,,


"Pa-pakailah mata itu, dan gunakan sebaik mungkin"


Sedangkan Toneri tetap diam meskipun ia begitu terkejut ketika melihat kedua bola mata yang berada ditangan Gaara dan Konohamaru.


Jari-jarinya yang kini dipenuhi cakar tajam tampak seakan mencakar dan berusaha merobek udara.


Krakkk


Kraakkkk


Dan kemudian terbukalah sebuah robekan dimensi cukup besar menganga diudara kosong.


Entah sudah yang keberapa kalinya mereka harus terkejut tatkala melihat Naruto mampu membuat robekan dimensi, sebagai jalan masuk kedimensi lain.


"Ka-kalian m-masuklah, dan ce-cepat pergi dari t-tempat ini, 'ucap Naruto kemudian, berusaha untuk terus mempertahankan kesadarannya.


"Eehh, a-apa maksudmu Ni-san, 'balas Konohamaru dengan takut.


",,,"


"Naruto,, aku tak mengerti apa maksudmu menyuruh kami pergi, tapi kami berdua tak akan pergi tanpamu, 'lanjut Gaara menimpali.


"G-gaara, aku mohon,, ce-cepat pergi, 'kulit wajahnya semakin mengelupas hingga tampak daging dan beberapa tulang wajah yang mulai terlihat, dan sepasang tanduk kecil mulai menonjol keluar.


„„


'Ni-san, 'batin Konohamaru khawatir.


'Apa yang terjadi denganya/Naruto, 'batin Gaara dan Toneri bersamaan.


"CEPAT PERGIIIIIIIIIIIIIIIIIIII, 'teriak Naruto dengan keras, suara yang semakin terdengar serak dan berat .


"Aku mohon,, c-cepatlah pergi dan masuklah kedalam robekan dimensi ini, sebelum semuanya terl-,,


"Aaarrrrrrrrggghhh,, 'erangnya kemudian.


„„„


"Konohamaru,, sepertinya kita benar-benar harus pergi, "


"Ta-tapi bagaimana dengan Naruto-Ni? "


"Percayalah,, Naruto hanya menginginkan keselamatan kita, 'ucap Gaara kemudian, ia mengetahui betul posisi Naruto saat ini.


"Hiksss, ba-baiklah Gaara-Ni, 'ucap Konohamaru dengan pasrah. Tampak lelehan air mata telah membasahi pipi bocah berumur 15 tahun tersebut.


"bagaimana denganmu Toneri? "Tanya Gaara kepada Toneri yang sedari tadi terdiam tanpa berniat membuka suara.


"Entahlah!,, mungkin ikut bersama kalian berdua bukan hal yang buruk, 'ungkap Toneri kemudian.


"Ka-kalian,, ce-cepat pergii, 'suara tersebut semakin berat dan serak, setengah wajah Naruto telah terlihat tulang tengkorak seutuhnya.


"Baiklah Naruto,, kami akan pergi,, "


"Ayo,, Toneri,, Konohamaru,, "


"H-hai"


"Hmm"


Wusshh


Wussshhh


Wusshhh


Ketiganya langsung melompat kedalam robekan Dimensi yang langsung tertutup setelah mereka bertiga masuk kedalam.


'Jaga diri kalian baik-baik,,'ucapnya dalam kesadaranya yang tersisa.


Wussssssssssshhhhh


Boooooooooooooooommmmmm


"HAAAAAAAAAAARRRRRRRGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHH"


[Khakhakhakhaaakhaaaaaaaaaa]


Dan perlahan dunia itu mulai hancur secara perlahan, tenggelam bersama jutaan kisah pilu yang terhapus oleh sebuah kutukan. "Dia"sendiri, akan selalu sendiri, Dan sampai kapanpun akan tetap sendiri.


„„


„„


„„


„„


„„

__ADS_1


__ADS_2