Dark Creature

Dark Creature
Kita Sudah Terikat Takdir.


__ADS_3

"Yah! Dengan kata lain,,, semua baru saja dimulai, kisah pilu yang akan membawa dunia pada titik awalnya. Kehampaan dan kekosongan, seiring berjalannya waktu, jiwa ini semakin larut dalam kesakitan dan kekesalanya, tak ada yang bisa kulakukan, dihujung sana aku menunggu, dan dikehidupan ini aku harus menanti untuk sesuatu yang jadi tujuan makhluk sepertiku ada"


"Kebebasan,,, hanya itulah yang kuinginkan dari belenggu menyakitkan yang tengah merajamku sejak jiwa hitam ini menatap kefanaan dunia, sejak raga ini lahir menatap kebusukan dunia, kami adalah dua Existensi berbeda yang menyatu dalam satu wujud, dengan membawa kesakitan masing-masing, dimana "Dia"dan aku sama-sama ingin pembebasan, pembebasan atas derita yang kami bawa masing-masing"


"Dan percayalah, tak ada hal yang lebih membuatku semakin kehilangan arah dari pada pembebasan yang telah dijanjikan harus tertunda beratus atau bahkan beribu tahun lagi, ingin sekali rasanya aku menghancurkan seluruh semesta saat itu juga, namun,, apalah daya aku harus tunduk dalam kuasanya"


"Dan sejak saat itu,, aku memutuskan untuk menyingkir dari keramaian dunia,, aku ingin beristirahat sejenak dengan menyegel sendiri seluruh kekuatan mengerikan yang kubawa untuk sementara waktu, menghilang dari tempat yang baru sepekan ku singgahi, untuk menunggu dunia memberi jiwa ini kabar gembira"


"Sebuah debut awal untukku-,,,,


,,


,,


"Kehancuran pertama"


..


..


..


''


''


''


Kini langkah itu membawanya pada sudut dunia yang lain, setelah perjumpaanya dengan sang pencipta, ia memutuskan untuk pergi menjauh dari hiruk pikuk kehidupan duniawi, "Dia" berniat mengasingkan diri, untuk kembali menunggu.


Kembali langkah itu menembus kegelapan malam, menyusuri keheningan dalam kesendirian, semua semakin rumit untuk dirasakannya, ia tak mengerti, kenapa dan mengapa ia harus menunggu, sudah entah berapa juta tahun jiwa itu menunggu, namun ketika semua telah dekat, lagi-lagi harus tertunda, benar-benar sialan menurutnya.


Tap


..


Tap


..


Tap


Dan pada penghujungnya ia memutuskan untuk menghentikan langkahnya, berdiri diam menatap jurang yang entah berapa kilometer kebawah, tak ada yang mengerti apa yang hendak dilakukanya, karena "Dia"memang begitu rumit untuk sekedar difahami.


Dan entah apa yang terjadi disekitar tempat tersebut, karena perlahan muncul sebuah Kekkai transparan yang melingkupi pemuda itu beserta sekitarnya.


Tak berselang lama sosok berjubah hitam tersebut menggerakkan lengan kirinya perlahan, ia tatap lekat-lekat telapak tangan kirinya, disusul lengan kanan yang ikut bergerak dengan sebilah kunai bermata tiga digenggamanya.


Crashhh


Tanpa merasakan sedikitpun kesakitan sosok berjubah hitam yang tak lain adalah Naruto itu menyayat telapak tangan kirinya dengan kunai warisan mendiang sang ayah.


Darah itu kemudian jatuh tercecer, dalam diam ia menatap perbuatanya tersebut, lalu,, merangkai Single Handseal [Ram].


..


Chibunshin no Jutsu


..


Boffffttzzz


..


Muncul kepulan asap putih dihadapanya, yah! Pemuda tersebut telah membuat sebuah Klon dari darahnya. Selang berapa detik kemudian asap putih tersebut mulai sirna menampakkan sebuah wujud yang begitu identik dengan sipembuat itu sendiri.


"Kau sudah siap? 'Ucap sipemuda kemudian.


"Grrrrr,, sesuai permintaanmu,, Naruto, 'bukan Chibunshin tersebut yang membalas ucapan sipemuda, melainkan makhluk buas didalam tubuh pemuda tersebut.


"Persiapkan dirimu, 'lanjutnya singkat.


"Keh,, aku yang seharusnya mengatakan itu, 'cukup kesal ketika secara tidak langsung sang Host meremehkan kemampuanya.


Sipemuda memilih diam tak berniat membalas ucapan serak nan berat dari dalam tubuhnya tersebut, lalu,, tubuh itu perlahan melayang diudara kosong, dan mengambil posisi bersila, kedua matanya terpejam, dan telapak tangan disatukan didepan dada, lalu berkonsentrasi penuh untuk melakukan sebuah ritual.


Beberapa menit kemudian, sebuah Aura hitam kemerahan perlahan mulai merembes keluar dari tubuh pemuda tersebut, pada akhirnya Naruto telah memutuskan untuk memindahkan Makhluk berekor didalam tubuhnya kepada Chibunshin yang baru saja ia ciptakan dari ceceran darahnya.


Semakin besar dan terus membesar, gejolak Aura hitam kemerahan tersebut mulai keluar dengan intensitas gila, kemudian mulai bergerak memasuki tubuh Chibunshin yang telah dibuat.


Segel Shiki diperut Naruto berputar cepat, dan mulai terhapus sedikit demi sedikit.


"ARRRRRRGGGGGHHHHHHHHHHHH, 'teriaknya kencang tatkala chakra gelap Juubi tengah berusaha meninggalkan tubuhnya seutuhnya.


Semakin besar dan terus membesar, chakra hitam kemerahan tersebut terus terpompa keluar dari sumbernya, Naruto tak hentinya memaksa keluar seluruh Chakra gelap Juubi untuk lekas meninggalkan sang wadah.


Dan-,,


"HAAAAAAAAAARRRRGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHH"


Blarrrrrrrrr


Sebuah ledakan besar menjadi penutup ritual pelepasan tersebut, resiko kematian telah terhapus karena kutukan keabadian yang melekat erat ditubuhnya, andai saja "Dia"akan mati semudah itu, ia akan sangat berterimakasih mengingat ia selalu dibangkitkan kembali oleh keinginan gelap dunia itu sendiri.


Brukkk


Tubuh itu terjatuh ketika Chakra gelap Juubi berhasil berhasil terlepas dari tubuhnya, namun, tidak seutuhnya, sengaja sang makhluk buas berekor meninggalkan Chakra murninya agar tetap tersimpan didalam tubuh pemuda tersebut, dengan begitu suatu ketika ia bisa kembali kedalam tubuh sang Host.


Dan saat itu pula Chibunshin yang awalnya bersurai pirang tersebut digantikan surai hitam kemerahan. Dengan kata lain, Chakra hitam tersebut mendominasi seutuhnya tubuh baru yang terbuat dari segumpal darah tersebut.


"Ke-kenapa, kenapa kau tak ingin terlepas dari tubuhku Kurama? 'Tanya sipemuda yang jatuh berlutut dengan nafas tersengal, energinya terkuras habis saat itu pula.

__ADS_1


"Jangan bercanda Naruto, existensiku ada hanya untuk ikut bersamamu kemanapun, jangan lupa jika kita ini terikat dalam takdir yang sama, 'balas Chibunshin yang kini menjadi wadah sang dewa Youkai.


Bibir itu terkunci rapat, diam dan termenung ketika mendapatkan jawaban mantab tanpa keraguan. Ia tak menyangka akan mendapatkan jawaban yang berlawanan dari kehendaknya.


"A-aku hanya ingin melihatmu terbebas tanpa harus terkekang selamanya dalam raga yang hina ini,,, Kurama,, 'ucapnya lirih.


"Itu tak akan pernah terjadi, kau adalah tuanku, dan aku adalah pengawal yang akan senantiasa mengikutimu, meski kau merupakan yang terkuat sekalipun, akan tiba masanya kau membutuhkan bantuanku, dan saat itulah, saat dimana aku menunjukkan tujuan hidupku yang sesungguhnya"


Dan kali ini Naruto benar-benar tak mampu menyangkal semua ucapanya, disetiap jalan, pasti selalu memiliki penghalangnya, itulah yang tetap ia yakini.


"Bukankah kau selalu menginginkan kebebasan, tapi sekarang, kenapa? "


"Takdir,, karena takdirlah yang lagi-lagi enggan membuatnya mudah, lagipula,,, aku sudah terbiasa dengan tempat sialan itu"


Sipemuda tak habis fikir, bagaimana mungkin partnernya tersebut memilih untuk tetap tinggal didalam tubuhnya meski memiliki kesempatan untuk terbebas selamanya dengan raga baru yang akan mampu memiliki kesadaranya seutuhnya.


"Baiklah jika itu pilihanmu,, pergilah! "


"Dan lakukan tugasmu-,,,


"-,,,Youkai no Kami"


"Itulah yang sudah kita rencanakan sejak awal, biar aku yang mengawasi mereka semua sementara waktu, 'balas sang Dewa Youkai kemudian.


"Sampai jumpa,, tuan!


",,,"


Wussshh


Kemudian ia pergi melebur bersama angin yang bertiup, menuju tempat dimana Rasnya berada. Menyisakan sosok pemuda yang diam termenung menatap kosong kepergian punggawanya tersebut.


'Aku serahkan kepadamu,,, Kurama! 'Kata Naruto dalam hati.


Dengan tertatih Naruto berusaha untuk berdiri, tubuhnya terasa rinkih, dengan bersusah payah ia mampu berdiri tegak, setelah mendapatkan keseimbangan sempurna, Naruto mulai berjalan kearah dimana bibir jurang itu berada. Sesekali tubuh itu terhuyung dan terseok menggambarkan betapa letihnya raga tersebut.


Saffier beku itu semakin kosong ketika melihat gelapnya jurang dibawahnya. Tersirat rasa lelah untuk sekedar membawa raganya, tenaganya benar-benar telah turun pada titik terendah, walau bagaimanapun ia telah melakukan banyak hal beruntun tanpa jeda waktu untuk sekedar mengistirahatkan fisik dan tenaganya, mulai dari pembalasan dendam dan penghancuran, menembus neraka dan Dimensi tempatnya berada sekarang.


Mengalihkan pandangannya kelangit malam, seakan memohon belas kasih atas takdir berat yang dibawanya, adakah yang mampu membuatnya lepas, pertanyaan yang terdengar bodoh, ia sendiri tau jawabanya, tak ada dan tak pernah ada.


'Jika memang tak pernah ada,, aku akan memaksa dunia memberikan jawabanya'


'Dan aku percaya-,,,,,


'Waktu takkan pernah menghianati'


Wushhhhhhhh


Kemudian tubuh itu terjatuh dengan sendirinya, tenggelam perlahan dalam pekatnya kegelapan,, sungguh ia telah mencapai batasnya, kembali pada kehidupanya yang gelap, dan begitu hitam.


Meskipun demikian pemuda bersurai pirang keemasan tersebut masih memiliki sedikit kesadaran, lalu merentangkan kedua tangan dan memejamkan kedua kelopak matanya.


Dan-,,,,


Sring


Sring


Sringgg


Muncullah ribuan rantai hitam kelam dalam seketika, menerjang, mengikat lalu membelenggunya, kemudian menarik tubuh tersebut jauh kedasar bumi. Itulah yang menjadi tujuanya, Naruto memutuskan untuk menyegel dirinya sendiri dalam kekangan rantai Neraka, rantai hitam kelam yang melambangkan belenggu rasa sakit yang tiada tara, kehadirannya untuk pemusnahan masih terlalu awal untuk dikenal, entah kapan ia akan terbangun, yang jelas ketika ia telah membuka kembali matanya, bencana kehancuran dan kematian akan menjadi sebuah tumbal untuk kembalinya pembunuh berantai tersebut, ia akan mulai menenggelamkan satu persatu jiwa para pendosa. Dan mengirim mereka semua ketempat pedih penyiksaan massal untuk menebus semua dosa-dosa kejam yang pernah mereka perbuat.


Seakan musnah ditelan bumi, dan tak pernah ada, tenggelam bersama ribuan kisah yang tak mampu diuraikan dengan kata-kata sederhana, karena memang "Dia"begitu rumit untuk dimengerti, bahkan dalam peristirahatanya pun jiwanya takkan pernah bisa tenang, walau bagaimanapun hanya satu yang benar-benar ia harapkan.


"Pembebasan"


Hanya sepatah kata namun harus melalui entah berjuta tahun lamanya jiwa itu bersemayam dipetangnya duniawi, hanya itu yang membuatnya bertahan.


Tak pernah berminat menjadi penguasa, tak ingin tahta dunia, atau bahkan melenceng dari angan dan takdir, baginya semua itu hanyalah omong kosong yang membuat para bedebah terlena dalam buaian Indah dunia, penantian yang teramat panjang sudah,, semakin kalut dalam torehan luka, setiap detik ia tempuh dengan berat, setiap menit ia selalu bersabar, setiap waktu berputar ia terus bertahan, hanya demi sebuah pembebasan abadi.


Hanya satu yang sejujurnya ingin ia katakan,,


"Lelah"


Namun hal itu tak pernah terealisasikan mengingat kepada siapa ia harus mengatakanya.


Tuhan? Bahkan tuhan sendiri yang membelenggunya, disitulah ia terasa putus asa dan kehilangan arah, namun itu adalah sebuah pengandaian, karena "Dia"tak akan pernah menyerah untuk menggapai sebuah pembebasan.


"Sebuah angan sederhana untuk pulang"


Namun, harus melewati begitu banyaknya batu rintangan yang menghadang.


,,


,,


"Kekosongan dan Kegelapan"


,,


÷Kurayami no Sora÷


...


...


Jalan hidup memang penuh perbedaan, selalu ada dua jalan yang bersimpangan dan membentang, anehnya kedua jalan tersebut enggan untuk terpisahkan, hitam yang mewakili kejahatan dan putih yang mengartikan kebenaran.


Jalan apa yang kau pilih itu tergantung sejauh mana kau menggunakan Logika kehidupan itu sendiri, dan ada kalanya mereka menempuh jalan hitam untuk membenarkan yang putih.


Angin bertiup sepoi mengiringi Fajar yang telah bangkit diufuk timur, sinar hangat mulai menyapa setiap sudut kehidupan, menjadi awal untuk akhir yang kembali gelap.

__ADS_1


Disaat itulah sebuah hembusan angin terasa menerpa, cukup kencang untuk membuat dedaunan dan tangkai pepohonan seperti bergoyang tak beraturan.


Wussshhh


Perlahan-lahan hembusan angin tersebut mulai menunjukkan wujudnya, perawakan tegap nan kokoh, surai hitam berbaur dengan merah darah, jubah hitam yang dikenakan sang Host menjadi apa yang ia kenakan saat itu pula.


"Juubi no Ookami",, tertulis didalam Al-kitab yang dipegang langsung Raziel,, selaku Malaikat pemegang buku rahasia tuhan, disana tertulis bahwa, sosok tersebut merupakan sebuah Existensi kuno yang melegenda, konon sosok tersebut memiliki kekuatan mengerikan untuk membuat tiga Existensi terkuat saat ini tunduk, karena memang, ia yang awal mengisi kekosongan Dimensi ini. Ia pula dikatakan yang terkuat diantara jajaran para makhluk buas.


Tap


Langkah itu mulai menapak disebuah tempat pinggiran keramaian manusia, tepatnya mendekati sebuah hutan yang konon manusia merumorkan merupakan tempat tinggal para monster dan siluman.


Datar dan dingin, raut muka itulah yang kini tampak menghiasi wajahnya, tak berbeda jauh dengan sang Host itu sendiri, wujud Chibunshin tersebut tetap mengadopsi fisik asli, hanya saja warna rambut dan mata berbeda, dimana sebelumnya surai pirang telah digantikan hitam kemerahan, iris birru saffier digantikan merah darah dengan ukiran cincin berhiaskan Tomoe magatama disetiap lingkaranya,, juga kesadaran yang bukan lagi milik sang Host, melainkan,, kesadaran sang penguasa alam Youkai dan siluman. "Juubi no Ookami"


Mata merah darah itu memicing tajam tatkala melihat sebuah Kekkai transparan yang melingkupi Area tersebut.


'Kekkai yang rapuh! 'Katanya dalam hati setelah beberapa saat mengamati.


,,


,,


Saat ini mereka para Youkai tengah berkumpul dalam sebuah bangunan kuno sebagai pusat utama atau bisa disebut istana, lalu lalang para prajurit penjaga tampak memenuhi pandangan.


Terlihat diantara kedelapan Youkai terkuat tengah berkumpul dalam satu wadah, entah apa yang mereka diskusikan mengingat banyak hal terjadi akhir-akhir ini.


,,


"Apa yang harus kita lakukan sekarang, semakin lama bangsa kita semakin berkurang dan melemah, dalam beberapa pekan saja sudah puluhan yang tewas ketika memasuki dunia manusia, 'ungkap Youkai ekor-2 mengawali percakapan.


Note : Youkai ekor 1-8 Author namakan sama seperti Biju di Elemental Nation biar simple dan gak membingungkan.


"Entahlah, semenjak tewasnya pemimpin kita ekor-9 ditangan Raja vampire Dracula, dunia semakin memandang rendah Ras Youkai, mereka Ras yang lain tak segan untuk membunuh setiap kali Ras Youkai mereka temui didunia manusia 'sahut Youkai ekor-5 kemudian.


"Kita butuh pemimpin untuk mengembalikan kejayaan Ras Youkai yang tertindas, dan membalas mereka dua Fraksi akhirat dan Ras Vampire selaku penanggung jawab terbesar kematian bangsa kita, 'kedua tanganya terkepal erat, dengan mata yang memancarkan kemarahan tinggi, mata emas dengan pupil hitam Bintang segi empat, Shukaku selaku Youkai ekor-1 dari jenis rakun.


"Kau benar Shukaku, tapi kita tidak mungkin mengangkat Yasaka sebagai penggantinya, kita tahu disini jika Yasaka-sama masihlah terguncang dengan kematian Zarak-sama yang berakhir tragis ditangan Raja Vampire, 'lanjut Gyuki sembari mengingat pertempuran dari pemimpin bangsa Youkai dan Vampire, disitulah awal jatuhnya ras Youkai.


"Grrrrrr,,, Tengu,, apakah kau sudah menemukan keberadaan ledakan energi Juubi-sama beberapa hari lalu? 'Tanya Son Goku Youkai Ekor-4 kemudian.


Disini Tengu sebagai panglima perang Ras Youkai yang kemampuanya hampir sebanding dengan Youkai Ekor 1-5, namun tak mengisi Squad Youkai legenda 1-9 ekor.


"Heeemm,, aku sudah mengerahkan Youkai-youkai berbakat menyebar kedunia manusia untuk menemukan tanda-tanda keberadaan sang Dewa Youkai, namun aku hanya menemukan sebuah tempat yang dijadikan pertarungan dipedalaman hutan dipinggiran sungai"


"Pertarungan? 'Seru ke-8 Youkai serempak ketika mendapatkan sesuatu yang menarik.


"Benar,, tempat itu kuyakin menjadi pusat ledakan Energi besar beberapa hari kemarin, dan terjadi pertarungan setelah itu, terbukti permukaan tanah terlihat kacau dan berantakan disegala sudut bersamaan dengan beberapa pepohonan banyak yang tumbang, -,,,


"Sebagai bukti pendukung aku juga merasakan sisa-sisa energi suci yang ternoda ditempat tersebut,, 'jelas Tengu mengungkapkan hasil pencariannya.


"Sisa-sia energi suci yang ternoda? "


"Yah! Dan kalian pasti bisa menebak Ras mana yang memiliki pancaran energi suci yang tercemar oleh dosa!, 'sambung Tengu kemudian.


"Malaikat jatuh! "


Semuanya kini tengah terdiam ketika mendengar penjelasan Youkai tanpa ekor dari jenis Karasu tersebut, bagi mereka itu merupakan informasi yang sangat berharga.


"Lalu a-,,,


Deggg


Degggg


Deeggggg


"Ti-tidak mungkin"


"K-kekkainya hancur"


"Bagaimana mungkin"


"Astagaaa,, apa lagi sekarang"


"Kita pergi ke perbatasan, ada penyusup telah menembus Kekkai yang memisahkan tempat kita dengan dunia manusia, 'ucah Gyuki selaku yang terkuat diantara mereka.


"Baiklah/hai/kami mengerti, 'dengan jawaban serempak yang berbeda-beda mereka lekas bergegas menuju lokasi.


,,


,,


Ia hanya memandang datar kehidupan baru yang terlihat saat ini, seperti sebuah perkotaan kuno yang tersembunyi dibalik layar, benar,, Kekkai yang telah ia hancurkan merupakan penutup Existensi mereka para Youkai dari kehidupan manusia.


Beberapa saat kemudian, para penghuni tempat tersebut mulai berdatangan satu persatu dengan berbagai macam senjata yang berbeda-beda, dengan cepat langsung mengepung sosok penyusup tersebut.


Drap


Drap


Drap


Drapp


Bunyi derap langkah kaki yang berlarian terus terdengar nyaring dan bersahutan, namun sosok tersebut tetap terdiam melihat dirinya tengah terkepung dari segala sudut. Dan kemudian memilih memejamkan kelopak matanya seakan tak perduli.


Tak berselang lama kedelapan Youkai terkuat saat ini ikut hadir dan langsung membentuk formasi melingkar dari ekor-1 Shukaku hingga ekor-8 Gyuki. Mengepung sosok yang mereka duga penyusup tersebut.


,,


"Siapa kau,,,

__ADS_1


__ADS_2