Dark Creature

Dark Creature
Kedatangan Sang Eksekutor


__ADS_3

÷Human World÷




Wusssss


Tapp


Kaki jenjang berbalut kain hitam lusuh itu menapak pada permukaan tanah, kain yang menjadi satu-satunya saksi perjalananya sejak saat itu, kain yang menyimpan begitu banyak arti dan misteri, dari rasa sakit, kecewa, dendam, amarah dan dosa.


Beralih kebagian atas dari tubuh sosok tersebut, tampaklah berbagai macam simbol yang tak bisa dimengerti apa maksud dan artinya. Karena hanya "Dia"sendiri yang mampu memahaminya.


Ia masih diam membisu menatap sekelilingnya yang dipenuhi kehancuran, permukaan tanah banyak yang terbelah, gunung-gunung yang hancur lebur bercampur lahar panas, pepohonan berserakan disegala tempat, langit hitam yang terasa begitu suram, dan dipenuhi rembesan energi yang seakan bocor dari sumbernya.


Beberapa saat kemudian muncullah sebuah pusaran angin dihadapan sosok tersebut, berputar pelan, lalu mengeluarkan sosok pemuda berambut merah kehitaman, dengan pakaian serba hitam pula, terlihat lambang sebuah bulatan berbentuk riak air dibagian punggungnya yang dikelilingi sembilan magatama.


Tap


"Kau terlihat bersemangat,,, Naruto" bibirnya menyunggingkan senyum tipis melihat sang Host yang tampak tak berubah.


"Apa sudah waktunya?"


"Kau akan segera tau,, tapi bolehkah aku kembali ketempat menjijikkan itu lagi? "Lanjut sosok berambut merah kehitaman yang ternyata adalah sang Raja Youkai yang menggantikan kesadaran Chibunshin yang pernah ia buat.


"Jika itu bisa membuatmu lebih baik,, lakukanlah ! "Tak ada exspresi berarti yang ditunjukkan, tapi ia melihat punggawanya tersebut tersenyum penuh arti.


"Dengan senang hati,,, Naruto! "


Byarrr


Tubuh Chibunsin itu lebur bersama Aura hitam kemerahan yang menyeruak ganas diudara, berkobar bagaikan bara api yang mampu membinasakan apapun.


Mata itu terpejam tatkala punggawanya mulai memasuki alam bawah sadarnya, terlihat lambat namun pasti, ia sendiri tak ingin mengambil pusing akan keputusan dari teman semasa kecilnya yang berwujud sosok rubah.


Bagaikan usai terbakar tubuh itu mengeluarkan asap, mereka bersatu kembali untuk menempuh takdir selanjutnya, dan disaat itu pula, berbagai macam ingatan mulai memasuki fikiranya yang masih kosong sejauh ini. Tubuh lusuh itu perlahan dibaluti zirah hitam khas Otsutsuki, Yami Rikudou.


"Mengapa tak kau bereskan saja sampah-sampah diluar sana? "Tanyanya tak mengerti.


[Grrrrrr,, aku hanya mengawasinya untukmu,, lagipula kau yang berhak atas jiwa-jiwa itu]


"Baiklah,, mulai dari sini,, serahkan padaku! "


Sriingggg


Jlebbbbb


Entah dari mana sebuah pedang hitam secara mengejutkan menancap pada permukaan tanah dihadapan Naruto.


Grebbb


Tanpa basa-basi lagi Naruto menggenggam gagang pedang tersebut lalu mencabutnya, ia amati senjata yang terasa begitu liar digenggamanya itu, "Kita hancurkan mereka"


Pedang tersebut semakin memancarkan hawa panas dan aura kematian yang begitu besar, sebuah respeck akan ucapan sipemilik.


Lalu Naruto menyelipkan pedang tersebut dipunggungnya, khas seorang pendekar pedang zaman Edo.


Sepasang Rinnegan merah darah itu berputar perlahan, diiringi kedua tangan yang merobek udara kosong.


"Kita pergi"


Wushhh


Tanpa menunggu lama tubuh itu tenggelam masuk kedalam robekan dimensi yang ia buat, menuju pesta yang telah lama ditunggu-tunggu.


..


..


÷Back to Mekkai÷




Jika diamati dari atas, kerumunan itu seperti komplotan jutaan semut yang berusaha mengeroyok beberapa ekor gajah.


Pada akhirnya tiga Ras itu memilih bekerja sama menyatukan kekuatan untuk mengusir monster-monster tak diundang itu, meskipun itu terlihat mustahil, akan tetapi bersama para pemimpin membuat mereka semua memiliki rasa Optimis dan semangat.


,,


Wusshhhhh


Brakkkkkkkk


Tubuh-tubuh itu terhempas berhamburan tatkala ekor para Naga itu menyapu daratan tempat mereka berpijak, mereka yang berada diudara menghujani para dewa naga itu dengan jutaan tombak cahaya dari ukuran kecil, sedang, hingga raksasa sebesar bus.


Meskipun itu tak berarti menumbangkan mereka para dewa naga, namun setidaknya bisa menggores kulit sekeras baja itu, tapi mereka salah,, daya regenerasi kaum naga memang mengerikan, terbukti luka-luka terus menutup dengan cepat.


..

__ADS_1


"Hah,, hah,, sial,, jika begini terus kita hanya akan mati kelelahan"


"Hosh,,, hoshh,, a-aku setuju denganmu Iblis-san, mustahil kita bisa mengalahkan makhluk yang bisa membunuh sang pencipta itu sendiri" sahut sosok Datenshi.


,,


,,


Permata Indah itu perlahan meneteskan buliran bening airmata, ia tak bisa bahkan tak mampu untuk melhat petaka mengerikan ini, bagaikan sebuah mimpi buruk yang tak pernah ia rasakan sejauh ini, benar, ini memanglah mimpi yang jadi sebuah Realita nyata.


Lalu bagaimana anggapan tuhan atas mereka semua tanpa terkecuali, akankah tuhan menurunkan murkanya, atau hanya diam dan menyaksikan kerusakan ini.


"Hikzzz,, aku mohon hentikan semua ini" ia meracau entah kepada siapa, karena mereka yang lain sedang sibuk bertempur, menyisakan ia yang termenung dalam kesedihan.


Mata yang dipenuhi lelehan airmata itu menatap jauh kesudut lain ketika merasakan Aura asing yang sepertinya pernah ia kenal sebelumnya, tepatnya pada sebuah bukit yang letaknya cukup jauh dari Medan pertempuran, dan kemudian Gabriel dapat melihat sesosok pemuda berpakaian serba hitam berdiri tenang ditempat tersebut, surai pirang cerah yang berkibar liar, dengan sebuah pedang yang terselip dipunggungnya.


Deggg


"Ti-tidak mungkin" hatinya menjerit saat itu juga, ia ingat pemuda itu, pemuda yang pernah ia temui didunia manusia, juga pemuda yang pernah menunjukkan kehidupan mengerikan penuh darah.


'U-uzamaki Naruto' benar, itulah nama pemuda tersebut, Gabriel masih mengingatnya dengan jelas. Sosok yang terus ia cari selama ini.


Namun semua tak ada yang menyadari kedatangan sosok tersebut karena mereka terlalu fokus pada ketiga Monster yang terus bertarung.


Entah hal apa yang membuat Seraph tercantik disyurga itu mengepakkan sayapnya menuju tempat dimana pemuda itu berada, meninggalkan riuhnya pertempuran yang tengah berlangsung.


Tap


Dengan ragu ia menginjakkan kakinya diatas permukaan tanah dekat pemuda tersebut. Takdir kembali mempertemukan mereka berdua, dalam kesempatan yang begitu rumit, penuh dengan berbagai macam teka-teki, tak ada yang tau bagaimana rencana tuhan terhadap mereka berdua.


Entah mengapa Gabriel merasa begitu gugup ketika melihat wajah pemuda itu, begitu tenang, namun penuh akan bahaya, tanpa sadar Gabriel terus menatap pemuda tersebut, ia tak menyangka bisa kembali bertemu. Lalu kemudian Gabriel kembali tersadar.


"A-apa yang kau lakukan ditempat ini,, Naruto-san? " akhirnya ia mampu mengucapkan sebaris kalimat setelah lama terdiam.


Pemuda tersebut mengalihkan pandangannya kearah sosok yang datang menemuinya, menatap lekat-lekat raut wajah putih bersih yang tampak basah oleh airmata. Dan mencoba mengingat kembali wajah itu di file memori yang tersimpan diotaknya.


"Kau,, Gabriel? "Balas Naruto datar ketika ia telah menemukan ingatan tentang siapa sosok dihadapanya saat ini.


Gabriel hanya mengangguk kecil mengiyakan pertanyaan dari pemuda berambut pirang tersebut.


"Apa yang membuatmu menangis? "


Deg


Dengan cepat Gabriel menyeka lelehan airmata yang membasahi pipinya, "maaf,, aku tak apa" berpura-pura semua baik-baik saja, berusaha menutupi keadaanya.


"Souka! "


"Itu tidaklah penting,, intinya sekarang aku telah kembali untuk memenuhi tugasku"


Deggg


Saat itu pula Gabriel tersentak kaget ketika melihat sepasang mata merah itu kembali bersinar, ia ingat tatapan mata itu,, tatapan yang melambangkan kematian.


"Pergilah,,, atau kau akan melihat untuk yang kedua kalinya, sesuatu yang tak pernah ingin kau lihat! "


"A-apa maksudmu Naruto-san? " tanya Gabriel dengan gugup.


"Kematian,, dan aku tak ingin membunuh malaikat kesayangan tuhan,, "ucapan itu terdengar begitu dingin dan menusuk.


"Hikss,, kumohon jangan bunuh mereka, mereka masih memiliki kesempatan kedua untuk bertobat" Gabriel tau dengan siapa ia kini berbicara, "Dia"lah sosok yang diceritakan tuhan, sosok yang ada hanya untuk mengakhiri kehidupan para pendosa, menghancurkan mereka yang berbuat kekacauan dan kerusakan ditempat yang harusnya mereka jaga sebaik mungkin.


Pemuda itu diam tanpa menjawab, mengabaikan permohonan dari sosok Malaikat perempuan bersayap enam pasang tersebut.


Namun berbeda dengan pancaran energi yang di keluarkan, hingga mau tak mau membuat Gabriel menyingkir jauh dari pemuda tersebut. Itu artinya 'Tidak'


Blarrrrrrrrrrr


..


..


Degg


Deegg


Degg


Deeegg


Mereka semua tersentak dengan mata yang melotot horror, sebuah Energi asing tiba-tiba saja meledak seakan mendominasi dan menenggelamkan energi lainya, kelam, sangat-sangat kelam, bahkan tekanan Energi dari Tiga dewa Naga tenggelam didalamnya, waktu terasa berhenti, mereka semua terdiam tanpa terkecuali, begitu pula dengan nafas mereka yang seakan tercekat di tenggorokan.


Peluh-peluh kecil berjatuhan dari wajah mereka merasakan betapa mengerikannya tekanan Energi barusan.


Gemuruh petir terdengar bersahutan silih berganti, angin bertiup amat sangat kencang, sebuah moment yang sempurna sebagai pengantar kematian, tapi,,, siapa gerangan yang memiliki tekanan Energi barusan, dengan serempak mereka mengalihkan pandangan keasal ledakan Energi barusan.


Mereka semua dapat melihat sesosok pemuda yang melayang dengan tenang tanpa sayap, bersidekap angkuh menatap rendah mereka para Makhluk Supranatural.


Tiga Monster itu menggeram marah, mereka ingat dengan jelas Energi ini, Energi yang menjadi Terror abadi dalam kehidupan mereka, makhluk terkutuk dari dasar jurang Neraka.


Makhluk kejam pembantai Ras para pendosa, sesosok Makhluk yang melambangkan kekosongan dan kegelapan.

__ADS_1


[DRAGO/DRAGO/DRAGO] " ketiganya berucap kompak, akhirnya mereka dipertemukan setelah entah berapa juta tahun lamanya, terkecuali Great Red yang telah lebih dulu berjumpa sekitar seratus tahun yang lalu dicelah dimensi.


Penguasa Ras Iblis menatap tajam pemuda itu, pada akhirnya sang Exsekutor telah datang, sosok yang benar-benar ia tunggu kehadiranya, bukan karena berharap lekas mencabut jiwanya, akan tetapi ia ingin menundukkan sosok tersebut, dan mematahkan ucapan sang pencipta tentang takdir yang telah direkayasa. 'Akhirnya,, "Dia" datang' ungkap Lucifer dalam hati, diiringi sebuah seringai mengerikan khas Raja Iblis.


Bellial dan Azazel hanya mampu diam ketika mengingat wajah itu, wajah dari sosok yang telah mempecundangi mereka berdua waktu itu.


Michael dan Ramiel yang belum pernah bertemu sosok tersebut hanya bisa menerka-nerka siapa pemuda tersebut.


,,


Naruto menatap datar kumpulan makhluk bersayap dihadapanya, ternyata kehadirannya berhasil menjadi pusat perhatian setelah ia meledakkan Energinya.


"Bangunlah Kurama, tunjukkan pada mereka siapa pemilik tempat ini" gumam pemuda tersebut.


[GRRRR,,, lakukan saja segel pemanggilan,, maka aku akan keluar dengan wujudku yang sesungguhnya]


Jari-jari itu membentuk rangkaian segel rumit nan panjang.


[Senpou-,,,


Kemudian tubuh itu melesat kebawah dan menghentakkan telapak tanganya diatas permukaan tanah.


: Kuchiyose no Jutsu]


Lalu muncullah aksara-aksara rumit yang kemudian menyebar kesegala penjuru.


Boooooooooooommmmmmmmmm


[GROOOOOOOAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRR]


Terdengar raungan yang mengerikan dibalik pekatnya kabut hasil ledakan tersebut.


,,


Mendengar raungan keras tersebut membuat mereka terlonjak kaget, apalagi sekarang, yang jelas ini mengerikan.


Wajah-wajah itu langsung pucat seketika, seakan-akan mereka memilih lekas mati dari pada harus menyaksikan sesuatu yang membuat mental mereka seperti orang gila, ketakutan tiada henti semakin menggerogoti jiwa mereka secara perlahan.


Sepasang mata merah dengan bentuk bulatan-bulatan hitam seperti riak air ditambah hiasan sembilan Tomoe berbentuk koma menatap mereka semua penuh kebencian dan amarah, dan mereka yakin ini terasa lebih mencekam, ketika mereka merasakan Energi Youkai yang dipenuhi hawa jahat menyeruak begitu saja, memaksa siapapun untuk tunduk.


Deggg


Seekor Monster berwujud Rubah hitam kini telah berdiri gagah dihadapan mereka semua, sepuluh ekornya tak hentinya melambai-lambai, taring-taring tajam itu seakan ingin mengoyak tubuh mereka satu persatu. Dan mereka dapat melihat sosok pemuda tadi tengah berdiri tegap diatas kepala Rubah hitam tersebut.


"Ti-tidak mungkin,, M-monster itu"


"E-ekornya sepuluh! "


"Tidak salah lagi"


"Legenda Dewa Youkai yang telah lama menghilang"


"Ookami no Juubi"


Begitu banyak keterkejutan mereka saat ini, kemunculan sang Legenda menjadi kejutan penutup. Mereka terkagum bisa melihat sang Legenda Dewa Youkai tersebut, bagaimanapun mereka pernah mendengar cerita tentang sosok dihadapan mereka saat ini, diceritakan konon sosok Legenda Dewa Youkai tersebut mampu bertarung dengan tiga Dewa Naga sekaligus.


Syok,, tentu saja, mereka tak tau apa yang akan terjadi kedepanya, apakah sosok dihadapan mereka merupakan bala bantuan, atau malah menjadi kunci kematian nyawa mereka.


Krakkkkkk


Kraakkkkk


Krakkkkkk


Cring


Cring


Cring


Ribuan rantai hitam itu mencuat dari permukaan tanah, memanjang lalu dengan cepat menerkam dan melilit mereka tiga Dewa Naga.


[GROOOOOAAAAAARRRR,,, RANTAI SIALAN INI LAGI,,, GAAAAAAAAAHHHH KEPPPARAT KAU DRAGOO]


[HAAAAAARRRRRRRRRRRGGGGGGHGHHHH]


[GAAAAAAAAHHHHHHHHHHRRGHHHHHH]


Mereka bertiga meraung keras sejadi-jadinya, terus berusaha memberontak melepaskan lilitan rantai yang terus berdatangan membelenggu tubuh mereka.


Grebbb


Greebb


Greebbb


Moncong-moncong itu terkatup rapat ketika rantai-rantai itu berputar melilitnya, kuat, sangat-sangat kuat, seluruh anggota tubuh Tiga Monster itu telah terbelenggu begitu saja.


Mereka menatap Horror ribuan rantai itu,, kekuatan macam apa itu dengan mudahnya menundukkan tiga Dewa Naga sekaligus.


Ketiga pemimpin Fraksi sekaligus para petingginya tak bisa berkata-kata, bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi, kembali atensi mereka terfokus pada sosok pemuda yang berdiri diam diatas kepala Rubah hitam tersebut.

__ADS_1


"Siapa kau sebenarnya pemuda-


__ADS_2