Dark Creature

Dark Creature
Azazel, Bellial, Dan kebangkitan Jubi No Ookami


__ADS_3

Dibawah langit yang tampak merah suram tanpa awan, terdapat berbagai macam kehidupan yang begitu beragam, diantaranya sosok makhluk bertubuh manusia dengan sayap kelelawarnya, mereka dikenal sebagai Iblis, bukan hanya itu, terdapat pula makhluk berbentuk manusia dengan sayap burung gagak hitam pekat, mereka dikenal sebagai Malaikat jatuh, sebagai buangan dari Syurga.


Kini didalam Markas pusat Grigory sedang terjadi kericuhan ketika salah satu Malaikat jatuh bernama Kamiel datang dengan sepasang sayap yang tampak berlumuran darah, mereka semua heran bagaimana bisa Malaikat yang dikenal dengan dua pasang sayap itu kini hanya memiliki sepasang sayap saja, mereka para Malaikat jatuh juga mampu melihat bagaimana raut wajah ketakutan terpancar jelas diraut wajah Malaikat tersebut.


Tap


Tap


"Ra-ramiel-sama, a-ada berita buruk, 'ucap Kamiel terbata, terdengar jelas nada rintih dalam ucapan tersebut.


"Berita buruk?, 'jawab Ramiel dengan serius, ia tau, bawahanya itu baru saja mengalami kejadian yang tidak biasa.


Kamiel yang tengah berlutut hormat kini menengadahkan wajahnya menatap sang pemimpin. Ia juga melihat para petinggi Malaikat jatuh lainya yang sedang ikut hadir didalam Markas.


"B-begini Ramiel-sama, ketika hamba sedang berada didunia manusia, tak sengaja hamba melihat sosok pemuda yang menurut hamba bukan pemuda biasa,"


"Jelaskan! "


"Hamba merasakan Aura mengerikan dari tubuh pemuda tersebut, lalu hamba memutuskan untuk mengikutinya, namun, pemuda itu tau, ketika hamba mencoba kabur pemuda itu lebih dulu menjerat hamba dengan rantai-rantai hitam,"


,,


"Kehh!,, dan kau kalah begitu saja, 'komen sinis Kokaibel kemudian, jujur ia benci dengan mereka yang lemah.


"Diamlah Kokaibel, biarkan Kamiel menyelesaikan penjelasannya, 'sergah Azazel dengan nada tegas, dan jujur pula Azazel benci dengan sikap rekanya tersebut yang terkesan selalu meremehkan.


"Cih! Kau lagi, 'balas Kokaibel dengan decihan tak suka.


"Lanjutkan Kamiel, 'tukas Azazel kemudian.


Ramiel dan Bellial hanya bisa menghela nafas melihat dua Jenderal yang tak pernah akur itu.


"Bisakah kau jelaskan ciri-ciri pemuda itu Kamiel? 'Tanya Bellial kemudian. Ia merasa begitu tertarik dengan pemuda yang dimaksudkan Kamiel.


"Baiklah Bellial-sama, pemuda itu 


"Kegelapan? Apa maksud ucapanmu Kamiel, 'kini sang Gubernurlah yang mengangkat suaranya setelah terdiam beberapa saat.


"Ugh, begitulah Ramiel-sama,, dan pemuda itu juga yang mencabut sepasang sayapku, 'jelas Kamiel dengan kepala tertunduk lesu.


"Hanya itu? 'Tukas Ramiel kemudian.


"Ti-tidak Ramiel-sama,, yang terakhir inilah yang hamba maksud buruk, pemuda itu menyampaikan sebuah kalimat untuk hamba sampaikan kepada anda selaku pemimpin Malaikat jatuh, 'balas Kamiel yang terdengar menggantungkan ucapanya.


Kini siapapun yang berada ditempat tersebut tengah memusatkan perhatiannya kepada Kamiel,, rasa penasaran dan tertarik tentu saja membuat mereka semua ingin mendengar pengakuan dari Kamiel.


"Kutukan telah datang untuk menyeret para pendosa ke Neraka"


Degg


Degg


Deeggg


Para petinggi Malaikat jatuh kini hanya bisa tersentak kaget ketika mendengar ucapan Kamiel, entah mengapa ucapan tersebut seperti pernah mereka dengar dan ucapkan beberapa hari lalu.


"Karena pada masanya "Dia"akan datang untuk menghukum semua ciptaanku yang membangkang"


Kalimat itulah yang kemudian berlalu difikiran mereka, perkataan akhir dari sang pencipta kepada Lucifer beratus-ratus tahun yang lalu.


Dan semuanya jelas menunjukkan titik Kompleks dimana hal itu mulai terkuak dengan sendirinya, terasa begitu cepat untuk mereka akan segera dihadapkan dengan sang Exsekutor.


"


Sreeettt


Greebbbb


"Cepat katakan dimana pemuda itu Kamiel?, 'sambar Kokaibel sembari mencengkram kerah baju Kamiel yang kini tampak ketakutan ketika salah satu Jenderal perang itu tampak tersulut amarahnya.


Disudut lain Azazel hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah bodoh Kokaibel.


'Dasar bodoh, jelas-jelas Kamiel mengatakan jika pemuda itu berada didunia Manusia, 'batin Azazel kemudian.


"Hentikan perbuatanmu Kokaibel, 'ucap Bellial berusaha meredam amarah Kokaibel.


Dengan berat hati Kokaibel terpaksa melepas cengkramannya pada kerah pakaian Kamiel. Bagaimanapun Kokaibel begitu menghormati pemimpin beserta wakilnya itu.


"Cih! "


Brugh


Setelah melepas cengkramanya, Kamiel tampak terjatuh lemah karena telah kehilangan banyak darah. Tampak wajahnya begitu pucat namun masih memiliki kesadaran.


Tap


Tap


"Apa yang kau ucapkan itu benar Kamiel? 'Tanya Bellial berusaha memastikan.


"Eghhh,, ha-hamba tak akan berani mengarang cerita Be-bellial-sama, 'jawab Kamiel lemah, berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan kesadarannya.


"Kau membawa informasi yang sangat penting, kerja bagus"


"Kalian berdua cepat bawa Kamiel dan berikan pertolongan, 'ucap Bellial kemudian.


"Hai/hai, 'balas dua malaikat jatuh serempak.


"Te-terimakasih Bellial-sama, 'ucap Kamiel kemudian.


,,


,,


Sebagai sosok wakil Bellial begitu bijaksana, karena itulah siapapun akan merasa begitu hormat denganya, bahkan untuk Ramiel sendiri mengakui jika Bellial adalah sosok tepat yang seharusnya memimpin Ras Datenshi, pada awalnya Ramiel tak berminat untuk menjadi sosok pemimpin, karena Bellial sendiri menolak tawaran tersebut, dengan alasan ia bukan yang pertama jatuh sebagai Datenshi, lagipula, Ramiel merupakan Malaikat kedua setelah Lucifer, disusul Michael yang ketiga, barulah Bellial yang keempat dalam jajaran awal penciptaan Ras Tenshi.


Kini ruangan tersebut tampak sepi setelah beberapa Malaikat jatuh berpangkat rendah meninggalkan tempat tersebut, lagi-lagi menyisakan mereka yang memiliki pangkat tinggi.


Ramiel yang tengah duduk dikursi kebesarannya hanya bisa terdiam dengan raut wajah yang tampak gelisah, entah mengapa pengakuan dari Kamiel seakan menjadi beban baginya.


'Pada masanya "Dia"akan datang untuk menghukum semua ciptaanku yang membangkang'


'Kutukan telah datang untuk menyeret para pendosa ke Neraka'


Dua kalimat yang sepertinya saling berkaitan itu terus terngiang difikiranya.


'Ini tak bisa dibiarkan, siapapun pemuda itu harus segera dilenyapkan, 'ucapnya dalam hati.

__ADS_1


"Bellial,, untuk masalah ini aku serahkan padamu, pergilah kedunia Manusia bersama Azazel dan cari pemuda itu, bunuh secepatnya, 'perintahnya kepada Wakilnya tersebut.


"Aku mengerti, 'balas Bellial singkat.


"Azazel,, kita pergi! 'Lanjut Bellial untuk mengkoordinasi Jenderal perang yang duduk disudut lain.


"Baiklah"


Wussshhhh


Keduanya memunculkan enam pasang sayap gagaknya untuk segera terbang menuju dimensi Manusia.


Disisi lain Kokaibel tampak menunjukkan raut wajah geram ketika bukan ia yang dipilih ikut bersama Bellial untuk mencari pemuda yang dimaksudkan.


"Cih! lagi-lagi Azazel, 'ucapnya dalam hati sembari melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan tempat tersebut.


Sedangkan petinggi Malaikat jatuh yang lain seperti Barakiel, Semhazai, Samsiel, Tamiel, tetap terdiam dengan pemikiran mereka masing-masing.


..


..


Iris Saffier beku itu menatap pantulan wajahnya pada sebuah aliran sungai kecil didalam hutan yang jauh dari jangkauan Manusia, mengamati setiap inchi raut wajahnya yang terlihat jelas dalam pandangannya, dengan Pandangan yang senantiasa kosong, tak ada exspresi sama sekali, setelah puas mengamati pantulan wajahnya, kemudian pemuda itu mulai melepas jubah hitam yang dikenakan, lalu tampaklah kaos hitam ketat berlogo pusaran air berwarna merah dibelakang punggung dengan setelah bawahan celana Ninja berwarna hitam, itulah lambang marga kebanggaannya sebagai Generasi Uzumaki yang terakhir, generasi Klan Ninja kuat yang menyimpan begitu banyak misteri, darah dalam nadinya sebagai Legacy dari dua Klan yang terakhir, Uzumaki dan Namikaze.


Tampak pula lengan kanan yang berbalutkan perban putih, dan lengan kiri yang berbalutkan Simbol Tatto yang bermacam-macam, kemudian pemuda tersebut ikut melepas pakaian atasnya yang berupa kaos ketat warna hitam, dan tampaklah sebuah pemandangan yang membuat siapapun enggan berpaling. Dibalik balutan kaos hitam ketat barusan nyatanya tersimpan sesuatu yang tampak menyedihkan, lubang bulat sempurna itu selalu bertengger diam dibelahan dada kirinya, lubang yang tak akan pernah tertutup sampai kapanpun. Hal itu ditambah dengan berbagai macam segel Tatto yang tampak memenuhi tubuh kekar pemuda berusia 23 tahun secara fisik, jiwa hitam yang telah berumur entah berapa juta tahun itu menyatu dengan jiwanya, "Dia"adalah pemuda itu, dan pemuda itu adalah "Dia", dengan ingatan yang menjadi satu namun dengan kesadaran yang berbeda.


Wushhhh


Byuuurrrrrrr


Pemuda itu melompat tinggi lalu menghempaskan tubuhnya kedalam aliran sungai yang sedari tadi menjadi cermin kaca untuknya.


Saat itu pula, lelah dan penatnya sejauh ini terasa hilang begitu saja tatkala dinginya air tersebut menyentuh setiap permukaan pori-pori kulitnya. Inilah yang ia inginkan setelah melakukan Exsekusi kehidupan tempatnya berasal dan perjalanan jauh melintas Dimensi, berendam di air untuk sekedar melakukan kebiasaan lamanya dulu sebagai manusia.


Byuuurrr


Setelah beberapa saat berdiam diri didalam air Naruto kembali muncul kepermukaan dengan surai pirang yang tampak basah tak beraturan, sekilas anting hitam ditelinga kirinya tampak berkilat. Kelopak mata yang terpejam itu entah mengapa enggan juga untuk terbuka, mungkin pemuda tersebut mencoba merasakan sensasi kesegaran yang ia rasakan saat ini, entah sudah berapa lama ia meninggalkan kebiasaanya sebagai Manusia seperti mandi, makan, dan tidur, hal pokok yang merupakan kebutuhan utama Manusia.


Beberapa lama kemudian Naruto yang sedari tadi terdiam sedikit demi sedikit mulai merasakan kehadiran sesuatu. Dan kelopak mata itu terbuka secara perlahan.


'Dua Aura yang sama seperti Malaikat kotor tadi malam, 'gumamnya dalam hati, namun pancaran Energi yang dirasakan terasa jauh lebih besar dari Malaikat jatuh yang tadi malam ia tangkap basah.


'Khukhukhu,,, aku rasa kehadiranmu didunia ini sudah mulai terkenal, pertama kau mengganggu si merah bodoh itu,, lalu bertemu langsung dengan Raja Iblis Satan, semalam kau langsung bertemu dengan salah satu satu Malaikat tertinggi Syurga, dan sekarang,, aku yakin pemimpin dari Gagak itu langsung bertindak setelah anggotanya menyampaikan pesan yang kau ucapkan, 'rubah hitam kelam itulah yang selalu menjadi rekan dan teman berbicaranya dalam kondisi macam apapun.


'Aku tak perduli,,, bagaimanapun cepat atau lambat mereka juga akan tahu, hanya saja ini bukanlah saat yang tepat untuk membinasakan mereka semua, jadi,,, kita ikuti saja Alur kehidupan dunia ini, meski jujur itu membuatku muak,, tapi,,, apa yang bisa kulakukan Kurama, Ia pasti akan datang untuk merajamku kembali ke Neraka jika berusaha memulainya lebih awal, 'balas Naruto dalam hati!


'Yah!,,, aku tahu itu,,, bagaimanapun kau hanyalah memenuhi tugas dari-NYA yang lebih berkuasa atas dunia ini, jadi,, tak ada salahnya kita menikmati pertempuran didunia ini hingga masanya tiba'


'Hah!,, sepertinya kau benar,, percuma saja kembali memberontak, '


'Khukhukhuu,, sepertinya dua Aura itu mulai semakin mendekat, 'lanjut sang Rubah hitam kemudian.


'Begitulah! '


Setelah Aura yang dirasakanya semakin mendekat, pemuda tersebut menengadahkan wajahnya keatas, dan tampaklah dua gagak hitam dengan masing-masing memiliki enam pasang sayap lebar tengah melayang diudara sembari menatapnya tajam.


„„


„„


"Bellial,, apa kau yakin jika pemuda itu yang Kamiel maksud? 'Tanya Azazel mencoba memastikan.


Sesuai perkataan Bellial,, Azazel terkejut seketika saat apa yang diucapkan Bellial barusan benar adanya, Azazel merasakan dua Energi besar, sangat-sangat besar dari dalam diri pemuda tersebut.


'E-energi yang mengerikan, 'tukasnya dalam hati.


"Kau benar Bellial,, kita harus hati-hati,, sepertinya informasi yang dikatakan Kamiel benar adanya"


"Yah! Pemuda berambut pirang, dengan Aura yang dipenuhi kegelapan pekat,, tidak salah lagi!"


„„


Perlahan namun pasti tubuh itu mulai terangkat keatas,, terlihat mulai dari leher, dada, pinggang, hingga Kaki itu kini tengah menapak diatas permukaan arus Air sungai, hawa panas kemudian keluar dari tubuh pemuda tersebut mengeringkan seketika celana hitamnya yang basah oleh air.


Beberapa saat kemudian, tubuh itu kembali terlihat bersih dan berkilat, menunjukkan segel-segel hitam disekujur tubuhnya.


Kedua Datenshi tersebut kembali terkejut ketika dalam pandanganya disajikan sesuatu yang baru pertama kali mereka lihat, dimana mereka melihat sebuah lubang bulat menganga tepat di jantung pemuda tersebut, bersamaan dengan tubuh kekar berbalutkan Tatto-tatto hitam.


'Siapa pemuda ini sebenarnya,, bagaimana mungkin pemuda itu bisa hidup tanpa jantung, 'ucap Bellial dalam hati.


'Bukan Aura nya saja yang mengerikan, melainkan fisik tubuh pemuda itu juga terlihat menyeramkan!, 'malaikat jatuh berponi pirang itu mengungkapkan keterkejutannya dalam hati.


Sedangkan Naruto sendiri tetap diam,, kemudian menekukkan kepalanya kekiri dan kekanan, menghasilkan bunyi khas pergeseran tulang-tulang yang kaku,, dan perlahan,, sudut kiri bibir pemuda itu tertarik kebelakang, menampakkan sebuah seringai dingin yang mengandung hawa jahat yang begitu kental..


Wushhh


Kedua pasang mata yang sedang melayang diudara itu hanya mampu terbelalak lebar ketika pemuda tersebut bergerak dengan cepat.


Sreetttt


'A-apa,,, sialll! '


Wushhhhh


Brakkkkkkk


Pemuda tersebut muncul tepat dihadapan sang wakil Malaikat jatuh bersama dengan sebuah kepalan tangah yang dilesatkan, namun jangan remehkan kemampuan dari Wakil Gubernur Datenshi tersebut. Pukulan dari pemuda itu berhasil diBlokir Bellial dengan kedua lengan yang disilangkan tepat sebelum pukulan tersebut mengenai dadanya. Namun,, meskipun begitu kekuatan pukulan yang dihasilkan menyebabkan Bellial terhempas kebelakang beberapa meter.


'Kecepatan dan pukulanya sangat berbahaya, 'batin Bellial yang mencoba mengendalikan keseimbangan tubuhnya.


"Azazel,, waspadalah, 'peringat Bellial kepada salah satu Jendral perang yang tampak terkejut.


Seketika itu Azazel tersentak kaget dan langsung bergegas terbang menjauh untuk menjaga jarak dari pemuda yang beberapa meter dihadapannya.


Seulas senyum tampak tercipta disudut bibirnya ketika melihat lawanya memiliki Reflek yang cukup memuaskan. Baginya ini merupakan sebuah sabutan hangat atas kedatanganya didunia ini. Setidaknya ia mendapatkan lawan yang kemampuanya cukup jauh diatas Kage.


"Bocah-bocah Syurga yang telah jatuh, 'gumamnya kemudian! Menatap lawanya yang bersurai hitam legam yang tidak lain adalah Bellial, dan itu cukup mengingatkannya dengan Mantan sahabatnya di Elemental Nation, yakni "Uchiha Sasuke"


Sedangkan Bellial tetap tenang tanpa sedikitpun terpengaruh dengan ucapan pemuda tersebut, matanya memandang datar pemuda yang kini berada beberapa meter darinya. Dan misinya adalah membunuh pemuda tersebut meski ia sendiri ragu dapat melakukanya, karena ia yakin seratus persen jika pemuda itulah yang mengartikan kata "Dia"sejauh ini. Disisi lain Azazel berusaha untuk meningkatkan Insting dan kewaspadaannya.


"Jadi,,, kau sang Exsekutor itu? 'Ucap Bellial datar!


„„


"Kau sudah tau jawaban untuk pertanyaanmu, 'balas Naruto dengan sinar kekosongan diraut wajahnya.


'Entah hanya perasaanku saja atau apa tapi sekilas pemuda itu mengingatkanku dengan Lucifer, 'lanjut Bellial dalam hati ketika ia baru sadar jika pemuda tersebut mirip Raja Iblis Satan.

__ADS_1


"Siapa kau sebenarnya?, 'bukan Belial yang berucap melainkan Azazel yang sedari awal terdiam.


,,


"Haruskah aku menjawab? 'Bukan jawaban yang diberikan melainkan pertanyaan balik kepada Malaikat jatuh berponi pirang tersebut. "Aku datang sesuai takdirku, dan kalian semua adalah bagian dari takdir hitam yang kubawa"


"Apa maksudmu?, 'lanjut Azazel tak mengerti.


"Lupakan saja,,, bukankah tujuan kalian kemari untuk membunuhku,, lalu,,, tunggu apalagi? "


"Cihh! Sombong sekali kau,, 'balas Azazel geram.


Sedangkan Bellial tetap dalam posisi sebelumnya, namun perlahan Aura suci yang ternoda terasa begitu pekat disekitar wakil Gubernur Malaikat jatuh tersebut, begitu pula dengan Azazel yang ikut meledakkan Aura sucinya sebagai mantan Malaikat.


Wussshhhhh


Semakin bergejolak ketika Aura suci tersebut bercampur Killing Intens yang begitu besar.


Naruto hanya menatap datar hal itu, berbeda dengan Iblis, sebagai lambang kegelapan ia tak terpengaruh sedikitpun dengan Aura suci pekat yang menyapa kulitnya.


'Elemen cahaya ya!, 'gumamnya dalan hati.


'Heemm, sudah saatnya Existensimu kembali bangkit dari kenangan,, Juubi'


'Khukhukhuu,, dan mari kita tunjukkan Legenda kita pada dunia terkutuk ini,, Naruto, 'sahut Rubah hitam ekor-10 tersebut, mata merah itu menyala dengan terang, disertai gigi-gigi runcing yang kembali dipertontonkan.


Wussshhhhhhhhh


Perlahan namun pasti Naruto mulai melepaskan tekanan Chakra hitam Juubi, seakan menciptakan kobaran aura yang bergejolak disekelilingnya, surai pirang itu kembali bergerak liar ketika tekanan angin kencang mulai datang silih berganti, suasana yang sebelumnya didominasi Energi cahaya seakan tenggelam begitu saja dalam kegelapan.


Wushhhhhh


Duaaaarrrrrrrrr


Penghujungnya tekanan Chakra hitam itu meledak dahsyat, mementalkan apapun disekitarnya termasuk Azazel dan Bellial yang hanya bisa melebarkan matanya.


Seluruh makhluk didunia itu bergetar ketika merasakan Aura gelap yang meledak secara tiba-tiba, Manusia yang tak pernah mengerti mulai berjatuhan pingsan satu persatu, mereka para Monster, kaum siluman, dan Ras Youkai tercengang ketika merasakan ledakan Chakra hitam dari Legenda Youkai pertama yang telah lama menghilang ditelan peradaban.


,,


"Ti-tidak mungkin,, tekanan Aura ini-,,


"Kau benar,, Aura dari sang Legenda Youkai pertama"


"Yah tidak salah lagi"


Brugh


Brugh


Brughh


"Juubi no Ookami"


Mereka dari Ras Youkai, Monster, dan siluman langsung berlutut hormat untuk menyambut kehadiran sang Legenda, bagaimanapun Youkai pertama itulah yang mereka tunggu sebagai pemimpin.


...


...


Dari angkasa yang tinggi, terlihat tiga buah benda yang meluncur cepat kebawah, entah berupa apa ketiga benda tersebut


"Uwooooooooooooooooooohh"


"Gyaaaaaaaaaaaaaaaaaa"


Brughhh


"Itttaiii,,, ughh sialll sakit sekali"


Tap


Tap


"Kau tidak apa-apa Konohamaru?, 'sebuah pertanyaan datar untuk keadaan yang kurang tepat.


"Ughh,, yah! Aku baik-baik saja, 'jawabnya jengkel,, sudah jelas-jelas ia melakukan pendaratan yang salah dan tentunya cukup menyakitkan.


"Baguskah kalau begitu, 'lanjut Gaara kemudian.


Twichh


Twichh


Muncul perempatan dikening bocah bersurai hitam kecoklatan tersebut ketika mendengar jawaban enteng dari Gaara dan tatapan bosan dari Toneri, apa mereka berdua buta?


"Cih,, kenapa juga aku harus ikut bersama orang-orang yang tidak bertanggung jawab, 'gerutunya kemudian.


"Sudahlah Konohamaru, ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal bodoh,, kita memiliki pekerjaan yang lebih penting saat ini"


"Heeemm Gaara benar,, melihat tempat ini, sepertinya kita tidak lagi berada didunia Rikudou, 'ungkap Toneri setelah netranya mengamati keadaan sekitar, tampak hanya terlihat kekosongan, tak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali.


"Eeeehhh,, bukan lagi didunia Shinobi? 'Balas Konohamaru dengan tampang bodohnya, matanya nampak berkedip berulang dengan mulut menganga.


"Dari mana kau bisa menyimpulkan hal itu Toneri? 'Tanya Gaara kemudian.


"Robekan Dimensi yang dibuat pemuda berambut pirang itu,, tidak mungkin ia mengirim kita kesudut lain didunia Shinobi,, melihat tempat ini sudah memiliki suasana yang berbeda.


"Jika begitu mari kita cari tau mengenai dunia ini"


"Itu memang yang harus kita lakukan,"


..


..


..


..


..


..


..


..

__ADS_1


..


__ADS_2